NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Stop!" Mobil berhenti mendadak membuat Leo mengerem mendadak.

"Ada apa?" Tanya Leo yang melirik kearah Karina.

"Bisakah kita pergi ke toko itu?" Tanya Karina menunjuk kearah toko khusus anak-anak.

"Toko itu?"

"Iya,aku mau membelikan adik-adikku buku dan mainan." Mendengar keinginan itu,Leo akhirnya mengantarkannya ke toko itu.

Karina benar-benar berbelanja kebutuhan untuk adik-adiknya.

Karina sengaja membeli buku bacaan dan mainan untuk mereka.

"Tidak ini juga?" Tanya Leo yang menunjukan ada sebuah mobil-mobilan ukuran besar.

"Tidak perlu,lebih baik aku membeli barang-barang untuk belajar mereka." Karina segera membayar semua belanjaan itu.

"Ini mbak." Karina memberikan Kartu itu pada pelayan itu.

Hingga semua transaksi selesai,dan lagi-lagi Karina tak menyangka sebanyak itu ia mengeluarkan uang.

"Hampir 15 juta aku beli ini semuanya." Ucap lirih Karina yang sedikit syok.

"Tenang saja,jika kamu ingin membeli satu toko ini pun akan aku belikan khusus untukmu." Mulai lagi Leo memancing kemarahan dari Karina.

"Sudahlah,jangan aneh-aneh." Jawab Karina yang langsung saja pergi dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan mereka kembali.

Setelah menempuh 1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai berhenti didepan halaman luar area panti asuhan.

Keduanya langsung keluar dari Mobil,dan satu persatu anak mendekati mobil mereka,"Kakak Karina." Mereka berlarian dan memeluk Karina.

"Bagaimana kabar kalian?" Tanya Karina pada mereka.

"Baik-baik saja Kak." Jawab mereka dengan serentak, seketika mereka memandangi pria di samping Kakak Karina.

"Siapa Pria tampan disamping Kakak ?" Tanya salah satu dari mereka yang mulai penasaran.

Karina baru menyadari jika dia tidak pergi sendiri tapi berdua dengan suami."Nama Kakak Leo, Kakak ini suami dari Kakak Karina." Mereka pun kaget begitu juga wanita paruh baya yang ada disamping Karina.

"Karina." Tanpa sadar disamping sudah ada Ibu angkat dari Karina yang datang sembari membawa keranjang di tangan kirinya

"Ibu." Ucap lirih Karina yang terkejut melihat kedatangan Ibunya.

Akhirnya mereka bertiga duduk diruang tamu, dengan tatapan tajam kearah Karina,"Apa benar jika pria di sampingmu itu adalah suamimu?" Pertanyaan itu langsung membuat Karina terdiam.

"Maaf jika saya lancang, perkenalkan nama saya Leo Alexander.Memang benar saya,adalah suami dari Karina." Pada akhirnya Leo menjelaskan semuanya hingga tatapan wajah ibu Lismi fokus kearah Leo.

"Apa itu benar Karina?" Tanya Ibu Lismi pada putrinya.

"Itu benar Ibu,maaf jika Karina tidak memberi kabar kepada Ibu."Karina menundukkan kepala, merasa begitu bersalah kepada ibunya yang tak memberitahukan dari awal tentang pernikahan dia dengan Leo.

Pada akhirnya respon Ibu Lismi hanya bisa menghela nafas panjang,"Kenapa kamu tidak mengabari Ibu." Perkataan itu membuat Karina membungkam takut mengatakan sesuatu yang salah.

"Jangan salahkan Karina,ini kesalahan saya." Pada akhirnya Leo memberanikan diri untuk bicara.

Setelah menjelaskan semuanya, Ibu Lismi menatap Putrinya,"Jika awalnya seperti itu, bagaimana hubunganmu dengan suamimu.Apakah kamu menerima?" Karina menatap Ibunya dengan sedikit melirik kearah Leo sekilas.

"Menerima Bu." Mendapatkan jawaban itu, Ibu Lismi menghela nafas.

"Sedangkan kamu, bagaimana?" Tanya Ibu Lismi pada Leo.

"Saya benar-benar Serius dengan hubungan ini,bahkan saat kami berdiri dia atas altar saya sudah berjanji akan memberikan kebahagiaan untuk Karina." Mendengar jawaban itu , Ibu Lismi hanya menganggukkan kepala.

