NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Pesilat

Perjalanan Sang Pesilat

Status: tamat
Genre:Kultivasi Modern / Horor / Tamat
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: safitri

Alvarok, seorang bocah yang memimpikan menjadi atlet silat bertaraf internasional, sering diremehkan dan dibully teman-temannya karena dianggap mustahil meraih cita-cita itu. Kehidupannya mulai berubah saat datang murid pindahan dari Prancis bernama Akbar, yang ternyata memiliki minat serupa dan menjadi sahabat sekaligus penyemangat bagi Alvarok untuk terus berjuang mewujudkan mimpinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Setelah pelayan itu membisikkan sesuatu di telinga Akbar, Akbar memperlihatkan wajah marah yang dia tahan sedari tadi, Karena dia sudah sampai di rumah maka dia pun langsung menuruni anak tangga  dengan cepat ,tanpa berpikir panjang dan tanpa memberitahu Alvaro yang saat itu berada disana. Sesampainya di lantai bawah Akbar langsung berteriak

"Sopir siapkan mobil!" teriakan itu menggema di dalam di dalam rumah itu.

Tidak lama setelah Akbar berteriak, datanglah seseorang yang dari luar langsung menghampiri Akbar.

"Mobil sudah siap tuan muda," ucap orang itu sembari menundukkan kepalanya setelah berada di hadapan Akbar.

Akbar itu langsung berjalan ke arah pintu keluar lalu diikuti oleh laki-laki tadi, Alvarok yang sedang berada di lantai 2 hanya melihat Akbar dari kejauhan.

" Kenapa tuh orang kayak kesetanan aja," batin Alvaro  sembari melihat, ke arah lantai bawah yang di mana ada sosok Akbar yang sedang berjalan ke arah pintu.

Setelah kepergian Akbar tidak lama Deka naik ke lantai 2 menyuruh Alvarok turun untuk makan. Alvaro turun ke lantai  1 bersama Deka dan menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan Alvarok tercengang karena masakan yang ada di depannya terlihat

sangatlah enak. Alvaro duduk di kursi yang kosong. Saat Alvarok duduk di kursi itu semua wajah orang di ruangan itu seketika menatap Alvarok denga tatapan yang tidak dapat di artikan, karena kursi yang diduduki oleh Alvarok  adalah kursi favorit Akbar.

" Kenapa mereka semua menatapku seperti itu," batin Alvarok  sembari melihat ke arah orang-orang yang berada di ruangan itu.

Alvarok pun mengambil beberapa menu makan yang sudah ada di atas meja, dan meletakan ya di piring ya. Alvarok memakan makan yang ada di piring ya dengan lahap.

Setelah  beberapa jam akhirnya Akbar pun kembali ke rumah, ada cairan merah di baju Akbar saat dia sampai ke rumah, dan kebetulan Alvarok dan yang lain masih berada di ruang makan. Melihat Alvarok duduk di kursi Akbar tentu saja membuat pelayan yang ada di sana merasa deg-degan.

" Kenapa tuan muda harus pulang saat seseorang menduduki kursinya ,kemarin saja Tuan Deka duduk di sana langsung dimarahin bagaimana dengan orang itu," batin salah seorang pelayan sembari menatap ke arah Alvarok dan Akbar secara bergantian.

Karena Alvarok saat itu sedang asyik makan jadi dia tidak menyadari kedatangan Akbar, setelah beberapa saat Akhirnya dia pun menyadari kedatangan Akbar dan saat itu Akbar sedang berdiri di sampingnya kursi nya.

"Apakah Makanannya enak?" tanya Akbar sembari melihat ke arah Alvaro yang sedang makan.

"Enak banget baru kali ini, aku makan makanan seenak ini." dengan mulut yang penuh dengan makanan.

"Telan dulu ngapa, nanti kamu keselek lagi." sembari menatap ke arah Alvarok dengan mulut penuh makanan.

Alvaro menelan makanan yang ada di mulutnya.

"Kamu tadi  kemana?" setelah menelan makanan  yang ada di mulut nya.

" Aku ada urusan sebentar, yang tidak bisa ditunda." sembari menatap ke arah ayahnya yang sedang duduk di meja makan.

" Oh gitu, kamu mau makan bersama kami nggak?" tanya Alvaro sembari menatap ke arah Akbar yang saat itu sedang berdiri di sampingnya.

