⚠TAHAP REVISI
DIVANO ALKA FERANGGA. Atau kerap di sapa Vano, adalah badboy sekaligus most wanted boy.
Vano itu tengil dan humoris. Ketampanan dan kekayaan Vano membuat hampir semua siswi-siswi di SMA Trisakti menyukainya, bahkan ada yang terang terangan bilang cinta kepada Vano. Tapi semua itu Vano hiraukan.
Hanya satu yang selalu cuek dan nampak tidak peduli oleh semua yang berkaitan dengan Divano. Dia adalah...
KAYLA ALESYA RATU.
Tolong bantu like, vote, komen, rate, dan follow....😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Sabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 25
Kayla membuka matanya. Yang pertama ia lihat adalah wajah Vano. Kayla mengerjap.
"Vano," gumam Kayla.
"Iya, gue di sini. Ada yang sakit?" tanya Vano dengan raut wajah khawatir.
Kayla menggeleng, kemudian terduduk di bantu oleh Vano. Kayla memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Tiba-tiba Kayla langsung memeluk Vano. "Makasih Vano. Lo udah nolongin gue, makasih, makasih banget ya." kata Kayla sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Vano.
Jangtung Vano berdetak dua kali lipat. Rasanya seperti mimpi ia bisa di peluk Kayla. "I-iya, sama-sama," jawab Vano.
Kayla melepaskan pelukannya. "Gue pingsan yah?" tanya Kayla.
"Iya." Jawab Vano.
Flasback on
"WOY! SIAPA LO!!" Vano berteriak, membuat orang misterius yang seperti maling itu langsung berlari.
"JANGAN KABUR LO!" teriak Alvan. Alvan berhasil mencegat orang misterius itu. Ia langsung menghajar orang itu dengan kemampuan bela dirinya.
Orang misterius itu pun kalah oleh Alvan. Vano melangkah mendekat ke arah Alvan dan Orang itu. Vano menatap tajam orang itu. "Siapa yang nyuruh lo!?" tanya Vano.
Orang itu diam. Rafa, dan Naqa datang dan hanya melihat.
"Buka aja, No. Penutup mukanya, siapa tau kita kenal," kata Rafa.
Vano membuka penutup wajah orang misterius itu. Dia Reza, murid SMA Mandala.
"Ooh ternyata lo," kata Alvan.
"Kalo lo ngomong, dan ngaku jujur siapa orang yang nyuruh lo dan apa tujuan lo ke sini, lo bakal gue bebasin. Tapi kalo lo nggak mau ngaku, biar gue yang cari tau sendiri. Yang pasti, lo bakal masuk penjara selama bertahun-tahun. Mau?!" tanya Vano mengancam.
"Gue..."
"Ayo ngomong, bangs*t!" bentak Alvan. Alvan itu kalo masalah kriminal dia paling benci. Tapi cita-citanya bukan jadi polisi, melainkan menjadi pilot. Aneh.
"Gue di suruh sama Rara. Anak SMA Trisakti, kelas 11 IPS 2," jawab Reza.
"Lo kenal, No?" tanya Naqa.
Vano mengangguk. "Dia pernah ngasih gue coklat,"
"Terus, apa tujuan lo ke sini? Lo di suruh ngapain ke sini sama si Rara?" tanya Vano kepada Reza.
"Gue di suruh buat ngelecehin Kayla," jawab Reza, membuat rahang Vano, Alvan, Naqa, dan Rafa mengeras bersamaan.
"Bangs*t juga tu cewek," ujar Vano.
"Berani juga, Rara," kata Alvan.
"Van, Naq, Raf. Nih urus si Reza! Gue mau nyamperin Kayla dulu. Terserah lo mau di hajar kek, tanya-tanya apa, atau langsung di suruh pergi juga terserah kalian." Kata Vano.
"OKE." Jawab Alvan, Naqa, dan Rafa kompak.
Vano membuka pintu kamar Kayla menggunakan kunci cadangan. Mata Vano menelisik mencari keberadaan Kayla.
"Kayla," panggil Vano.
"Apa Kayla di kamar mandi ya?" Vano berjalan mendekat menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar Kayla.
Vano membuka pintu kamar mandi, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah Kayla yang jatuh pingsan.
"Pasti karena ketakutan banget jadi pingsan ni anak," kata Vano.
Vano mendekat, dan langsung menggendong Kayla, kemudian menaruh Kayla di ranjang.
