Bercerita tentang Aretha yang mempunyai hubungan dengan kekasihnya yaitu Bagas. Pria yang sangat di cintainya. Namun kedua orang tua Aretha tidak merestui hubungan itu. Karena alasan yang tepat.
Aretha tidak bisa meninggalkan kekasihnya yang membuat sang ayah Alvian yang menjodohkannya dengan seorang Dokter bernama Arryan. Terjadi penolakan dari Aretha. Namun dia tidak bisa membantah perjodohan itu.
Aretha yang mencintai kekasihnya. Memilih lari di hari pernikahannya. Meninggalkan calon suaminya. Namun apa yang di lakukan Aretha membuat bencana dalam hidupnya yang menjadikan kehidupannya berubah 180 derajat.
Sampai akhirnya 2 tahun kemudian Aretha yang akhirnya di pertemuan kembali dengan Pria yang di tinggalkannya di hari pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan pertemuan mereka saat keduanya di hadapkan dengan permasalahan yang rumit dan perasaan yang bercampur?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 Kecelakaan.
Rumah sakit
Robbi memasuki ruangan Arryan yang mana terlihat Arryan sibuk di depan komputer yang mengecek rekapan medis pekerjaannya.
"Apa yang membuatmu pagi-pagi harus datang ke dalam ruangan ku?" tanya Arryan.
"Apa lagi. Jika bukan untuk mengetahui berita yang tidak aku dapatkan yang tidak sempurna dan harus aku dapatkan lebih detail dari mu," jawab Robi yang duduk dengan santai.
"Berita apa?" tanya Arryan dengan dahinya yang mengkerut.
"Katakan Arryan bagaimana pertemuanmu dengan calon istrimu yang tidak jadi itu?" tanya Robi.
"Apa maksudmu?" tanya Arryan dengan alisnya terangkat.
"Jangan kau pikir aku tidak tahu. Takdir sudah mempertemukan mu dengan wanita yang meninggalkanmu di hari pernikahan mu. Aretha dan ternyata kalian belakang ini dekat dan kau pasti kaget. Jika wanita itu adalah wanita yang meninggalkan mu waktu itu," ucap Robbi.
Memang apa yang tidak diketahui Robi dengan mudahnya Robi mengetahui semuanya.
"Apa kau sedang galau?" tanya Robi menduga-duga.
"Apa maksud mu. Tidak ada hal yang harus membuatku galau dan urusanku dengan wanita itu sudah berakhir. Itu hanya sebuah hubungan yang tidak beralasan dan pernikahan itu, kejadian 2 tahun lalu juga sudah berakhir," sahut Arryan dengan suara dinginnya yang terlihat tidak ingin membahas masalah itu. Namun Robi tersenyum mendengarnya.
"Arryan Jangan sampai aku berpikiran. Jika kau jatuh cinta dengan wanita itu. Bukan dengan Aretha yang menjadi calon istrimu yang meninggalkanmu di hari pernikahanmu. Tetapi dengan Aretha yang baru kau temui dan karena permasalahan ini. Hal itu membuatmu menjadi tidak ingin membahasnya," ucap Robi menebak-nebak.
Arryan diam saja mendengarkan apa kata Robi. Hal itu membuat Robi menyunggingkan senyumnya. Seakan apa yang di katakannya benar. Mungkin saja iya.
"Tidak ku sangka dia benar-benar jatuh cinta pada wanita yang sama. Takdir membuat mereka bertemu kembali. Tetapi pasti ini tidaklah mudah bagi Arryan karena wanita yang menyakitinya sama dengan wanita yang di temuinya," batin Robi dengan tersenyum lebar.
Namun Arryan hanya diam saja yang tidak mengatakan apa-apa lagi.
**********
Aretha yang sekarang sedang menaiki ojek yang melaju dengan kecepatan tinggi. Aretha ingin mengantarkan pesanan dari costumernya.
"Pak pelan-pelan dong pak. Jangan cepat-cepat seperti seperti," keluh Aretha sudah mau terbang di bawa pengendara ojek tersebut.
"Bapak mau cepat neng. Jadi kalau tidak cepat-cepat nanti tidak akan sampai. Lagi pula ini juga jalannya sedang," jawab pengendara ojek tersebut.
Aretha hanya diam saja dengan kelajuan dari pengendara ojek tersebut. Padahal dia sudah hampir melayang.
Tiba-tiba dari arah yang berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi mobil. Pengendara ojek yang membawa Aretha juga semakin kencang melaju tinggi dan bahkan melakukan pembelokan yang akhirnya bertemu dengan mobil yang melaju kecepatan.
Pengendara ojek tersebut kaget dan tidak sempat mengelakkan mobil yang di depannya.
"Aa- aa-aa," Pengendara ojek itu benar-benar kaget dan berusaha untuk mengelakkan namun tidak bisa yang akhirnya.
"Aaaaaaaaa!" teriak Aretha.
Brukkkk
Terdengar suara tabrakan mobil dan sepeda motor begitu kencang. Aretha yang berada di belakang pengendara ojek itu langsung terpelanting melayang ke atas dan terbentur ke aspal. Aretha yang tergeletak di atas aspal dengan darah yang keluar dari kepalanya.
