Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tinggal Diapartemen
Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Akhirnya Haidar dan Marwa telah sampai di ibu kota.
Perjalanan yang cukup memakan waktu ini sungguh membuat Marwa merasa lelah sekali. Apalagi dengan kondisi satu kakinya yang kurang normal. Terasa kram dan nyeri..
"Ayo turun.." Ajak Haidar pada Marwa yang sudah terbangun itu. Gadis tersebut mengangguk.
"Iya kak.." Dengan hati-hati Marwa turun dari kendaraan roda empat tersebut. Dengan sigap Haidar berdiri disamping Marwa menjaga gadis itu takut saja terjatuh.
Hanya menjaga saja, Jangan sampai menyentuhnya karena gadis ini sudah ada pawangnya.
Bayangkan saja apabila pawangnya ini tahu kalau Haidar coba macam-macam, Apa tidak ngamuk dia.
"I.. Ini dimana kak?" Tanya Marwa pada Haidar. Matanya melihat sekeliling gedung yang menjulang tinggi itu.
"Ini namanya apartemen.. Untuk. sementara kamu tinggal disini ya.. Sekarang ayo masuk.. " Marwa mengangguk. Marwa tahu apa namanya tempat itu, Hanya saja untuk apa dia diajak kesana.
Tak ingin banyak tanya, Marwa mengikuti langkah Haidar dari belakang. Entah untuk apa Haidar mengajaknya masuk, Apakah selama ini pria ini tinggal disini?
Selama dalam perjalanan, Banyak orang yang lalu lalang disana. Kalau dilihat dari penampilannya memang termasuk kalangan atas semua.
"Ayo..." Haidar kembali mengajak Marwa untuk masuk lift. Haidar menekan sebuah tombol dimana apartemen yang akan ditinggali Marwa berada.
Usai lift terbuka, Barulah Haidar mengajak Marwa masuk kedalam apartemen yang ternyata sangat lah mewah sekali.
Bagaimana tidak mewah, Kalau orang yang punya rata-rata orang kaya pasti apartemennya mewah.
"Untuk sementara kamu tinggal disini ya?" Marwa terdiam, Mewah sekali apartemen ini. Gadis itu bahkan sampai menganga melihat kemewahan yang ada dalam apartemen tersebut.
"Jadi aku tinggal disini dulu kak?" Haidar mengangguk. Gadis itu mencoba untuk mencerna, Dia akan tinggal disini? Astagaa..
"Iya.. Kamu tinggal disini saja dulu untuk sementara. Dan untuk kebutuhanmu, Semuanya lengkap disini. Kalau kamu lapar, Kamu masak aja.. Bisa masak kan?" Marwa mengangguk. Ada semangat dalam dirinya. Belum apa-apa sudah diminta tinggal diapartemen mewah..
" Dan kamar tidurnya ada disebelah sana.." Haidar juga menunjuk kamar yang akan menjadi tempat tidur Marwa selama gadis itu tinggal disini.
"Eum.. Kak, Apartemen ini? Apakah milik kakak?" Akhirnya Marwa bertanya pada kakak dari sahabatnya itu. Dia hanya ingin tahu saja, Apakah apartemen ini adalah resmi milik Haidar bukan.
Haidar menggelengkan kepalanya.
"Bukan..
Deg!
"Ap.. Apa? Kalau apartemen ini bukan punya kakak lalu punya siapa? Aku..
"Apartemen ini adalah milik bos ku.. Bos yang punya perusahaan dimana nanti kau akan bekerja.. Jangan khawatir, Tempat ini aman kok.." Marwa menatap Haidar dengan tatapan curiga.
"Kak..
"Kamu tenang aja.. Dia yang nyuruh kamu untuk tinggal disini. Dan semua kebutuhan kamu udah tersedia. Kalau kamu mau makan semua bahannya ada dilemari es.. Dan ya, Sekitar dua hari lagi Bos akan kesini.. Kamu sambut dia dengan baik ya?" Jelas Haidar pada Marwa yang mendadak takut. Tadi saja dia merasa senang karena Marwa mengira kalau apartemen mewah itu milik Haidar. Setelah tahu pemiliknya, Marwa menjadi takut dan ragu.
"Kak, Aku takut.." Haidar tersenyum..
"Gak usah takut lah.. Bosku itu orangnya baik. Dia gak bakal macam-macam.. Dah, Aku pulang dulu. Kamu masuk kamar aja istirahat ya.. Dan ya? Jangan asal bukain pintu.." Marwa mengangguk patuh. Haidar benar-benar pergi dari sana meninggalkan Marwa seorang diri..
Karena masih ada rasa lelah efek dari perjalanan yang cukup memakan waktu. Akhirnya Marwa lebih memilih untuk masuk kedalam kamar. Gadis itu ingin istirahat sejenak hanya untuk menjernihkan pikiran.
...****************...
Begitu masuk, Marwa kembali terdiam. Kamar ini sangat mewah sekali, Mulai dari ranjang, Kasur serta barang yang ada didalamnya mewah semua.
