NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Standar yang Berbeda

Wang Hao berjalan santai, kedua tangannya di belakang tubuh. Ruo Li melayang di sampingnya, tubuh transparannya nyaris tak terlihat di bawah cahaya matahari yang menembus celah dedaunan.

Baru sekitar dua jam berjalan meninggalkan kota, lalu melewati lembah dan memasuki hutan... sesuatu terjadi.

Dua pria berjubah hitam yang kemarin Wang Hao lihat di rumah makan, kini muncul dari balik pohon di samping kirinya, gerakan mereka cepat dan senyap, seperti bayangan yang tiba-tiba memiliki wujud.

"Tuan, ada orang muncul tiba-tiba!" ujar Ruo Li dengan suara bergetar.

Wang Hao tidak peduli dan fokus berjalan. Kedua orang itu sedikit terkejut dengan sikap acuh tak acuh Wang Hao, namun mereka segera mengikuti dari belakang.

Langkah keduanya tenang, posturnya tegak, dan auranya yang padat berputar pelan di sekeliling tubuh. Wang Hao bisa merasakan hawa itu semakin mendekat, tetapi ia tidak mengubah kecepatan langkahnya.

"Berhenti."

Suara itu datang dari belakang, dalam dan penuh wibawa.

Wang Hao terus berjalan.

Kedua pria itu mempercepat langkahnya. Jarak menyusut dengan cepat, dari sepuluh meter menjadi lima, lalu tiga. Tangan salah satunya terulur ke depan.

"Satu langkah lagi," kata Wang Hao tanpa menoleh, "tanganmu akan terpisah dari tubuh." Suaranya datar, tanpa emosi.

Pria itu menghentikan langkahnya. Tangannya yang sudah terulur menggantung di udara selama satu tarikan napas, lalu ia menurunkannya perlahan dan mundur selangkah tepat di samping rekannya.

"Aku Pemimpin Regu Kong Bei dari Pasukan Elang Kerajaan Wuxia. Dia adalah Pemimpin Regu Zhou Li." Kong Bei menunjuk rekannya dengan dagu. "Kami berdua dikirim oleh Komandan Shuo Heng untuk menjemputmu."

Wang Hao akhirnya berhenti, punggungnya masih membelakangi mereka. "Menjemput?"

"Benar."

"Komandan Shuo Heng menerima laporan dari Sekte Awan Ungu," Kong Bei menyilangkan tangannya. "Tentang seorang pemuda Kondensasi Qi yang bisa mengalahkan Pendirian Fondasi. Tentang resep pil dengan kemurnian yang tidak masuk akal. Mendengar berita itu, Komandan kami tertarik."

Zhou Li menambahkan. "Laporan itu ditulis oleh Yun Changsheng sendiri. Setelah melihatmu secara langsung, setidaknya bagian tentang tingkat kultivasimu tidak dibesar-besarkan."

"Penolakan bukan pilihan yang bijak," sambung Kong Bei. "Kami berdua kultivator Pendirian Fondasi tahap akhir yang telah menempah fondasi di pusat kota besar. Tidak seperti Yun Changsheng yang hanya berkultivasi di pinggiran dengan energi spiritual tipis. Standar kami berbeda."

Ruo Li memegang ujung jubah Wang Hao, merasa takut. Namun Wang Hao tetap tanpa perubahan ekspresi.

"Lagipula," Kong Bei menambahkan dengan nada lebih rendah, "kami tidak akan menjemputmu dengan tangan kosong."

Dari balik bayangan di sisi kanan semak, muncul empat orang lagi. Jubah hitam yang sama, pedang di pinggang dengan gagang yang sudah aus. Semuanya berada di Pendirian Fondasi tahap menengah. Total enam orang sekarang.

Kong Bei menatap punggung Wang Hao. "Komandan Shuo Heng tidak suka menunggu. Dia sudah menerima laporan tentangmu dua minggu lalu. Jika kau menolak, kami terpaksa menggunakan kekerasan."

Wang Hao akhirnya berbalik. Menatap Kong Bei dan Zhou Li dengan ekspresi datar.

