NovelToon NovelToon
Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Spiritual / Tamat
Popularitas:214.8k
Nilai: 5
Nama Author: ♡MirDa11♡

Freya Nur Nabila Abraham, gadis yang saat ini berumur 23 tahun dan sedang menempuh pendidikan jurusan Ilmu Keperawatan disalah satu Universitas terkenal di kotanya. Dia memiliki sifat cuek, dingin dan sulit bersosialisasi. Dia gadis sederhana yang berasal dari desa dan memiliki kepribadian introvert. Dia percaya cinta sejati tapi tidak memiliki pacar, bahkan bercita-cita ingin menikah dengan orang yang baru ditemuinya.

"Aku berharap suatu saat nanti cintalah yang datang menjemputku, apakah aku egois?" pikir Freya

Suatu ketika tanpa sengaja Freya bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda tersebut jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Freya. Namun sayang Freya tidak mengingat pemuda itu. Akankah pemuda itu menjadi cinta sejatinya Freya? Apakah mereka akan bertemu lagi? Apakah Freya akan mengingat pemuda itu?

Ini adalah karya pertama saya😊
semoga kalian suka😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡MirDa11♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Singkat cerita, kini Freya telah keluar rumah sakit.

“Mah, kenapa gak dari kemrin sih pulangnya? Padahal kan Reya sudah sehat juga kemarin.” Ucap Freya.

“Sudah jangan mengeluh, bukankah kata dokter kamu kemarin masih sakit? Emang apa juga yang akan kamu lakukan? Khawatir dengan pendaftaran untuk wisudamu?” Tanya Mama Najwa.

“Bukan begitu,Mah. Hanya saja Reya gak ingin merepotkan Hanna, karena dia juga harus mengurus untuk pendaftarannya.” Ucap Freya.

“Aku gak merasa repot kok. Assalamu’alaikum!” ucap Hanna tiba-tiba masuk bersama Adelio.

“Wa’alaikumsalam!” ucap Freya dan Mamahnya bersamaan.

“Kak Lio disini juga?” tanya Freya.

“Iya, nona. Saya juga ingin melihat keadaan nona.” Ucap Adelio.

“Nona?” tanya Mama Najwa.

“Ah, itu..” ucap Adelio.

“Itu karena Kak Lio sudah terbiasa memanggil Reya seperti itu tante.” Potong Hanna.

“Benarkah?” tanya Mama Najwa tidak percaya.

“Iya, benar tante.” Ucap Adelio.

“Iya, Mah. Gak tau tuh kenapa Kak Lio selalu memanggil begitu padahal Reya sudah bilangin untuk tidak memanggil seperti itu tapi Kak Lio malah tetap kekeh. Yaa.. udah Reya biarin aja.” Ucap Freya.

“Ohiya, bagaimana keadaanmu? Apa benar sudah sehat kan?” tanya Hanna kepada Freya berusaha mengalihkan topic.

“Iya, sebenarnya aku sih udah gak sakit tapi gak tahu tuh kenapa dokternya selalu bersikeras untuk menahanku disini.” Ucap Freya.

“Re, semua itu demi kesehatanmu. Lagian kau juga harus percaya kepada dokter karena mereka yang tahu apa penyakitmu. Apa kamu mengkhawatirkan aku akan kerepotan mengurus pendaftaranmu?” ucap Hanna.

“Bukan begitu Han, hanya saja aku memang sudah merasa sehat dan juga aku tidak ingin merepotkanmu.” Ucap Freya menunduk.

“Apa aku bukan sahabatmu? Sehingga kau harus merasa tidak enak untuk merepotkanku. Asal kamu tahu Re, aku justru senang direpotkan olehmu karena selama ini aku yang selalu merepotkanmu.” Ucap Hanna.

“Terimah kasih Han, sudah membantu pendaftaranku.” Ucap Freya.

“Lagian aku juga tidak repot kok, semua berkasmu sudah kau siapkan. Aku tinggal mengantarnya saja. Dan juga memang masih ada yang harus aku siapkan aku justru senang.” Ucap Hanna.

“Baiklah, jika begitu aku akan merepotkanmu mulai saat ini. Kau siap-siap saja.” Ucap Freya tertawa.

“Tentu saja. Aku menantinya.” Ucap Hanna ikutan tertawa karena dia yakin hal itu tidak akan terjadi karena Freya adalah orang yang takut merepotkan orang lain walau itu sahabatnya sekalipun.

