NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: MALL

Di sebuah tempat asing yang sangat indah dan dipenuhi oleh hamparan bunga, Naya duduk diam di sebuah kursi kayu. Matanya memandang takjub pada padang rumput yang hijau di bawah sebuah pohon besar nan rindang. Tepat di depannya, terbentang sebuah danau biru yang permukaannya tampak sangat tenang.

Sampai sebuah suara lembut tiba-tiba mengagetkannya.

"Hai, Cil," ucap suara itu menyapa Kanaya.

Kanaya yang mendengar seseorang menegurnya pun langsung menoleh ke arah sumber suara. Kedua alisnya bertautan dengan dahi mengernyit saat menatap sosok di depannya. Gadis itu... memiliki wajah yang sangat mirip dengannya. Bagai bercermin!

"Hai, Kakak cantik," jawab Kanaya refleks sembari memamerkan senyum manisnya.

Gadis yang berdiri di depan Kanaya itu tersenyum tulus, walau matanya menyiratkan kesedihan. "Makasih sudah kembali ke Mommy dan Daddy, Adek kecilnya Kakak."

Perempuan yang berada di depan Kanaya itu tak lain adalah jiwa Anaya sendiri.

Kanaya yang tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh sosok yang mirip dirinya itu lantas memiringkan kepalanya ke samping, tampak berpikir lucu. Bahkan jiwa Anaya di depannya sampai dibuat gemas melihat tingkah polos itu.

"Naya kembali ke Mommy dan Daddy?" sambung Kanaya penuh tanya.

"Iya, Anak manis. Kakak adalah kembaranmu. Kita terpisah di masa lalu karena orang jahat itu. Bahkan Mommy dan Daddy tidak pernah tahu kalau aku sebenarnya memiliki seorang adik kembar," ucap Anaya dengan nada suara yang lirih.

Kanaya merasa ada hal yang aneh. "Naya kembaran Kakak? Maksudnya, Naya ini adiknya Kakak dan Abang? Anak kandung Mommy dan Daddy?"

Naya diam sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya dengan raut wajah sedih. "Tapi... tapi Naya punya Ayah dan Bunda di kampung, Kak. Naya juga sangat disayang di sana, tapi Ayah dan Bunda Naya sudah pergi ke surga."

"Kenapa Kakak pergi juga? Kenapa sekarang malah Naya yang ada di dalam badan Kakak?" tanyanya lagi, didera rasa ingin tahu yang besar.

"Masa hidup Kakak di dunia sudah habis, Dek. Sekarang giliran Adek yang hidup bersama Mommy, Daddy, dan Abang Arka. Tolong jaga dan sayangi mereka, ya? Jangan pernah sakiti mereka seperti Kakak menyakiti mereka dulu," ucap Anaya penuh permohonan kepada adik kembarnya itu.

"Eumm! Naya janji sama Kakak!" ucap Kanaya dengan mata bulatnya yang memancarkan keyakinan penuh.

"Ya sudah, Kakak pergi dulu, ya. Jaga diri baik-baik jika kamu sudah mulai masuk sekolah nanti di, ya Dek. Kakak sangat menyayangimu," ucap Anaya sebelum tubuhnya perlahan memudar dan menghilang ditelan oleh cahaya putih yang terang.

Kanaya yang melihat itu seketika panik dan berteriak, "Kakak, jangan tinggalin Naya!"

"Kakak, jangan tinggalin Naya!"

Di kamar sebelah, Arka yang belum tidur dan mendengar sayup-sayup suara adiknya memanggil kata 'Kakak' seketika langsung beranjak dari kasur. Dengan langkah tergesa, ia menuju kamar adiknya. Begitu pintu kamar terbuka, ia melihat Naya sedang tidur dengan sangat gelisah, tubuhnya bergerak resah dengan air mata yang sudah membanjiri pipi bulatnya.

‘Entah siapa yang ada di dalam mimpi Naya sampai dia menangis ketakutan seperti ini,’ pikir Arka cemas.

"Dek... Princess sayang, ayo bangun," ucap Arka pelan sembari menepuk-nepuk lembut pipi tembam adiknya agar tersadar dari mimpi buruknya.

