NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Cerai / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Model / Tamat
Popularitas:755.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mas Bri

Banyak laki - laki yang menggoda ku. Tapi tak satu pun yang aku hiraukan. Karena status ku, aku jadi tidak berani berbuat kesalahan sedikit pun. Aku diam saja, di salahkan. Apalagi aku yang membuat onar, bisa - bisa di kurung.
Bagaimana kisa istri yang statusnya di rahasiakan? akankah dia terus bertahan dengan bos yang banyak di gandrungi wanita? yuk kita baca sama - sama ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mas Bri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Kira Sudah Berubah

"Maaf," satu kata itu lolos dari mulut Nico.

"Hem, maaf? Untuk apa mas?" tanya Alena yang pura-pura tidak mengerti.

"Untuk kejadian barusan,"

"Kejadian apa?" tanya Alena lagi. Dia akan menguji nyali Nico kali ini.

"Kejadian dengan Viona tadi. Aku salah telah berhubungan dengan wanita seperti dia, yang tidak tahu malu." ucap Nico.

"Kenapa harus kamu yang minta maaf?! Kan kamu gak salah mas!" balas Alena dengan tegas.

Nico langsung terdiam begitu mendengar jawaban Alena. Nico tahu, kalau Alena kesal dengannya.

"Aku harus bisa menuntaskan masalahku dengan Viona, agar Alena bisa kembali bersama ku!" batin Nico.

Alena sudah selesai membereskan barang milik Nico. Kalau bukan karena kasihan, Alena ogah harus repot-repot begini. Alena juga berjanji akan tetap baik dengan Nico dan orang tuanya meski sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.

"Ternyata sama saja, nggak ada perubahan! Heii.... hati yang tersakiti!! Kamu jangan banyak berharap apa-apa! Dari pada sakit lagi!" batin Alena untuk menenangkan dirinya sendiri.

"Sabar-sabar, memberi harapan palsu itu menyakitkan loh Al! Kamu harus bisa mencari penggantinya!" batin Alena lagi.

***

Alena mendorong kursi roda Nico menuju ke mobil. Disana sudah ada sopir pribadi Nico yang menunggu.

"Biar saya saja neng," ucap pak Tejo.

Alena mengalihkan kursi roda Nico ke pak Tejo. Dia yang memindahkan barang-barang milik Nico ke bagasi. Setelah semua selesai, Alena segera naik mobil Nico. Dia duduk di samping Nico.

"Kamu istirahat saja Al, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai rumah." ucap Nico.

"Iya." balas Alena tanpa ingin melanjutkan percakapan.

Alena langsung bersandar ke jendela dan memejamkan matanya yang terasa lelah.

"Lebih baik aku tidur saja, dari pada nanti diajak bicara dengannya!" batin Alena.

Alena tertidur hingga dia tiba di rumah.

"Al, sudah sampai," ucap Nico membangunkan Alena.

"Uugghhhh....!!" terdengar suara Alena sambil mengucek mataknya.

"Sudah sampai?" tanya Alena.

"Iya, ayo turun. Kamu lanjutkan tidurnya di rumah saja." ujar Nico.

Alena pun segera turun dan membantu Nico. Alena memapah Nico menuju ke kamarnya.

"Kamu bisa tidur sendiri kan mas? Aku mau mengambil barang-barang di bawah dulu." ucap Alena.

Saat akan berbalik untuk mengambil barang Nico di mobil, tangan Nico menarik Alena kedalam pelukannya.

"Jangan pergi lagi ya? Sudah lama aku sangat merindukan kamu!" lirih Nico tepat berada di telingan Alena.

Alena hanya diam membeku. Menurutnya ini terlalu tiba-tiba. Jantungnya berdegub kencang seakan mau lepas dari tempatnya.

Alena pun mendorong tubuh Nico perlahan agar menjauh. Namun sayang, usahanya sia-sia. Nico semakin mengeratkan pelukannya agar tidak lepas.

"Sebentar.... saja, aku ingin seperti ini sebentar lagi! Apa kamu tidak merindukan aku hem?! Tidakkah kamu tahu, selama ini aku gila karena kamu pergi dari rumah. Aku mencarimu kesana kemari, tetapi tidak ada keberadaan kamu. Setiap hari aku menghabiskan waktuku dengan minuman keras. Aku menyesal sudah menyia-nyiakanmu. Tetapi setelah aku bertemu denganmu, hatiku menjadi bahagian. Aku senang bisa menemukan kamu, meski waktu itu kamu dengan Sean. Tapi kebahagian itu rasanya sirna sudah, saat kamu terus memintaku menceraikan kamu. Aku baru menyadari perasaan ini setelah kepergianmu. Seandainya aku menyadari semua sebelum kamu pergi, mungkin ini semua nggak akan pernah terjadi." ujar Nico panjang lebar.

Alena tidak tahu harus menjawab apa, dia bingung dengan pernyataan Nico baru saja.

"Al, adakah kesempatan 1 kali lagi untukku? Aku akan memperbaiki semuanya! Aku ingin kita bisa bersama membina rumah tangga seperti dulu, tetapi dengan penuh kasih sayang dan cinta. Bisakah kamu memberiku kesempatan itu?"

"Aku bingung mas, nggak tahu harus bagaimana!" balas Alena. Alena segera menjauh dari Nico. Dia berlari menuruni tangga.

"Kenapa harus sekarang sih mas, aku belum siap!" batin Alena.

Alena segera memindahkan seluruh barang Nici ke kamar dengan di bantu pak Tejo.

"Taruh disitu saja pak," ucap Alena.

"Baik neng, bapak turun dulu kalau begitu."

"Baik pak, terima masih." ucap Alena.

