NovelToon NovelToon
TIRAKAT 4

TIRAKAT 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

SERI KE 4 DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Menceritakan tentang perjalanan kehidupan anak gadis bernama Gendis, yang hidup dalam sebuah keluarga miskin. Namun, seiring berjalannya waktu, kekayaan datang dalam kehidupan keluarganya karena orang tua Gendis melakukan pesugihan.

Dan, karena pesugihan itu, justru menjadikan Gendis sebagai "wadah" pencari tumbal agar kekayaan keluarganya tetap bertahan.

Ritual pesugihan apa yang dilakukan orang tua Gendis?
Bagaimana penderitaan Gendis selama menjadi "wadah" pencari tumbal?
Dan, seperti apa perjalanan hidup Gendis sampai ia ditakdirkan bertemu dengan Nisa?

Selamat membaca...
.
.
.
DISCLAIMER!!!

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, budaya, laku tirakat tertentu, dan kepercayaan tertentu dengan para pembaca semua, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 "BAWA AKU PERGI DARI SINI..."

Akhirnya, dengan perasaan yang mulai curiga, Mas Anto hanya membawakan Gendis sepiring nasi putih saja tampa lauk pauk. Dan juga ia sambil membawa obat demam yang ada di kotak obat di dapur.

Mas Anto pun kembali duduk di samping Gendis. Berusaha untuk membantunya bangun dan duduk.

"Ayo, bangun dulu ya..." ucap Mas Anto dengan lembut.

"Humm... Humm... Humm..." suara Gendis yang menggigil, membuat hati Mas Anto semakin tak tega.

"Ayo, makan dulu ya Gendis, habis itu minum obat." ucap Mas Anto, sambil mengambilkan satu sendok nasi di atas piring yang ia bawa.

"Ayok, makan dulu. Buka mulutnya, aaaaaa..." tambah Mas Anto sambil mengarahkan sendok nasi itu ke mulut Gendis.

"Aaaaaa..." Gendis pun membuka mulutnya.

"Eh, iya, kelupaan Pakde..." ucap Mas Anto, sambil tak jadi menyuapi Gendis, saat ia teringat sesuatu.

"Kenapa Pakde? Humm... Humm..." tanya Gendis.

"Baca Bismillah dulu dong... Hehehe..." kata Mas Anto.

"Humm... Humm..." respon Gendis sambil mengangguk pelan.

Dan lagi-lagi...

Entah sudah keberapa kalinya...

Keanehan terjadi...

Saat Gendis hendak mengucapkan kalimat Basmallah tersebut sebelum makan, Mas Anto malah melihat mulut Gendis menjadi kaku gerakannya.

"B-b-bi... Bi-bi-bis... B-b-b..."

Seperti itulah suara dari mulut Gendis yang kaku gerakan mulutnya...

"Gendis... Kamu kenapa? Kok gak lancar baca Bismillah nya?" tanya Mas Anto dengan keheranan.

"Loh? Udah kok Pakde... Humm... Humm... Aku udah baca Bismillah barusan... Humm... Humm..."

Semakin merasa aneh Mas Anto dengan keanehan berikutnya ini...

Sudah sangat jelas di pandangan matanya bahwa mulut Gendis kaku saat hendak mengucapkan kalimat Basmallah itu. Dan juga sangat jelas di pendengaran telinganya bahwa suara Gendis malah cuma terbata-bata tak jelas.

Tapi Gendis?

Gendis malah merasa bahwa dirinya sudah membaca kalimat Basmallah tersebut dengan lancar, tanpa kendala.

Pada akhirnya, karena hati Mas Anto yang sudah tak tega dengan kondisi kesehatan Gendis itu, ia kembali menyuapi Gendis saja. Dengan menahan segala firasat yang tak enak di hatinya.

Ketika sudah selesai makan, walau cuma nasi putih, sedikit terlihat bertenaga tubuh Gendis. Tak seperti sebelumnya yang tampak sangat lemas. Dan Mas Anto pun membantu Gendis untuk meminum obat demamnya.

"Pakde..." panggil Gendis di depannya.

"Iya?" respon Mas Anto dengan tersenyum hangat.

"Terima kasih..." ucap Gendis dengan tatapan matanya yang putih, mulai berkaca-kaca.