Setelah beberapa kali percobaan, Naya akhirnya membuka mata bulatnya. Begitu melihat sosok Arka di depannya, ia langsung menghambur dan memeluk erat leher sang abang sambil menangis histeris. Arka yang masih kebingungan lantas hanya bisa mendekap erat tubuh adiknya yang gemetar, membisikkan kata-kata penenang agar sang princess kembali tenang.

(Wahhh! Apa nih maksudnya kembaran? Apakah Kanaya dan Anaya beneran kakak-adik kandung yang terpisah dari bayi? Entahlah, biar nggak pusing kita lanjut dulu aja jalan ceritanya, wkwkwk!)

Setelah beberapa saat ditenangkan, tangis Naya mulai mereda. Ia akhirnya kembali tertidur pulas akibat kelelahan menangis. Arka yang memastikan adiknya tidak demam pun akhirnya menghela napas lega, lalu melangkah kembali ke dalam kamarnya sendiri.

...****************...

Sementara itu, di belahan dunia lain, tepatnya di kota London.

Beberapa laki-laki muda misterius bertubuh tegap tampak sedang berkumpul di sebuah ruangan bernuansa elegan. Di atas meja jati besar di hadapan mereka, sebuah tablet digital menampilkan foto-foto terbaru Naya yang dikirimkan oleh kepala pelayan mansion Wicaksono di Indonesia.

"Lihat ini," ucap salah satu pemuda berambut hitam legam dengan senyuman tipis di bibirnya. "Pelayan bilang, setelah koma, princess kecil kita melupakan semua ingatannya. Dia sekarang berubah menjadi gadis manis yang ceria dan suka tersenyum."

Pemuda lain di sebelahnya terkekeh rendah, menyandarkan punggungnya ke kursi kulit mewah.

Aura kepemimpinan terpancar kuat dari tatapan matanya.

Mereka semua adalah sepupu-sepupu kandung Anaya dari ayahnya yang sangat terpandang dan kaya raya. Selama ini mereka menempuh pendidikan di London, namun kabar kesembuhan sang adik sepupu terkecil langsung memicu insting protektif mereka yang sempat terpendam.

"Rencana kepulangan sudah siap?" tanya pemuda ketiga yang sejak tadi sibuk memeriksa dokumen penerbangan.

"Sudah. Kita akan kembali ke Indonesia minggu depan secara diam-diam. Jangan beri tahu Om Hendra, Tante Siska, apalagi si Arka. Kita buat kejutan besar," putus sang sepupu tertua dengan binar mata penuh rencana. Mereka semua sudah tidak sabar untuk pulang dan memonopoli keimutan Naya secara langsung.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan paginya di mansion Wicaksono, suasana rumah sudah mendadak heboh sejak matahari baru saja terbit. Hal itu dikarenakan Naya yang terus-menerus merengek, meminta agar seluruh keluarga segera berangkat ke mall setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi.

Naya bahkan sudah mengenakan pakaian perginya dengan sangat rapi—gaun terusan selutut berwarna kuning cerah dengan tas selempang kecil berbentuk kepala beruang. Ia terus berjalan mondar-mandir di dekat meja makan dengan wajah cemberut.

"Cil, mana ada mall yang sudah buka jam delapan pagi, sih?" ucap Arka gemas, menghentikan langkah adiknya dengan memegang kedua pundak kecil Naya dari belakang.

"Tapi Naya sudah siap, Abang! Naya mau beli buku gambar, pensil warna, sama tas sekolah baru!" protes Naya dengan memanyunkan bibirnya hingga maju beberapa sentimeter.

"Memang mall itu bukanya jam berapa sih, Mommy?" tanya Naya polos, kini beralih menoleh ke arah ibunya yang sedang merapikan piring sarapan.

Mommy Siska yang sedari tadi mendengar rengekan antusias dari anaknya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala heran. Sikap Naya yang tidak sabaran ini benar-benar menggemaskan.

"Jam sepuluh, Princess. Ini masih terlalu pagi untuk pergi ke mall, karena pintu gerbangnya pasti belum dibuka. Kalau kita ke sana sekarang, kita cuma bisa berdiri di depan parkiran bersama satpam," jawab Mommy Siska dengan sangat sabar sembari mengusap rambut cokelat putrinya yang halus.