"Saya tidak tertarik bertemu dengan Komandan kalian."

Zhou Li menyeringai. "Sayangnya, kau tidak punya pilihan."

"Semua orang selalu punya pilihan." Wang Hao menggeleng pelan. "Hanya saja, sebagian besar memilih yang salah."

Kong Bei menghela napas panjang.

"Kalau begitu, maafkan kami."

Ia mengangkat tangannya, dan keempat prajurit di sisi kanan serentak mencabut pedang.

Shing!

"Tuan, mereka ingin menyerang kita," bisik Ruo Li.

Wang Hao menunjuk ke sisi kiri. Ruo Li memahami isyarat itu segera melesat menjauh. Dia ersembunyi di balik pohon sambil mengintip.

Setelah itu, Wang Hao menatap musuhnya dengan ekspresi yang sama.

"Ini akan menyakitkan," kata Wang Hao pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

Zhou Li melangkah maju, pedangnya terhunus. "Untukmu, tentu saja."

"Tidak." Wang Hao mengeluarkan pedangnya dari cincin ruang. Bilah abu-abu gelap itu muncul dalam genggamannya, pola-pola sangat halus seperti serat kayu terlihat samar di sepanjang bilahnya. "Itu untuk kalian."

"Bocah Sombong!" Kong Bei menurunkan tangannya, memberi isyarat serangan, dan keempat prajurit tahap menengah itu langsung melepaskan energi pedang mereka secara bersamaan.

Wush! Wush! Wush! Wush!

Empat energi pedang dengan warna berbeda lahir dari empat bilah, biru, merah, kuning, hijau, melesat ke arah Wang Hao dari empat sudut sekaligus. Udara berdesis tertinggal di belakang mereka, daun daun di sekitar lintasan bergulung lalu terbakar kecil di tepinya.

Wang Hao berdiri di tempatnya, pedang terangkat ringan, dan ia menebas satu kali ke depan dengan seluruh kekuatannya.

SWOOOOSSHH!

Satu tebasan yang menghasilkan energi pedang putih besar yang melesat ke depan, jauh lebih lebar dan lebih terang dari energi pedang lawan, mengembang seperti dinding cahaya yang bergerak cepat.

Jarak antara energi putih itu dengan keempat energi lawan semakin mendekat, semakin merapat, lalu... mereka bertemu di tengah.

DUUUUARRRR!

Ledakan keras mengguncang udara.

Ke-empat energi pedang lawan patah bersamaan saat menghantam dinding energi putih Wang Hao. Serpihan cahaya beterbangan ke segala arah.

Sedangkan energi putih itu tidak melambat sedikitpun, ia terus melaju ke depan dengan kecepatan penuh.

"Tidak! Bagaimana mungkin?!"

Keempat prajurit itu masih berdiri di tempatnya, mata mereka membelalak, tidak ada yang sempat bergerak, tidak ada yang sempat menghindar, karena mereka baru saja melepaskan serangan dan mengira energi mereka akan menghantam Wang Hao, bukan malah dipatahkan oleh satu tebasan.

Energi putih besar itu tiba di depan mereka.

SLASH!

Keempatnya terhantam bersamaan. Tubuh mereka terpental ke berbagai arah, menghantam tanah, menghantam pohon, lalu tidak bergerak lagi.

BRAK!

Empat prajurit Pendirian Fondasi tahap menengah tumbang hanya dalam satu tebasan. Bahkan sebelum mereka sempat menyadari apa yang baru saja terjadi.

Angin masih berdesis di antara pepohonan, membawa debu dan serpihan cahaya yang tersisa dari energi yang hancur.

Zhou Li memandangi anak buahnya yang tergeletak di tanah, rahangnya mengeras, urat di lehernya menonjol, matanya bergerak dari satu tubuh ke tubuh lain, mencari tanda kehidupan, mencari satu saja yang masih bisa bangkit.

Tidak ada.

"Dia bahkan tidak bergerak dari tempatnya," suara Zhou Li terdengar serak.

