NovelToon NovelToon
Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahmuda / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: naylaarini

PROSES REVISI ❗

Season 1 :

Berawal dari perjodohan hingga berakhir cinta.

Arika Winata harus menerima perjodohan bodoh dari kedua orang tuanya. Yang mengharuskannya menikahi sosok laki-laki tampan, gagah sekaligus pengusaha muda.

Siapa lagi kalau bukan Arditya Aldebaran. Yang mengharuskannya menerima wanita bar-bar dan keras kepala.

Akankan ada cinta diantara mereka? dan apakah bisa Ardit merubah Rika menjadi wanita yang lebih baik lagi?

Season 2 :

Bermula dari pertemanan berakhir ke pelaminan.

Alvaro Aldebaran, cowok dingin + most wanted SMA Trisatya, harus menerima perjodohan dari kedua orang tuanya. Dirinya harus dibuat kaget untuk kedua kalinya, karena Al harus menerima perjodohan dengan sahabatnya sendiri.

Alexa Louis, cewek cantik, sedikit cerewet. Sahabat kecil Alvaro Aldebaran. Gadis itu harus menerima perjodohan dengan sahabatnya sendiri.

Apakah Al dan Lea akan bersama, atau ada kata perpisahan diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naylaarini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ᴄᴜᴛɪ

Terjadilah perdebatan diantara mereka berdua, Rika mengeram kesal. Kalau bukan karena tua bangka ini. Rika sudah pasti akan menghajar habis orang itu.

"Sabar Rika, jangan sampai emosi lo nguasai diri lo. Mereka berdua ingin lo emosi biar apa? Biar lo makin buruk lagi. Oke gak apa-apa lebih baik diam sekarang," batin Rika menarik napas panjang.

Tak berapa lama, pintu terketuk membuat semua mata tertuju pada pintu. Pintu terbuka menampilkan pria paru baya dengan setelan jas yang melekat pada tubuhnya.

Rusdy Winata.

"Papa, mati gue!" Batin Rika.

Sebelumnya dekan memberi tahu Rusdy untuk kesini. Rusdy yang mendapatkan telpon dari sekolah sang anak mengangkatnya. Sang Dekan memberi kabar bahwa Rika membuat keributan kembali.

"Kamu bikin masalah apalagi sih nak? Gak capek bikin masalah mulu?" Batin Rusdy, memijat pelipisnya pusing dengan kelakuan anaknya yang satu ini.

Rusdy mau tak mau membatalkan rapat itu, Dimas -asisten pribadi Rusdy menjelaskan apa yang terjadi. Akhirnya sangat klien paham dan menyetujui.

"Selamat siang Pak Rusdy, selamat datang."

"Selamat siang," ucap Rusdy.

"Silahkan duduk terlebih dahulu" Ucap Dekan tersebut.

"Baik, saya memanggil Bapak karena Rika melakukan kesalahan kembali. Yang pertama Rika melakukan hal diluar batas yang membuat nama sekolah bermasalah, dan yang kedua Rika melakukan kekerasan pada mahasiswi bernama Sania, temannya sendiri."

"Maksudnya bagaimana ya pak?" Tanya Rusdy, bingung.

"Jadi begini pak, Rika melakukan hal yang diluar batasnya. Walaupun saya tau umur Rika sudah beranjak dewasa. Tapi hal itu membuat citra kampus menurun pak," Dosen itu memberikan laporan Rika kepada Rusdy. Rusdy melihat hal itu membacanya dengan seksama. Matanya menatap Rika dengan tajam.

Rika yang ditatap hanya mengangkat bahu, tidak tahu. Bodo amat orang tuanya marah apa gimana. Orang dia gak ngelakuin.

"Saya mohon pak, untuk melakukan penegasan pada Rika. Jika hal ini terulang makan Rika lah yang akan dikeluarkan dari kampus!"

"Kenapa tidak sekarang. Bapak liat anak saya ketakutan karena dia!" Adi menunjuk ke arah Rika.

"Saya?!" Rika menunjuk dirinya sendiri. "Seharusnya anda yang melakukan penegasan pada anak anda. Saya tidak akan memulai semuanya jika itu tidak ada yang memancing saya. Coba anda tanya kepada anak anda, siapa yang mulai duluan?" Rika membantah ucapan Adi, lalu berpaling dengan ketus.

