NovelToon NovelToon
Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Katarina terjebak dalam raga seorang gadis malang yang tinggal di panti asuhan, Karina Putri.

Namun sebuah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita kaya raya yang tiba-tiba mengangkat Karina sebagai putri angkatnya.

Tetapi bukan itu masalahnya, melainkan tiga kakak angkat Karina yang ternyata adalah tokoh utama dalam novel yang pernah dibacanya. Lalu takdir ketiga kakak angkatnya tidaklah baik, mereka akan mati ditangan tokoh utama wanita.

Namun, Karina tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia akan mengubah takdir ketiga kakak angkatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Jemian baru sampai di Mansion, ia sedikit kesusahan mengurus perusahaan dengan keadaan seperti ini. Beruntungnya Jevan mau bekerjasama dan menyelesaikan tugasnya dengan baik.

“Langsung ke kamar tamu!” Titah Jemian yang ingin segera mandi dan tidur.

Pria itu sudah makan malam di dalam mobil tadi, karena ia ingin langsung tidur saat sampai di Mansion. Namun tubuhnya terasa tidak nyaman, jadi ia akan mandi terlebih dahulu.

Ceklek!

Pintu kamar tamu terbuka dari luar, membuat Jevan yang duduk di sofa menoleh. Jemian sempat heran melihat adiknya duduk di sofa, bukan di tempat tidur. Namun setelah ia melihat siapa yang tertidur di atas tempat tidur, Jemian semakin heran.

“Kenapa Karina tidur di sini?” Tanya Jemian sambil melepas dasi yang terasa mencekik lehernya.

“Dia menjagamu, lalu ketiduran… mungkin Karina sedikit lelah,” jawab Jevan yang berpura-pura fokus dengan dokumen di tangannya.

“Tuan Jemian, air hangatnya sudah selesai,” lapor pelayan yang ditugaskan untuk menyiapkan air hangat.

Jemian ingin mandi air hangat dan kebetulan pemanas air di dalam kamar tamu tiba-tiba rusak, sehingga harus disiapkan secara manual.

“Suruh bodyguard untuk memindahkan Karina ke kamar…”

“Kenapa harus pindah? Kamu saja yang pindah ke kamar sebelah!” Jevan memotong ucapan kakaknya.

“Kamu gila! Karina tidak boleh berada di kamar yang sama denganmu, karena mau bagaimanapun… Karina adalah perempuan dan tidak memiliki hubungan darah denganmu. Kalau Karina memang mau tidur di sini, kamu juga pindah ke kamar sebelah!” Marah Jemian yang sebenarnya hanya terbawa emosi saja, karena pria itu sangat lelah.

“Kakak berantem?” Suara serak Karina terdengar.

Gadis itu terbangun, karena suara gaduh. Ia tidak tahu tertidur dari kapan, jadi ia sedang membantu Jevan memilih warna untuk mobil barunya. Setelahnya, Karina terlelap… karena kelelahan mengurus Jevan yang begitu manja kepadanya.

“Maaf sudah membangunkanmu,” sesal Jemian yang tidak menyangka akan membangunkan adik angkatnya.

Karina menggeleng pelan dengan senyuman tipisnya. “Aku dengar sedikit, jadi aku akan pindah ke kamar. Maaf sudah membuat Kak Jemian dan Kak Jevan bertengkar,” ujarnya dengan perasaan tidak enak.

Jevan melayangkan tatapan protesnya, sebab Karina sudah berjanji akan menemaninya sampai besok pagi. Namun Jevan melupakan Jemian yang memang sangat mengganggunya.

“Baiklah, langsung tidur dan kunci pintu kamarmu!” Pesan Jemian, sebelum kursi rodanya didorong menuju kamar mandi.

Karina yang masih setengah mengantuk, beranjak turun dari tempat tidur dan menghampiri Jevan yang sedang memasang ekspresi masamnya.

“Besok pagi aku ke sini, sebelum berangkat ke sekolah,” bisik Karina dengan senyuman cantiknya.

Jevan terpaksa menyentujinya, meskipun ia masih menginginkan Karina berada lebih lama di sini. Namun Jemian dalam suasana hati kurang baik, nanti Karina akan terkena marah juga.

“Sekarang harus sembunyi-sembunyi. Aku mengira akan mudah, ternyata lebih menyiksa daripada sebelum aku mengungkap perasaanku kepada Karina,” gumam Jevan sangat pelan.

Percuma saja Jevan tadi menyuruh perawat pribadinya untuk bersantai di luar, karena ia ingin berduaan dengan Karina.

“Bahkan aku belum sempat mendapatkan ciuman selamat tidur,” Jevan berdecak kesal.

Kalau saja tidak ada seorang pelayan di dalam kamar tamu dan perawat pribadinya yang juga kembali… Jevan sudah mencium gadisnya.

“Sabar Jevan, kamu bisa melewati semua ini dan berakhir bahagia dengannya,” pria itu kembali bergumam pelan, agar tidak ada yang mendengarnya.