“Ohiya, dimana papahmu Re?” tanya Hanna karena tidak melihat papah Freya.

“Papahnya Reya lagi mengurus kepulangan Freya, Nak.” Ucap Mama Najwa.

Tiba-tiba pintu terbuka

“Ehh,, ada tamu ternyata. Nak Hanna dan ….” Ucap Papa Khabir sambil mengingat.

“Adelio om” ucap Adelio.

“Ohiya, pacarnya Nak Hanna. Maaf Nak Lio om melupakanmu.” Ucap Papa Khabir.

Sementara Wajah Hanna dan Adelio sudah memerah malu.

“Ah, om. Itu bukan pacar Hanna” ucap Hanna.

“Iya pah, bukan pacarnya tapi calon suami” ucap Freya ikutan menggoda Hanna.

“Re,, kau juga ikut-ikutan.” Ucap Hanna menyembunyikan wajahnya.

“Hahahahh,, dia lagi malu. Lihatlah Kak Lio calon istrimu ini sedang malu.” Ucap Freya.

Papa Khabir dan Mama Najwa pun ikutan tertawa melihat tingkah Hanna.

“Ohiya, Nak Lio. Jika ada kau punya teman bisalah kenalkan kepada anak om, dia juga belum punya pacar.” Ucap Papa Khabir.

“Papah! Kak Lio jangan dengarkan apa yang dikatakan papa. Reya ingin langsung menikah biar nanti pacarannya setelah menikah.” Ucap Freya.

“Sudah-sudah, bagaimana Pah apa sudah dibayar biayanya? Apa Reya sudah bisa pulang?” tanya Mama Najwa.

“Iya, Reya sudah diperbolehkan pulang. Tapi untuk biayanya..” ucap Papa Khabir.

“Biayanya kenapa Pah?” potong Freya.

“Itu, papa juga merasa aneh karena kata perawatnya bahwa biaya sudah dilunasi.” Ucap Papa Khabir.

“Hah? Dilunasi? Siapa yang membayarnya?” tanya Freya kaget tapi tiba-tiba dia langsung melihat ke arah Hanna.

“Kenapa melihatku? Aku gak tahu yaa,, soal ini.” Ucap Hanna padahal dia sudah tahu.

“Terus jika bukan kamu, siapa? Gak mungkin biaya untuk ruangan seperti ini sudah dilunasi.” Ucap Freya tetap memandang curiga Hanna.

“Aku gak tahu Re, kamu jangan curigaan deh. ” ucap Hanna.

“Karena kamu akhir-akhir ini aneh Han, selain itu juga saat papa mengatakan bahwa itu sudah dilunasi kamu gak kaget seolah-olah kamu sudah mengetahuinya.” Ucap Freya.

“Astagfirullah Re, kok kamu jadi curigaan.” ucap Hanna.

“Ah, baiklah sepertinya kau memang menyembunyikan sesuatu. Baiklah Kak Lio apa kakak tahu juga karena kakak tadi juga gak kaget seperti Hanna.” Ucap Freya beralih melihat ke arah Adelio.

“Ah, saya gak tahu nona.” Ucap Adelio.

“Ah, kok aneh sih.” Ucap Freya.

“Sudahlah Re, lebih baik ayo sekarang kamu siap-siap untuk segera pulang, bukankah kamu ingin segera pulang.” Ucap Hanna.

“Ah, aku makin curiga padamu Han.” Ucap Freya.

“Baiklah, terserah kau. Tentang kecurigaanmu itu bisa dilanjutkan nanti sekarang kita harus pulang.” Ucap Hanna.

Mereka pun segera bersiap-siap untuk kepulangan Freya.

######

Kini Adelio sudah ada di ruangan Alvino setelah mengantar Freya dari rumah sakit dan mengantar Hanna ke kosannya.

“Bagaimana apa keadaannya sudah stabil?” tanya Alvino.

“Iya, keadaan nona sudah stabil.” Ucap Adelio.

“Syukurlah jika begitu.” Ucap Alvino.

“Tapi satu yang harus aku akui bahwa ternyata memang sulit mengelabui gadis cerdas seperti nona.” Ucap Adelio.

“Kenapa? Apa dia mencurigai kalian?” tanya Alvino.

