NovelToon NovelToon
Crush Landing On You

Crush Landing On You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Tamat
Popularitas:354.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

JIKA TIDAK TERTARIK, AUTHOR MOHON DENGAN SANGAT UNTUK TIDAK MEMBACANYA.

SILAHKAN SKIP SEJAK SAAT INI JUGA, KARENA AUTHOR TAK MEMAKSA KALIAN BACA.

TAPI JIKA KALIAN MENIKMATI ISI DARI CERITA INI, AUTHOR SANGAT BAHAGIA.

Pendaratan darurat membuat Daniel terpaksa menikahi seorang gadis.

Padahal niat hati masih ingin menanti cinta pertamanya, yang menghilang tanpa jejak.

Tabir misteri yang telah lama terkunci rapat, mulai terbuka perlahan, dan satu demi satu teka-teki mulai terpecahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

#25

Lagi lagi Nick di buat memijat pangkal hidungnya, ia merasakan pening, bukan karena sakit kepala, tapi pening memikirkan ulah sang Nona muda yang semakin hari semakin mengikis rasa sabarnya.

Raga mereka memang tak berdekatan secara langsung, namun Carissa seakan bisa membaca dirinya dengan cermat, memanfaatkan kelemahannya dengan baik, hingga Nick tak mampu berkonsentrasi dengan tugas utama nya saat ini.

Carissa sangat tahu, jika di balik sikap dingin nya Nick ada sifat hangat penuh perhatian, dan Carissa lah yang selalu menerima perlindungan serta perhatian penuh dari pria itu. Hal itu lah yang Carissa manfaatkan saat ini, sang Nona muda selalu punya cara untuk bisa menemukan keberadaan Nick, maka berakhirlah kini di Surabaya.

Setiap saat ia selalu membagikan real nya, karena Nick selalu memantau kegiatannya dari jejaring sosial tersebut. Mulai bangun tidur, hingga kembali memejamkan mata kembali, walau tak pernah meninggalkan jejak, tapi Carissa yakin, bahwa Nick selalu memantau gerak geriknya.

Hari ini adalah hari ke lima, Carissa menikmati liburannya di Surabaya, terlalu membosankan karena selama beberapa hari ini pancingannya tak menghasilkan tangkapan yang bagus. Hari ini dia akan melempar umpan terbaik, agar ikan yang dia incar berhasil masuk dan memangsa umpan yang dia lempar.

Malam nanti Carissa yakin bahwa akan Nick mendatanginya, karena Carissa akan mengunjungi tempat yang paling Nick benci.

.

.

Pagi yang sangat sendu, karena Daniel akan meninggalkan Naya beberapa hari untuk urusan pekerjaan, ia harus bertolak ke Jakarta menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Twenty Five Hotel, sekaligus menemui keponakan tersayangnya.

Beberapa hari kemarin, Daniel menepati janjinya membawa Naya berkeliling Surabaya, honeymoon tipis sebelum honeymoon sesungguhnya, tentu setelah ia memiliki sedikit waktu luang di tengah padatnya kesibukan, serta Naya mengundurkan diri dari tempat ia mengajar. Karena hingga saat ini, Naya belum meninggalkan profesi yang sangat ia sukai tersebut. Tapi tak menutup kemungkinan kelak Naya harus merelakan profesinya saat ini, jika Daniel diharuskan kembali ke Jakarta menggantikan posisi Daddy Andre.

Dan saat ini Naya tampak kebingungan memilih pakaian apa saja yang akan dibawa Daniel, Deretan kemeja buatan butik terkenal berbaris rapi di dalam lemari pakaian milik suaminya, tak jauh beda dengan isi lemari Daniel di Twenty Five Hotel Surabaya.

Naya Menduga Daniel memindahkan semua barang barangnya ke rumah yang saat ini ia tempati bersama Naya. Karena selama berada di Surabaya beberapa hari kemarin, sebagian besar aksesoris di lemari Daniel sudah berpindah tempat.

Dari arah belakang, Daniel yang baru keluar baru keluar dari kamar mandi, cairan bening menetes dari rambutnya yang kecoklatan. Bibirnya menyunggingkan senyum kecil, melihat Naya yang tengah kebingungan di depan deretan kemeja dan lemari pakaiannya.

