Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3 Bicara tentang lamaran
Pelan-pelan Aliya mendekat dari arah belakang Banyu dan HAP......., Aliya menutup mata Banyu dengan kedua tanganya. Banyu meraba tangan yang menutupi pandanganya dan tidak perlu lama Banyu sudah bisa menebak!.
" Aliya.......Sayang kamu kan." Sambil mencoba melepaskan kedua tanganya .
" Kuk kamu tau sih.....padahal aku udah pelan-pelan lho...." Aliya lalu duduk disamping Banyu.
" Kuk kamu disini ini udah malem banget lho acaranya udah selesai?"
" Belum sih, ku bt gak ada kamu disana Sayang ."
" Hey..... kan ada temen-temen kamu disana, kalau aku bisa pasti aku dateng temenin kamu, terus ngapain kamu disini coba ini sudah malam."
Dan disela mereka ngobrol pesanan kopi dan nasi goreng pun sudah disajikan dimeja. Banyu bertanya pada Aliya apa dia sudah makan, dan ternyata belum makan Aliya sampai tidak sempat menikmati jamuan makannya tadi. Banyu pun menyuapi Aliya sambil dia makan sendiri, malam itu berakhir dengan sepiring nasi goreng berdua dengan 2 telur mata sapi dan secangkir kopi.
" Sayang pulang ya aku gak bisa lama-lama disini ada banyak pasien , besok kita ketemu lagi aku jemput kamu deh, siangan kita makan siang ditempat biasa."
" Oke deh beneran ya jemput aku tepat waktu besok aku tunggu dirumah ."
" Ya udah aku anter ke parkiran ya, hati-hati nyetirnya kalau udah sampai rumah kasih kabar ya."
Dan Banyu mengantar Aliya sampai kemobil dan mendaratkan ciuman kecil di dahi Aliya. Setelah Aliya pergi Banyu segera kembali ke IGD. Dan untungnya semua pasien dalam keadaan aman terkendali, sampai pagi tidak ada pasien yang datang lagi, dan tiba saatnya berganti jaga dengan rekan Banyu.
Pagi hari setelah semua tugas di ruma sakit selesai Banyu segera pulang untuk istirahat sebentar memejamkan mata dan mengobati lelahnya yang hampir semalaman terjaga karena banyak pasien.
Sementara itu ibu tengah sibuk menyiapkan masakan kesukaan Banyu yaitu soup buntut dan juga sambal bawang dan juga perkedel kentang.
Sementara Ayah Banyu sudah sejak pagi pergi mengajar disekolah. Ayah Banyu adalah seorang guru disebuah SMP Swasta ternama dikota itu. Jadi setiap hari beliau selalu berangkat bekerja pagi-pagi sekali.
Menjelang siang semua makanan sudah tersaji dimeja makan dengan rapi, Banyu bangun karena mencium wanginya masakan Ibu nya yang tiada tandingannya. Bergegas ia menuju meja makan dan benar saja melihatnya saja Banyu sudah lapar dan segera ingin makan. Tak menunggu lama Ibu datang dan membawakan piring untuk anak laki-lakinya. Dan segera menyendokan nasi panas untuknya. Dan juga mengambilkan sayur dan juga lauk dipiring.
" Wah.....Ibu tau aja kalau Banyu udah lapar, semalam Banyu makan cuma sedikit Bu dan banyak sekali pasien tadi malam."
" Iyalah Banyu Ibu khusus masak ini buat kamu oiya, Ibu juga sudah siapkan buat Aliya nanti kamu ketemukan dengan Aliya sekalian kamu kasih ke Aliya ya."
" Ibuk tau aja pasti Aliya senang dan kegirangan dikirimin masakan ibu."
" Biar dia hitung-hitung hadiah dari Ibu karena dia sudah wisuda kemarin, kemarin gimana acaranya lancar kan?, kapan kira-kira kamu mau melamar Aliya kalian sudah cukup lama lho takutnya n̈anti kalau kelamaan banyak gangguan sebaiknya kalau punya niat baik disegerakan, kamu juga sudah bekerja kalau masalah rumah kan nanti bisa sambil jalan iya kan."
