NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:225.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alitha Fransisca

Livia, menjalani kehidupan yang penuh derita sejak kecelakaan yang menimpanya. Wajahnya rusak dan menyeramkan membuat gadis itu dijauhi. Di bully oleh teman-teman sekolahnya yang karena hasutan saudari tirinya.

Tak hanya itu, Livia harus menghadapi kenyataan ayahnya meninggal terbunuh dalam kerusuhan di perusahaannya. Seluruh harta kekayaan ayahnya diwariskan kepada Livia, putri satu-satunya. Membuat Shanty, sang ibu tiri gelap mata dan merencanakan pembunuhan Livia. Livia di dorong dari pinggir jurang. Shanty Rahayu bebas menguasai kekayaan almarhum suaminya.

Bagaimana nasib Livia? Berhasilkah dia selamat atau kali ini yang jahat yang jadi pemenang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alitha Fransisca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 ~ Curhat ~

Ezra mengantar Radian ke hotel tempat dia menginap. Laki-laki itu mengamati hotel yang dipilih laki-laki utusan ayahnya itu. Ternyata Radian memilih hotel yang sangat sederhana.

"Kenapa tidak memilih hotel yang lebih baik, bukankah akan di reimburse kantor?" tanya Ezra.

"Maaf Ezra, hanya ini kemampuanku, ini saja sudah menghabiskan simpananku. Aku ini tidak punya apa-apa Ezra," jelas Radian jujur dan dengan suara yang semakin pelan.

"Harusnya Daddy memberimu ongkos, juga untuk akomodasi dan konsumsi," ucap Ezra.

"Sudah Ezra, tentu Tuan Adam sudah memberikannya tapi tugasku di sini benar-benar tak tahu kapan akan berakhir. Untuk itu aku pikir, aku harus berhemat," jawab Radian.

Ezra termenung mendengar penjelasan Radian. Ternyata semua kesulitan Radian tergantung padanya.

"Kalau begitu aku akan menyampaikan keputusanku dalam dua hari ini agar kamu tidak luntang lantung di negera ini," ucap Ezra lalu tertawa.

Radian juga ikut tertawa, ada rasa lega karena Ezra ternyata peduli pada situasinya, dengan keuangan yang sangat minim. Namun laki-laki itu juga getar getir apakah tugasnya ini akan berhasil atau gagal tak membawa hasil seperti yang diinginkan Tn. Adam.

"Kalau bisa keputusanmu tidak membuat perjalananku ke sini menjadi sia-sia," ucap Radian sambil tersenyum ragu-ragu.

Ezra tertawa, ada rasa simpati muncul dalam diri Ezra terhadap Radian. Laki-laki itu, penasaran dengan laki-laki yang menurutnya tak pantas memiliki kehidupan yang prihatin. Ezra ingin lebih mengenal Radian lebih dekat lagi.

"Aku bilang akan memberi keputusan dalam dua hari dan semua itu tergantung dengan apa yang bisa kamu lakukan besok. Aku mengundangmu untuk menginap di apartemenku. Kita berbincang-bincang sepanjang malam, jadi sebaiknya besok kamu langsung check out dari hotel ini, Ok!" jelas Ezra.

"Baiklah Ezra, aku ikut ucapanmu. Besok aku akan ke apartemenmu, kita akan ngobrol semalaman dan kalau bisa keputusan yang diberikan paginya sesuai dengan yang kami harapkan," ucap Radian.

"Ok, aku setuju," jawab Ezra sambil tersenyum dan menepuk pundak laki-laki yang selalu tertunduk di hadapannya itu.

Ezra pun pamit kembali ke apartemennya. Laki-laki itu tersenyum di sepanjang langkahnya. Seperti seorang yang sedang jatuh cinta. Laki-laki itu penasaran dan ingin segera bertemu lagi dengan Radian.

Aku suka laki-laki itu, aku akan jadikan dia personal assistant-ku di perusahaan Daddy, batin Ezra telah memutuskan untuk kembali pulang ke tanah air.

Keesokan harinya, Radian benar-benar check out dari hotel dan datang ke apartemen Ezra. Begitu mendapat perintah dari Ezra untuk datang ke apartemennya, Radian yang telah siap mengemas pakaiannya langsung berangkat. Laki-laki itu bergerak cepat tak mau putra atasannya itu menilai dirinya orang yang tak siap di segala situasi.

