NovelToon NovelToon
Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Selingkuh / Obsesi
Popularitas:153.1k
Nilai: 5
Nama Author: hoshiily

"Berapa kali aku harus mengatakannya agar kalian mengerti. Aku sama sekali tidak mencintainya, baik sekarang atau di masa depan, aku tidak akan pernah mencintai wanita munafik sepertinya. Jadi berhenti memaksaku untuk mempertahankan pernikahan ini" - Adamson Louis


"Tidak perlu menahanku lagi Ma. Sebuah pernikahan dilakukan oleh dua orang, jika hanya satu yang menerima dan terus-terusan berkorban maka itu bukan lagi pernikahan" - Naura Aprilia Ivora

...


Buat kalian yang mampir, jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, dan coment-nya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hoshiily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Adam dan Naura memutuskan masuk ke dalam villa, setelah kepergian Gibran karena hanya itu satu-satunya yang dapat mereka lakukan ditempat yang tidak ada penghuninya itu.

"Bahkan tidak ada sinyal disini.. " Ucap Adam geram seraya mengacak-acak rambutnya kesal

Berulang kali ia bolak-balik di sekitar ruangan itu, dengan tangan terangkat seraya menggoyang-goyang kan ponselnya untuk mencari sinyal namun percuma. Karena ditempat itu benar-benar tidak ada sinyal.

Naura yang sudah pasrah akan apa yang terjadi, memilih memgecek dapur. Karena bagaimana pun, tidak ada tempat selain vila itu ditempat itu.

"Sesuai dengan dugaanku, mereka benar-benar sudah meremcakana semuanya dengan baik" Ucap Naura setelah memeriksa persediaan bahan makanan di dapur yang lumayan banyak untuknya dan Adam menghabiskan waktu selama sebulan disana

Naura yang sudah berada di dapur, memutuskan untuk memasak beberapa makanan untuk makan siangnya nanti.

....

45 menit kemudian..

Naura yang telah selesai dengan masakannya, mulai menyusunnya di meja makan setelah membaginya menjadi dua bagian karena entah Adam akan memakan masakannya atau tidak.

Naura mengedarkan pandangannya ke sekitar mencari keberadaan Adam yang sejak tadi berkeliling mencari sinyal.

"Ughh.. " Naura menelam ludahnya kaget saat pandangannya tiba-tiba terkunci pada Adam yang juga menatapnya

"Bagaimana ini, apa dia akan memarahi ku lagi" Batin Naura khawatir terutama setelah melihat ekspresi dingin dari Adam saat ini

"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Adam setibanya di dekat Naura

"I-ini.. Jika kamu tidak keberatan, aku sudah membuat makan siang untukmu" Jawab Naura menyodorkan makanan yang baru dibuatnya itu

"Dia pasti akan langsung menolaknya.. " Batin Naura tidak begitu berharap

Namun berbeda dengan pikirannya, Adam justru diam sembari duduk di kursi itu. Ia melirik makanan buatan Naura, lalu meraih piring tersebut bersiap untuk makan siang. Tanpa penolakan atau pun celaan seperti yang dilakukannya sebelumnya.

"Oh?" Naura menutup mulutnya kaget, tidak menyangka jika Adam akan bersedia duduk di meja yang sama dengannya dan bahkan mencicipi makanan buatannya

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Adam lalu menyantap makan siang ituitu, Membuat Naura tiba-tiba gugup, karena menantikaj respon dari Adam.

"Sebenarnya apa yang membuatmu begitu ingin mempertahankan pernikahan ini?" Tanya Adam begitu tiba-tiba

"Karena aku mencintaimu.. " Jawab Naura lirih

"Tapi kamu tahu sendiri, wanita yang aku sukai adalah Clara" Ucap Adam tidak mengerti dengan jalan pikiran Naura

"Aku tahu" Jawab Naura seraya meletakkan sendok makannya

"Apa karena hal ini, kamu melakukan hal seperti itu di masa lalu?" Tanya Adam kembali mengungkit kejadian masa lalu

Kejadian yang menjadi alasan terbesar Adam begitu membenci Naura bahkan setelah keduanya resmi menikah.

"Jika seandainya aku bisa membuktikan ucapanku, apa kamu akan mempercaiku?" Tanya Naura balik bertanya seraya menatap Adam dengan raut wajah sendu

"Memangnya bagaimana kamu akan membuktikannya? Bukankah sudah kukatakan.. "

"Kamu melihatnya menggambar sendiri, bukan begitu" Potong Naura

Adam terdiam, ini lah mengapa ia lebih mempercayai Clara karena bagaimana pun ia secara langsung melihat bagaimana Clara saat mendesai pakaian itu.

"Aku bisa saja membawakanmu buktinya, tapi dari yang aku lihat, kamu tidak akan pernah bisa mempercayaiku. Bukankah begitu?" Tanya Naura tersenyum miris

Karena bahkan jika dia membela dirinya sendiri dan membawa bukti bawah dirinya tidak bersalahannya, Adam hanya akan kembali menuduhnya berbohong karena memalsukan bukti. Terutama jika Clara sudah terlebih dahulu menghasut Adam.

Adam lagi-lagi terdiam, karena ia memang tidak bisa menyanggahnya.

.....

Kejadian itu bermula saat Adam, Naura dan Clara masih berstatus seorang mahasiswa. Naura dan Clara yang berada di jurusan yang sama, secara kebetulan mendaftar sebagai perwakilan yang akan mengikuti sebuah fashion desainer yang diikuti oleh kampus mereka.

