NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Arga

​Asap rokok mengepul dari mulut seorang pria berusia kepala empat. Matanya tampak lelah dengan kantung mata yang tebal.

​"Sia-sia saja hidupku ini... Pada akhirnya usahaku tidak pernah dihargai dan penuh kegagalan," gumamnya.

​Pria bernama Arga itu menghela napas panjang. Dia baru saja mengundurkan diri dari pekerjaannya karena sudah sangat lelah.

Keluarganya tidak pernah peduli padanya karena ia lahir dari hubungan gelap ayahnya.

Gara-gara status itu pula, ibu tiri dan saudara-saudara tirinya sangat membencinya.

Sementara sang ayah sama sekali tidak peduli dan cuma bisa menurut pada mereka.

​"Yah, sedari awal... ini semua memang bukan salahku. Ini salah ayah sialan itu! Jadi kenapa mereka membenciku? Seharusnya mereka meluapkannya kepada pria yang tidak bisa menjaga burungnya itu," ketusnya.

​Jika mengingat masa lalu, Arga ingat betul masa sekolahnya dihabiskan hanya untuk belajar dan bekerja terus-menerus, sampai ia tidak bisa menikmati masa mudanya.

​"Seharusnya dulu aku mencari teman, walaupun cuma satu," pikirnya dengan sedikit penyesalan.

​Saat tiba di pinggir jalan, ia melihat sebuah layar reklame besar yang menampilkan wajah saudara-saudaranya yang telah sukses—ada yang jadi pengusaha, artis, hingga model. Arga tersenyum getir.

​Namun, saat hendak melangkah maju, dadanya tiba-tiba terasa sangat sakit. Napasnya mendadak sesak.

Di saat itulah ia teringat bahwa beberapa bulan lalu ia divonis mengidap penyakit jantung akibat gaya hidupnya yang tidak teratur.

​Arga terhuyung, ambruk ke tanah, dan perlahan kehilangan kesadarannya.

Di saat ia baru saja sadar untuk berubah dan berhenti mengejar pengakuan keluarga, ia malah harus mati.

Rasa sakit di dadanya bahkan tidak sebanding dengan rasa penyesalan yang mendalam.

​Seandainya waktu bisa diulang, ia hanya ingin hidup untuk dirinya sendiri dan menikmati hidup tanpa banyak beban pikiran.

Matanya terpejam. Arga mati sendirian tanpa ada satu pun orang yang peduli.

​[Sistem Keuntungan Usaha diaktifkan!]

​[Mohon nikmati hidup tanpa penyesalan dan bangunlah usaha Anda dengan tangan Anda sendiri.]

​Sebuah suara mekanis yang aneh terdengar, membuat Arga merasa heran sekaligus risih. Namun anehnya, ia justru bisa membuka mata kembali.

Napasnya memburu. "Hah?" Dia meraba wajahnya sendiri, lalu menatap sekeliling dengan panik.

​Tempat ini bukan rumah sakit. Di sekelilingnya, ada banyak remaja yang sedang duduk memakai seragam SMA. Mereka semua menatap Arga dengan heran.

​"Eh? Dia kenapa?"

​"Wajahnya pucat banget."

​"Memangnya kalian gak tahu? Dia kan obsesi banget belajar buat ngalahin kakak-kakaknya. Mungkin kurang tidur."

​Arga benar-benar bingung. Di depan kelas, seorang pria paruh baya berseragam PNS warna cokelat membentak, "Kamu tidur di jam kelas saya, Arga?! Keluar dan berdiri di koridor sampai jam istirahat!"

​"Hah?" Arga hanya bisa planga-plongo kebingungan. "Pak Bima? Lah, bukannya Bapak sudah mati karena kecelakaan, ya?"

​"Apa kamu bilang?! Sembarangan banget kalau ngomong! Cepat keluar atau kamu saya keluarkan dari sekolah!"

​Arga berdiri, entah kenapa dia malah menurut saja. 'Aneh, ini terlalu nyata untuk disebut mimpi,' pikirnya. Semua murid di kelas melongo heran, saling pandang dengan penuh rasa bingung.

​Sementara itu, Arga berjalan ke luar kelas dan berdiri di koridor. Ia menggaruk kepalanya. "Ini lucid dream, kah? Katanya kalau mengalami hal kayak gini, kita bisa berpikir jernih walaupun lagi mimpi."