"Jaga ucapan kamu! Apa begini seorang Rusdy Winata mengajarkan anaknya sopan santun? Tak ada sopan santun sama sekali" cemooh Adi.

"Oh apakah begini. Seorang Adi Hamdan mengurus anaknya. Dengan mengajarkan anaknya menjadikan seseorang sebagai pelayan begitu?" cibir balik Rika.

Dengan cepat Rika merangkai kata-kata. Gini-gini Rika cukup lihai dalam membalikkan omongan.

"Jaga ucapan kamu!" hardik Adi tak terima.

"Apa? Gak Terima, anda liat anak anda! Apakah sudah benar, anda itu kepala rumah tangga sebenarnya anda bisa mendidik benar anak anda. Saya gak akan melawan seseorang jika itu tak melebihi batas!" semprot Rika emosi.

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas tingkah laku anak saya," ucap Rusdy melerai pertengkaran antara keduanya. "Rika, duduk!" titahnya kemudian, menarik putrinya untuk duduk dan bersikap tenang.

Rika hanya menatap Papanya dengan wajah tak terima. Pipinya sudah memerah, menahan emosi yang nyaris meluap.

"Baiklah, mari kita bahas permasalahan ini lebih lanjut," ucap sang dekan kembali membuka obrolan. "Sebelumnya, foto yang tersebar sudah kita tutup. Maka dari itu, agar hal ini tak terulang kembali saya akan memberikan skors kepada ananda Rika untuk beberapa hari ke depan," sambungnya menatap ke arah Rika.

"Saya menerimanya," ucap Rusdy tanpa pikir panjang. "Jika bisa, saya ingin mengajukan cuti juga kepada anak saya untuk satu bulan ke depan."

"Tidak usah pak!" Bantah Rusdy. "Saya yang akan mengajukan,untuk Rika cuti satu bukan ke depan"

Rika spontan menatap Papanya. Apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba cuti kuliah, tanpa bertanya padanya lagi!

"Pa! Kok ... "

"Baiklah jika itu yang Bapak inginkan. Mohon urus di TU nanti bisa menemui dosen yang mengajar," jelas dekan.

Rusdy mengangguk paham, dengan segera menarik Rika keluar ruangan. Di depan, Amel masih menunggu, wajah perempuan itu tampak bingung karena temannya keluar dengan raut wajah masam.

Sania sendiri yang melihat itu hanya tersenyum licik, tak masalah lah ya! Setidaknya dia tidak harus bertemu dengan Rika untuk satu bulan ke depan.

"Haha gak sia-sia air mata gue, bye-bye Rika. Semoga aja setelah ini berantem, terus keluarga lo hancur deh haha," batin Sania tertawa jahat, dengan tak peduli ia bersorak gembira.

"Kamu tunggu sini, Papa ke ruang TU dulu urus cuti kamu," titah Rusdy, meminta putrinya untuk diam di sana.

Amel yang mendengarnya tentu terkejut. Ia segera menatap Rika dengan sorot mata penuh Tuntutan, seolah ingin penjelasan saat itu juga.

"Maksudnya?"

"Gue cuti," dua kata itu yang mampu Rika ucapkan.

"Hah? Tiba-tiba? Kok bisa?" Rika hanya mengangkat bahu, dia sendiri juga tidak paham kenapa Papanya meminta cuti.

"Rik, tapi kan lo bisa bongkar sekarang semuanya, lo bisa buka! Mumpung ada bokap lo dan bokap Sania, biar bokap nya tau seberapa busuknya anaknya. Ayo bongkar!" paksa Amel dengan menggebu-gebu ia menarik pergelangan tangan Rika.

"Gak sekarang Mel, sekarang bukan waktunya buat bongkar semuanya. Lagian lumayan juga gue cuti, bentar lagi gue nikah. Gue mau nenangin diri gue dulu" tolak Rika.

"Kenapa enggak?"

"Gapapa Mel, gue cuma mau minta tolong sama lo. Cari bukti-bukti lagi. Biar kita bisa punya bukti yang kuat. Gue serahin ke lo. Gue tunggu secepatnya, oke?" tanpa membiarkan Amel menjawab, Rika lantas pergi begitu saja setelah berkata panjang lebar.