...***...

Jemian baru selesai mandi dan sudah berganti pakaian, pria itu tampak lebih tenang daripada tadi.

“Sudah pindah?” Jemian menatap adik kembarnya yang sudah berada di tempat tidur.

Jevan tidak menjawabnya, ia malah melengos dan berpura-pura sibuk dengan ponselnya.

“Apa aku harus mencarikanmu seorang wanita, agar tidak mengganggu Karina?” Pertanyaan Jemian membuat sang adik menoleh dan menatapnya dengan tajam.

“Jangan mengajariku, karena kamu sendiri salah memilih wanita!” Sindiran menohok itu membuat Jemian mendengus kesal.

“Apa kamu sudah mengetahui semuanya?” Tanya Jemian yang sebenarnya sangat malu, karena sudah salah memilih pasangan.

“Karina sudah menceritakan semuanya, dia juga menunjukkan bukti rekaman suara Serana. Makanya, dengarkan nasihat Mama!” Kekeh Jevan yang merasa puas melihat wajah masam kakak pertamanya.

“Karina mengkhianatiku,” geram Jemian yang berpura-pura.

Bagaimana mungkin Jemian bisa memarahi adik perempuannya itu, sebab Karina sudah membantunya dan menyadarkannya.

Setidaknya, Jevan sudah mengetahuinya… jadi, Jemian tidak akan terlalu malu saat menghadapi kedua orang tuanya nanti.

“Karena Karina lebih menyayangiku!” seru Jevan yang terlihat begitu bangga, karena Karina memang sangat menyukainya… bahkan sudah menjadi kekasihnya, walau hubungan mereka harus backstreet.

“Bagaimana mungkin Karina lebih menyayangimu?” Jemian memicingkan matanya.

Jevan hanya tersenyum, tetapi senyumannya terlihat sangat menyebalkan.

“Apa yang sudah kamu lakukan sampai Karina lebih menyukaimu?” Tanya Jemian yang juga ingin menjadi kakak kesayangan adik perempuannya itu.

“Rahasia,” kekeh Jevan yang tidak mungkin memberitahunya.

“Ck, dasar pelit!” Geram Jemian yang benar-benar kesal dengan adik kembarnya itu.

Jevan menghentikan tawanya, tiba-tiba saja dirinya merindukan Karina. Kalau saja luka di perutnya masih basah, sudah dipastikan Jevan akan pergi ke kamar gadisnya dan memeluknya sepanjang malam.

Tidak pernah Jevan menginginkan seseorang sampai seperti ini, Karina adalah pertama dan terakhir untuknya.

“Kenapa melamun? Sedang memikirkan masalah apa?” Tanya Jemian yang entah sejak kapan sudah berada di sebelahnya.

“Bukan urusanmu,” jawab Jevan yang kembali ke setelan awal, jutek.

“Dasar berkepribadian ganda!” Kesal Jemian yang selalu mengira adik kembarnya itu memiliki kepribadian ganda, karena suasana hati Jevan sanga cepat berubah-ubah.

“Jadi, kapan Kakak akan membatalkan pertunangan dengan Serana?” Tanya Jevan dengan tiba-tiba.

Jevan sengaja memberinya pertanyaan tentang Serana, agar Jemian tidak menanyakan tentang dirinya atau Karina.

“Kenapa? Apa kamu menyukai Serana?” Tanya Jemian dengan santai, bahkan pria itu tidak marah seperti biasanya.

Jemian memang sangat posesif, apalagi kalau menyangkut Serana yang selama ini dicintainya.

“Najis, selera bukan seperti ular berbisa itu!” Seru Jevan yang benar-benar merinding saat Jemian mengira dirinya menyukai wanita ular itu.

“Setelah sembuh, sekaligus di hari ulang tahunnya,” jawab Jemian yang sudah menyiapkan sebuah rencana yang begitu matang.

“Kalau butuh bantuan, bilang ke Papa!” Kata Jevan.

“Aku kira kamu yang akan membantu,” geram Jemian.

“Maaf, aku terlalu sibuk untuk urusan tidak penting. Lagipula Papa selalu memiliki cara unik untuk melumpuhkan lawannya, jadi minta saja saran Papa,” ujar Jevan.

Jemian terdiam, apa yang dikatakan adiknya memang benar. Namun Jemian ingin membuat kejutan untuk mama dan papanya, jadi ia akan melakukannya sendiri… mungkin Karina bisa membantunya.

“Aku lebih membutuhkan Karina untuk membantu rencanaku,” ucap Jemian yang membuat cengkeraman Jevan pada ponselnya semakin menguat.

Bersambung!

1
vew
ini mksdnya gimana thor ,, ada pria lain kah yg di cintai karina ?? 🤔🙏🙏

semangat thor 💪💪
Wulan
jawab van " OTW "
Wulan
agak agak salting ya van ☺️
Dewiendahsetiowati
Karina pakai gaya batu
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!