Karena Naya tak menyadari kehadirannya, maka Daniel berjalan mengendap sebelum kemudian melingkarkan kedua lengannya di lekukan pinggang indah yang tercetak jelas dibalik bathrobe mandinya.

“Eeeeeehhh …” Pekik Naya terkejut, karena ia tengah sibuk tenggelam dalam lamunannya. “Iiih ngagetin aja.” 

“Hehehe … kenapa melamun di depan lemari.” Kekeh Daniel, yang langsung menurunkan bathrobe mandi Naya, hingga nampaklah leher hingga pundak putih bersih, sungguh menggoda dalam pandangan matanya, tanpa ragu apalagi lagi segan Daniel menghindu aroma wangi dari salah bagian tubuh istrinya tersebut. 

“Ini bingung milih baju, takut salah pilih, nanti malah gak cocok dengan acara yang kamu datangi.” keluh Naya, di saat seperti ini ia kembali merasa kerdil, karena tak tahu mengenai seluk beluk fashion yang bisa menunjang penampilan suaminya di tempat kerja.

“Abaikan rasa tak percaya diri itu, aku akan memakai apapun yang kamu pilihkan untukku.” Tanpa menjeda aksinya, Daniel memberikan penghiburan agar rasa minder Naya tak bertambah parah.

“Oh Iya …?”

Daniel mengangguk.

“Kalau aku pilihkan kemeja merah muda, dan dasi hello kitty, apa masih mau pakai?” entah mengapa Naya iseng menjahili Daniel.

Daniel cemberut, bibirnya maju beberapa centi, “ya gak gitu juga … masa’ iya aku pakai dasi hello kitty, bisa terjun bebas harga diriku sebagai pimpinan.” keluh Daniel.

Naya terkikik geli, “lha kan kamu sendiri yang bilang, kalau mau pakai apa saja yang aku pilihkan,”

“Tapi gak warna pink juga kaan??” Daniel menggelitik pinggang Naya.

“Aw … geli …” tubuh Naya menggeliat tak tentu, justru membuat Daniel semakin senang, karena esok atau bahkan nanti malam ia pasti rindu memeluk guling barunya. 

.

.

Mobil berhenti tak jauh dari gerbang sekolah, Daniel membantu Naya melepas seat belt nya, kemudian membuat tubuh Naya berhadapannya dengannya, lama ia menatap wajah sang istri, merekam semua hal yang beberapa hari ini mereka jalani berdua, berat rasanya meninggalkan sang istri, padahal ia ingin membawa istrinya kemanapun, tapi situasi dan kondisinya tak memungkinkan.

“Aku akan segera kembali, ingat untuk selalu berhati-hati.” pesan Daniel, yang entah sudah berapa kali ia ulangi sejak bangun tidur tadi.

Naya tersenyum, ia mengangguk patuh, sedang mode tak banyak protes, karena terlalu haru dengan sifat manis suaminya. “Hati-hati kerja nya, aku selalu menunggumu pulang.” jawab Naya.

“Nanti siang, Jupri akan mengantarmu pulang.” Imbuh Daniel. “Papa dan Mama juga akan mampir, nanti sore setelah pulang dari toko mereka.”

“Padahal aku bisa pulang sendiri.” 

“Menurut, atau aku ikat di rumah saja!” 

Naya nyengir, membayangkan duduk diam di rumah seharian, pasti sangat membosankan. 

Kegelisahan Daniel sangat beralasan, karena selama di Surabaya beberapa hari kemarin, Daniel bisa merasakan pergerakannya di awasi oleh seseorang, dan kini ia harus rela menitipkan sang istri pada para pengawal kepercayaannya.

“Paham semua pesan-pesanku?” 

Naya mengangguk.

“Sini peluk dulu,” Daniel meraih Naya ke pelukannya. “Aku pasti merindukanmu … aku sedang memikirkan waktu yang pas untuk membawamu ke Jakarta aku janji libur sekolah nanti, aku akan membawamu ke Jakarta,” bisik Daniel.

Naya merasa haru, bisikan manis itu laksana penghiburan kala beberapa hari ia merundung diri sendiri dalam prasangka. 

Pelukan mereka terlepas, “ingat aku yang menunggumu kembali.”

