NovelToon NovelToon
Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Romantis
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Tersedak boba membawa petaka! Alara, cewek modern bermulut pedas, mendadak isekai jadi Selir Alara Villin—selir terbuang Dinasti Ruelle yang lemah dan ditindas di Istana Dingin. Tragisnya lagi, dia diberi makan bubur basi yang airnya lebih banyak daripada nasi.

Sebagai pencinta makanan sejati, Alara menolak mati kelaparan. Dia pun nekat menyelinap ke paviliun pribadi Kaisar Kaivan dan mencuri paha ayam panggang sang penguasa.

Sialnya, aksi Alara tertangkap basah. Bukannya bersujud ketakutan menghadapi sang Kaisar yang terkenal kejam dan sedingin es, Alara malah menodongnya:

"Anda kurung saya tanpa makanan layak. Baru ambil satu paha ayam, Anda masih utang sembilan puluh sembilan ayam lagi sama saya. Sini bayar!"

Kaisar Kaivan yang gengsian setengah mati mendadak dibuat jantungan oleh logika absurd selir bar-barnya ini. Siapa sangka, di balik wajah esnya, sang Kaisar aslinya jago lawak, gampang panik, dan takut kecoa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Huru-Hara Pagi Hari (Alara: "Gue Gak Sengaja Unboxing Kaisar!")

Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk lewat celah-celah tirai sutra Paviliun Naga Emas. Kicauan burung di taman terdengar merdu, namun bagi Alara, kedamaian pagi itu mendadak terasa janggal.

Pertama, bantal yang dia peluk sejak subuh rasanya sangat keras, tegap, dan memiliki tekstur kotak-kotak yang kokoh. Kedua, bantal tersebut mengeluarkan detak berirama dug-dug... dug-dug... yang sangat tenang.

Dan ketiga, aroma di sekitarnya bukan wangi kamomil kamar tidurnya, melainkan aroma kayu cendana jantan yang sangat familier.

Alara perlahan membuka sebelah matanya yang masih lengket. Pandangan pertamanya langsung disuguhi oleh hamparan dada bidang berkulit putih bersih tanpa sehelai benang pun, lengkap dengan pahatan otot perut six-pack yang tercetak sempurna tepat lima sentimeter di depan hidungnya.

Mata Alara beralih ke atas. Di sana, wajah tampan rupawan dengan rambut perak yang agak acak-acakan sedang terpejam damai. Lengan kekar pria itu melingkar posesif di pinggang Alara, mengunci tubuhnya agar tidak bergeser ke mana-mana.

Kesadaran Alara yang tadinya masih terkumpul sepuluh persen langsung melesat naik ke angka satu juta persen. Otak modernnya mengalami system crash berjamaah.

'ANJIR! INI GUE DI MANA?! KOK GUE TIDUR SAMA KULKAS DUA PINTU?!' jerit Alara dalam hati, matanya membelalak sempurna sampai mau copot.

'Tunggu, pakaian gue masih utuh gak?! Masih! Oke aman! Tapi... kenapa tangan gue malah nemplok di perut kotak-kotak dia kayak cicak?!'

Alara mencoba menarik tangannya pelan-pelan dengan gerakan super halus. Namun, begitu jarinya bergerak, kelopak mata Kaivan bergetar.

Sepasang mata elang yang jernih dan sedingin es itu perlahan terbuka, langsung menatap lurus ke dalam netra bulat Alara yang sedang panik tingkat dewa.

Suasana kamar mendadak hening mencekam selama lima detik.

Alara langsung memasang senyum meringis yang sangat kaku.

"E-eh... Pagi, Tuan Kai yang ganteng... Cuaca hari ini cerah banget ya? Ha-ha... ha..."

Kaivan tidak langsung menjawab. Dia menatap tangan Alara yang masih menempel di atas otot perutnya, lalu menatap kakinya sendiri yang masih dipiting erat oleh kaki Alara.

Sudut bibir sang Kaisar perlahan terangkat, membentuk sebuah seringai tipis yang sangat seksi namun sarat akan godaan mematikan.

"Apakah tidurmu nyenyak, Rubah Kecil?" suara bariton Kaivan terdengar sangat serak khas orang baru bangun tidur, terdengar luar biasa menggoda di telinga Alara.

"Kau memelukku sangat erat semalam. Aku bahkan tidak bisa bernapas karena kuncian mautmu itu."

"D-dih! Fitnah! Ini pasti konspirasi!" Alara langsung menarik tangan dan kakinya menjauh, buru-buru mundur ke pojok ranjang sambil memeluk selimut sutra hitam erat-erat.

"Lagian kenapa Anda gak bangunin saya sih?! Kenapa malah dibiarin tidur di sini?! Wah, jangan-jangan Anda sengaja mau mengambil kesempatan dalam kesempitan ya?!"

Kaivan mendengkus geli, perlahan mendudukkan tubuhnya di atas ranjang. Lembaran selimut sutra yang merosot memperlihatkan seluruh punggung tegap dan bahu bidangnya yang terekspos sempurna di bawah cahaya pagi, membuat Alara refleks menutup matanya menggunakan kedua tangan sambil mengintip sedikit dari celah jarinya.

