Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
Sudah 2 tahun Arka mengidap tumor otak stadium 4, rambutnya rontok, wajahnya berubah menjadi mengerut, tubuhnya kurus dan bahkan untuk berjalan ia sering terjatuh.
Hari ini adalah hari operasinya, dan Arka telah bersiap-siap untuk operasi. Sekalipun kemungkinan kecil operasi kali ini berhasil, tapi ia punya harapan besar untuk sembuh setelah mengumpulkan tabungannya selama beberapa tahun ini.
Sebelumnya, ia sudah memberi tahu ayahnya jika ia ingin operasi, bukan dukungan yang ia dapatkan, tapi malah makian.
"Untuk apa dia operasi? Hah! Buang-buang uang saja! Kau pikir biaya operasi murah hah? Mau minta uang? Lebih baik menunggu mati saja, dasar tidak berguna!" Maki ayahnya beberapa hari yang lalu.
Tiba-tiba saja ponsel Arka berbunyi. Ia meraih dan mengambil ponsel itu, ternyata dari istrinya, Grina.
"Arka, mari kita berpisah. Aku sudah mengirim surat cerai di pengadilan, aku sudah menemukan pria yang lebih baik darimu, mulai sekarang dan selamanya, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi.”
Wajah Arka hanya menatap datar ponselnya, ia sudah ia duga akan ada terjadi perceraian.
"Pak Arka, apa Anda tidak apa-apa?” Tanya Dokter Cinta.
"Tidak apa-apa dokter saya baik-baik saja," Kata Arka mengangguk.
Arka hanya menatap tulisan itu sebentar lalu menyimpan ponselnya kembali.
Keluarganya mencampakkannya, istrinya menceraikannya, teman-teman menjauh sejak tahu ia sakit, tapi kini ia menyadari, ia tidak perlu bergantung pada orang lain untuk bertahan hidup.
"Dokter, sekarang aku siap untuk operasi," kata Arka dengan suara mantap.
"Baiklah Pak Arka, jika Anda siap, mari kita operasi sekarang," kata dokter Ali tak ingin membuat Arka menjadi sedih.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan dan Arka duduk di atas brankar.
"Baiklah, ayo tim kita mulai operasi," kata dokter Ali kepada para tim operasi yang sudah siap siaga.
Arka merebahkan tubuhnya di brangkar operasi dengan mata terpejam, air matanya mengalir dari ujung mata, menandakan betapa pedih hatinya.
Ia adalah tulang punggung keluarga di mana uang hasil kerjanya di ambil orangtuanya untuk kuliah Kakaknya hingga S1 dan membuat rumah orang tuanya.
Meskipun begitu, akhirnya ia menikah dengan istrinya yang sudah jalan 3 tahun ini.
Tapi, kebahagiaan itu hancur setelah penyakit yang telah menggerogotinya, wajahnya menjadi pucat, badannya mengurus, ia tidak setampan dulu, kulitnya mengerutkan, hingga sampai di titik saat ini, dan berakhir di meja operasi.
Dokter pun menyuntikkan obat bius, perlahan-lahan kesadaran Arka memudar dan ia hilang kesadaran.
Dokter pun mulai melakukan operasi otak kepala Arka.
Andai pun gagal, Arka tidak menyalahkan dokter dan sudah menandatangani surat perjanjian, karena kondisinya saat ini memang tidak memungkinkan untuk operasi, tapi bagi Arka yang ingin bertahan hidup, lebih baik berusaha daripada tidak sama sekali.
Lampu sorot terang menyinari kepala Arka yang terbaring tak bergerak di meja operasi. Dokter Cinta mengangkat tangan untuk memulai.
"Stadium 4, tumor sudah menjalar ke sumsum tulang belakang. Kita cuma punya satu kesempatan," katanya dengan napas pendek.
Beep... beep... beep...
Satu per satu alat dimasukkan, skalpell, forseps, laser bedah yang memancarkan cahaya merah tipis untuk memisahkan jaringan sehat dari tumor yang busuk.
"Jangan sentuh saraf optik!" teriak Dokter Ali, ahli neuro yang berdiri di sisi kiri. Satu kesalahan kecil bisa membuat pasien buta selamanya. Laser sedikit menyimpang, dan monitor tiba-tiba menunjukkan denyut jantung yang melambat.
Beep... beep...
"Pemberian obat penstabil!" Dokter Cinta memerintahkan.
Perawat segera menyuntikkan cairan ke dalam saluran darah Arka. Denyut jantung kembali normal, tapi ketegangan di ruangan makin kuat.
Mereka sudah beroperasi selama 6 jam lebih, tenaga mulai menipis, tapi tumor masih belum selesai diangkat.
"Tumor menyatu dengan saraf syaraf pusat!" teriak salah satu perawat yang memeriksa layar pemindaian.
Dokter Cinta melihat dengan mata membelalak, ia tahu apa artinya itu. Jika mereka terus memisahkan, saraf akan putus dan Arka akan lumpuh sepenuhnya. Jika berhenti, tumor akan terus tumbuh dan mematikan dalam waktu cepat.
Ia mengambil napas dalam-dalam. "Kita lanjut. Hati-hati sebaiknya."
Laser mulai bekerja lagi, tapi dalam sekejap, layar monitor menjadi merah. Denyut jantung pasien menjadi cepat sekali, lalu tiba-tiba... flatline. Suara beep yang terus-menerus berbunyi di ruangan.