Daniel mengecup lama kening Naya, hidung, dan berakhir lum*atan sesaat di bibir. 

Setelah memastikan Naya memasuki gerbang sekolah, ponsel Daniel berdering. 

“Baaaang !!! hutan tempat tinggalmu di sebelah manaaaa?? Kenapa susah sekali menghubungimu??!!!” 

Suara itu berpekik kencang, menandakan batas kesabaran si penelepon sudah setipis tissue. 

Daniel terkekeh, beberapa saat lalu Daniel dalam perjalanan mengantar Naya ke sekolah, jadi wajar jika sinyal timbul tenggelam. 

“Ikuti saja titik koordinat yang dikirimkan Zaki, kalau masih susah, kamu bisa menunggu saja di tempatmu saat ini, anak buah Zaki akan menjemputmu.” Jawab Daniel santai. 

“Lho… bukan kamu yang menjemputku?”

“Tidak, aku harus kembali ke Jakarta saat ini juga, Daddy bisa mencincangku hidup-hidup jika kali ini aku kembali membatalkan RUPS!!” Seru Daniel, setengah berteriak, ia sendiri frustasi karena harus berpisah sesaat dengan sang istri. 

“Sukurin … siapa suruh menikah diam-diam, sekarang harus puasa kan?” Bukannya menghibur, Danesh justru semakin bahagia, sudah bisa terbaca pasti saudara sepupunya itu frustasi karena harus meninggalkan nikmat surga dunia yang baru saja ia cecap. 

Yah … akhirnya Daniel membagi cerita perihal pendaratan darurat yang berujung pernikahan pada Danesh, karena harus meminta tolong pada adik sepupunya tersebut, untuk menyelidiki benarkah kecelakaan yang menimpa Naya 10 tahun lalu, ada kaitannya dengan Profesor Hardiman. 

“Kalo iya kenapa? Jomblo terus sih, coba kamu tahu rasanya, dijamin gak pengen keluar kamar … bawaannya pengen mengeram terus di kasur.” Daniel balas mengejek. “Daaaahhh lupakan istri orang, buruan cari calon istri, Daddy dan Mommy pasti sudah ingin menimang cucu.”

“Si*alan … kamu dan Darren ternyata sama sama suka membully adik sendiri, dah lah aku tutup teleponnya, bye…” 

Tut

Tut

Tut 

Panggilan berakhir, Daniel pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kantor pusat Twenty Five Hotel, sebelum kemudian bertolak ke Jakarta. 

Dengan langkah tegap, dan wajah dingin tak terbaca, pria itu berjalan memasuki night club. Suara hingar bingar musik nyaris memecahkan gendang telinga tak ia hiraukan, matanya elangnya menyapu mencari seseorang. 

Gadis yang hari ini benar benar sukses membuatnya naik pitam. Beberapa hari ini ia bersabar, menahan diri, sedikit tak peduli, tapi kali ini Carissa sudah sangat keterlaluan. 

Gadis itu nekat mendatangi night club, padahal tahu, Nick melarang keras akan hal itu, pasalnya Carissa nyaris menjadi korban pelecehan beberapa teman pria nya saat itu, untungnya Nick datang tepat waktu, hingga ia bisa menghajar kelima orang laki-laki tersebut. 

Di sebuah meja sekelompok muda mudi tengah bercengkrama, di tempat seperti ini sudah mafhum jika alkohol adalah suguhan lazim di atas meja. 

Nick menghampiri meja tersebut, sikap tegas, dingin penuh intimidasi, sudah biasa tergambar di wajahnya. Bahkan 5 pria yang duduk di meja yang sama dengan Carissa pun diam membeku, menelan ludah kasar, tak banyak bicara. 

Sementara Carissa yang sudah mulai kehilangan kesadaran, tersenyum lebar ketika melihat kedatangan sang pria yang sudah menawan hatinya. 

“Maaf… sungguh kami tak berbuat apa-apa padanya!!” seru Freya dengan suara keras. 

Nick mengangguk, memang teman teman Carissa tak ada yang menyentuh alkohol saat ini, jadi bisa dipastikan Carissa memang sengaja mencari perhatian darinya. 