"Pernikahan bukan hal untuk bermain-main, Pasti kalian mengerti apa yang Ibu katakan. Dan kamu Karina, hormati suamimu. Dan kamu Leo, jaga betul-betul Karina."pesan ibu Lismi yang akhirnya luluh dengan ucapan Leo yang akan sungguh-sungguh menyayangi putrinya.

"Baik Ibu." Jawab Karina sembari memeluk Ibunya,Leo yang duduk disamping Karina hanya bisa terdiam dan mendengar betul-betul apa yang disampaikan.

Leo dan Karina bergegas mengambil beberapa barang yang sengaja ia belikan untuk adik-adiknya. Ekspresi dari adik-adik Karina terlihat begitu bahagia mendapatkan hadiah yang begitu mereka inginkan.

Mainan, buku, serta alat tulis menggambar dan masih banyak lainnya. Karina membagikan satu persatu pada adik-adiknya, tampak kebahagiaan karina melihat adiknya begitu bahagia mendapatkan hadiah yang begitu sangat cantik.

Sedangkan posisi Leo duduk di samping ibu Lismi,"Ibu tidak akan mengira akan secepat ini Karina akan menikah."ucap Ibu Lismi sembari melirik kearah Leo.

"Mungkin ini sudah jalan takdir kami berdua."jawab Leo yang langsung menjawab perkataan Ibu Lismi.

"Ingat pesan ibu, jaga baik-baik Karina.Ibu percaya kamu bisa menjaganya." Sebuah pesan kuat untuk Leo jalankan.

"Saya janji akan menepati janji itu." Jawab Leo yang memahami apa yang dirasakan oleh Ibu Lismi.

"Ibu tak ingin melihat kesedihan dari Karina,dari kecil sampai kini beranjak dewasa Ibu ingin kelak hidupnya lebih indah." Sebuah harapan yang begitu besar.

Leo pun baru mengetahui sisi lain dari Karina,berperan penting untuk adik-adiknya.Membuat dirinya tersadar sisi lain yang ditutupi oleh Karina.

Seketika Leo tersenyum mengetahui dari sisi lain dari dalam Karina.

Tak terasa waktu semakin sore,waktunya mereka untuk pulang, sebelum itu Karina memberikan sebuah amplop untuk Ibunya,"Ibu tak bisa menerimanya." Secara langsung Ibu Lismi menolaknya.

"Saya mohon ibu terima." Ternyata Leo memberikan sebuah amplop berisikan uang yang sedari awal sudah ia persiapkan.

"Tapi..."

"Saya mohon." Pada akhirnya Ibu Lismi menerimanya.

"Baiklah, Ibu terima.Tapi ingat pesan yang Ibu sampaikan padamu." Sekali lagi Leo mendapatkan teguran dari Ibu Lismi dan Leo masih ingat betul beliau mengingatkan apa pada dirinya.

"Saya akan terus mengingatnya." Tiba-tiba Karina menatap Leo dan ibunya seolah sedang bermain teka-teki.

"Kamu juga, hormati suamimu jangan pernah membantah apa yang suamimu perintahkan." Ibu Lismi kembali mengingatkan Karina untuk mengingat pesan itu.

"Iya Ibu." Jawab Karina yang akhirnya pergi pulang dan keduanya tampak tenang tapi tatapan Karina tajam kearah Leo.

"Sebenarnya apa yang Ibu katakan padamu?" Tanya Karina yang benar-benar penasaran.

"Hanya sebuah janji, untuk menjagamu." Mendengar jawaban itu,Karina langsung terdiam.

"Jangan berpikir aneh,Ibumu hanya menginginkan kamu lebih bahagia." Ucap Leo yang tahu betul dirinya harus memberikan kebahagiaan.

Karina tetap terdiam dan mengerti semua maksud dari Ibunya,Karina tahu betul apa yang inginkan oleh Ibunya.

Akhirnya mereka sampai dirumah,dari depan pintu mereka berdua oleh Bibi Ria yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka berdua.

Setelah itu mereka berdua masuk ke kamar mereka, Karina langsung duduk di pinggir tempat tidur.

"Akhirnya semuanya selesai juga."karina merasa lega akhirnya sudah jujur pada Ibunya mengenai status mereka berdua yang sudah menjadi suami istri.

Kini karina tidak merasa ketakutan atau pun kebingungan yang dimana semuanya rahasianya sudah diketahui oleh Ibunya dan tak ada lagi yang ia Tutupi.

1
partini
ga penting berarti banyak dong
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!