Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
"Melati, kami ini masih keluarga mu. Cepat bayar semua ini!" Bentak bu Arum lagi.
"Calon mantan keluarga, jadi aku tidak punya kewajiban untuk membayar makanan dan minuman kalian. Mbak, sisa nya untuk mu saja!" Melati berkata pada pelayan itu.
"Terima kasih banyak bu!" Pelayan itu membungkuk kan badan nya di depan Melati.
Tidak ingin berlama - lama di sana, Melati pun ingin beranjak meninggalkan mereka. Tapi bu Arum mencegah nya.
"Melati, cepat bayar uang yang sudah di keluarkan oleh putra ku untuk mu!" Seperti nya bu Arum masih belum menyerah.
"Akan ku bayar, tapi sebelum nya silahkan kalian bayar uang ku terlebih dahulu. Dari keperawanan ku, hingga jasa ku dalam melayani kalian sampai uang - uang yang di gunakan untuk membayar barang- barang yang di beli oleh ibu!" Melati berkata dengan tegas.
"Melati, aku tidak akan membayar nya sepeser pun. Karena semua itu adalah kewajiban mu sebagi istriku ku!" Rayan berkata dengan geram.
"Kalau begitu berarti kita sama, kau tidak berhak atas menagih kembali tempat tinggal dan biaya makan ku. Karena itu juga kewajiban mu sebagai suami!" Melati pun menegaskan hal itu.
Setelah berkata seperti itu, Melati pun berlalu dari hadapan mereka. Bu Arum masih saja berteriak memanggil Melati, dia geram karena hari ini gagal mendapatkan uang dari Melati.
"Melati, kau harus membayar nya Melati. Kau tidak bisa berbuat seperti ini!" Teriak bu Arum.
Orang - orang yang berada di sana memandangi Bu Arum dan keluarga nya dengan tatapan heran, bahkan mereka mencibir bu Arum karena meminta uang ganti rugi pada menantu nya.
"Sudah lah bu, jangan berteriak- teriak. Malu di lihat orang!" Rayan mengingatkan ibu nya.
"Tapi Rayan, uang sebanyak itu bisa kita gunakan untuk biaya pernikahan mu dan Andin. Dengan begitu kita tidak perlu menggunakan uang tabungan kita!" Ujar bu Arum.
"Mau bagai mana lagi bu, jika kita ingin uang itu kembali, maka kita pun harus mengeluarkan uang yang lebih besar dari itu. Ibu lupa ya, bahwa Melati minta harga keperawanan nya sebesar 1 miliar. Belum lagi di tambah dengan biaya - biaya yang lain nya, yang ada bukan nya untung nala buntung!" Rayan berkata pada ibu nya.
"Melati benar - benar keterlaluan, masa dia minta bayaran atas keperawanan dan kewajiban nya nya melayani kita!" Bu Arum berkata dengan sangat geram nya.
"Kalian keluarga yang tidak tahu malu, masa makam dan tempat tinggal mau minya bayaran. Jelas - jelas dia marah dan minta uang ganti rugi keperawanan nya, kalian benar - benar keluarga edan!" Semprot salah satu pengunjung yang meja nya berada di samping meja mereka.
"Tidak usah ikut campur urusan keluarga saya!" Balas Bu Arum tidak terima.
"Huh dasar orang sinting, mana ada wanita yang mau menikah dengan anak mu kalau seperti ini!" Timpal yang lain nya.
"Kalian semua,,,, awas saja ya!" Bu Arum berdiri dari tempat duduk nya.
Bu Arum ingin meremas mulut - mulut yang sudah berani menghina diri nya, tapi dengan cepat di tahan oleh Rayan.
"Sudah lah bu, jangan mempermalukan diri sendiri!" Tahan Rayan.
"Tapi Ray, kamu dengar sendiri kan jahat nya mulut mereka!" Ujar bu Arum.
"Sudah lah bu, ayo kita pulang saja!" Rayan membawa ibu nya keluar dari tempat itu.