Naya mengembuskan napas pasrah, bahunya merosot lemas. "Yah... masih lama sekali," cicitnya sedih.

Daddy Hendra yang melihat wajah lesu putrinya langsung melipat koran paginya dan terkekeh. "Sambil menunggu dua jam lagi, bagaimana kalau Naya bantu Daddy menyiram bunga di taman depan? Setelah itu kita langsung berangkat."

Mendengar tawaran sang ayah, binar bahagia langsung kembali menghiasi mata bulat Naya. "Mau, Daddy! Ayo kita siram bunga!" serunya riang, melupakan kesedihannya dan langsung menarik tangan sang Daddy menuju halaman depan.

Arka dan Mommy Siska yang melihat itu hanya bisa tersenyum hangat. Mereka harus bersiap-siap, karena hari Minggu ini akan menjadi hari belanja paling heboh sepanjang sejarah keluarga Wicaksono demi memenuhi segala kebutuhan sekolah Naya.

Setelah melewati drama pagi yang panjang, akhirnya waktu yang dinanti tiba. Mereka sekeluarga bertolak menuju salah satu mall terbesar di Jakarta. Begitu menginjakkan kaki di dalam gedung yang sangat megah dan luas itu, antusiasme Naya yang rindu suasana luar setelah sekian lama berada di mansion langsung melonjak drastis. Gadis polos itu tidak bisa diam, matanya berbinar ceria dan ia begitu aktif berjalan kesana kemari.

"Mommy, ayo beli buku!" serunya riang lalu dengan erat menggandeng tangan sang Mommy.

Arka dan Daddy Hendra yang melihat betapa gembiranya Naya hanya karena diajak ke mall pun tidak bisa menahan senyuman mereka. Kebahagiaan sederhana yang terpancar dari mata bulat Naya menular begitu cepat kepada mereka.

Setelah menyelesaikan urusan di toko alat tulis, akhirnya mereka beralih mendatangi sebuah toko pakaian bermerek yang sangat terkenal untuk membelikan baju baru bagi sang princess.

"Mommy, look! Ini cantik sekali, Mommy," tunjuk Naya pada sebuah dress floral manis berwarna baby blueyang memang sangat cocok saat dipakai oleh raga Naya.

"Ambil, Sayang. Kita beli yang itu juga. Pilih saja yang kamu suka, Sayang," ucap sang Daddy memanjakan putrinya tanpa ragu.

Naya yang kesenangan pun langsung berseru riang. "Yeyyyyy! Thank you, Daddy! Sayang Daddy banyak-banyak!" serunya tulus.

"Daddy aja nih yang disayang? Mommy sama Abang gak disayang?" celetuk Arka tiba-tiba dengan memasang wajah yang dibuat sesedih mungkin, berpura-pura kecewa.

(Alay dan lebay juga ya si Arka ini kalau di depan adiknya, wkwkwk!)

Karena merasa bersalah telah melupakan abang dan ibunya, mata bulat Naya mendadak berkaca-kaca. Ia mengira abangnya benar-benar sedih.

"Sorry..." cicit Naya pelan. Ia melanjutkan kalimatnya dengan nada suara yang bergetar menahan tangis yang hampir pecah. "Nay... Nay sayang Mommy dan Abang juga," ucapnya lagi, dan setetes air mata bening akhirnya lolos membasahi pipi gembulnya yang merona.

“Abang seneng banget sih godain adiknya” seru siska yang gemas dengan anak sulungnya karna sering menjahili si bungsu yang berujung pada tangisan.

Arka yang melihat adiknya hendak menangis betulan langsung panik. Dengan cepat, ia memeluk tubuh mungil adiknya dengan sangat lembut. "Abang cuma bercanda, Sayang. Abang tahu kok Naya sayang sama Abang," ucap Arka menenangkan.

Mendengar itu, seketika mood Naya langsung naik kembali dalam hitungan detik. Ia tersenyum lebar sembari jemari mungilnya mengusap sisa air mata yang akan meluncur bebas.

Tingkah ajaib dari nona kecil di depan mereka ini tak ayal membuat beberapa karyawan toko pakaian yang berjaga di sana ikut tersenyum gemas.

