Cerita 18+ Seru, Lucu bikin ngakak guling-guling. Banyak kalimat makian dan umpatan. Mohon bijak memilih bacaan.
Ini adalah kisah Tarisa yang menolak saat diminta Abram suaminya untuk menggugurkan kandungan. Lalu sang suami pergi menikahi janda kaya di kota lain. Namun kenapa belakangan Abram ingin kembali ke Tarisa? Apakah karena anaknya baby Rizki yang lucu dan tampan laris jadi bintang iklan? Lantas siapa seorang pemain sinetron yang gagah dan naksir Tarisa? Jangan lewatkan pula Nola Pagina tokoh menyebalkan yang sekaligus bikin pembaca suka padanya. Baca saja dan kamu akan ngakak sendiri mengikuti keseruan ulah Nola Pagina sang penyanyi ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24. Emak-Emak Liar
Tangan Abram masuk ke dalam celana Maudi. Perempuan itu menyukainya. Ia membiarkan Abram beraksi. Namun Maudi tiba-tiba kaget. Dari bagian lain cafe ada seorang lelaki gendut yang menatapnya galak.
“Sudah…. Sudah… Gue dilihatin si Boss.” Maudi berbisik ke Abram.
Abram berhenti beraksi dengan enggan. Ia melihat manajer café itu menatap Maudi dengan dingin.
“Tapi gue pengen…..” Suara Abram tak jelas karena gairahnya sudah makin berkobar.
“Iya. Tapi jangan disini. Boss marah kalo beginian di tempat kerja. Gue kan penyanyi. Bukan cewek sewaan.” Maudi memberi tahu Abram. “Lagian gue masih harus nyanyi.”
Abram menghela nafas karena hasratnya tertahan. “Terus gimana?”
“Entar kita lanjut. Gue tinggal di apartemen dekat sini. Selesai gue nyanyi, kita ke apartemen gue aja.”
Maudi juga memendam hasrat yang sama ke Abram. Perempuan yang pernah menikah itu menikmati apa yang tadi dilakukan Abram dan ia ingin melanjutkannya.
Abram menunggu tak sabaran hingga Maudi selesai menyanyi di larut malam.
“Ayo kita ke apartemen gue.” Usai menyanyi, Maudi segera pamitan ke Bossnya buru-buru. Dengan girang ia menarik Abram pulang.
Ternyata Maudi menyewa sebuah kamar apartemen murah tak jauh dari tempat kerjanya.
Menjelang subuh Abram dan Maudi sudah saling memagut bibir di ranjang di apartemen si penyanyi. Kedua orang itu saling suka. Mereka menuntaskan hasrat dengan saling menggebu. Dan Abram suka karena Maudi keluar duluan.
"Gue emang mudah keluar kalo dicolok." Kata Maudi senyum manis ke Abram.
*
“Kamu beli motor ini?” Gani menatap Nola, istrinya.
Nola senyum lebar. Mengangguk sambil senyum sumringah di depan sebuah motor bebek matic baru.
“Iya. Gue yang beli.”
“Dari mana kamu punya uang?” Gani curiga.
“Ya elaaah. Lo gak usah curiga sama bini lo sendiri.” Nola nyolot. “Separah-parahnya gue, gue gak jual diri buat cari duit. Ini motor gue beli nyicil. Uang mukanya dari uang Pak Agung.”
“Dari Pak Agung? Kok bisa?”
“Gini lho.” Nola berbisik ke suaminya. Bibir warna ungunya sampai nyaris menempel ke kuping Gani. “Gue ngakalin Pak Agung supaya jadian sama si Risa. Pak Agung kan mau nikahin adik lo. Nah, baru mulai ngedekatin mereka aja gue sudah dikasih duit 7 juta sama Pak Agung.”
“Ooh gitu….” Gani baru tahu kalau Pak Agung mau menikahi Tarisa. Karena sibuk bekerja Gani tak tahu perkembangan di rumahnya.
“Makanya lo bantuin biar Pak Agung jadian sama Risa. Ini entar gue dikasih duit 100 juta sama Pak Agung kalau dia beneran jadi suami Risa. Tinggal tambahin dikit kita bisa kebeli mobil! Ye kan?”
Kadang Gani tak suka dengan sikap istrinya yang semaunya ke Tarisa. Tapi kalau Nola bisa membuatnya punya mobil, maka Gani setuju. Ia akan mendukung apa yang dilakukan Nola.
“Lumayan sekarang kita punya motor. Entar lagi punya mobil.” Nola senyum manis ke suaminya. “Enak kan kita bisa kelayapan kemana-mana. Gue mau jalan-jalan sama Leon dulu ah.”
Gani mengangguk setuju.
“Leoooonn, sini jalan-jalan sama Mama naik motor!” Nola berteriak kencang.
Dari dalam rumah keluar Leonardo dari Priok eh, leonardo Dicaprio dengan gesit. “Asyikkk, Mama punya motor. Ayo, Ma…Kita jalan-jalan.”
Anak hitam gendut itu segera naik ke boncengan motor Nola dengan bersemangat.
Bu Sumarni dan Tarisa keluar dari rumah. “Kamu kan sudah punya motor. Bisa bantuin beli beras kan? Buat Risa masak nasi kuning.” Bu Sumarni bicara ke Nola.
“Bisa dong, Bu. Karung berasnya entar gue taruh di sini.” Nola menunjuk bagian sela di depan motornya. “Ongkos bawanya seratus ribu!”