Alena kembali memasuki kamar Nico.

"Permisi ya mas, aku mau merapikan barang-barang ini dulu." ijin Alena.

"Iya Al," balas Nico sambil memejamkan matanya. Setelah kepergian Alena, Nico langsung tidur. Dia masih belum bisa berdiri lama-lama.

Dengan cekatan Alena menata baju dan barang lainnya di kamar Nico. Setelah selesai dia melihat Nico yang tertidur tidak menggunakan selimut.

"Gimana sih mas! Selimutnya kok gak dipakai!" gerutu Alena.

Dia dengan telaten menutup tubuh Nico dengan selimut dan melepas sepatunya. Begitu Alena akan berbalik Nico menarik Alena hingga jatuh ke pelukkannya.

"Bisakah kamu memberiku jawaban atas pertanyaanku tadi?" tanya Nico.

"Pertanyaan apa?"

"Bisakah kamu memberi kesempatan sekali lagi untukku? Aku janji akan merubah semua sikapku yang dulu, dan aku tidak akan mengulangi kesalahan seperti dulu lagi!" ucap Alena.

Alena menimang ucapan Nico. Sebenarnya dia takut hal yang dulu terjadi lagi. "Aku belum tahu mas! Ku tidak memikirkan sejauh itu!" ucap Alena.

"Aku mohon Al, kasih aku kesempatan 1 kali lagi. Aku berjanji akan berubah!" balas Nico.

"Aku butuh bukti mas, bukan hanya janji!"

Nico tercengang mendengar jawaban dari Alena. "Apa itu artinya kamu memberiku kesempatan Al?!" tanya Nico.

"Belum, aku ingin melihat keseriusan kamu dulu!"

"Iya Al, aku janji! Aku janji akan melakukan yang terbaik buat kamu!" balas Nico kegirangan.

"Lepasin dulu mas, aku gak bisa nafas!"

"Nggak, nggak akan aku lepas lagi mulai saat ini!" jawab Nico semakin mengeratkan pelukannya. Dia begitu senang mendengar jawaban dari Alena.

"Aku akan membuktikannya Al! Aku bisa membahagiakan kamu!" batin Nico.

Nico begitu bahagia, akhirnya dia bisa memiliki kesempatan untuk bersama dengan Alena. Meski masih tahap awal, dia akan memperbaiki semuanya. Begitu juga dengan Viona, dia akan memulainya dengan membereskan Viona dulu. Sebelum Viona merusak semua.

"Sebenarnya aku takut mas, aku juga tidak mau memberi kamu harapan palsu. Tapi hati ini tidak bisa berbohong, aku masih mencintaimu. Aku memang bodoh mas, masih mempertahankan kamu. Dengan perlakuan kamu yang seperti itu dulu. Tapi semua terhapuskan hanya sengan 1 kata cinta. Mudah-mudahan kamu bisa membuktikan ucapan kamu mas!" batin Alena.

Alena segera berdiri dan menjauh dari Nico. Dia tidak mau terlalu dekat dengannya, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan.

"Malam ini kamu tidur sini kan?" tanya Nico.

"Aku pulang saja mas," jawab Alena.

"Tidur disini saja Al! Kamar kamu masih aku jaga dengan baik. Hanya aku gunakan tidur ketika malam hari saja!" ujar Nico keceplosan.

"Tidur? Dikamar ku? Ngapain mas tidur disana?!" tanya Alena memberondong pertanyaan kepada Nico.

"Em.... anu.... Al, emm.... itu Al, aku kira itu kamar ku! Jadi aku masuk saja dan tidur disana kalau sudah lelah bekerja." jawab Alena.

"Benarkah?" selidik Alena.

"He'em," jawab Nico sambi menganggukkan kepalanya.

1
Suriani Amir ZA
ini cerita ada2 saja, dia yg selama ini menderita dan disiksa malah dia yg minta maaf, dasar wanita bodoh
Suriani Amir ZA
perempuan goblok, kerjanya nangis terus kpn balesnya...
Devi Nurdianti
bagus👍
Devi Nurdianti
mulai baca seperti nya bagus
devi aryana
Luar biasa
Lily
kasian Sean
Lily
preeeeet
mana ada cinta tapi tanpa pikir panjang celup celup wanita lain
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor...../Rose/
Sukijah Sukijah
apa yg bikin kantor y Ramon rugi ada sangkut pautnya SM Sean atau Nico y secara dua..... masih suka sm Alena
Sukijah Sukijah
pasti lg hamil Alena,d gempur trs d mana g lemes....
Sukijah Sukijah
pasti Sean yg hubungi Alena selama ni masih setia nunggu Alena,tp sayang y Alena suka y SM Ramon....
Sukijah Sukijah
Sean teman y Ramon, bakal ketemu Alena dong klo dekat SM Ramon trs d mana y reaksi Sean SM Alena klo tau Ramon SK SM Alena.....
Sukijah Sukijah
d mana sih y Alena ko hati pimlan dulu minta cerai SM Nico skrng mau nikah lg SM Nico,trs dmna SM Sean yang tulus cinta SM Alena jd putus asa dong Sean
Sukijah Sukijah
pasti viona yg jahat SM Alena
Ummi Rizki
jadi wanita kok mau dicelupin sana sini menjinjikan...
Titik Supadmi
next thor....👍👍👍👍
Titik Supadmi
next thor...👍👍👍👍
Hanisah Nisa
lanjut
Al Vian
lanjut Thor
Yunior
Sean sedihlah, kasihan. waktu Alena terpuruk disakiti Nico , Sean yang ada untuk Alena.... malah balik ke Nico lagi, terpuruk lagi stlh itu malah nikah dgn Ramon sahabat Sean.
mas bri: kasian ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!