Setelah berpamitan, Nick membopong tubuh Carissa keluar dari night club, bermaksud mengantarkannya kembali ke Hotel tempatnya menginap. 

“Priaku akhirnya datang…” 

“Aku merindukanmu Nick…”

Carissa terus mengeluarkan apa yang tersimpan dalam hatinya, dan Nick hanya mendengarkan semuanya sepanjang perjalanan kembali ke Hotel. 

Sesampainya di Lobi, Nick meminta salah seorang petugas Hotel mengantarkannya ke kamar. 

“Silahkan, Tuan… ada lagi yang bisa saya bantu?” Tanya sang petugas dengan sopan. 

“Tidak, terima kasih.” 

“Baik, saya permisi dulu.” 

Nick mengangguk, setelah memastikan pintu kamar tertutup kembali, ia berjalan menghampiri pembaringan untuk merebahkan Carissa yang sudah terlelap akibat pengaruh alkohol. Sebelum menarik selimut Nick melepas heels yang Carissa pakai. 

“Aaaahhh… panas aku tak mau pakai selimut,” Tolak Carissa, ketika selimut sudah menutupi tubuhnya. 

Namun Nick kembali menutup tubuh Carissa dengan selimut, khawatir jika sang Nona muda demam, karena pakaian yang Carissa kenakan terlalu pendek. Tapi seperti sebelumnya kali ini Carissa pun kembali menyingkirkan selimut tersebut. 

“Hauus…” Gumam Carissa, di luar kesadaran dirinya. 

Nick membantu Carissa duduk, kemudian tanpa rasa curiga mengangsurkan botol air mineral yang ada di atas nakas. 

Cairan dingin tersebut, meluncur ke tenggorokannya, menghadirkan sensasi segar setelah sebelumnya serasa terbakar akibat efek alkohol. Tiba-tiba kedua mata Carissa membola, seakan akan ia tak pernah hilang kesadaran. 

“Botol dari mana ini?” Tanya nya panik. 

“Dari nakas itu?” Jawab Nick polos. 

“Isshh kenapa tak bertanya dulu padaku?” 

“Menurutmu, apa kamu bisa menjawab pertanyaan, sementara jalan saja kamu tak sanggup.” Balas Nick. “Kenapa? Ada yang salah dengan minuman itu?”

“Iya… salah!!!” 

“Salah nya di mana?”

1
Hsy
bagus
Alfandy Giofani mekka
pasti ini di nick..
imoe nawar
👍
Hariyanti
ceritanya keren Thor👍👍👍👍
Meriam Tehupelasury
🥰
Sri Widjiastuti
mewek nii 😇😇
aroem
bagus
Nur Maidah
terimakasih thor semua karyamu aq lahab habis tiada terlewat 👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmmm.... bener Nick kakaknya Naya, ayolaahh Nick sadar dan ingat semua sebelum kamu terlambat kehilangan adikmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
kok aku jadi nerka kalau Nick kakanya Naya ya... Alnya Nick sering mimpiin ibunya saat sebelum menghilang saat ibunya mengambil adiknya di dalam rumah... apa saling berhubungan ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nick itu sebenarnya siapa siihh Thor bikin penasaran saja.🤔👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
hayoo... Anak Durhakim kami Niel, sampe ortu mu ga dikasih tau kalau kamu nikah.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mingkemm.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
selamat jadi manten Daniel Naya... di tunggu kalian versi Sachetnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
akhirnya terjawab sudah rada penasaran kamu ya Niel.. 👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
pada zama dahuluuu...... jeng jeng jeengng... ternyata Mila adalah Naya yang kamu cari Daniel.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waduuhh siapa tuh, mudah²an mah Danesh atau keluarganya sih biar laporan langsung sama ortunya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ternyata emang mau sejauh apa pun pergi kalau jodoh ketemu lagi Daniel Naya/Mila
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Apa Mila itu Naya ya.. bukannya Naya dulu di bawa pamannya pergi.... terus kemana tuh si borokokok..

eehh tapi jangan² pamannya Mila /Naya itu Profesor Hardiman ya Papahnya Clarissa lagi setelah mendapatkan semua harta Ortunya Mila/Naya dia di buang waktu kecil dan Lupa semuanya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
jadi mingkem di sleding Omongan bu guru Mila kaann... Daniel.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!