Flashback off
"Nih, minum!" Vano memberikan segelas air putih kepada Kayla, Kayla meminum air itu.
"Ternyata orang itu orang suruhan, Kay," kata Vano memberitahu.
Mata Kayla memincing. "Suruhan? Suruhan siapa?" tanya Kayla.
"Suruhan Rara. Dia satu sekolah sama kita, anak kelas 11 IPS 2. Lo kenal?" jawab Vano.
Kayla menggeleng. "Enggak. Perasaan gue nggak pernah berurusan sama orang yang namanya Rara deh." kata Kayla.
Vano sedikit menunduk. 'Apa Rara cemburu sama Kayla yang deket sama gue? Kayaknya dia tau kalo gue pergi. Terus dia langsung nyuruh Reza buat ngelecehin Kayla. Apa dia juga stalker?'
"No, Vano!" panggil Kayla. Vano menoleh.
"Lo mikirin apa?" lanjutnya.
"Maaf yah, kayaknya Rara ngerencanain hal jahat ini karena cemburu. Soalnya dia pernah ngasih gue coklat, kemungkinan dia suka sama gue. Dia cemburu karena lo deket sama gue. Tapi itu masih pemikiran gue sih," jelas Vano merasa bersalah.
"Jadi ini terjadi karena gue deket sama lo?" tanya Kayla memastikan.
"Kemungkinan besar iya. Tapi lo tenang aja, gue bakalan terus ngelindungin lo, dan besok kayaknya gue mau ngelabrak dia"
"Ya terserah lo deh mau di apain. Tapi dia anj*ng banget sih, pake nyuruh orang buat ngelecehin gue itu... dia punya otak nggak! Mudah dong bagi gue nangkep dia," ujar Kayla dengan wajah marahnya.
"Hm sorry ya," kata Vano.
"It's oke, ini bukan salah lo," balas Kayla.
"Pelakunya nggak gue masukin penjara. Soalnya dia masih sekolah, kasian. Gue juga kenal orangnya," kata Vano.
"Siapa?" tanya Kayla.
"Reza, anak SMA Mandala," jawab Vano.
"Ooh. Lo mau kan tidur di sini malam ini? Gue masih takut, No," ajak Kayla.
Vano mengangguk. "Iya, malam ini gue tidur di sini. Tapi besok udah enggak,"
"Kenapa?"
"Kan bonyok lo pulang cantik,"
Kayla tersenyum. "Oh iya, lupa," Vano mengacak rambut Kayla, gemas.
"Dah, tidur gih!" perintah Vano.
"Iya-iya," balas Kayla. Kayla membaringkan tubuhnya, kemudian menutup matanya, berusaha untuk tertidur.
Vano masih di sana. Vano tersenyum menatap wajah damai Kayla. 'Gue akan selalu jagain lo.'
Kemudian Vano beranjak berdiri, berjalan keluar, menutup pintu kamar Kayla, dan pergi menuju sahabat-sahabatnya.
"Gimana? Reza kalian apain?" tanya Vano.
"Gue habisin. Mukanya udah bonyok kayak buah busuk," jawab Alvan santai.
Vano duduk di sofa, samping Alvan. "Kenapa nggak langsung kalian bebasin aja?" tanya Vano.
"Tuh, si Alvan. Lagi kerasukan setan kali, masa dia nggak kasih kesempatan Reza bales," sambar Rafa.
"Itumah karena dianya aja yang lemah," balas Alvan membela diri.
"Udahlah, salah sendiri dia mau di suruh," kata Naqa.
"Eh, kalian mau tidur di sini atau mau balik?" tanya Vano.
Alvan, dan Naqa saling lirik. "Balik aja deh. Nanti ganggu suami istri berduaan lagi," kata Alvan sambil tersenyum.
Rafa menaikan satu alisnya bingung. "Lo udah nikah sama Kayla, No?" tanya Rafa.
"Yaelah, gitu aja percaya. Alvan tuh cuma bercanda," jawab Vano.
Rafa menjitak kepala Alvan, membuat Alvan meringis. "Sakit tau!" kata Alvan.
"Makanya kalo ngomong tuh yang bener. Bikin orang salah paham aja. Udah yuk pulang," ajak Rafa.
Rafa beranjak berdiri, di ikuti oleh Alvan, Naqa dan Vano.
Vano mengantarkan ke tiga sahabatnya sampai di depan pintu. Kemudian masuk kembali ke dalam rumah keluarga Kayla.
Like, Komen, dan Vote...
Baca juga karya lainku... ty semua...
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