Namun karena beberapa kejadian, Naura akhirnya memilih untuk mundur setelah mengetahui fakta bahwa, desain yang seharusnya ia kumpulkan justru terlihat begitu persis dengan desain Clara.

Tanpa waktu untuk menjelaskan dan membuktikan ketidakbersalahannya, Naura secara sepihak dituduh melakukan plagiat. Terutama karena Adam yang secara langsung mengajukan dirinya sebagai saksi bahwa Clara sama sekali tidak menjiplak desainnya.

Mengingat kejadian itu, membuat Clara hanya bisa berdecak kesal. Sejak awal buku desain yang setiap hari di bawanya kemanapun ia pergi, justru menghilang tepat sebelum ia mengumpulkan karyanya.

Senyum licik penuh kemenangan yang dulu diperlihatkan oleh Clara, masih terngiang di pikirannya. Karena itulah, ia tidak pernah sekalipun menyerah akan pernikahan itu, karena ia memilih untuk menaha rasa sakit itu ketimbang membiarkan Clara mendapatkan apa yang dinginnkannya, meski hal ini akan terlihat begitu egois bagi Adam.

.....

Karena memikirkan kejadian masa lalu yang kurang mengenakkan hatinya, selera makan Naura seketika menghilang.

"Maaf.. Aku sudah kenyang. Aku akan naik terlebih dahulu, untuk piringnya kamu bisa membiarkannya seperti itu. Aku akan turun dan membersihkannya nanti" Ucap Naura sebelum akhirnya bangkit dan naik ke lantai atas

Adam yang sedari tadi hanya diam, kembali memikirkan ucapan Naura barusan.

"Apa aku benar-benar seperti itu?" Tanya Adam pada dirinya sendiri

Selama ini ia tidak pernah benar-benar memikirkannya, namun jika dipikirnya kembali. Apa yang dikatain Naura barusan bukanlah hal yang tidak berdasar.

Dari saat kejadian itu terjadi, ia sudah menutup matanya dan memilih membela Clara tanpa berniat mendengar penjelasan Naura barang sedikit pun. Semuanya terjadi karena alasan Clara yang menggambar desain itu tepat disampingnya. Karena itulah, ia langsung memojokkan Naura begitu saja.

Hal ini membuat Adam kembali memikirkan perkataan ibunya yang memintanya untuk mencari tahu sendiri alasan dari keluarganya begitu membenci Clara selama ini.

"Semakin memikirkannya, aku semakin dibuat pusing. Jika saja disini ada sinyal, aku pasti langsung menyuruh Andre memeriksanya" Keluh Adam menatap sinyal di ponselnya yang sejak tadi hanya memperlihatkan tanda silang

"Tapi jika seandainya hal itu benar.. " Gumam Adam memikirkan kemungkinan jika ucapan Naura benar dan justru Clara yang berbohong

"Aihh.. Apa yang sedang kupikirkan sekarang, bagaimana bisa aku meragukan Clara.. " Ucap Adam kembali seraya mengacak-acak rambutnya frustasi

....

Adam yang semakin dibuat bingung, pada akhirnya berhenti memikirkannya. Ia menyelesaikan makan siangnya. Lalu membawa piring bekas makanannya dan juga Naura ke tempat cuci piring.

Meski Naura berkata untuk membiarkannya, Adam tetap memilih untuk mencucinya sendiri, sekaligus untuk menjernihlan pikirannya agar tidak memikirkan hal ini lagi.

Bagaimana pun, sebelum ia melihat bukti yang pasti, ia tidak akan pernah dengan begitu mudahnya percaya dengan Naura, gadis yang sudah bertahun-tahun ini dianggapnya munafik. Karena mempercayai Naura, sudah menjadi hal yang begitu mustahil untuk hidup Adam selama ini.

1
Andi Asrah
jamuran aku nunggu up
Sri Yanti
lanjut tor
Indri Yani
kapan up nya. di tunggu ya
Darmawati
kok belum update sih..?
Aqilahilmi Hilmi
kaka knp lanjutan cerita nya lama banget nge up nya? aku menunggu kelanjutan nya
Indri Yani
di tunggu kelanjutannya ya😙
tris tanto
gk pemyelesain dan tindaka dgn clara mlh msh berhubung ,,
tris tanto
typo bertebaran
tris tanto
bnyk tipoo
Liya Nafi
cerita nya bagus dan bikin penasaran di setiap episod ny
Liya Nafi
thor sibuk kah udah lama nunggu ko belum up semoga sehat selalu thor
Sri Yanti
lanjut tor semanangat trus nulisnya biar pun komennya peli ttp semangat
Sri Yanti
lanjut tor
tyar aja
awal nya aku baca di FB.
lanjut ke aplikasi,tnyata aku senang bacanya.sampai lupa ninggalin jejak.maaf ya Thor,
slamat berkarya,dan ttp sehat ❤️👍🙏
Aqilahilmi Hilmi
makin seruh dan bikin penasaran, g sabar liat ti Aksi nara..naura nya jangan dimuncul lin dulu, biar nara yg beraksi.😁lanjuut
Farida Wahyuni
bener sekali naura, kenapa ga dipikirkan dulu sebelum bertindak? asal bertindak aja tanpa memikirkan akhirnya, ujung2nya menyesal dan minta maaf, basi bgt deh.
Tina Hasya
ksian deh lo adam
Farida Wahyuni
mana kesombongammya adam dulu? dikasi tau malah ngeyel, nyesel kan sekarang?
Dewi_fatmawati
lempar aja ke laut,, biar di santap hiu... 😏😏😏
Farida Wahyuni
bukan hanya bodoh, tp sangat2 bodoh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!