NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dianggap

Istri Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Patahhati / Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:775.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Darmaiyah

Istri yang Tak Dianggap

Sinopsis

Azkia gadis berlesung pipi, gadis penyuka warna abu-abu itu tidak bisa menolak, saat lelaki yang dipanggilnya ayah itu menjodohkannya dengan anak sahabatnya.

Lelaki bernama Herman mendatanginya dua hari sebelum pernikahannya digelar, dia meminta kepada Azkia, agar membatalkan perjodohan ini, Azkia yang ingin berbakti pada ayahnya, dan tidak ingin membuat malu keluarganya, tentu saja menolak keinginan Herman, Herman sangat kecewa dengan penolakan itu, dia pun akhirnya menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya.

Anjeli gadis cantik, pacar Herman sekaligus sahabat Azkia, dia mendatangi Azkia, Anjeli sangat marah padanya, karena menganggapnya telah menjadi pengkhianat, di saat Anjeli menampar dan memakinya, Herman yang sudah sah menjadi suaminya, malah memaki dan menyalahkannya. Azkia hanya diam tertunduk atas tuduhan-tuduhan yang dihujatkan padanya. Anjeli bahkan mengacamnya, tidak akan membiarkannya hidup bahagia.

Bagaimana kehidupan Azkia selanjutnya
Ayo, kepoi di sini
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darmaiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Hotel Grand Zura

"Maafkan aku, telah menitip rindu pada hati yang berpenghuni, aku sudah berusaha menganbilnya, namun rasa itu terus hadir begitu saja."

By Rajuk Rindu

💝💝💝💝

"Kita ke mana bu?" tanya supir go car, karena sejak masuk mobil, Azkia hanya diam saja.

"Jalan pepaya pak."

"Baiklah."

Dua puluh menit setelah meninggalkan jalan Arengka, Azkia sampai ke jalan Pepaya. Setelah membayar ongkos go car, dia turun dan mengucapkan terima kasih.

"Selamat datang Kia." ujar Santi teman waktu sekolah menengahnya dulu, sekaligus pemilik rumah yang akan ditempatinga, seminggu yang lalu secara tak sengaja mereka bertemu saat berbelanja di SKA.

"Hay, kamu Azkia kan?"

"Santi?"

"Iya, aku santi." mereka saling berpelukan.

"Bagaimana kabar kamu sekarang?"

"Seperti yang kamu lihat." ujar Azkia, seraya mengajak santi ngobrol di cafe. mereka ngobrol dan saling bertukar nomor whatsapp.

Santi teman sekolah menengahnya waktu di SMAN 1 Kota Tembilahan, setelah tamat sekolah, Santi seorang anak pengusaha mebel ini melanjutkan kuliahnya di Bandung. Dan sekarang dia menjadi pengusaha rumah kost yang diwariskan papanya.

"Ini kuncinya." Santi menyodorkan kunci ke Azkia.

"Terima kasih." ujar Azkia. Dia pun meninggalkan Santi, sepuluh meter dari rumah Santi berdiri sebuah rumah sederhana dengan dua kamar yang akan didiami Azkia, Cukuplah buat Azkia.

Azkia memasukkan dan memutar anak kunci, perlahan dibukanya pintu, dia melangkan seraya menarik travel bag menuju kamar.

Klik..

Azkia memutar handle pintu kamar, dia membuka lemari yang sudah tersedia, memindahkan baju-baju di travel bag ke dalam lemari, kemudian meletakkan travel bag di atas lemari.

Setelah beres merapikan baju-bajunya, dia naik ketempat tidur, sambil rebahan dia mengambil ponselnya. Ada pesan Whatsapp dari Riyan.

[Kok pulang tak nunggu aku, kan bisa ku antar]

[Maaf, aku ada kerjaan, jadi tak bisa nunggu kamu] balas Azkia.

[Bisa temanin aku meeting nanti siang] pesan Riyan.

[Bisa ya] pesan Riyan masuk lagi, karena Azkia hanya membaca pesannya.

[Ehhh... Aku tak janji ya, ntar kalau bisa aku hubungi] balas Azkia.

[Okay👌] jawab Riyan mengakhiri chatnya.

"Mungkin tidak ada salahnya aku menenani Riyan, mana tahu ada relasi Riyan butuh seorang desainer." batinnya. Dia berniat resign dari perusahaan Kayra.

Azkia meletakkan ponselnya kembali, perlahan memejamkan mata, berusaha mengusir semua resah dan lelah, dia pun tertidur.

