(warning 21+) Ide konyol yang ku buat dengan Siska sahabatku sendiri yang kini membunuhku, aku pikir setelah aku dan kakakku merencanakan ide bodoh itu ayah akan mengerti dan membatalkan perjodohan kakakku. Tapi salah rencana yang aku buat malah membuatku dalam masalah besar. Kak Shena terlepas dari perjodohan nya dan aku yang jadi tumbalnya.
Amera Shesa Atmaja gadis 22 tahun kuliah di jurusan menejemen bisnis bercita-cita tinggi ingin merebut perusahaan Atmaja group dari tangan paman Dirga yang notabene adalah anak angkat dari ayahnya sendiri.
Namun naas sebelum berhasil merebut perusahaan ayahnya ia harus dinikahkan dengan pria angkuh bernama Kenandra Hutama Wijaya musuh besar sang kakak, sekaligus menjadi mempelai wanita pengganti sang kakak, bukan karena tidak bisa menolak perjodohan ini tapi hidup ayahnya yang menjadi taruhannya.
apakah Amera akan benar menikah atau akan membuat ide konyol lagi dengan Siska untuk mengacaukan pernikahan? cus baca yea kelanjutan
eng... ing... eng...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samaira siswanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan amera
Hari ini adalah awal babak baru kehidupanku akan dimulai. Memakai Gaun pengantin berwarna putih dengan mahkota kecil di kepala aku berjalan ke altar pernikahan dengan dijemput seorang pria paruh baya berambut pirang yang penampilan nya sungguh elegan dan berwibawa ia adalah pria pemilik central group ayah dari Kenandra yang akan menjadi suamiku nanti ,pria paruh baya itu tersenyum ramah padaku memintaku mengulurkan tangan dan menggandeng ku menuju ke pelaminan.
Pernikahan ini sungguh meriah dihadiri oleh banyak tamu undangan banyak pasang mata yang melihatku sehingga membuat diriku begitu gugup dan ingin segera mengakhiri acara sakral ini.
Sedangkan di depan penghulu Kenandra sudah siap ,sejenak ia nampak melihatku terpana namun setelah itu kembali menoleh ke arah penghulu yang kini mengajaknya berbicara. Ku lihat kakakku sekilas bola mata kami saling bertemu namun aku berusaha menghindarinya, rasanya aku masih sangat marah dengan nya belum terima akan takdirku saat ini masa mudaku sia-sia begitu saja aku berpikir pasti nantinya akan banyak aturan dari pria itu, belum menikah pun kami sudah membuat kontrak perjanjian. Ya aku terjerat dalam kontrak pernikahan menggantikan kakak perempuan ku.
"Kenapa aku tidak kabur sekarang saja, pikirku mendadak mendapatkan ide konyol, aku harus selamatkan diriku. Kulihat berapa orang yang kini duduk di hadapan ku saling tengok ke kiri ke kanan dan ucapan sah dari penghulu terdengar jelas di telingaku.
"Eh…. Apa-apaan ini, baru saja aku ingin kabur namun penghulu sudah bilang sah segala, pikirku heran mencoba mengingat-ingat kapan pria dingin itu mengucapkan ikrar janjinya. Semua mata tertuju padaku yang membuat ku semakin tidak mengerti.
"Syahh... !" Semua orang serentak mengucapkan kata itu. Aku baru tersadar dari lamunanku.
"Apa, sah ? Sejak kapan aku duduk disini beserta penghulu dan pria dingin yang sekarang di sebelahku ini, perasaan aku baru saja keluar diantar seorang pria paruh baya. Apa aku hanya bermimpi, sekali lagi ku cubit pergelangan tangan ku namun terasa sakit, dan ini artinya nyata bukan mimpi.
"Aku sekarang sudah sah menjadi seorang istri, tidak mungkin ,"batinku berkecamuk dan hampir saja ingin pingsan.
Siska, Juna, tolong culik aku selamatkan aku dari sini. Namun sedari tadi tak kulihat batang hidung mereka hingga aku dan pria dingin di sebelahku berganti duduk di kursi pelaminan namun mereka berdua belum menunjukkan batang hidungnya.
"Pria disampingku nampak tersenyum pada setiap tamu yang datang yang memberikan ucapan selamat pada pada pernikahan kami berdua.
Sedangkan diriku diam datar tanpa expresi kulirik ayah yang duduk di kursi roda serta kakak perempuan ku.
"Seharusnya dia yang duduk disini bukan aku, batinku kecewa dan sakit tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur, takdir memang harus seperti ini.
Setelah ayah jatuh sakit kak Shena memutuskan membatalkan pernikahan nya dengan Gilang dan ini semua semakin membuatku frustasi. Bisa-bisa nya kakakku sendiri menjebloskan adiknya yang masih muda ke sebuah rumah tangga sehingga kehilangan waktu mudanya sedang kan dirinya sendiri kini mampu berdiri bebas tanpa memikirkan nasib orang yang ia jatuh kan .