​Arga menoleh ke bawah lantai. Di sana tergeletak sebuah bungkus rokok beserta korek gasnya. "Rokok siapa ini? Lumayan," gumamnya.

​Tanpa rasa berdosa, ia langsung menyalakan rokok tersebut. "Yah, mau ini nyata atau cuma mimpi, setidaknya aku bisa merokok untuk terakhir kalinya."

​Ia mengembuskan asapnya ke udara. Arga terus asyik merokok sampai bel jam istirahat berbunyi.

Pintu kelas terbuka, dan keramaian para murid mulai terdengar.

Begitu melangkah keluar, mata mereka langsung melotot tidak percaya. Arga sedang berdiri santai sambil merokok dengan wajah malas.

​"K-kamu merokok di sekolah?!"

​"Astaga! Pak Bima, Arga ngerokok!"

​"Haah?" gumam Arga cuek.

​Pak Bima yang mendengar teriakan itu langsung melotot. Beliau mendadak ingat dengan rokoknya yang hilang, tampaknya memang jatuh di koridor tadi.

​"Apa?! Arga merokok?! Berani banget anak itu!" Dengan langkah tegas, Pak Bima menghampiri dan ikut melotot gusar. "Berani banget kamu, Arga!"

​"Berani apa, Pak? Santai saja. Lagian kita kan sudah sama-sama di alam akhirat? Nih Pak, masih ada satu batang lagi. Tadi saya nemu di bawah," ucap Arga santai sambil menyodorkan bungkus rokok tersebut.

​Semua orang yang melihat itu syok. Arga yang biasanya pendiam, fokus belajar, dan tidak suka diganggu, kenapa tiba-tiba jadi seaneh ini?

​Bahu Pak Bima gemetar menahan amarah, tangannya mengepal kuat. "Kamu salah makan, ya?! Ikut saya ke ruang BK! Orang tuamu harus diberi tahu!"

​Arga ditarik paksa. Bukannya panik, dia malah melangkah santai sambil terus mengembuskan asap rokoknya. Di belakang mereka, para murid langsung berbisik-bisik bingung.

​"Dia sudah gila, ya?"

​"Apa karena keseringan belajar makanya otaknya rusak?"

​"Mungkin dia depresi gara-gara kurang kasih sayang."

​"Kasihan, masih muda sudah gak waras."

​Di ruang BK, Arga duduk didampingi oleh Pak Bima. Di depannya sudah ada guru BK yang menatapnya tajam.

​"Jadi... kamu merokok di depan kelas?"

​Dengan wajah kelewat santai, Arga malah mengembuskan asap rokoknya tepat ke arah wajah guru BK tersebut. "Jadi guru BK juga sudah mati? Baru tahu aku."

​Guru BK itu langsung naik pitam. "Gak sopan sekali kamu!" Beliau menatap Pak Bima, tetapi Pak Bima hanya menggelengkan kepala tanda tidak tahu harus merespons apa.

​Guru BK berusaha menghela napas panjang untuk menahan emosi. "Begini, Arga... Kamu itu siswa yang rajin dan pintar. Walaupun mungkin tidak sejenius kakak-kakakmu, pencapaianmu sudah luar biasa. Jadi jangan berkecil hati sampai putus asa begini."

​"Lalu?" tanya Arga datar.

​Pak Bima menepuk jidatnya sendiri, sementara sang guru BK rasanya ingin sekali menampol murid di depannya ini. "Jadi, saya akan melaporkan masalah ini ke orang tuamu!"

​"Oh, oke, Pak. Tapi... bukannya mereka semua masih hidup, ya? Kok bisa ditelepon? Canggih juga ya di akhirat bisa telepon orang hidup," sahut Arga polos.

​Mendengar ucapan itu, Pak Bima dan guru BK langsung terdiam lama dengan rahang menganga.

​Beberapa saat kemudian, Arga akhirnya diizinkan keluar dari ruangan setelah rokoknya disita dan pelanggarannya dilaporkan ke orang tua. Di koridor sekolah, Arga merogoh saku celananya.

​"Wow, ada ceban. Beli bakso ah. Kalau gak salah ingat, di kantin ada bakso sepuluh ribuan."

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!