*****

Dreeet... Dreeet, getar panggilan masuk membangunkan Azkia, dengan malas diraihnya ponsel yang tergeletak manis di samping kepala.

"Hallo, aku segera meluncur menjemputmu, share lokasi." terdengar suara Riyan dari sambungan telpon.

"Siapa juga yang bilang, aku mau ikut kamu." ujar Azkia masih dengan posisi rebahan.

"Ayuk lah, temanni aku, aku mohon." terdengar lagi suara Riyan memujuk.

"Emang mau ke mana?" tanya Azkia.

"Aku mau meting."

"Di mana?"

"Grand Zura."

"Ya, udah, aku mandi dulu." ujar Azkia memutuskan sambungan telpon, lalu bangkit dari tempat tidur, menyambar handuk dan segera masuk ke kamar mandi. Baru selesai mandi, ponselnya berdering lagi.

"Hallo, kirim alamatmu?"

"Tidak usah, aku ke sana bisa sendiri." Kia tidak mungkin membiarkan Riyan ke rumah kostnya, Riyan akan curiga dan pasti banyak tanya.

"Biar ku jemput." Riyan masih ngotot.

"Kalau ngeyel, aku tak jadi menemani." Rajuk Azkia.

"Iya, iya, cepatan ya ku tunggu." Riyan pun menutup sambungan telpon.

Setelah selesai berpakaian Azkia meraih tas dan ponselnya, kemudian ke luar kamar, dan begitu dia membuka pintu, Santi menuju ke teras kostnya.

"Kia, apa kamu mau pergi?" tanya Santi, seraya menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Saat melihat Kia sudah sangat rapi dengan setelan dress, atasan warna navy, rok panjang hitam dengan paduan jilbab yang senada.

"Iya, mau ketemu teman, emang ada apa San?" tanya Kia pada Santi.

"Aku mau pulang ke Rengat beberapa minggu, persiapan pesta ponakan." ujar Santi dia menitip kunci rumah pada Azkia, mana bang Arga suaminya pulang ke rumah, suami Santi seorang polisi dan bertugas di Bangking, biasanya pulang setengah bulan sekali.

Azkia pun menerima kunci rumah Santi dan memasukkannya ke dalam tas.

"Pakai apa kamu pergi?" tanya Santu seraya menjejeri langkah Azkia.

"Pakai gojek aja."

"Motor ku ada di dalam rumah, kamu pakai saja, kuncinya ada dikunci rumah tadi." ujar Santi.

"Serius boleh." ujar Azkia masih ragu, Santi mengangguk.

Santi masuk ke mobil, kemudian meluncur meninggalkan Azkia, setelah kepergian Santi, Azkia membuka rumah Santi, kemudian mengeluarkan motor beat milik Santi. Kalau dia naik motor pasti tidak ada alasan Riyan untuk mengantarnya pulang.

Azkia naik ke atas motor, kemudian melaju meninggalkan jalan Pepaya, menuju ke hotel Grand Zura.

Di hotel Grand Zura sudah hadir beberapa relasi Riyan, Riyan mengajak Azkia, dia ingin mengenalkan Azkia pada rekan bisnisnya dan dia mau menyerahkan cabang perusahaan yang ada di Pekanbaru ke Azkia.

"Selamat siang." Azkia menyapa resepsionis hotel.

"Siang, apa ini dengan kakak Azkia?" resepsionis membalas sapaan Azkia seraya bertanya. Azkia hanya mengangguk menjawab pertanyaan resepsionis.

"Kakak ditunggu, tuan Riyan di ruang meting lantai tiga." lanjut resepsionis lagi.

Seorang office boys mengatar Azkia masuk lift, terus keruang meting.

"Silahkan kak." office boys itu membukakan pintu untuk Azkia.

Saat Azkia masuk, semua mata menatapnya, ada delapan orang relasi Riyan.

"Hay, calon istrimu." bisik Agus rekan kerja Riyan dari Jambi seraya menyenggol tangan Riyan yang sedang bicara dengan Azkia.

"Steeet, jangan bikin gosip." ujar Riyan seraya meletakkan telunjuknya di atas bibir.

Drett... drett, tiba-tiba ada panggilan masuk di ponsel Riyan.

"Permisi sebentar ya, saya angkat telpon dulu." ujar Riyan sambil melangkah ke luar, lima menit kemudian dia masuk lagi. Riyan duduk kembali di sebelah Azkia.

"Meteng kita lanjutkan, CEO dari perusahaan Herman Group tidak bisa hadir karena ada suatu kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan." ujar Riyan.

