NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Joni pun pulang dengan hati berbunga-bunga. Namun, baru saja satu kakinya melangkah di depan pintu rumah...

​Swiiiiinggggg!

​Buaaaaghhhh!

​Sebuah tendangan tanpa bayangan milik emaknya mendarat telak di muka Joni. Tubuh Joni melesat bagai peluru, terpental menghantam tembok ruang tamu yang baru kemarin diperbaiki hingga ambrol untuk kedua kalinya.

​Kaboooommmm!

​"Huaaaghhhh!" Joni menjerit histeris seiring dengan runtuhnya batu bata yang menimbun tubuhnya. Tambah lagi daftar tembok rumah yang hancur lebur.

​"Bajingan punya anak! Bukannya latihan serius, malah lo pacaran di dalam dimensi, hah?! Malu gue punya anak kayak lo!" teriak emaknya murka. Langkah kakinya membuat lantai keramik bergetar.

​Swiiiingg! Buaaghhh!

​Belum sempat Joni membersihkan debu di wajahnya, satu sapuan kaki emaknya kembali menghantam badan Joni. Tubuhnya mental ke udara, lalu jatuh menghantam meja makan kayu jati hingga hancur berkeping-keping.

​Kaboooommm!

​"Wwwwwwaaaarghhh!" Joni melolong frustrasi.

​Nasibnya benar-benar apes tiada dua. Sudah dari kampus mukanya bonyok dihajar monster dan Master Johan, sampai rumah malah ditambah hancur lebur oleh emak sendiri. Dengan sisa-sisa tenaga akibat tambahan poin Defense semalam, Joni bangun dengan tubuh sempoyongan.

​"Mak... Mak! Entar dulu, kenapa Emak marah-marah, sih?! Siapa juga yang pacaran? Hadeh, badan gue remuk abis ini, Mak!" protes Joni sambil memegangi pinggangnya yang serasa mau patah.

​"Heh, mau berkilah lo, ya?! Lo nggak bakal bisa bohong di depan Emak, bajingan tengik! Nyesel gue kuliahin lo mahal-mahal di Sacred Gate kalau cuma buat pacaran doang!" Emaknya berkacak pinggang, napasnya memburu memancarkan aura Brawler tingkat tinggi yang mengerikan.

​Joni mengangkat kedua tangannya, menyerah. "Mak! Entar dulu dah, dengerin Joni dulu. Emak dapet info dari mana kalau Joni pacaran?!"

​"Dari ninja-ninja elite temen-temen gue!" seru emaknya lantang.

​Mendengar kata 'ninja', otak Joni langsung berputar cepat. Detik itu juga, ia langsung teringat dengan senior Ninja bermulut besar yang menghadangnya di jalan kemarin sore. Bajingan itu pasti sengaja menggunakan jaringan intelijen divisinya untuk menghasut emaknya!

​"Anjayyy! Itu fitnah, Mak! Anjay, nggak bener itu, Mak!" teriak Joni panik.

​"Apa maksud lo, hah?! Nggak usah bawa-bawa anjay! Ngaku aja lo!" Emaknya sudah bersiap mengangkat kaki lagi, bersiap melepaskan tendangan penghancur berikutnya.

​"Beneran, Mak! Demi ketoprak mandi ingus si Gondrong, Joni nggak pacaran!" Joni bersumpah histeris, mencoba menyelamatkan nyawanya dari amukan sang legenda Brawler.

​"Gini deh, Mak. Itu cewek namanya Laras. Dia punya kakak namanya Gondrong. Nah, si Gondrong itu teman sekelas Joni. Biar Joni telepon dia sekarang, terus biar dia jelasin yang sebenarnya ke Emak!" seru Joni megap-megap di balik puing meja.

​Emaknya menyipitkan mata, menurunkan kaki kanannya perlahan. "Ya gue tahu si Gondrong anaknya si Felicia. Itu emaknya juga teman gue dulu. Anaknya yang suka ingusan itu, kan?"

​"Iya, Mak! Bener banget! Yang hidungnya kayak keran rusak!" sahut Joni cepat, merasa mendapat secercah harapan hidup.

​"Oke, telepon tuh anak sekarang. Kalau dia jelasin yang bener, lo selamat. Tapi kalau ternyata lo beneran pacaran dan malas-malasan... wah, gue bikin mampus lo malam ini juga!" ancam emaknya dengan nada sedingin es.

​Joni langsung gemetaran dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gimana nggak? Emaknya ini mantan Brawler tipe Full Power tingkat dewa. Sekali tendang, dijamin roh dan tubuh Joni bakal pisah ranjang secara permanen! Tambahan poin Defense miliknya kemarin rasanya nggak bakal ada gunanya di hadapan kekuatan murni emaknya.

​"I-i-iya, Mak... Joni telepon sekarang. Sabar ya, Mak..." Ucap Joni gagap sambil buru-buru memencet nomor Gondrong di jam tangan pintarnya dengan jari yang gemetar hebat.

​Tut... Tut...

​Beruntung, telepon langsung tersambung. Suara cengiran khas Gondrong langsung terdengar melalui pengeras suara. Joni tanpa buang waktu segera menjelaskan situasi hidup-matinya secara ringkas.