"Boleh,tapi aku ganti baju dulu." sembari melihat ke arah bajunya.

Karena penasaran Alvaro pun melihat ke arah baju Akbar dan betapa terkejutnya dia bahwa ada cairan merah di bajunya.

" Kamu kenapa? apa kamu jatuh? atau apa?" tanya Alvaro dengan nada khawatir sembari melihat ke arah Akbar.

" Iya aku tadi kan habis jatuh, dari tempat tinggi terus mendarat di ke tanah." sembari tersenyum ke arah Alvarok.

"Terus kamu bagaimana apakah ada tulang yang patah apakah ada yang sakit?" kembali sembari berdiri dari tempat duduknya dan Memutar tubuh Akbar.

"Tidak ada yang patah kok, aku baik-baik aja coba lihat." sembari mengangkat sedikit bajunya.

Alvarok melihat ke tubuh Akbar dan ternyata tidak ada luka sama sekali di tubuh nya.

"Kalau tubuhnya tidak ada bekas luka, dari mana datang nya darah ini," batin Alvarok sambil melihat ke arah Akbar.

"Tidak ada yang luka kan di tubuh aku ,aku baik-baik aja." sembari meyakinkan Alvarok  yang sedari tadi memperlihatkan wajah khawatir.

Saat itu dia tahu kalau Akbar sedang merahasiakan sesuatu, dia harus pura-pura tidak tau dan bersikap seperti bisa.

"Akbar, apa kamu menjahili ku lagi seperti kemarin?" tanya Alvarok sambil menatap ke arah Akbar.

"Itu bener." sambil tertawa

Setelah tahu kalau dia sedang dijahili sama Akbar tanpa berpikir panjang, Alvaro langsung menjetak  jidat Akbar.

"Kamu tahu kalau temanmu ini khawatir, atau kamu memang ingin bikin aku jantungan." sembari menarik kerah baju Akbar karena merasa kesal.

"Hahaha ,maaf soal nya kamu lucu." sembari tertawa setelah melihat wajah yang di perlihatkan kan oleh Alvarok.

Saat itu hanya ada suara Akbar dan Alvaro di ruangan itu ,yang lain hanya menatap ke arah mereka berdua. Setelah tertawa Akbar pun menghentikan tawanya dan melirik ke salah seorang pelayan yang ada di ruangan itu.

"Kamu siapkan baju saya dan kursi satu lagi untuk saya," perintah Akbar dengan nada dingin sembari melihat ke salah seorang pelayan.

"Dan kamu Siapkan air panas untuk saya," sambung Akbar sembari menunjuk ke salah seorang pelayan di ruangan itu.

" Alvarok, Aku mau mandi dan makan Setelah itu kita jalan-jalan," ucap Akbar sembari melihat ke arah Alvaro.

Mendengar hal itu tentu saja membuat  Alvarok  bahagia karena dia ingin melihat kota Prancis tempat tinggal temannya itu. Bagaimanakah perjalanan mereka tunggu bab berikutnya.

Bersambung..

1
Safitri / Fi
terimakasih kakak
anggita
ikut dukung ng👍like, iklan☝ sja. moga novelnya lancar👌.
Abu Yub
iklan
Abu Yub: masama dedek/Rose//Rose/
total 2 replies
Abu Yub
lanjut
Abu Yub
Semangat dedek/Rose//Rose//Rose/
Athena
msh kecil mulutnya udh julid kek gini, hadeh
Abu Yub
Lanjut dedek/Rose//Pray/
Abu Yub
Semangat dedek/Pray//Rose/
Abu Yub
Mereka
Abu Yub
Aku senang
Abu Yub
Nah,
Abu Yub
Oh, jadi gini
Abu Yub
Saya ingin
Abu Yub
Wah
Safitri / Fi
sebentar masih di revisi kakak
Khairul Azman Abdul Kahar
kalau mau tulis novel biar logik dari France ke Indonesia naik helicopter hanya beberapa jam
Scorpion Monarch
hmm memang perlu penyesuaian/ perbaikan.

kalau mau aku bantu bisa chat priv, aq bakal kasih contoh untuk pembukaan awal.
Safitri / Fi: iya nanti nya
total 1 replies
Abu Yub
komen
Abu Yub
like
Abu Yub
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!