NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Ujian Seratus Penjaga Makam

Tap... Tap... Tap...

Suara langkah kaki yang berat bergema di seluruh gua.

Seratus Penjaga Makam bergerak serempak. Gerakan mereka teratur dan mematikan.

Mata merah menatap lurus ke arah Lin Yuan. Tidak ada emosi di sana. Hanya niat membunuh yang dingin.

Pedang berkarat di tangan mereka perlahan terangkat. Aura pembunuh yang pekat langsung memenuhi gua.

Lin Yuan menarik napas panjang. Dia mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.

Tangannya menggenggam erat pedang besi. Pedang yang dia rampas dari Han Lie sebelumnya.

Di depannya ada seratus musuh. Di belakangnya hanya ada dinding batu yang dingin.

Tidak ada jalan untuk mundur. Hanya ada satu pilihan: bertarung sampai mati.

Lelaki tua berjubah hitam melangkah ke samping. Dia memberi ruang untuk pertarungan.

Wajahnya tetap tenang. "Mulailah ujianmu sekarang," ucapnya.

Seketika itu juga, WHOOSH!

Seratus Penjaga Makam menghilang dari tempat mereka berdiri. Kecepatannya luar biasa.

Mereka menyerang dari berbagai arah secara bersamaan. Pupil mata Lin Yuan mengecil karena terkejut.

"Cepat sekali!"

Suara sistem langsung berbunyi di dalam kepalanya.

[Insting Tempur aktif. Menghitung lintasan serangan musuh. Segera hindari serangan!]

Dalam sekejap, ratusan garis merah muncul di pandangan Lin Yuan. Garis itu menunjukkan arah datangnya setiap pedang musuh.

Lin Yuan menggerakkan tubuhnya dengan lincah. Dia menyelinap di antara celah sempit serangan pedang yang mematikan.

SWISH!

Satu pedang melintas beberapa sentimeter dari lehernya.

Pedang kedua hampir membelah pinggangnya. Lin Yuan memutar tubuhnya dan menangkis serangan dari samping.

CLANG!

Percikan api beterbangan saat dua bilah besi beradu.

Benturan itu membuat lengan Lin Yuan mati rasa. Kekuatan musuh jauh di luar dugaannya.

"Berat sekali," bisik Lin Yuan.

Kekuatan fisik Penjaga Makam ini jauh melampaui Han Lie.

Belum sempat dia mengatur napas, tiga Penjaga Makam sudah tiba di hadapannya. Pedang mereka turun dari tiga arah berbeda.

Lin Yuan menghentakkan kakinya ke lantai dan mundur dengan cepat.

DUARR!

Tanah batu yang tadi dipijaknya langsung retak hancur akibat tebasan mereka.

Lin Yuan belum pernah menghadapi lawan dengan kerja sama sebaik ini.

Mereka tidak berbicara. Mereka tidak takut. Mereka hanya punya satu tujuan: membunuh.

WHUSSH!

Seorang Penjaga Makam muncul dari sisi kiri dengan tusukan cepat.

Lin Yuan mengangkat pedangnya untuk menangkis.

CLAAANG! Pedangnya bergetar hebat.

Belum selesai, Penjaga lain melancarkan tendangan keras ke dadanya yang terbuka.

BUUK!

Tubuh Lin Yuan terpental beberapa meter hingga punggungnya menghantam dinding gua.

"Ugh!"

Darah mengalir dari sudut bibirnya. Luka lama di bahu kirinya akibat serangan Zhao Feng kembali terbuka. Rasa sakit yang hebat menjalar.

Napasnya mulai tidak teratur.

[Vitalitas tersisa 27%. Cedera internal bertambah parah. Peluang bertahan hidup terus menurun.]

Lin Yuan menghapus darah di bibirnya dengan kasar. Tatapannya tetap tajam menatap seratus musuh di depannya.

"Tidak... aku tidak akan mati di sini," ucapnya dengan tekad membara.

Dia tidak mundur. Justru sebaliknya, dia berlari maju dengan sisa kekuatannya. Dia menerobos langsung ke tengah kepungan musuh.

Lelaki tua itu sedikit mengangkat alisnya melihat aksi nekat tersebut.

"Menarik," gumamnya.

"Kebanyakan orang akan memilih bertahan. Tapi bocah ini justru mendekati pusat bahaya."

CLANG! CLANG!

Suara benturan pedang menggema tanpa henti. Gua itu menjadi simfoni kematian.

Lin Yuan menghindar dengan gerakan yang sangat efisien. Dia hanya bergeser satu langkah atau setengah langkah.

Memiringkan bahu, menundukkan kepala. Setiap gerakannya presisi berkat bantuan Insting Tempur.

Namun jumlah lawannya terlalu banyak.

SRET!

Sebuah pedang berhasil menggores lengan kanannya. Belum sempat bereaksi,

SRET!

Pedang lain mengiris paha kirinya. Darah menetes ke lantai batu.

Dalam waktu kurang dari sepuluh napas, tubuh Lin Yuan sudah dipenuhi luka sayatan baru.

Lelaki tua itu hanya memperhatikan dengan tenang. Dia tidak berniat membantu.

Baginya, ini adalah ujian kelayakan. Hidup atau mati bergantung pada kemampuan Lin Yuan melampaui takdirnya.

Tiba-tiba, suara sistem berubah menjadi lebih cepat.

[Analisis pola serangan selesai. Anomali pada tubuh Penjaga Makam ditemukan!]

Lin Yuan melompat mundur untuk menciptakan jarak.

"Anomali apa?"

Pandangan di matanya berubah. Di dalam dada setiap Penjaga Makam, muncul sebuah titik cahaya hitam yang berdenyut pelan.