"Iya Gendis... Sama-sama..." jawab Mas Anto.

.....

.....

.....

Sejenak, Mas Anto menatap wajah Gendis yang sedikit terlihat segar setelah makan itu...

Terasa di dalam hati Mas Anto, bahwa Gendis seperti kehilangan sesuatu dari dirinya...

Entah bagaimana menjelaskannya...

Tapi, Mas Anto seperti memahami sesuatu...

Gendis sangat merasa kesepian, tak diberikan kasih sayang yang seharusnya dan selayaknya...

Atau justru...

Dari wajah Gendis yang menatapnya itu, Mas Anto juga sedikit merasakan ada rasa "TERANCAM" oleh sesuatu???

.....

.....

.....

"Pakde? Pakde?"

Suara Gendis menyadarkan lamunan sesaat Mas Anto itu...

"Eh, iya Gendis?"

"Kenapa Pakde malah diem aja sih?"

"O-oh, anu... Hehehe... Gak apa-apa kok Gendis." jawab Mas Anto sedikit terbata.

"Ya udah, sebentar ya, Pakde mau taruh piring sama gelas di dapur dulu." tambahnya kemudian.

"Iya Pakde..." jawab Gendis.

Mas Anto pun berjalan ke dapur, menaruh piring dan gelas itu. Dan dengan segera kembali ke ruang tamu.

"Oh iya, barusan di jalan Pakde beli buah-buahan juga loh buat kamu..."

Mas Anto langsung membuka beberapa kantong di atas meja...

"Nah, kamu mau buah apa Gendis?" tanya Mas Anto.

"Emm... Pakde beli buah apa aja emangnya?"

"Ini ada buah jeruk, buat nambah vitamin C di badan kamu, biar cepet sehat. Ada juga buah melon, buah semangka, buah pisang, sama buah pir... Kamu mau yang mana?" jelas Mas Anto.

"Emm... Aku mau buah jeruk aja deh Pakde, biar cepet sehat." jawab Gendis.

"Hehehe... Boleeeh..."

Mas Anto mengambilkan beberapa buah jeruk itu, dan diberikan ke Gendis.

"Pakde... Maaf..."

"Emm? Kenapa?"

"Emm... Aku mau ke kamar lagi, boleh gak? Aku rasanya mulai ngantuk habis minum obat." pinta Gendis.

"Oh, boleh-boleh, ayo Pakde bantu jalan ke kamarmu."

Dan Mas Anto pun membantu Gendis untuk berjalan menuju kamarnya di lantai dua.

Dengan hati-hati dan penuh kelembutan, Mas Anto memegangi lengan Gendis di setiap langkahnya.

Dan ketika sampai di kamar Gendis, Mas Anto langsung memintanya untuk segera tiduran dan memakai selimutnya lagi.

"Gendis, kamu langsung tidur dulu aja ya. Nanti kalo udah bangun, baru dimakan jeruknya."

"Iya Pakde, terima kasih ya..."

"Iya..."

Mas Anto pun segera beranjak dari dalam kamar...

Dan...

Sebuah keanehan lainnya kembali terjadi...

.....

.....

.....

Sedikit lagi sebelum pintu Gendis itu tertutup sempurna...

Mas Anto mendengar sayup-sayup suara Gendis di antara celah kusen dan daun pintu yang hampir tertutup itu...

"PAKDE... TOLONG... BAWA AKU PERGI DARI SINI..."

1
🔵🌹Widian,🧕🧕🌹
ini 2 anak yang berbeda kah ?
Deni Komarullah: Tokoh Gendisnya sama Kak... Korbannya yang berbeda...
total 1 replies
SecretS
Merinding juga, kepala sampai hancur. Lanjut kak, memang sampai berapa tumbal? Kalau dihitung pasti lebih dari 5 sebab bertahun tahun loh sebelum ketemu nisa?
Deni Komarullah: Iya Kak...
total 1 replies
SecretS
😰😰menegangkan kak pas gendis mojokin sinta 😆😆, lanjut kak gimana cerita nya gendis kok bisa di pondok dan ketemu nisa 😃
SecretS
Ini kisah pesugihan ya
😆😆 lanjut kak👍👍👍
Yeni Yeni: lanjut dah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!