Amel hanya bisa mengangguk pasrah. Dengan tak semangat ia menatap kepergian Rika yang perlahan menghilang dari balik pintu. Dalam hati ia akan mencari bukti lebih kuat. Amel benar-benar tak rela jika Rika akan kena maslah lebih panjang lagi. Dia akan menggunakan berbagai cara apapun itu.

Ujian akan terus datang; tinggal bagaimana kita yang menghadapinya.

Rika hendak menyusul Papanya ke ruangan TU, namun saat ia ingin masuk pintu sudah lebih dulu terbuka dari dalam. Rusdy keluar, dengan selembar map di tangannya.

"Baru ..."

Ucapannya menggantung di udara, saat Rusdy tiba-tiba berlalu melewatinya, dan hanya meminta Rika untuk ikut dengannya. Meninggalkan Rika yang hanya mengerutkan dahi.

Mobil Rusdy perlahan-lahan meninggalkan area kampus, selama perjalanan tak ada yang membuka suara. Hanya suara mesin yang berbunyi.

Rika sesekali mencuri pandang ke arah Rusdy. Wajah pria itu memerah, seperti tengah menahan amarah. Namun lagi-lagi Rika hanya mengangkat bahu, ia lebih memilih memandang keluar jendela.

Tak lama kemudian, ponsel di pangkuannya bergetar. Rika segera meraihnya, lalu tersenyum simpul begitu melihat nama si pengirim.

Amel

Semoga masalah lo cepat selesai ya. Gue tau lo hebat! Gue pasti cari bukti yang lebih banyak lagi, lo tenang aja, oke? Istirahat yak nanti di rumah jangan kepikiran!

"Gak salah pilih gue buat lo jadi sahabat gue, thanks Mel," batin Rika merasa bersyukur.

1
G.I
Baru pertama baca cerita goblok macam ini...
G.I
Mahasiswa kok jadi semua murid...ini bagaimana...thor anda menulis ini anda survei lapangan nggak ?? Bedalah Mahasiswa dan Murid...anda tinggal mengulang kesalahan terus....
G.I
Bukan Rusdy yang oon tapi penulisnya...masak ini Kampus tapi tinggal tulis sekolah terus...ini bego apa goblok...jadi malas baca...kalau tak di revisi...kampus...sekolah kampus ...sekolah
G.I
Ini SMA atau UNIVERSITAS...kok ada Kepala Sekolah...aneh
G.I
Awal kisah...masih baca dulu tapi kenapa selalu mengedepankan keegoisan orang tua...perjodohan apapun itu,ini jaman moderen bukan Situ Nurbaya...
Qaisaa Nazarudin
Cantik Amel..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus takut ketahuan nikah? Emang anak kuliah gak boleh nikah gitu? Banyak tuh yg udah nikah dan punya anak juga saat kuliah..
Qaisaa Nazarudin
Sampai di bab ini hubungan mereka madih monoton aja..
Qaisaa Nazarudin
Pembetulan PERASAN LEMON,Bukan PERASAAN LEMON..
Qaisaa Nazarudin
Kok Rusdy juga oon sih,kecewa aku yg sikap bapak kek gini, seakan-akan dia menerima Rika di bully oleh orang lain,Rika ksn membela dirinya,Ckk🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
CITRA SKOLAH🤔🤔🤔 Sekolah apa kampus thor??🤦
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Ratu drama, Sendiri cari masalah,sendiri yg mewek..🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Gak kebalik tuh,Harusnya kan Rika yg ngerubah panggilan nya jadi aku-kamu udah mau nikah juga..masa ia sama suami lo-gue..ckk
Qaisaa Nazarudin
Dapat pacar tapi dgn cara licik,pacar apaan?? ckk🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Ardit langsung setuju di jodohin,wong calonnya cantik banget..😄
Eva Dwi Ariyani
namanya juga alvaro
Merianna Nainggolan
Kecewa
Bagus Zahwa
Lumayan
Ayu Oktaviana
👍👍👍👍👍
Anita'nova
seru juga ceritanya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!