NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:111.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGGANGGU SERAKAH

Pagi harinya, setelah malam bulan purnama yang mendebarkan itu berlalu, Ara sudah kembali sibuk di pasar kota Kerajaan Costa.

Sejak kejadian dia menghajar tiga preman pasar minggu lalu, nama Ara justru makin terkenal, ditambah lagi, sayuran nya dan obat herbal racikannya punya khasiat yang luar biasa, bahkan dia berencana membuka pengobatan gratis di rumah nya.

"Nona Ara! Sini, Nona! Saya mau beli obat luka yang kemarin dong! Suamiku kemarin kakinya terkilir waktu pulang dari hutan, begitu dioles salep darimu semalam, paginya langsung bisa jalan lagi!" seru seorang wanita paruh baya, langsung menghadang gerobak Ara begitu gadis itu baru sampai di lapaknya.

Ara yang baru saja datang langsung tersenyum ramah, memasang wajah polos andalannya.

"Wah, syukurlah kalau langsung sembuh, Nyonya. Ini obat nya masih ada beberapa botol, harganya tetap sama seperti biasa," ucap Ara, tersenyum kecil.

"Aku mau beli dua botol, Nona! Sama kubisnya tiga ikat ya!" jawab wanita paruh baya itu sambil menyodorkan beberapa koin perak dengan semangat.

Ara dengan lincah membungkus pesanan si ibu dan menerima uangnya dengan hati gembira.

"Ini pesanannya, Nyonya. Terima kasih banyak, ya," ucap Ara, sopan.

Belum sempat Ara bernapas lega, rombongan pembeli lain mulai dari rakyat biasa hingga Nyonya-nyonya bangsawan, sampai tabib dari kota lain juga langsung berkerumun di depan gerobaknya.

Mereka saling sikut demi mendapatkan obat herbal buatan Ara yang terkenal sangat manjur dan sayurannya yang tidak pernah layu.

"Nona Ara, tolong sisakan ramuan penurun demamnya untuk ku! Aku ambil sepuluh botol!" teriak seorang pria paruh baya yang memakai jubah tabib, mencoba menerobos kerumunan warga.

"Antre dulu, Tuan! Kami juga mau beli sayur dan obat batuk untuk anak-anak kami!" protes warga lainnya, membuat suasana di sekitar lapak Ara mendadak ricuh seperti ada pembagian sembako gratis.

Ara yang melihat dagangannya dikerubungi banyak orang hanya bisa tersenyum puas di dalam hati, jiwa pebisnis modernnya merasa sangat bangga.

"Harap tenang semuanya! Tolong antre yang rapi ya, semuanya pasti kebagian kok! Jangan berebut!" ucap Ara, nyaring.

Di tengah keriuhan lapak Ara yang semakin ramai, dua orang pria paruh baya berpakaian rapi dengan jubah abu-abu, tampak memperhatikan dari kejauhan, mata mereka menyipit, menatap botol-botol obat herbal di gerobak Ara dengan pandangan penuh selidik.

"Kamu yakin itu ramuan yang sama dengan yang dipakai militer perbatasan, Hans?" tanya pria bertubuh agak gemuk sambil mengelus dagunya yang berjanggut tipis.

Pria itu adalah pemilik toko obat terbesar di pusat kota Kerajaan Costa, yang belakangan ini omsetnya menurun drastis sejak obat herbal Ara mulai terkenal.

"Sangat yakin, Tuan. Saya sudah membeli satu botol kemarin secara sembunyi-sembunyi dan memeriksa nya," jawab Hans, mengangguk yakin.

Pria pemilik toko itu melirik ke arah kerumunan warga yang masih berebut, merasa heran bagaimana bisa seorang gadis desa biasa memiliki kemampuan meracik ramuan tingkat tinggi seperti itu.

"Menarik sekali, jika kita bisa mendapatkan resep rahasia gadis itu, atau setidaknya memaksanya bekerja di bawah toko kita, keuntungan kita bisa berlipat ganda," ucap si pemilik toko dengan seringai licik, mulai menyusun rencana kotor di kepalanya.

Dia menepuk pundak asistennya, memberi kode agar mereka segera mendekat begitu kerumunan warga mulai sedikit merenggang.

Sementara itu, Ara akhirnya bisa bernapas lega setelah melayani pembeli terakhirnya. Dia menyeka keringat di lehernya dengan handuk kecil, lalu menghitung tumpukan koin perak di dalam kantongnya yang sekarang terasa sangat berat.

"Fiuh... untung banyak hari ini," gumam Ara senang, buru-buru mengikat kantong uangnya erat-erat di pinggang.

Baru saja Ara hendak merapikan gerobak kosongnya, bayangan dua orang pria tiba-tiba menghalangi sinar matahari di depannya.

Ara mendongak, mendapati si pemilik toko obat besar tadi sedang berdiri dengan senyuman yang dipaksakan ramah, membuat insting waspada Ara langsung aktif seketika.