​Untung saja, biar bagaimanapun joroknya, si Gondrong adalah sahabat yang baik hati. Mendengar nyawa Joni sedang di ujung tanduk, dengan senang hati ia langsung berbicara langsung untuk meyakinkan emak Joni.

​"Halo, Tante? Gini, Tante... ini cerita yang benernya," ucap Gondrong dari seberang telepon dengan nada serius yang jarang ia gunakan. "Joni itu nggak pacaran—atau tepatnya belum pacaran sama si Laras, adek saya. Mereka baru banget kenal kemarin di kantin."

​Emaknya Joni mendekatkan telinganya ke layar hologram, menyimak. "Terus kenapa intel ninja bilang mereka pelukan di dalam dimensi?!"

​"Wah, itu fitnah, Tante! Jadi gini, kemarin itu ada senior dari Jurusan Ninja yang emang pengen banget deket sama Laras. Dia cemburu buta begitu lihat Laras malah akrab sama Joni. Padahal Joni cuma minta tolong disembuhin habis kena seruduk monster," jelas Gondrong lancar.

​Gondrong menghela napas di seberang telepon sebelum melanjutkan, "Bahkan Tante, kemarin sore pas kami berdua mau pulang, jalanan kami dihadang sama gerombolan ninja itu. Joni yang nggak salah apa-apa malah dideketin, terus kami berdua digebukin sampai babak belur, Tante. Kami nggak bisa lawan karena kalah level jauh banget..."

​Mendengar bagian "digebukin" dan "hadang sembarangan", aura di sekitar tubuh emaknya Joni mendadak berubah. Suasana ruang tamu yang tadinya panas karena amarah, tiba-tiba turun drastis menjadi sedingin atmosfer kutub. Urat di pelipis sang mantan legenda kembali berkedut, tapi kali ini bukan karena marah pada anaknya.

​Joni yang melihat perubahan ekspresi emaknya hanya bisa menelan ludah dengan susah payah. "Waduh... singa betinanya beralih target nih," batin Joni ngeri.

Mendengar penjelasan panjang lebar dari Gondrong, emaknya Joni perlahan menurunkan ponsel hologram tersebut. Aura membunuh di tubuhnya mendadak surut, digantikan ekspresi canggung. Ia melirik Joni yang masih terduduk lemas di antara puing-puing meja jati.

​"Jadi... itu beneran fitnah, Jon? Em... Emak minta maaf deh, ya," ucap emaknya sambil menggaruk pipi yang tidak gatal.

​Joni mendengus kesal sambil mengusap debu di celananya. "Makanya, Mak! Jangan main hantem bae sama anak sendiri! Itu ninja bener-bener keterlaluan. Saking cemburunya sama Laras, sampai-sampai Joni difitnah begini!"

​Mendengar kata 'ninja' dan 'fitnah' disebut lagi, darah sang mantan legenda brawler langsung mendidih kembali. Kali ini, amarahnya bergeser 180 derajat ke arah pelaku fitnah.

​"Kalau begitu, Jon, dengerin baik-baik!" Emaknya menunjuk hidung Joni dengan tatapan tajam. "Tunjukin kalau lo bisa dapetin si Laras! Mulai besok, latihan yang bener! Kalau lo udah kuat dan level lo udah selaras sama tuh ninja, ajak dia duel satu lawan satu! Kalau orang tuanya berani turun tangan... Emak juga bakal turun!"

​Joni langsung melongo, memegangi kepalanya yang pening. "Waduh... pegimane sih, Mak? Tadi Joni bonyok gara-gara dituduh pacaran. Sekarang Emak malah nyuruh pacaran. Plin-plan amat!"

​"Eh, ini urusannya laen, Jon! Ini urusan harga diri!" bentak emaknya sambil mengepalkan tangan ke udara. "Lo nggak boleh kalah sama tuh ninja tengik! Pokoknya, raih cinta si Laras, bikin tuh ninja sakit hati sampai ke ubun-ubun, terus ajak duel di arena resmi! Tenang aja, kalau ortunya ikutan turun, Emak juga bakal turun gunung. Nggak ada sejarahnya keturunan brawler kalah difitnah-fitnah begitu! Kurang ajar!"

​BRAKKKK!!

​Karena terlalu bersemangat menggebu-gebu, kaki emaknya refleks menendang ke samping. Dan sialnya, tendangan itu telak menghantam dinding kamar tidur Joni.

​KABOOOOMMM!

​Tembok kamar Joni hancur lebur seketika, membuat daftar lubang besar di rumah mereka bertambah menjadi tiga titik. Angin malam langsung berembus masuk ke dalam rumah, membawa sisa-sisa debu semen yang beterbangan.

​Joni hanya bisa memandang kamarnya yang kini sudah open space alias menyatu dengan ruang tamu dengan tatapan kosong.

​"Hadeeeh, nasib, nasib... Bener ancur, salah malah lebih ancur," keluh Joni sambil mengelus dada. "Romannya gue bakal tidur ditemenin debu sama nyamuk nih malem."

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!