"CPR sekarang!"
Tim bergerak cepat, menekan dada pasien, memberinya napas buatan. Tapi setelah 30 menit perjuangan tepatnya 7 jam masa operasi, Dokter Cinta mengangkat tangan. Matanya berkaca-kaca. "Berhenti," katanya dengan suara yang hancur. "Kita sudah kalah."
Ruangan menjadi sunyi, hanya terdengar napas pendek dari semua orang. Meja operasi yang semula menjadi tempat harapan, kini menjadi tempat kehilangan.
Arka pun di nyatakan meninggal dunia di meja operasi.
Dokter Cinta menarik nafas, sekali pun ia dokter dan biasa melihat hal ini, tapi ia tetap merasa kalah.
Dokter Cinta mereka air matanya karena kesedihan yang mendalam. Pasien bukan hanya kehilangan kehidupan, tapi juga kehilangan keluarga, ini adalah pasien yang sangat menyedihkan yang pernah ia temui.
"Pindahkan pasien ke kamar jenazah," kata Dokter Cinta terduduk lemas dan lelah, 7 jam operasi yang mereka lakukan ternyata tidak ada artinya.
...*******...
[Ting tong]
Loading...
Menemukan Tuan...
Memindai...
Pengenalan Tuan...
Memproses....
Selesai...
Mengscan tubuh Tuan...
Selesai.
Nama: Arka .
Umur: 28 tahun.
Pekerjaan: -
Jenis kelamin: Pria.
Status: Duda
Menyadarkan Tuan dari kematian...
Memproses...
Selesai.
Ting!
Tiba-tiba saja ia membuka matanya dan terkejut setelah menyadari di tempat asing.
"Di mana ini? Tempat apa ini?" tanyanya melihat sekeliling karena ada banyak pasien yang tertutup kain putih.
Ting
Mendadak kepala Arka berdenyut kuat, ia merasakan sakit kepala yang tidak pernah ia rasakan sebelum.
"Akhhhhhhh! Sakit sekali!" teriak Arka memegang kepalanya hingga tubuhnya meringkuk.
Ting!
Suara itu muncul lagi, tapi kali ini membuat sakit kepalanya perlahan menghilang.
"Eh, suara apa itu?" tanya Arka melihat kedua tangannya, lalu ia melihat sekeliling tempat ia berada sekarang.
"Tempat apa ini?" tanyanya kebingungan, ia. melihat para orang-orang di dekatnya di tutup dengan kasih putih, sama dengannya saat ini.
"Ini jangan-jangan... "
WELLCOME
[Selamat datang di system teknologi canggih, System Medis super. Anda akan menjadi Tuan dari system ini, Anda mendapatkan keahlian pengobatan. System akan membantu Anda menjadi dokter terhebat]
"Menjadi Dokter terhebat? Terhebat seperti apa?" tanya Arka sedikit takut, ia berputar-putar untuk mencari keberadaan sistem tersebut. Ia tidak bisa melihat siapa pun, tetapi suara itu terus berbicara kepadanya.
[Menjadi dokter hebat di masa depan, yang banyak menyelamatkan nyawa orang banyak]
Arka merasa seperti sedang bermimpi, rasanya itu tidak akan terjadi. "Ti-tidak mungkin! Aku... aku adalah orang biasa, yang bahkan tidak pernah belajar ilmu kedokteran sedikit pun. Bagaimana aku bisa jadi dokter hebat?" tanya Arka dengan kebingungan.
[Tidak perlu khawatir, sistem akan membantu Anda mencapai tujuan Anda. Anda hanya perlu mengikuti instruksi yang diberikan]
"Siapa kamu sebenarnya?! Ada di mana kamu?!" teriak Arka lagi.
[Saya adalah sistem teknologi canggih. Saya ada di dalam tubuh Anda, silakan sentuh layar di depan Anda, jika Anda setuju untuk menjadi bagian dari sistem, maka sentuh tulisan [ya] untuk menerimanya]
Arka masih bingung dengan apa yang terjadi, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa dan juga tak bisa kemana-mana.
Tiba-tiba, sebuah layar muncul di depannya, dengan tulisan
[Apakah Anda menerima sistem menjadi bagian dari Anda? Klik [Ya] jika Anda setuju].
Arka melihat ada dua pilihan, Ya dan Tidak. Ia merasa ragu-ragu, tetapi kemudian ia memutuskan untuk menyentuh tulisan Ya.
Saat ia menyentuh tulisan Ya, sebuah cahaya terang muncul di sekitarnya. Ia merasa seperti sedang mengalami perubahan yang besar.
[Selamat, Anda telah menjadi bagian dari sistem. Sistem akan membantu Anda mencapai tujuan Anda]
Arka merasa seperti sedang berada di dalam suatu dunia baru, yang tidak pernah ia alami sebelumnya.
Ting!
[Hadiah perkenalan]
[Saldo 1.000.000]
[Obat penyembuhan kanker otak 10%]
[Insting penyembuhan:1%]
[Pendeteksi penyakit:1%]
[Kecerdasan:1%]
[Keberanian:1%]
[Keterampilan Tindakan:1%]
[Pengendali Energi:1%]
[Pengetahuan ramuan/obat-obatan:1%]
[Ketahan Mental:1%]
[Energi tubuh: 0%]
[Poin:1000]
[Level 1]