Aretha masih membuka matanya yang dipenuhi dengan darah yang mengalir dari atas kepalanya mendengar suara hentakan kaki yang semakin dekat yang begitu banyak yang menghampiri yang terjadi kecelakaan besar tersebut.
Orang-orangnya mengerumuni Aretha yang akhirnya tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir. Dalam matanya yang tertutup suara-suara yang tadi terdengar sudah semakin jauh.
Orang-orang yang ada di sana bukannya membawa Aretha kerumah sakit. Malah mengkerumini Aretha.
Pranng.
Gelas yang di tangan Alea tiba-tiba jatuh yang membuat dirinya sendiri kaget dengan perasaan tidak enak sampai mengusap dadanya.
"Ya Allah ada apa ini. Kenapa perasaan ku tidak enak," batin Alea.
"Ibu kenapa?" tiba-tiba Lia datang dan melihat keadaan Alea.
"Lia!" Alea.
"Ada apa Bu, kenapa bisa sampai jatuh seperti ini?" tanya Lia yang langsung membantu untuk membersihkannya.
"Tangan saya licin dan tiba-tiba jatuh. Tapi kenapa perasaan saya mendadak tidak enak ya," ucap Aretha.
Lia tidak mengatakan apa-apa dan membersihkan pecahan dari gelas tersebut.
"Kenapa aku tiba-tiba memikirkan putriku," batin Alea.
********
Rumah sakit.
Liu liu liu liu liu liu liu liu liu liu liu liu liu liu
Suara Ambulance yang terdengar mondar-mandir keluar masuk rumah sakit. Ambulance berikutnya juga masuk kembali ada dua Ambulance yang berhenti di rumah sakit.
Arryan yang sedang berbicara dengan Suster di lobi rumah sakit melihat Ambulance yang baru berhenti di depan rumah sakit tersebut dan beberapa Suster langsung berlari dengan mendorong dua tempat tidur dorong menghampiri Ambulans tersebut.
"Pasien darurat," ucap Arryan.
"Iya Dokter, itu pasien yang mengalami kecelakaan pagi ini," jawab Suster tersebut.
"Ayo bantu yang lainnya!" ajak Arryan yang tidak melihat ada Dokter yang bersama Suster dan Arryan pun bergerak sendiri untuk membantu pasien darurat tersebut.
Arryan yang sudah berada di depan Ambulance tersebut dan perawat yang mengeluarkan satu orang dari Ambulans tersebut dengan tempat tidur dorong dan seorang pria penuh dengan luka dan darah.
"Berikan alat pernapasannya!" titah Arryan. Suster itu mengangguk dan mereka langsung membawa pasien menuju ruang ICU.
1 pasien lagi yang keluar dari mobil Ambulance tersebut. Aretha yang langsung di turunkan dari Ambulance dan posisi Arryan belum melihat Aretha sampai akhirnya Arryan melihat Aretha yang membuat Arryan benar-benar terkejut melihat Aretha yang penuh dengan darah dengan luka begitu parah
"Aretha!" lirih Arryan dengan wajah terkejutnya.
"Apa yang terjadi padamu?" Arryan bertanya-tanya dalam kagetnya, Saking kagetnya Arryan tidak menyadari jika Aretha juga sudah di dorong Suster lain menuju ruang ICU untuk mendapatkan penanganan.
"Dokter!" tegur Suster yang membuat Arryan sadar dan langsung buru-buru menyusul yang lainnya.
Arryan sekarang ikut bersama Suster mendorong Aretha. Namun Arryan terlihat cemas yang langsung memasangkan alat pernapasan untuk melakukan pertolongan pada Aretha.
"Apa yang terjadi padanya? kenapa dia bisa sampai seperti ini," batin Arryan yang terlihat panik yang memperhatikan wajah Aretha. Meski wajah itu di penuhi dengan darah. Namun wajah Aretha masih di kenali.
"Kita langsung lakukan operasi. Siapkan semua operasinya!" titah Arryan yang sudah sampai membawa Aretha ke dalam ruangan ICU dan Aryan mengambil tindakan langsung melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa Aretha.
"Baik Dokter," sahut Suster tersebut.
Aretha langsung dipindahkan ke meja Operasi dengan beberapa Suster yang langsung memasang alat-alat medis di seluruh tubuhnya. Ada juga Suster yang membersihkan darah-darah di wajah Alea.
"Pasien banyak kehilangan darah Dokter," ucap yang satunya
"Siapkan kantung darah!" titah Arryan.
Suster menuruti perintah Arryan dan mereka yang mulai melakukan Operasi untuk Aretha. Kondisi Aretha yang memang sangat parah, luka benturan di kepalanya yang membuatnya kehilangan banyak darah.
Arryan yang turun tangan sendiri menangani Aretha, terlihat kurang fokus dengan apa yang terjadi pada Aretha dalam mengobati Aretha. Arryan malah memperhatikan wajah Aretha yang khawatir pada Aretha dan sangat mencemaskan Aretha yang takut Aretha kenapa-kenapa.
Bersambung