"Herman Group, apa Herman group perusahaan bang Herman, mungkin hanya namanya saja yang sama." batin Azkia, dia pun menepis pikurannya yang tiba-tiba ingat lelaki itu.

"Baiklah, sebelum meting kita mulai, saya ingin mengenalkan asisten pribadi saya." kata Riyan sambil menatap Azkia.

"Dia Azkia Maiyora." Riyan meminta Azkia berdiri.

"Aku?" lirih Azkia ambigu dengan ucapan Riyan. Tak bisa disembunyikan rasa terkejutnya.

"Iya." Riyan mengangguk mantap.

"Tapi aku tak tahu apa-apa tentang bisnis." bisik Azkia pada Riyan.

"Nanti ku ajari." balas Riyan berbisik juga.

Azkia akhirnya berdiri dan memperkenalkan diri, setelah perkenalan Riyan memaparkan isi meting hari ini, Riyan sama seperti Hadi ayahnya, punya semangat yang sangat kuat dan tinggi.

"Untuk selanjutnya perusahaan akan saya serahkan ke Azkia, karena saya akan segera pulang ke Batam." ujar Riyan mengakhiri presentasinya. Azkia menatap Riyan tak percaya.

"Selamat bergabung ibu Azkia, kami percaya anda sama hebatnya dengan pak Riyan." ujar Agus, seraya menyalami Azkia.

Satu persatu rekan bisnis Riyan keluar dari ruang meting, sekarang tinggal Azkia dan Riyan.

"Gila kamu, mempercayakan perusahaan ke aku." kata Azkia sambil meninju bahu Riyan.

"Lebih gila lagi, kalau aku terus berada di Pekanbaru dan setiap hari ketemu kamu." Riyan memegang bahu Azkia dan menatapnya.

Deg... datak jantungnya berdebar kencang, kenapa debaran ini hanya bisa dirasakan dengan Azkia, tidak pada gadis lain, ini alasan kenapa lelaki sesukses Riyan belum menikah. Karena cintanya sudah lama tertambat pada adik sepupunya yang sudah menjadi istri seorang lelaki, dan sampai sekarang, dia tak berniat untuk kenal dengan suami Azkia.

"Apaan sich kamu." Azkia merasa jengah karena dipandangi seperti itu, wajahnya pasti sudah semerah kepiting rebus.

"Maaf." ujar Riyan, seraya mengambil tasnya, kemudian tangan kirinya meraih tangan Azkia dan mengajaknya ke luar ruangan.

****

Jangan lupa tekan like ya

Terima kasih🙏🙏

1
falea sezi
astaga kayaknya si semua novelnya peran cwek di buat bodoh semua pantes like dikit
falea sezi
kapok azab laki. tukang selingkuh
falea sezi
sibbangsat rani
falea sezi
Wati ne pembantu munafii
falea sezi
jijik laki. plin plan
falea sezi
masih boodh aja kau
falea sezi
bner g usah ngurusin anak pelakor
falea sezi
azkia gugat cerai deh jangan bodoh kau di jadiin baby sitter doank
falea sezi
azkia ne tololnya astaga cm di jadiin istri cadangan dia mau ya allah
Aulia Ananda
thor knp azkia dibikin sgt bod h jengkel aq thor
nand channel
gara2 si kuntilanak Anjeli kasihan Arta, anak sekecil itu di ombang ambingkan perasaan nya...
nand channel
ini yg goblok othor nya...segitu nya merendahkan azkia, ttp buat azkia menunggu lelaki sangat keparat itu, lelaki plinplan dan babgsat
nand channel
jijik mendengar herman sok berdebar2, lelaki plin plan dan mau enak mu aja
nand channel
wanita yang tak punya pendirian, wanita lemah
nand channel
baguslah azkia pergi dan mencari bahagia nya sendiri, pasti banyak yg mencintai nya
nand channel
yang benar aja thor, udah mau mati masih meluk2 suami orang, mau ditendang malaikat langsung ke neraka ntar...
nand channel
nohhhh...gak hanya gak di anggap sebagai istri di selingkuhin lg...pelihara terus bodoh mu azkia
nand channel
wanita lemah dan bodoh, menciptakan neraka sendiri di hidup nya...nikmatilah kebodohanmu bego.
udah gak dianggap suami, di rendahkan, di maki2, di sakiti, dikasari, di beri madu, jagain anak madu lagi...sempurna ketololan mu sbg wanita
nand channel
perempuan bodoh kau azkia
nand channel
ada ya manusia sebodoh azkia ini, nikmatilah penderitaan mu *bodoh*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!