“Iya kamu benar. Dia merasa aneh karena biaya rumah sakitnya dilunasin dan kami adalah tersangkanya terlebih Hanna.” Ucap Adelio.

“Hahahahh,, ternyata dia memang pintar. Syukur deh jika hanya kalian yang dicurigai tapi memang kalian pantas juga dia curigai karena memang kalian yang membayarnya. Sepertinya dia memiliki insting yang kuat.” Ucap Alvino sambil tertawa.

“Sepertinya kau sangat senang karena hanya kami yang dicurigai padahal itu menggunakan uangmu. Aku menyesal telah membantumu.” Ucap Adelio.

“Hahahahh,, Pokoknya aku sangat senang karena kalian tersangkanya. Terimah kasih bro atas bantuannya” Ucap Alvino sambil tertawa dan tidak tersinggung dengan ucapan asistennya.

“Ah, Menyebalkan! Ohiya apa yang akan kau lakukan untuk pesta pernikahan pria itu?” tanya Adelio.

“Aku gak akan melakukan apapun seperti perkataanmu. Aku hanya akan mengawasi gadisku saja. Tapi jika dia bermacam-macam dengan gadisku, maka aku pasti tidak akan tinggal diam.” Ucap Alvino sambil membayangkan Freya.

“Baiklah terserah kau saja. Sepertinya kau lagi bahagia. Baiklah aku akan ke ruanganku. Dan jika kau butuh apapun katakana saja.” Ucap Adelio segera berlalu.

“Tentu saja, aku pasti akan menyusahkanmu. Kau bersiap-siap saja.” Ucap Alvino.

“Hah, perkataanmu seperti dejavu bagiku karena aku telah mendengarnya tadi. Sepertinya kalian memang berjodoh.” Ucap Adelio.

“Maksudnya apa dia berkata seperti itu juga?” tanya Alvino.

“Yah,, dan lebih mengejutkan lagi perkataannya itu tertuju pada Hanna sedangkan kau tertuju padaku.” Ucap Adelio.

Alvino pun hanya tertawa sambil membayangkan Freya hingga Adelio sudah tidak ada dalam ruangannya pun tak disadarinya.

Happy Reading readers😊

Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏

Maaf jika banyak typo guys😉😊

1
Mmh Andri Alif
cerita nya berbtele2 gaseru
kisagaaa
perasaan td diawal cerita manggilnya Ayah,,koq sekarang jd papi 🤔
kisagaaa: iya kak,,semangat ya kak 🙂
total 2 replies
Intan Sari
yach tamat dah
lanjut cerita anak mereka thor☺
LangitSenja__: Msih kumpulin ide yaa kak
total 1 replies
Intan Sari
cepat sadar freya.... kasihan suami sm anak anak😢
Intan Sari
jngan sampe ninggal ya thor
koma gk papa asal selamat aj dan nnt sgr sadar
LangitSenja__: hmm gak tega juga sih😁
total 1 replies
Intan Sari
mudahan selamat sampe lahiran🥰
Intan Sari
klo sdh hamil pasti trima lah
tambah 1 princes
smg almt sampai lahiran
semangat freya
Intan Sari
semoga hamil lg dan cewe anaknya
banyak anak banyak rezeki 😊
Intan Sari
kayaknya seru nich crita anak anak mereka 😁
LangitSenja__: Hehehe😁
total 1 replies
Intan Sari
lanjuuuut
Intan Sari
lanjut
Intan Sari
semangat Thor
smg lncar ujiannya dan bisa lngsung lanjut😁
Intan Sari
berat anak jg suami pilihan yg sulit😊
LangitSenja__: Mksih selalu mendukung kak🥰
total 1 replies
Intan Sari
heboh si mami😅
Intan Sari
wah bakal punya dedek lg kah😁
Intan Sari
lanjut
Intan Sari
akhirnya...... 😍
LangitSenja__: Kakak, mksih slalu setia komen🥰
total 1 replies
Intan Sari
baca part ini bikin senyum senyum sendiri 😄
LangitSenja__: Kakak, maksih slalu baca🥰
total 1 replies
Intan Sari
lanjuuuuuuuuuuuuut🥰
Intan Sari
lanjuuuuuuuuuuuuut.... 🥰
LangitSenja__: iya kakak, sebenarnya dua episode yg di up tapi entah knpa smpai skrang blum llus review padahal tidak mengandung adegan dwasa sma skli.😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!