Elden Caster. Pengusaha sebuah Group Imperial terbesar di negaranya, pria yang terkesan dingin, dan juga menyeramkan. Hingga suatu saat, hatinya yang dingin itu mencair ketika bertemu dengan seorang gadis. Siapakah gadis itu? Hingga mampu membuat orang yang terkenal kejam dapat luluh dengan mudahnya. Temukan jawabannya di 'Dont Give Me Hope!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyushine / Widi Az Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dont Give Me Hope! Bagian 26
Hari telah berganti, dan Ashley sudah berada di Beauty Garonic. Tengah merias salah satu salah satu model pemotretan disana, Diane berlari menghampirinya.
"Kita akan berangkat ke Swiss besok lusa. Aku harap kau bisa bersiap." Diane tampak senang ketika mengutarakan hal tersebut, dan menurut Ashley, ini kesempatan bagus untuk menghindar dari Elden beberapa waktu.
"Berapa lama kita syuting di sana?"
"Dua minggu di Swiss, satu minggu di London, satu minggu disini." Sahut Meliya yang tiba-tiba datang. "Jadi, setelah dari Swiss, kita akan ke London selama satu minggu, kau sudah siap kan, Ashley?"
"Tentu. Setelah pulang dari sini, aku akan menyiapkan segalanya."
Seusainya memberi kabar tersebut, Diane langsung berjalan keluar dari sana untuk bersiap-siap, dan Meliya menepuk bahu Ashley dengan artian memberi semangat padanya.
Sama halnya dengan Ashley, Elden pun tengah sibuk melakukan rapat hari itu. Suasana hatinya sangat kacau, hingga ia tak bisa berkosentrasi ketika memimpin rapat. Bahkan beberapa kali ia melamun ketika beberapa karyawannya tengah menyampaikan pendapatnya.
Ketika Elden tengah melamun, David pun mengalihkan pikiran direkturnya, dan mengatakan padanya untuk tetap fokus. Saat itu juga Elden meminta maaf pada mereka.
"Baiklah. Jadi, bagaimana pendapat kalian?" Elden kembali bertanya, dan mencoba untuk tidak memikirkan hal lain.
"Untuk mendapatkan Darya Group, kita harus mampu mengambil kepercayaan tuan Wilson." Sahut salah satu karyawannya.
"Benar. Aku dengar, tuan Wilson juga sangat menginginkan bekerja sama dengan C.EStar."
"Jadi begitu? Aku rasa itu akan mudah. David, kau urus segalanya, dan katakan padaku jika semua sudah selesai." Ujar Elden
"Baik tuan."
"Hari ini, rapat berakhir. Terima kasih."
Elden kembali ke dalam ruangannya, dan membuka beberapa dokumen yang berada di atas mejanya. Banyak sekali pengajuan kerja sama, bukan hanya untuk C.EStar, namun untuk Beauty Garonic. Mereka butuh model dari sana untuk mengiklankan produk mereka.
Kemudian, Elden membawa dokumen tersebut, dan akan memberikannya langsung pada Meliya. Dokumen itu merupakan alasan yang bagus untuknya bisa pergi kesana.
Setibanya disana, ia melihat Ashley berjalan begitu terburu-buru untuk masuk ke dalam rias. Gadis itu tak menyadari kehadirannya, hingga akhirnya ia langsung meminta seseorang untuk memanggil Meliya ke ruangannya.
"Tuan Caster memanggilku?"
"Beberapa perusahaan membutuhkan model kita untuk melakukan iklan produk mereka. Kau urus pekerjaan ini."
"Kenapa anda repot-repot datang hanya untuk menyerahkan dokumen ini? Biasanya, aku yang mengambilnya kesana, atau ada seseorang yang mengantarnya kesini."
"Meliya, apa kau keberatan jika aku yang menyerahkannya langsung padamu?"
"Tidak tuan, hanya saja aku merasa tidak enak."
"Tidak perlu sungkan, kau bekerja denganku sudah begitu lama untuk mengurus tempat ini. Aku juga sudah mempercayaimu, karena itu juga aku memintamu untuk bertanggung jawab atas Beauty Garonic."
Setelah urusan keduanya selesai, Meliya langsung meninggalkan ruangan tersebut, dan berpindah menuju ruangannya untuk menilai dokumen kontrak yang diberikan oleh Elden. Tidak ingin berlama-lama di ruangannya, Elden segera keluar dari sana, dan berharap dapat melihat Ashley.
Hari itu sungguh melelahkan untuk Ashley. Sejak tadi, ia harus mondar-mandir menuju ruang rias, dan studio pemotretan. Ketika sudah sedikit senggang, ia mendatangi mesin pendingin otomatis.
Saat itu juga Ashley memasukkan uangnya ke dalam mesin tersebut, minuman yang di pilih pun keluar, dan seseorang lah yang meraihnya. Mengetahui siapa orang tersebut, tentu saja membuat Ashley terdiam, kemudian orang itu menyerahkan kaleng minuman tersebut pada Ashley.
"Terima kasih, tuan." Sahut Ashley yang kemudian berbalik arah untuk meninggalkannya. Namun, dengan cepat langkahnya tertahan saat itu juga. "Tuan Caster, apa ada keperluan denganku?" Ashley menambahkan.
"Apa harus memiliki keperluan dulu baru bisa bicara denganmu? Aku rasa kau tidak ada hak untuk bicara seperti itu padaku? Bagaimana pun juga, tempat ini adalah milikku, dan aku berhak untuk bicara dengan siapa pun yang ku mau, tanpa izinnya sekali pun."
"Maafkan aku tuan, aku sedang sibuk hari ini. Aku akan bicara padamu nanti ketika senggang." Ashley melepaskan genggaman tersebut, dan segera meninggalkannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Aku merasa jika ia terus menghindariku." Gerutunya kesal.
Bersambung ...
Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" dan
"Siren or Human"
Semangat🥰
readermu rindu akan ceritamu thor,,,, 🤗🤗🤗