Kong Bei mencabut pedangnya perlahan, bilah perak dengan ukiran elang di sepanjang alurnya, berkilau di bawah sinar matahari yang menembus celah dedaunan. Matanya tidak lepas dari Wang Hao sedetik pun, mempelajari setiap detail, setiap gerakan kecil, setiap tarikan napas.

"Kita tidak bisa lagi meremehkannya," katanya pelan, nada suaranya berubah, tidak ada lagi arogan.

"Aku yang akan maju lebih dulu," kata Zhou Li, dan ia melangkah ke depan sambil melepaskan auranya sepenuhnya.

"Jangan menahan diri," desis Kong Bei.

Zhou Li menyeringai. "Tenang saja. Aku tidak berniat menahan diri."

Tekanan Pendirian Fondasi tahap akhir meledak keluar dari tubuhnya, jauh lebih kuat dari Yun Changsheng yang pernah dihadapi Wang Hao sebelumnya. Dedaunan beterbangan menjauh dari tempatnya berdiri. Ranting ranting kering patah dan terlempar, tanah di bawah kakinya retak kecil kecil.

"Teknik Elang Kerajaan: Cakaran Penghancur!"

Zhou Li menebas pedangnya dua kali berturut-turut dari depan.

Shing! Shing!

Satu cakaran elang raksasa seukuran tubuh manusia melesat, satu lagi di belakang tebasan pertama, menyerbu Wang Hao cepat. Ujungnya berputar liar seperti angin.

Wang Hao menyipitkan mata. Ia memiringkan tubuh ke kiri.

SRET!

Cakaran pertama lewat di samping rusuknya. Jubah hijau Wang Hao robek, ujung cakaran yang berputar menggores kulitnya. Darah segar mengalir hangat dan menetes ke tanah.

Tanpa jeda, Wang Hao menebas ke samping. Pedangnya.

Slash!

Tebasan itu membelah cakaran pertama hingga hancur berkeping.

Cakaran kedua sudah di depan mata. Wang Hao melangkah mundur setengah langkah, mengangkat pedang, lalu menebas dari atas ke bawah.

Szzzzzt!

Percikan energi spritual terlihat setelah benturan.

Detik berikutnya Wang Hao menambahkan kekuatannya.

Duar!

Cakar itupun meledak menjadi serpihan cahaya. Membuat Wang Hao terdorong mundur satu langkah penuh.

"Tuan!" teriak Ruo Li dari balik pohon, suaranya nyaring dengan kepanikan yang jelas.

Wang Hao menyeka darah di rusuknya dengan punggung tangan. Matanya menatap Zhou Li, sudut bibirnya terangkat sedikit.

"Bagus," gumamnya. "Standar kalian memang berbeda."

1
Nanik S
Ternyata sempat bertemu Nalan Yehuan
Nanik S
Mau makan yang ada asap tebal... kalau sate👍👍👍
Nanik S
Daging Tusuk enak sekali karena masih jadi hantu tidak pernah makan daging🤣🤣🤣
Nanik S
Biarkan saja Nalan Yan
Nanik S
Dibawa kemana Putrinya
Nanik S
Lanjutkan Tor dan sehat selalu untukmu Tor
Zerro One: Terimakasih kakak. Semoga kakak juga sehat selalu, dimurahkan rezeki🙏
total 1 replies
Nanik S
Ruo Li .. berkultivasi seperti manusia biasa
Nanik S
Bagus sekali Tor
Nanik S
Hantunya bisa wujud jadi bisa makan🤣🤣🤣
Nanik S
💪💪💪👍👍👍🙏
Nanik S
Lha si Ratu Iblis malah mengagumi manusia
Agus Rose
Mantap.
lanjut dengan pertarungan.
Nanik S
💪💪💪💪💪👍👍
Nanik S
Rui Li hantu pelayan yang sangat setia
Nanik S
Gaaaas Pooool🙏🙏
Nanik S
apakah tubuh itu untuk Rui Li
Nanik S
Up terus Tor🙏🙏
Nanik S
Bunuh Tang Shan untuku...
Nanik S
sang Ratu apa nanti tidak marah jika didepannya ada pemuda
Nanik S
Cerita ini bagus Tor, bahasanya mudah dipahami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!