NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

"Kalau bukan karena Ayah, aku tidak akan pernah menikah dengan pria sepertimu."

Ayla Pradana terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Masalahnya, pria yang harus ia nikahi adalah Arsen Wijaya—musuh bebuyutan kakaknya, Gavin.

Selama bertahun-tahun, Gavin selalu mengatakan bahwa Arsen adalah pria licik yang menghancurkan hidupnya. Ayla pun membencinya tanpa pernah mengenalnya lebih dalam.

Namun, setelah menikah, Ayla justru menemukan sisi Arsen yang sama sekali berbeda. Di balik sikap dingin dan tatapannya yang tajam, ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari keluarganya.

Semakin dekat dengannya, semakin Ayla sadar...

Mungkin selama ini orang yang ia percaya bukanlah pihak yang benar.

Dan ketika kebenaran terungkap, ia harus memilih:
keluarganya... atau pria yang kini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab III Pertemuan Pertama

Mobil sedan hitam melaju meninggalkan rumah keluarga Pradana dengan kecepatan stabil. Ayla duduk di kursi belakang seorang diri, sementara Rio, asisten pribadi Arsen, sesekali menatap ke arah kaca spion untuk memastikan keadaan tamunya baik-baik saja.

Suasana di dalam mobil begitu sunyi.

Ayla memandang keluar jendela. Deretan pepohonan, gedung-gedung tinggi, dan kendaraan yang berlalu-lalang terasa begitu asing pagi itu. Untuk pertama kalinya, ia merasa kota yang selama ini menjadi tempat tinggalnya tampak begitu jauh.

"Apakah perjalanan masih lama?" tanyanya pelan, berusaha memecah keheningan.

"Kurang lebih lima belas menit lagi, Nona," jawab Rio dengan sopan. "Tuan Arsen sudah menunggu di lokasi."

Ayla hanya mengangguk. Jantungnya mulai berdegup lebih cepat.

Pria itu...

Sebentar lagi ia akan melihat wajah pria yang selama ini hanya dikenalnya lewat cerita Gavin dan selembar foto.

Entah mengapa, rasa gugup mulai menguasai dirinya.

Tak lama kemudian, mobil memasuki halaman sebuah hotel berbintang yang berdiri megah di pusat kota. Beberapa petugas keamanan segera membuka pintu gerbang, seolah telah menunggu kedatangan mereka.

Mobil berhenti tepat di depan pintu utama.

Rio turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Ayla.

"Silakan, Nona."

Begitu kedua kakinya menginjak lantai marmer, beberapa pasang mata langsung tertuju kepadanya.

Para staf hotel membungkukkan badan dengan hormat.

"Selamat datang, Nona Ayla."

Sapaan itu justru membuat Ayla semakin canggung.

Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri sebelum mengikuti Rio memasuki hotel.

Di dalam ballroom, dekorasi serba putih dan emas memenuhi ruangan. Bunga mawar putih tersusun rapi di sepanjang lorong menuju pelaminan. Lampu kristal menggantung indah di langit-langit, memantulkan cahaya yang membuat ruangan tampak semakin mewah.

Namun semua kemewahan itu tidak mampu mengalihkan kegelisahan Ayla.

Tatapannya terus mencari satu sosok.

Arsen Wijaya.

"Silakan tunggu sebentar, Nona."

Rio berhenti di depan sebuah ruangan khusus.

"Saya akan memberi tahu Tuan Arsen bahwa Anda sudah tiba."

Ayla mengangguk pelan.

Beberapa menit kemudian...

Pintu di hadapannya terbuka.

Seorang pria keluar dengan langkah tenang.

Jas hitam yang dikenakannya tampak pas membalut tubuhnya yang tinggi. Rambut hitamnya tertata rapi, sementara sorot matanya yang tajam memancarkan wibawa yang sulit dijelaskan.

Untuk sesaat...

Ayla hanya terpaku.

Pria itu bahkan lebih tampan daripada foto yang pernah ia lihat.

Namun ekspresinya begitu datar.

Hampir tidak menunjukkan emosi sedikit pun.

Arsen menghentikan langkahnya tepat di depan Ayla.

Tatapan mereka akhirnya bertemu.

Tak ada senyum.

Tak ada sapaan hangat.

Hanya keheningan yang terasa begitu panjang.

"Jadi... kau Ayla."

Suara Arsen terdengar rendah dan tenang.

Ayla mengangkat dagunya sedikit.

"Dan Anda Arsen Wijaya."

Arsen mengangguk singkat.

"Tepat waktu."

Entah mengapa, kalimat itu terdengar seperti penilaian, bukan pujian.

Ayla menahan kesal.

"Setidaknya saya masih tahu cara menghargai waktu."

Untuk pertama kalinya, sudut bibir Arsen terangkat membentuk senyum tipis.

Bukan senyum yang hangat.

Melainkan senyum penuh arti yang sulit ditebak.

"Bagus."

"Karena setelah hari ini, hidup kita akan dipenuhi banyak hal yang tidak bisa kita pilih."

Ucapan itu membuat Ayla terdiam.

Sebelum sempat bertanya apa maksudnya, seorang panitia menghampiri mereka.

"Tuan Arsen, Nona Ayla, semua tamu sudah hadir. Upacara akan dimulai lima menit lagi."

Arsen mengulurkan tangannya.

"Mari."

Ayla menatap tangan itu beberapa detik.

Dalam hati ia ragu.

Begitu tangannya menyentuh tangan Arsen, pria itu menggenggamnya dengan mantap, seolah memberi tahu semua orang bahwa mulai hari ini, Ayla adalah bagian dari hidupnya.

Namun tidak ada yang tahu...

Di balik tatapan dingin Arsen, tersimpan rahasia besar yang suatu hari nanti akan mengubah cara Ayla memandang pria itu selamanya.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!