Naya kemudian kembali berlari kecil mengelilingi area toko untuk mencari pakaian yang ia inginkan. Sampai akhirnya, mata bulatnya menangkap sebuah hoodie tebal berwarna putih bersih dengan gambar teddy bearbesar yang menggemaskan di bagian depannya.

Tanpan berpikir panjang, Naya langsung mengambil dua potong hoodie tersebut sekaligus; satu ukuran besar untuk abangnya dan satu ukuran kecil untuk dirinya.

(Iya, Guys! Si dedek gemas alias degem kita ini ternyata sengaja mencari baju couple biar bisa kembaran sama abang tercintanya, wkwkwk!)

"Abang, ini untuk Abang! Biar samaan sama Nay, xixi," cicit Naya riang sembari menyodorkan hoodie ukuran besar itu tepat di depan dada Arka.

Wajah Arka seketika memerah padam karena terlalu senang mendapatkan perlakuan semanis ini dari adiknya.

Namun, di tengah suasana hangat dan penuh tawa di dalam toko pakaian mewah itu, anaya menangkap sosok yang beberapa hari lalu ia kenal. Matanya yang bulat itu lantas memperhatikan pemuda tinggi yang sangat familiar di matanya.

“Abang Dev” seru anaya riang

Devan yang mendengar suara yang familiar pun menoleh ke sumber suara, Ia melihat bocil imut itu lagi. Ahh rasanya matanya enggan berpaling dari miniatur imut itu.

Ya, pemuda itu adalah devan yang tak lain teman abangnya arka. Devan yang awalnya berniat menemani ibunya belanja, malah bertemu keluarka temannya secara tak terduga.

Tatapannya tak lepas dari sosok Naya yang sedang memeluk hoodie beruang putih dengan senyuman paling tulus yang pernah ada di dunia, langkah kaki Devan seketika langsung terkunci di tempat. Pandangan elangnya menatap lurus ke arah mata bulat Naya yang juga sedang mengerjap polos menatapnya.

Aw aw— apakah ini yang dinamakan jatuh cinta xixixi. Pesona degem meluber guyss

...****************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB TUJUH..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP JAM 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
Opacraphile
clara kayaknya gak ada kapoknya deh, udah si disiksa aja. gemes bener😡
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
Opacraphile
mulai ada musuh bermuncula, lanjut thorr💪
Sandhyaruntala: Tunggu bab selanjutnya ya guys🔥🫶
total 1 replies
partini
udah muncul ini yg ga suka
Sandhyaruntala: Nanti makin seruuu, tungguin aja kak🥰
BTW aku ada tulis judul baru loh tentang pembalasan, yuk mampir kak dijamin makin banyak keselnya🔥🫶
total 1 replies
Sandhyaruntala
Namanya juga nanay 🥰, kelakuannya diluar nurul 😭
Opacraphile
the real bocil kematian🤣
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Sandhyaruntala
Guysss FYI, sedikit lagi memasuki babak seruu loh, stay tune bareng degem yaa🫶🔥
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰

HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜
aku
lah lah 🤔 terulang apa gmn ini 🤔
Opacraphile: no no kaka, itu karna kedatangan sepupu tamvan itulah yang buat mereka histeris hehe
total 1 replies
partini
ini gimana sih Thor 2 bab sama
Opacraphile: no no, itu karna kedatangan para sepupu tamvan hehe
total 1 replies
Anita Rahayu
bagus
Sandhyaruntala: Thank you untuk penilaiannya kak🥰
total 1 replies
Anita Rahayu
Suka thor tapi panjang dikitlah alur dan epsnya👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Sandhyaruntala: Thank you kak, di usahakan ya kak 🫶

Aku up dia kali kok kak.hehe🥰
total 1 replies
partini
musuh" waduh. tapi tenang Naya yg satu ini pasti banyak kejutan nya
Sandhyaruntala: Thank you sudah dukung karyaku kak, happy sekali ada yang sayang sama degem🫶
total 1 replies
falea sezi
kurang thor🤣
Sandhyaruntala: besok pagi up lagiiii, jangan lupa masukin favorit ya biar tau pas author up😍
HAPPY READING GUYS💜
total 1 replies
Opacraphile
Bocil ada aja gebrakannya🤣
falea sezi
lanjut
Sandhyaruntala: Tunggu jam 7 author update ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!