Diantara mereka tidak kulihat keberadaan Gilang disana, namun dilihat dari mimik wajahnya Shena nampak murung dan sedikit pucat.
***
Kenandra sudah memperhatikan sejak lama sikap Shena sewaktu masuk ke gedung pernikahan, ia mencoba mendekati nya memastikan apa yang dilihatnya itu salah.
"Hem… "
"Apa kamu menyesal? Tanya Kenandra menjurus ke inti masalah.
"Untuk apa menyesal,"jawab Shena tidak habis pikir dengan semua ucapan Kenandra.
"Bukankah seharusnya kamu lah mempelai wanitaku ? Tanya Kenandra dengan maksud menyindir ia memperhatikan dengan seksama gadis yang dulu sempat menolak dirinya.
"Cih...! tak Sudi aku menikah dengan mu, balas Shena sengit. Namun batinnya menjerit karena menjerumuskan adiknya sendiri ke pria yang salah.
"Jadi karena itu kamu mengirim adik kesayanganmu untuk menikah dengan ku.
"Apa kamu tidak takut aku akan menyakiti adikmu? Ucap kenandra lirih yang bermaksud memprovokasi pikiran Shena.
"Jangan macam-macam dengan adikku, pria brengsek,"ucap Shena yang kini terpancing amarahnya. Ucapan Kenandra berhasil menggoyahkan pondasi kepercayaan dirinya rasa bersalah terhadap Amera membuat dirinya semakin rapuh.
"Bukankah kamu sendiri yang menyerahkannya padaku dan kini adikmu adalah milikku kamu tidak memiliki hak untuk menggertak atau melawanku.
"Sekali lagi adikmu sekarang milikku dan entah apa yang ingin kulakukan padanya itu bukan lagi urusanmu.
"Jangan pernah sakiti adikku Keenan, masalahmu ada padaku dia tidak mengerti apapun, jadi tolong jangan sakiti adikku."ucap Shena kembali mengancam Kenandra.
"Sayang sekali sudah terlambat," ucap Kenandra mengakhiri kalimat ucapannya dan pergi meninggalkan Shena dengan senyum penuh kemenangan meninggal kan Shena yang kini frustasi dengan semua kekacauan yang telah ia buat.
Penyesalan memang adanya di belakang secara bergantian nasib buruk menimpa nya, pernikahan dengan Gilang harus dibatalkan karena ancaman dari Dirga padanya dan kini datang lagi masalah baru yang lebih besar menimpa dirinya, ia menyerahkan adiknya ke orang yang salah.
"Bodoh,bodoh! sekali diriku kenapa harus menjadi seperti ini tangisnya frustasi menatap adiknya yang duduk sendiri di kursi pelaminan.
Setelah acara pernikahan adiknya itu selesai shena tidak dapat tenang sedikitpun dilihatnya Mera tidak mau melihatnya lagi dan bahkan tidak ada senyuman kebahagian di wajah nya Mera yang biasanya ceria dan banyak bicara kini ia menjadi gadis yang pendiam.
Mera, maafkan kakak.
"Mera, lihatlah kakak walau sebentar saja.
"Mera, ide konyol itu?
"Mera maafkan kakak tangis Shena tak"ujar Shena dalam hati dan kini air matanya tak terbendung lagi hanya bisa menangis dan menyesal sekarang.
"Kenapa aku mau menuruti ide bodoh itu. Kenapa ? Aku tidak pantas untuk menjadi kakakmu aku lemah, aku sudah menyakiti hati ayah membohongi ayah, dan sekarang aku menyerahkan adikku sendiri ke orang yang salah.
"Mera maafkan kakak, aku tak pantas menjadi kakakmu. Shena melangkah pergi keluar dari ruangan resepsi menuju ke parkiran mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kencang, ia menyerahkan tugas menjaga ayahnya kepada asisten pribadi keluarga Atmaja.
"Ah… semua karena aku jeritnya didalam mobil, masih terngiang di telinga ancaman dari Dirga dan ditambah lagi dari Kenandra yang terang-terangan ingin menyiksa adiknya. Teringat ia dengan kekejaman yang dilakukan Kenandra semakin miris hatinya mengingat bahwa Sekarang adik kecilnya berada ditangan yang salah. Membayangkannya pun aku sudah sangat ketakutan.
Beberapa detik kemudian terdengar dentuman keras seperti benda keras yang saling bertabrakan dan membuat semua hancur seketika lamunanku buyar yang kurasakan diriku melayang dan berguling sedang kan mata dan kakiku terasa ngilu dan sakit hingga akhirnya semuanya gelap dan tak ada yang ku rasakan lagi.
Salam dari "Sayap Pelindungmu"
#KeceParah
aku mampir!
mampir di novelku ya..
GADIS TIGA KARAKTER
Jangan lupa untuk singgah di novel aku ya
Mari, saling mendukung 🤗