Mendadak Banyu menghentikan makanya yang tadinya lahap jadi tidak berselera. Sebenarnya apa yang dikatakan ibunya banyak benarnya tapi jika memikirkan syarat dari orang tua Aliya rasanya hal itu masih lama bisa terwujud. Sambil melanjukan makanya banyu menjawab dengan sedikit menghela nafas.
" Doain ya Bu kerjaan Banyu lancar ambil specialisnya lancar dan cepat selesai supaya banyu bisa segera menata hidup bersama Aliya."
" Banyu kalau tunggu kamu selesai specialis apa tidak terlalu lama nak, sekarang saja kamu baru mulai apa Aliya gak papa?"
" Justru Aliya gak masalah kuk bu, dia juga mau kerja dulu sepertinya atau mau ambil S2 mungkin ."
" Oh kalau Bapak dan Ibu sih mendukung apapun yang terbaik untuk kalian cuma Bapak dan Ibuk pikir kalian sudah lama bersama jadi alangkah lebih baik jika niat baik kalian segera diwujudkan."
" Nanti coba Banyu bicarakan ke Aliya ya Bu rencana kita kedepan seperti apa, Banyu udah selesai makannya bu, mau mandi dan siap-siap sholat lalu mau keluar ada janji sama Aliya, takut telat nanti Aliya menunggu terlalu lama."
Dirumah Aliya tengah bersiap seperti biasa dia selalu tampil maksimal kali ini Aliya memilih menggunakan celana jeans dan atasan tanpa lengan juga sepatu flet warna senada dengan bajunya.
Sambil menunggu jemputan Aliya sambil mendengarkan musik di kamarnya dan juga makeup dan merapikan rambutnya. Tiba-tiba Mama Aliya masuk kedalam kamarnya. Dan mematikan musik yang diputar Aliya. Tentu saja Aliya terkejut dengan Mamanya yang sudah memasang muka tidak menyenangkan. Aliya berpikir pasti gara-gara ulahnya semalam yang pergi meninggalkan jamuan makan.
" Aliya duduk disini Mama mau bicara."
Dengan terpaksa Aliya menuruti kata Mamanya.
" Ada apa sih Ma, Aliya mau keluar sebentar lagi dijemput."
Dengan nada ketus Mama menjawab.
" Dijemput dokter miskin itu lagi."
" Mama kuk gitu sih, walau keluarga Banyu itu sederhana tapi Banyu itu pekerja keras Ma, suatu saat pasti dia bisa berhasil dan tanpa jadi kaya pun dia sudah sangat bisa bikin Aliya bahagia."
" Justru karena Papa dan Mama mau kamu bahagia makanya Mama dan Papa mau kamu sadar, kemarin ini kami biarkan saja karena kami anggap kalian berteman biasa aja tapi untuk menjadi suami kamu dan menantu di keluarga ini tunggu dulu, syarat-syarat dari Papa dan Mama harus dia penuhi dulu, sepertinya tidak mungkin bisa makanya kamu jangan terlalu berharap."
" Mama ini bicara apa sih, Aliya gak ngerti udah Aliya gak mau bicara ini lagi nanti saja sekarang Aliya udah dijemput, Mama gak usah keluar karena Aliya langsung berangkat."
" Aliya kita belum selesai bicara ya."
" Aliya janji nanti kita bicaranya Ma setelah Aliya pulang nanti kita bicara lagi."
Aliya bergegas turun dan keluar untuk menemui Banyu yang sudah menunggu di depan gerbang rumahnya yang besar dan mewah. Satpam sudah membukakan pintu untuk Banyu tapi, Aliya sudah keluar dan langsung masuk kedalam mobil sebelum Banyu turun.
" Sayang kita langsung pergi aja ya aku udah bilang kuk ke Mama jadi kamu gak usah turun dan pamit ke Mama yuk jalan aku udah lapar sengaja banget gak sarapan."
Banyu menurut saja dan langsung melajukan mobilnya, di mobil gak seperti biasanya mereka banyak diam. Aliya yang masih bete dengan Mamanya dan Banyu yang memikirkan kata-kata ibunya.
Bersambung dulu ya.....lanjut besok jangan lupa semangatin aku dengan like dan tinggalkan tulisan di kolam komentar terima kasih.