“Haaahh?!” Bu Sumarni kesal. “Yang benar aja kamu? Masa ke iparmu sendiri minta ongkos?”
“Kan Risa banyak duit hasil jualan nasi kuning.” Nola cuek. “Hitung aja tiap hari omzetnya berapa. Gue tuh yang ngasih dia order dari Pak Agung. Udah, tambahin 200 ribu Risa.”
“Iya, Mbak. Ini Risa lebihin 200 ribu.” Tarisa gak mau ribut. Ia memberikan beberapa lembar uang lima puluh ribuan ke Nola.
“Siiipp. Kita bisa jajan mie ayam ya Leon.” Nola sumringah.
“Tariikkk Ma….!” Leon berseru penuh semangat.
BRRRMM! Lantas Nola melaju dengan motornya membawa Leon.
“Ngebuutt dong, Ma….! Masa bawa motornya pelan?” Leon yang rada gila malah nyuruh Ibunya ngebut.
“Ha ha ha. Okeee…!” Nola pun ngebut di jalan kecil itu. Motornya menderum lincah di jalan.
Glen keluar dari rumah kontrakan barunya yang sudah bagus. Ia membawa tas berisi pakaian hendak berangkat syuting.
BRRRRRMM! Nola ngebut muncul naik motor.
Glen kaget sampe nyaris kena tabrak.
“Heh! Gila lo ya ngebut di jalan kecil begini!” Maki Glen ke Nola.
Nola malah ketawa ngakak. “Kasian deh yang udah gak punya motor!”
Karena ngomong sambil menoleh, Nola tak melihat ke depan. Di depannya ada gerobak tukang sayur tengah dirubung ibu-ibu yang sedang asik belanja.
“Awaass, Maa….!” Leon teriak.
“Haaahh…” Nola kaget menatap ke depan. Ia kaget tau-tau motornya mengarah ke gerobak tukang sayur!
“Awaaass….!” Ibu-ibu yang lagi asik beli sayur dan abang tukang sayurnya kaget motor Nola mengarah ke mereka.
Tapi Nola tak bisa menghindar lagi. BRRUUKK! Motor Nola menabrak gerobak sayur. Benturan keras membuat gerobak berantakan.
“Aaaarggh..…” Teriakan kesakitan Nola dan Leon terdengar membahana.
“Kegedean gaya sih lo!” Bukannya kasihan, ibu-ibu malahin ngomelin Nola.
“Lagian ngebut di kampung!” Kata ibu lainnya. “Sudah Emak-emak kelakuan lo masih kayak cabe-cabean naik motor! Kayak cewek gatel aja lo!”
“Aargghh…” Nola meringis. Ada darah di dahinya karena menabrak gerobak. Dilihatnya anaknya Leon kepalanya benjol gede
Si tukang sayur sedih melihat gerobak dagangannya berantakan. Sayur yang dia jual juga berserakan jatuh di jalan. Sebagian dagangannya rusak.
“Saya gak mau tau! Ibu harus ganti rugi gerobak dan sayur dagangan saya..!” Tukang sayur ngamuk.
Nola yang meringis kesakitan sewot. “Ogah! Gue gak mau ganti rugi! Lo yang salah jualan disini malah nyalahin gue?!”
“Lah, saya kan emang mangkal disini? Motor ibu aja yang nyelonong nabrak saya!” Tukang sayur balas marah.
“Heh! Pake otak lo kalo ngomong!” Nola nyolot sambil melotot galakl ke tukang sayur. “Yang salah itu elo! Sudah tau motor gue nyelonong kemari. Mestinya lo geser gerobak lo biar gak gue tabrak!” Nola memiringkan bibirnya. Jutek.
“Hiihh, si Nola ini!” Seorang ibu yang tadi beli sayur gemas. “Gue hajar juga entar congor lo! Lo yang salah malah nyalahin tukang sayur!”
“Iya. Biji mana urusannya gerobak sayur lagi ngetem harus pindah karena motor lo nyelonong nabrak?!” Ibu lainnya ikut kesal ke Nola. “Begini nih kalo biasa ngomong pake mulut bawah. Bukan pake mulut atas!
Nola sebal juga dimaki-maki emak-emak yang omongannya tak kalah liar dari dirinya.
*
“Muaahhh…!” Abram mengecup pipi Maudi. Ia lantas bangkit dari pembaringan tempatnya tidur bersama Maudi. Abram pun menuju kamar mandi hendak mandi.
Abram kini sudah tinggal di apartemen penyanyi café tersebut tak jauh dari wilayah Mangga Besar, salah satu lokasi pusat kehidupan malam di Jakarta.
Tak berapa lama Abram selesai mandi.
“Makan roti dulu sayang.” Maudi tersenyum menatap Abram yang baru keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk.
Abram melotot. Maudi masih berbaring di pembaringan tanpa mengenakan pakaian sama sekali. Ada beberapa potongan roti ditaruh berjejer di tubuh Maudi, dari paha hingga leher.
“Ayo makan rotinya. Kamu kan laper.” Maudi senyum menggoda.
Abram menelan ludah. Jakunnya turun naik.
BERSAMBUNG…..
Terima kasih buat semua yang sudah baca cerita ini. Readers juga bisa membaca TERPAKSA MENIKAHI BIG BOSS (sudah tamat) dan ISTRI YANG TERSIKSA. Keduanya seru dan bikin pengen baca terus. Happy reading.
trus risa juga oon dah tau suami bejat ninggalin istri malah ga minta cerai..
Glen kasih tahu Gani supaya seludiki Biji Zhakar