"Selamat pagi, Nona manis, perkenankan saya, pemilik Toko Obat Utama di pusat kota," ucap pria gemuk itu, membungkuk sedikit dengan gaya formal yang terlihat sangat kaku.

"Ah, iya. Selamat pagi, Tuan. Ada yang bisa saya bantu? Sayangnya sayur dan ramuan saya sudah habis semua untuk hari ini," jawab Ara, membalas dengan senyum sopan namun matanya menatap tajam kedua orang di depannya.

Ara tahu betul siapa pria ini, dia adalah salah satu penjual obat yang sering memonopoli harga ramuan di kota, tipe orang yang sangat dihindari oleh para tabib kecil.

"Oh, tidak apa-apa, saya ke sini bukan untuk membeli eceran seperti warga biasa," jawab pria itu, tertawa kecil dengan nada meremehkan yang disembunyikan dengan rapi.

Pria itu melangkah selangkah lebih dekat ke gerobak Ara, lalu melipat kedua tangannya di depan perut gendutnya.

"Saya melihat ramuan buatanmu sangat diminati. Bagaimana kalau kita bekerja sama? Saya akan membeli seluruh resep herbal mu dengan harga tinggi, dan kamu tidak perlu repot-repot berpanas-panasan mendorong gerobak ini lagi ke pasar setiap hari," tawar si pemilik toko, yakin kalau gadis desa di depannya akan langsung tergiur.

Hans di belakangnya ikut mengangguk, mengeluarkan sebuah kantong kecil yang berisi beberapa keping koin emas sebagai pancingan awal agar Ara terpesona.

Sayang nya mereka kali ini salah cari lawan, Ara bukan anak yang kekurangan harta, mengingat dia adalah putri bungsu dari Raja Costa, meracik obat hanya hobi nya.

Ara melirik kantong berisi koin emas itu sejenak, lalu beralih menatap wajah licik si pemilik toko dengan tatapan datar, sama sekali tidak terlihat tertarik atau terkejut.

"Tawaran yang sangat menarik, Tuan, tapi maaf, saya harus menolaknya, ramuan ini saya racik sendiri khusus untuk membantu rakyat di sini dengan harga murah, jika saya menjual resepnya pada Anda, harganya pasti akan melambung tinggi di toko Anda, kan?" jawab Ara santai, langsung menembak tepat ke inti niat busuk pria tersebut.

Senyum palsu di wajah si pemilik toko obat langsung lenyap seketika, digantikan oleh gurat kekesalan karena tidak menyangka argumennya akan dipatahkan dengan begitu mudah oleh seorang gadis muda.

"Nona Ara, jangan sombong dulu, kamu pikir kamu bisa bertahan jualan di kota ini tanpa perlindungan dari pedagang seperti kami, hah?!" ancam si pemilik toko, nada suaranya mendadak berubah menjadi ketus dan menekan.

Hans ikut melangkah maju, mencoba mengintimidasi Ara dengan postur tubuhnya yang lebih tinggi.

"Benar, Nona muda, sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum kamu menyesal karena lapak kecilmu ini tiba-tiba dilarang berjualan oleh petugas keamanan pasar besok pagi," ucap Hans ikut memanaskan suasana.

Ara tidak gentar sedikit pun, dia justru terkekeh pelan sambil merapikan sisa kain penutup gerobaknya dengan gerakan santai.

1
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga thor dtnggu krya brunya thor hrd lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya
Kezia ayumi
emang harus gitu ya aura alpha ya di sebut2 terus
"bertanya dengan nada selembut sutera /Grin/
Kezia ayumi
kasih mata dong Thor jangan bolanya doang 🤭
Deasy Megaputri
thank you thor buat bonchap nya
Maria Lina
thor cerita kembar 5 kok gk nongol"thor hehe
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kok udah tamat thor🤔🤔🤔 tapi terimakasih ya thor untuk setiap karya mu.... bisa temani hari" ku di perantauan😍😍😍😍. tetep semangat berkarya thor dan di tunggu karya terbarunya☺☺☺☺
Sang
terima kasih atas karyanya kak othor 🙏🙏🙏
yumin kwan
lah... uda tamat, gitu aja? jasmine blm tau kl menantunya jg dr masa depan.
cowettttttt
raja yg payah dengan iming2 kasih syg seorang ayah secara halus menekan anak ny untuk ke egoisan nya snediri
cowettttttt
dih bikin males ternyta hanya cowok lemah si lucian ..knp ga langsung d bunuh aja kemarin malah cm d tampar doank....ktnya banyak kekuasaan dan bahkan dari istana tp ternyata bodoh semua bisa d tipu oleh seorang wanita..aneh sekali Thor ...Disni aku ragu lanjut baca atau ga ?? cerita si lyra dan Xavier dan yg lain bagus
Deasy Megaputri
kok cepet banget habisnya Thor?
tolong ksi bonchap dong
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!