Titik itu seperti jantung. Seolah menjadi sumber kehidupan bagi tubuh mayat tersebut.

[Inti Takdir terdeteksi! Tubuh target hanyalah wadah kosong. Hancurkan Inti Takdir untuk memusnahkan musuh!]

Mata Lin Yuan langsung berbinar. "Jadi begitu cara mengalahkannya!"

Selama ini dia hanya menangkis pedang mereka. Padahal kelemahan sebenarnya ada di dalam dada mereka.

Sudut bibir Lin Yuan terangkat membentuk senyum tipis. Untuk pertama kalinya, dia melihat peluang menang.

Di kejauhan, lelaki tua berjubah hitam ikut tersenyum tipis.

"Bagus. Akhirnya kau bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang sombong sebelumnya."

Di dalam lautan kesadaran Lin Yuan, Gerbang Pemakan Takdir bergetar pelan seolah menantikan mangsa.

Lin Yuan tidak lagi menunggu. Saat Penjaga Makam menyerbu kembali, dia justru melesat lebih dulu.

WHOOSH!

Tatapannya tidak lagi tertuju pada pedang lawan, melainkan pada titik hitam di dada mereka.

CLANG!

Pedang besinya bertabrakan dengan pedang berkarat milik Penjaga Makam.

Lin Yuan memutar pergelangan tangannya, menggeser arah pedang lawan.

Dalam sekejap, tubuhnya menyelinap ke sisi kanan musuh.

"Sekarang!"

CRAAK!

Bilah besi menembus titik hitam itu. Tubuh Penjaga Makam itu langsung membeku.

Retakan hitam menyebar dari dadanya hingga ke kepala. Lalu...

BRAAK!

Tubuhnya hancur menjadi ribuan serpihan cahaya hitam.

Pada saat yang sama, seutas benang hitam keluar dari serpihan itu dan melayang menuju laut kesadaran Lin Yuan.

Benang itu tidak masuk ke tubuhnya, melainkan langsung diserap oleh Gerbang Pemakan Takdir.

KLANG!

Salah satu rantai emas yang melilit gerbang bergetar. Retakan kecil di permukaannya bertambah panjang.

[Takdir berhasil dimangsa! Energi Takdir diserap Gerbang. Sinkronisasi meningkat menjadi 17%.]

Lin Yuan sempat tertegun. "Kenapa aku tidak merasa lebih kuat?"

Biasanya setelah menyerap takdir, tubuhnya langsung menjadi lebih kuat. Tapi kali ini semua energi mengalir ke gerbang.

Lelaki tua itu mengangguk seolah memahami kebingungan Lin Yuan.

"Itulah tujuan ujian ini. Gerbang agung itu sedang membangunkan dirinya sendiri dengan energi takdir dari para penjaga yang kau kalahkan."

Belum sempat Lin Yuan mencerna ucapannya, sembilan Penjaga Makam lainnya sudah mengepung posisinya.

Pedang mereka terangkat bersamaan. Mata merah mereka menyala terang.

"Kemarilah!"

seru Lin Yuan sambil menghentakkan kakinya.

WHOOSH!

Dia berlari lurus ke arah kepungan mereka. Gerakannya kini lebih tenang dan terukur.

CLANG!

Pedang pertama berhasil ditepis. Tubuhnya berputar untuk menghindari serangan dari belakang.

SRET!

Ujung pedangnya menusuk tepat pada Inti Takdir Penjaga kedua. Penjaga itu hancur seketika.

Belum berhenti, Lin Yuan menggunakan tubuh penjaga yang runtuh itu sebagai pijakan untuk melompat tinggi.

Dua Penjaga mengayunkan pedang dari bawah, tapi yang mereka tebas justru tubuh rekan mereka sendiri.

DUAAR!

Dua tubuh penjaga kehilangan keseimbangan.

Lin Yuan turun di antara mereka dengan gerakan cepat. Dua tusukan akurat melesat.

CRAAK! CRAAK!

Dua Inti Takdir kembali hancur.

Dalam beberapa napas saja, empat Penjaga Makam telah musnah. Benang-benang takdir mereka berhamburan menuju Gerbang.

KLANG! KLANG!

Retakan pada rantai emas di dalam laut kesadarannya semakin jelas.

Lin Yuan mulai memahami ritme pertarungan ini. Dia tidak lagi melawan kekuatan dengan kekuatan.

Dia memancing para penjaga untuk saling menghalangi gerakan satu sama lain dengan manuver posisi yang cerdas.

Lelaki tua itu memandang dengan puas.

"Pemahaman bertarung bocah ini bertambah cepat di luar perkiraanku. Tidak heran Gerbang Agung itu memilihnya sebagai pewaris."

Pertarungan terus berlangsung sengit. Lantai gua kini dipenuhi pecahan batu dan serpihan cahaya hitam.

Satu demi satu Penjaga Makam tumbang di tangan Lin Yuan.

Lima... delapan... dua belas... delapan belas... hingga akhirnya penjaga kedua puluh hancur di depan mata Lin Yuan.

Tubuhnya dipenuhi luka baru. Napasnya kasar. Keringat bercampur darah menetes deras ke lantai.

Namun sorot matanya justru semakin tajam.

[Sinkronisasi Gerbang Pemakan Takdir mencapai 20%. Rantai penyegel pertama mulai melemah secara signifikan.]

Tepat saat itu, semua Penjaga Makam yang tersisa mendadak berhenti bergerak dan mundur serempak.

Tidak ada satu pun yang menyerang lagi.

Seluruh gua mendadak menjadi sangat sunyi. Keheningan yang justru jauh lebih mencekam daripada pertarungan sebelumnya.

..............

Bersambung...

1
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!