Ezra membuka pintu apartemen mewah miliknya, mempersilahkan Radian masuk. Ezra menunjuk sebuah kamar agar laki-laki itu bisa menaruh kopernya di sana. Ezra mengajak Radian duduk di mini bar yang tersedia di apartemennya itu. Laki-laki itu ingin langsung berbincang dengan Radian.

"Kamu tidak merindukan keluargamu?" tanya Ezra.

"Maksudmu istri dan anakku?" tanya Radian.

"Ya, istri dan anakmu. Ini pertama kalinya kalian berpisah jauh bukan?" tanya Ezra.

Wajah Radian langsung berubah murung.

"Kenapa? Apa yang terjadi? Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Ezra penasaran melihat ekspresi Radian.

"Aku berpisah dengannya bukan karena datang ke sini, tapi karena hal lain. Kami telah berpisah sebelumnya karena satu hal, masalah yang sangat sulit untuk kami atasi. Berdiri antara bahagia dan sedih menghadapi satu kenyataan," jelas Radian.

"Sepertinya sangat berat, lebih berat dari masalah yang aku hadapi dengan keluargaku," ucap Ezra ikut bersimpati.

Radian tersenyum, sebenarnya tak ingin atasannya itu tahu tapi karena terlanjur di tanyakan akhirnya Radian bercerita meski hanya sedikit.

"Apa penyebab perpisahan kalian, apa karena bangkrut? Dia tidak tahan hidup susah?" tanya Ezra justru penasaran.

"Bukan itu, semuanya tersangkut dengan masa lalu. Dia adalah gadis yang diam-diam aku cintai karena simpati pada penderitaannya. Aku mendengar, menyaksikan sendiri kekerasan yang dialaminya tapi tak berbuat apa-apa. Awalnya aku benar-benar tidak peduli padanya tapi suatu saat dia berterima kasih padaku karena aku menghentikan kekerasan yang dilakukan keluargaku padanya. Seumur hidup, baru itu ada orang yang berterima kasih padaku. Aku … tersenyum semalaman bahkan tak ingat lagi wajahnya yang memar karena perlakuan keluarga ku padanya. Dia ..." jelas Radian.

"Tunggu … tunggu … tunggu, dia pembantu di rumahmu? Kamu jatuh cinta pada pembantu?" tanya Ezra.

"Bukan! Dia adalah adik tiriku. Tapi sejak kematian ayah kandungnya dia hidup menderita bersama keluargaku. Bisa dibilang dia diperlakukan seperti seorang pembantu. Mendapat perlakuan yang buruk hampir setiap hari tapi dia tetap bertahan. Mengingat itu, aku menyesal karena selama ini tidak peduli padanya. Hingga suatu saat dia menghilang, gadis yang membuat hatiku berbunga-bunga hanya karena sebuah ucapan terima kasih itu, dinyatakan bunuh diri," jelas Radian.

"Oh tragis sekali," ucap Ezra. Radian mengangguk.

"Aku menyesal bahkan berjanji tak akan pernah jatuh cinta lagi. Tapi tiba-tiba dia muncul dengan wajah yang berbeda. Hingga kami sekeluarga tidak mengenalinya. Dia kembali membuatku jatuh cinta, hingga akhirnya aku menikahinya. Tanpa kami ketahui dia kembali untuk membalas dendam terhadap kami, merebut kembali semua harta milik ayahnya. Aku tidak masalah jika dia mengambil kembali semua harta milik ayahnya, tapi berpura-pura mencintaiku hingga menikah dneganku. Itu yang sulit aku terima," jelas Radian sambil menitikkan air mata.

Ezra menuangkan minuman untuk laki-laki yang sedang bersedih itu.

"Perempuan seperti itu jangan kamu tangisi. Dia sudah menipumu, jadi lupakanlah dia. Kamu lak-laki yang tampan sangat mudah bagimu untuk mencari penggantinya," hibur Ezra.

"Itulah masalahnya, seperti apa pun aku menyesali masalah kami seperti apa pun aku membencinya. Aku masih tetap mencintainya, aku masih tak bisa menghilangkan perasaan cintaku padanya. Aku terlalu mencintainya, sangat mencintainya dalam bentuk apa pun. Saat dulu sebelum dia menghilang atau bahkan saat dia kembali. Dia membuatku jatuh kembali padanya," jelas Radian akhirnya tertunduk menangis.

Ezra kembali menuang minuman untuk Radian. Laki-laki itu meminumnya dalam sekali teguk. Radian sangat sedih dan kesedihannya itu tak pernah dibaginya dengan siapa pun selama ini bahkan dengan keluarganya. Tapi dengan Ezra entah mengapa bisa mengalir begitu saja. Radian sedih bercampur lega kesedihannya akhirnya bisa diungkapkannya.