Akhir nya masih dengan perasaan kesal, bu Arum pun menuruti perintah anak nya. Mereka semua pulang dengan membawa kekesalan, karena gagal mendapatkan uang dari Melati. Awal berangkat dari rumah, mereka begitu percaya diri bisa mendapatkan uang ganti rugi dari Melati. Tapi nyata nya, mereka pulang dengan tangan kosong, malah Melati yang minta ganti rugi jauh lebih besar.
********
Melati saat ini sudah berada di Mall, dia bersama Silvi. Kedua sahabat itu berbelanja bersama, sudah cukup lama kedua nya tidak pergi bersama.
Tapi siapa sangka, mereka malah bertemu dengan Andin di sana.
"Hai Melati, kamu di sini juga?" Tanya Andin sambil tersenyum.
"Siapa dia Mel?" Tanya Silvi yang tidak mengenal Andin.
"Dia gundik nya mas Rayan!" Jawab Melati santai.
"Oh, si wanita pelakor itu ya!" Silvi sengaja mengeraskan suara nya agar orang lain mendengar nya.
"Jaga mulut mu, aku bukan pelakor!" Teriak Andin dengan geram.
"Lalu apa nama nya jika bukan pelakor, hamil dengan pria bersuami. Padahal jelas - jelas Rayan itu masih punya istri sah, malah berani mengusir istri sah. Dasar pelakor!" Balas Silvi lagi.
"Mas Rayan memilih ku karena dia mandul, sedangkan aku bisa memberi nya keturunan!" Jawab Andin dengan bangga nya.
"Yakin itu anak nya Rayan? Atau kau sendiri tidak tahu siapa ayah dari anak mu?" Tanya Silvi sambil tersenyum sinis.
"Kurang ajar, berani nya kau bicara seperti itu. Ini anak nya mas Rayan, dan kami akan segera menikah dalam waktu dekat ini!" Jawab Andin lagi.
"Ambil saja laki - laki tidak setia itu, lagian aku punya kejutan untuk kalian nanti nya!" Melati berkata sambil berbisik di telinga Andin.
"Melati, jangan berani - berani nya kau melakukan sesuatu pada aku dan anak ku. Mas Rayan tidak akan memaafkan mu!" Andin berkata sambil mundur beberapa langkah.
Sebuah senyuman muncul di sudut bibir Melati, melihat raut wajah penuh ketakutan dan ketegangan di wajah Andin. Maka Melati pun semakin senang melihat nya.
"Bagai mana jika mas Rayan tahu bahwa dia mandul dan tidak bisa menghamili wanita mana pun? Apa yang akan dia lakukan pada mu dan anak mu!" Bisik Melati tepat di telinga Andin.
Mendadak wajah Andin langsung berubah pucat pasi mendengar ucapan Melati, Melati yang di anggap nya wanita bodoh bisa saja menghancurkan rencana yang sudah dia susun bersama keluarga nya.
"Sil, pergi yuk!" Ajak Melati sambil menarik tangan Silvi.
"Pelakor ini gimana?" Tanya Silvi pada Melati.
"Biarkan saja!" Jawab Melati sambil tersenyum ke arah Andin.
Kedua sahabat itu pergi meninggalkan Andin yang masih syok, lidah nya terasa kelu dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
'Gawat, jadi mas Rayan itu mandul? Wajar saja Melati rela pergi begitu saja, busa bahaya ini untuk ku. Sebelum mas Rayan mengetahui semua nya, pernikahan ini harus segera di laksanakan. Setelah itu aku harus bisa merebut semua harta mas Rayan dan keluarga nya, jangan sampai dia mengetahui kalau dia tidak bisa mempunyai anak!' Batin Andin di dalam hati.
Andin bergegas pergi dari sana, dia harus mencari solusi secepat nya dari masalah ini. Dia harus bicara dengan orang tua nya, Andin tidak mau jika sampai rencana nya gagal untuk menguasai semua harta nya Rayan. Jadi sebelum Rayan dan keluarga nya menyadari semua itu, maka rencana nya sudah harus berhasil.
terus sehat dan semangat 😍💪