"Namanya juga orang kaya ya.. " Gumam Marwa. Gadis itu duduk ditepi tempat tidur, Sebelah tangannya mengusap kasur busa yang sangat empuk itu.
"Sepertinya aku akan tidur dengan nyenyak hari ini.. Kasusnya aja seempuk dan selembut ini.. Gak kayak dirumah.." Marwa kembali ingat, Demi menabung untuk pengobatan kaki nya, Marwa sampai tidak mampu membeli kasur baru. Bukannya tidak mampu, Dia hanya ingin kakinya sembuh lebih dulu. Paman dan Bibinya mana mungkin membelikannya.
"Kapan ya, Aku jadi kaya kayak pemilik apartemen ini?" Gumamnya seorang diri. "Tapi kayaknya gak mungkin deh.. " Ucapnya lagi seraya menghela nafas panjang.
"Mending mandi aja dulu.. Daripada otak kemana-mana. " Marwa akhirnya pergi ke kamar mandi. Dia harus membersihkan dirinya lebih dulu sebelum tidur. Lagipula Haidar berkata kalau dia mau memasak semua bahannya sudah tersedia.
Niatnya datang ke kota ini memang benar-benar ingin membuka lembaran baru. Dan keinginan itu akan dikabulkan oleh seseorang pria pemilik apartemen tersebut.
Rayyan..
Pria itu akan membuat keinginan Marwa menjadi kenyataan. Jangan kira selama ini Rayyan tidak tahu apa saja yang telah terjadi pada gadis pujaan hatinya itu.
Tinggal memuluskan sedikit rencana maka Rayyan akan mengubah segalanya. Tidak hanya Marwa saja, Tapi juga akan mengubah keluarga yang telah berani menyiksa batin Marwa selama ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain, Sejak masuk kekamar Marwa siang tadi. Raski langsung pergi begitu saja dan tidak kembali lagi.
Tania yang ditinggalkan pun uring-uringan tidak jelas. Dikirim pesan tidak dibalas, Jangankan dibalas dibaca saja tidak.
Telfonnya juga tidak angkat. Wanita mana yang tidak kesal melihat kekasih hati kita justru lebih peduli pada wanita lain.
"Jadi Raski pergi pamit mau cari anak pincang itu!?" Suara Dartik meninggi. Tania menangis dan sempat mengamuk didalam kamarnya.
"Iya Bu.. Bayangin aja tiba-tiba pergi bilang kalau mau cari Marwa.."
Dartik menghela nafas panjang. Ini tidak bisa dibiarkan. Dia harus melakukan sesuatu agar Raski kembali ke sisi Tania lagi.
"Emang itu anak pincang! Udah pergi masih aja nyusahin..
"Udahlah bu.. Lagian dia itu udah pergi dari rumah ini.. Lagian ya, Pasti sekarang dia sedang menangis karena tidak punya tempat tinggal.. Masalah Raski, Kita bisa urus pelan-pelan.." Ucap Haris yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamar putrinya.
"Ya, Ayah benar.. Lagian juga siapa orang dijaman sekarang yang mau sama orang pincang. Bukannya ngasih untung malah nyusahin yang ada..
"Nah.. Pasti juga nanti dia jadi pengemis. Kan cocok sama kakinya yang pincang itu.. Hahahaha. .
"Benar itu.. Cocok dia jadi pengemis.. Pak minta pak.. Minta Bu.." Dartik sampai memperagakan seperti apa pengemis dijalanan itu.
"Tania, Nanti kalau kamu lihat Marwa duduk dipinggir jalan, Pakek pakaian lusuh, Terus bawa baskom kecil minta uang jangan dikasih ya.. Udah biarin aja.. Hahaha.."
Sepasang suami istri itu terus tertawa membayangkan Marwa diluaran sana menjadi seorang pengemis. Dan mereka akan tertawa diatas penderitaan keponakannnya itu.
Tidak tahu saja mereka kalau saat ini Marwa sedang makan malam dengan nikmat didalam apartemen mewah.
Haidar kembali datang dengan membawa makanan yang dipesan dari restoran bintang lima. Untuk kali ini, Haidar tidak mengatasnamakan dirinya melainkan secara terang-terangan kalau makan malam itu dari bosnya, Rayyan. Karena memang Rayyan yang meminta Haidar untuk membelikan makan malam yang spesial untuk gadis pujaannya.
"Baru kali ini ada bos baik banget kayak gini.. Aku kira bos dicafe udah baik. Ini ada yang lebih baik lagi.. Alhamdulillah.." Marwa tidak peduli dengan makanan enak itu dari siapa. Yang penting malam ini dia kenyang. Mana menu makan malamnya enak banget pula..
Marwa menepuk perutnya, Bahkan gadis itu bersendawa saking kenyangnya.
"Alhamdulillah.. Semoga ini awal yang baik Ya Allah.. Semoga kedepannya aku bahagia terus, Aamiin....
•
•
•
TBC
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,