"Aku sangat ingin membencinya tapi aku tidak bisa, aku terlalu mencintainya," ucap Radian akhirnya terisak-isak.

"Maaf Ezra, aku justru mencurahkan isi hatiku padamu. Padahal harusnya aku yang mendengarkan keluh kesahmu, tapi justru membuatmu mendengar ceritaku, maaf ... aku sungguh minta maaf," jelas Radian.

"Tidak apa-apa! Tenang saja kita masih punya banyak waktu semalaman," jawab Ezra sambil meneguk minuman mahal miliknya.

"Baiklah sekarang giliran aku yang mendengarkan keluh kesahmu," ucap Radian sambil tersenyum dengan air mata yang masih mengalir di sudut matanya.

"Aku jadi tidak enak hati," ucap Ezra.

"Tak apa-apa serahkan bebanmu padaku karena aku telah menyerahkan sebagian beban yang kusimpan selama ini padamu. Meski tidak melakukan apa-apa, hanya sekedar bicara tapi percayalah, aku merasa bebanku berkurang banyak. Percayalah!" ucap Radian memberi semangat pada calon atasannya itu untuk bercerita.

Ezra tertawa, entah kenapa begitu bertemu dengan Radian. Mereka jadi ingin bertukar pikiran. Radian membawa suasana seorang sahabat bukan seorang bawahan. Dan Ezra yang selama ini tinggal seorang diri tak mudah membuka diri pada orang lain.

Namun kali ini dia merasa percaya pada Radian. Percaya laki-laki itu bisa menjadi tempat bertukar pikiran. Percaya laki-laki itu bisa menjadi tempat mencurahkan isi hati karena kepedulian Radian pada ayahnya.

"Semua itu berawal dari saat aku jatuh cinta dengan seorang gadis yang bernama Livia … "

"Siapa?" 

"Livia," ucap Ezra sekali lagi.

Radian tercenung, mendengar nama gadis yang dicintainya itu disebut oleh calon atasannya. Hatinya bergetar, namun Radian segera menenangkan diri, mencoba untuk mengelak dari prasangkanya.

Gadis bernama Livia bukan cuma dia seorang, aku tak boleh terpengaruh karena nama mereka yang sama. Aku mencintai Livia, dia juga mencintai Livia, batin Radian.

Radian pun menyiapkan mental untuk mendengarkan cerita Ezra. Meski merasa terganggu oleh nama yang disebut laki-laki itu, tapi Radian ingin laki-laki itu percaya padanya hingga mau mencurahkan isi hatinya dan berhasil membujuknya pulang ke Indonesia.

...~  Bersambung  ~...

1
Inyoman Raka
kalu begini mah tak akan menyelesaikan apa apa
Inyoman Raka
poligam laki laki
Inyoman Raka
kasi tau dong siap yg ngebulli livia pada suaminya
Inyoman Raka
janganlah terlalu panjang ngulangnya thor,
Inyoman Raka
wanita yg cengeng padahal ada dwndam sama mertua
Inyoman Raka
ach lwmah hatimu
Inyoman Raka
dendam harus dijalankan sama cal. mertua
Inyoman Raka
kirain mau balas dendam sama ibu tirinya
Lilik Juhariah
gk ada perempuan lain kah, Ezra sukanya ambil sisa perempuan yg cinta Ama radian
May Tanty
Mampir ikutan baca kayak nya serru cerita nya
Lilik Juhariah
novel ini bagus banget, tapi gk suka pasti dicrita semua novel mabuk halusinasi zina sama orang
Titik Novrianti
sesuatu yang di dapat dengan cara tidak baik akan berakhir juga dengan tidak baik
Lilik Juhariah
novel ini bagus banget alurnya dan susunan katanya pas
Tua Jemima
perempuan murahan kmu leana masih aja baik sama ezra udh tau dia pernsh melecehkn dia dadar gatel kmu leana
Tua Jemima
taek bau taek certanya ini pantas sedikit yg kadih jwmpol
Tua Jemima
makin ngelantur aja certax ini meleceng dri judul
Tua Jemima
cerita taik pabtas dikit yg ksih jempol
Tua Jemima
certa taik
Tua Jemima
certa taik dibolak balik ada aja maslh tetus cpek bcanya maslh terus
Tua Jemima
cerita taik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!