"Mengambil kesempatan?" Kaivan menaikkan sebelah alisnya, merangkak mendekati Alara di pojok ranjang hingga jarak wajah mereka kembali menipis. "Alara Villin, kau yang menyusup ke kamarku jam dua pagi.

Kau yang melompat ke ranjangku, memeluk kaki ranjangku sambil mengigau soal daging sapi, lalu menarikku sampai jatuh saat aku mencoba memindahkan mu. Jadi, siapa sebenarnya yang sedang mencoba *'unboxing'* siapa di sini, huh?"

Alara langsung bungkam seribu bahasa. Ingatan samar tentang kejadian semalam mendadak berputar kembali di otaknya: berjalan sambil merem, meluk tiang ranjang, nyari guling anget...

'Oh God... fiks, gue yang bersalah! Malu-maluin banget jiwa anak kos gue bawa-bawa pas sleep walk!' batin Alara menjerit frustrasi, wajahnya sudah memerah padam seperti kepiting rebus siap saji.

"T-tetap aja! Harusnya Anda tendang saya ke lantai!" sahut Alara membela diri dengan logika defensif yang kocak.

"Dan membiarkan selir kesayangan kekaisaranku encok karena lantai marmer yang dingin? Aku tidak sekejam itu," goda Kaivan, tangannya terulur untuk menyentil pelan dahi Alara seperti biasa, memecah ketegangan di antara mereka.

"Cepat rapikan pakaianmu dan kembali ke paviliunmu sebelum Kasim Wen masuk membawa air basuh wajah."

"A-Awas ya! Jangan kangen sama guling premium kayak saya!" ancam Alara asal, langsung melompat turun dari ranjang raksasa itu dan ngacir keluar lewat pintu belakang dengan kecepatan cahaya demi menyelamatkan sisa-sisa harga dirinya yang sudah hancur lebur di atas ranjang Kaisar.

Kaivan yang ditinggal sendirian di dalam kamar hanya bisa tertawa renyah, sebuah tawa lepas yang sangat jarang terdengar di Paviliun Naga Emas.

Dia menyentuh bagian dadanya yang semalam didekap erat oleh Alara, merasakan kehangatan yang masih tertinggal di sana.

Sementara itu, begitu Alara berhasil menyelinap kembali ke Paviliun Mawar Merah lewat koridor taman, dia langsung disambut oleh Lily yang sudah mondar-mandir dengan wajah super panik dan pucat pasi.

"Gusti, Selir Alara! Anda dari mana saja?! Hamba mengira Anda diculik oleh pembunuh bayaran!" pekik Lily hampir menangis haru melihat majikannya pulang dengan selamat walau rambutnya acak-acakan.

"Aman, Lily, aman. Gue habis... ekhem, melakukan latihan bela diri ketahanan fisik tingkat tinggi di paviliun sebelah," bohong Alara sambil batuk-batuk kecil untuk menutupi kegugupannya.

"Ada berita apa emangnya pagi-pagi begini?"

Lily buru-buru mendekat, merendahkan volumenya menjadi bisikan tegang.

"Ini buruk, Selir! Pagi ini, utusan resmi dari Kerajaan Utara Khitan baru saja tiba di ibu kota. Mereka membawa misi diplomatik, sekaligus membawa Putri Mahkota mereka, Putri Aurora, yang kabarnya dikirim ke sini untuk melamar menjadi Permaisuri Utama Yang Mulia Kaisar! Dan parahnya lagi... Putri Aurora itu terkenal sebagai ahli strategi perang yang sangat pintar dan kejam!"

Mendengar kabar itu, Alara mendadak menghentikan gerakannya yang sedang menyisir rambut.

Ada perasaan tidak nyaman yang mendadak mencubit dadanya perasaan asing yang belum pernah dia rasakan sebelumnya semenjak masuk ke dunia novel ini.

'Putri Aurora? Calon Permaisuri Utama? Wah... uler lokalnya belum kelar, sekarang malah dateng uler impor spek militer!' batin Alara, matanya mendadak berkilat penuh hawa persaingan yang membara.

---

Bersambung~

1
Eci Rahmayati
🤣🤣🤣🤣 mundur dengan hormat ya Aurora bagusss...

makasih Thor cerita menghibur bgt ttp semangat ya💪💪💪
Aera_yong
jangan lupa liat karya ku yang lain gays, cerita nya juga nggak kalah menarik Dengan novel ini🤭
Best Siallagan
😍😍😍
lin sya
tumben blm update thor
Aera_yong: hehe maaf yah aku lagi siapin lanjutannya, aku juga update novel lain juga😭😭
total 1 replies
Murni Dewita
👣
SiOmpong
mantep
arlyn1709
alurnya biken penasaran, saya suka
arlyn1709
lanjut dong thor,, seru ceritanya
Aera_yong: Okehh
total 1 replies
Eci Rahmayati
wkwkwk selir laparr cenahh🤣
Eci Rahmayati
cerita bagus sangat menarik untuk di baca
Eci Rahmayati
🤣🤣mulai rindu ya bang 🤭
Eci Rahmayati
🤣🤣Intel Ben
Alia Chans
mampir thor🌹🤭
Aera_yong: okehhh
total 1 replies
Fauziah Daud
seru
Fauziah Daud
hahaha..
lin sya
thor cerita nya seru dan menghibur, saya menikmatinya, ditunggu update nya ya
Fauziah Daud
trusemangattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!