Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.
"Ini... di mana?"
Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.
Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.
Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.
"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.sarang semut
Langkah kaki Fang Yuan terdengar mantap saat melewati koridor SMA Jiangnan. Di sekelilingnya, riuh rendah suara murid-murid yang berlarian mengejar bel masuk bergaung di dinding sekolah. Beberapa siswi yang berpapasan dengannya sempat menoleh dua kali, berbisik-bisik sambil tersenyum malu melihat penampilan baru Fang Yuan yang mendadak terlihat sangat tampan, misterius, dan *cool* dengan rambut biru keputih-putihannya.
Namun, Fang Yuan mengabaikan semua tatapan itu. Fokusnya langsung tertuju pada pintu kelas 12-A.
Begitu dia melangkah masuk ke dalam kelas, suasana yang tadinya bising mendadak senyap. Tatapan semua orang tertuju padanya, bukan karena kagum, melainkan karena antisipasi akan sebuah "pertunjukan" hiburan pagi.
Di sudut kelas dekat jendela, sekelompok murid laki-laki berpakaian rapi namun sengaja membuka kancing atas seragam mereka sedang duduk santai di atas meja. Di tengah-tengah mereka, berdiri seorang pemuda dengan jam tangan mewah bermerek Rolex yang berkilau di pergelangan tangannya. Dia adalah **Gao Yang**, anak dari seorang direktur perusahaan properti besar di Jiangnan sekaligus "penguasa" tidak resmi di kelas ini.
Di kehidupan masa lalu, hari ini adalah hari di mana Gao Yang sengaja menjebak Fang Yuan. Gao Yang menyembunyikan dompet mewahnya di dalam tas Fang Yuan, lalu menuduhnya mencuri di depan seluruh kelas, membuat reputasi Fang Yuan hancur dan dia dikucilkan hingga lulus sekolah.
"Yo, lihat siapa yang baru datang! Si miskin Fang Yuan," cemooh Gao Yang sambil melompat turun dari meja. Dia berjalan mendekati Fang Yuan dengan senyum meremehkan. "Hei, ada apa dengan rambutmu? Mencoba bergaya seperti karakter anime agar terlihat kaya? Sadarlah, baju dan sepatumu itu bahkan tidak cukup untuk membeli satu tali jam tanganku."
Anak-anak buah Gao Yang langsung tertawa terbahak-bahak, memprovokasi seisi kelas untuk ikut menertawakan Fang Yuan.
Fang Yuan berdiri diam. Dia menatap Gao Yang dengan ekspresi datar, seolah sedang melihat badut sirkus yang sedang kehabisan trik. Di mata seorang Penguasa Surgawi, tindakan Gao Yang ini tak lebih dari sekadar gurauan balita.
"Selesai bicaranya?" tanya Fang Yuan dingin.
Gao Yang mengerutkan alisnya. Dia merasa tersinggung dengan ketenangan Fang Yuan yang tidak biasa ini. Biasanya, Fang Yuan akan menunduk takut atau gemetar jika dikonfrontasi.
"Heh, jangan sok tegar. Kebetulan sekali kamu sudah datang," kata Gao Yang dengan nada licik. Dia tiba-tiba meraba sakunya dan berpura-pura panik. "Lho? Dompetku... Dompet kulit buaya edisi terbatas milikku hilang! Di dalamnya ada uang tunai sepuluh ribu yuan!"
"Apa?! Dompet Kak Gao Yang hilang?" salah satu anteknya, seorang murid berbadan gempal bernama Liu Peng, langsung berteriak dramatis. "Pasti ada pencuri di kelas ini! Dan kurasa... kita semua tahu siapa satu-satunya orang di kelas ini yang tidak punya uang saku!"
Semua mata di kelas langsung tertuju pada Fang Yuan. Bisik-bisik miring mulai terdengar.
"Jangan-jangan benar Fang Yuan yang mengambilnya?"
"Iya, keluarganya kan sedang terlilit utang besar."
Gao Yang tersenyum puas di dalam hati. Skenarionya berjalan sempurna. Dia menunjuk tas ransel hitam usang milik Fang Yuan. "Fang Yuan, demi membersihkan namamu, bagaimana kalau kita periksa tas kotormu itu?"
Tanpa menunggu persetujuan, Liu Peng langsung merangsek maju dan menyambar tas Fang Yuan dari atas meja. Dia membuka ritsletingnya dengan kasar dan membalikkan tas itu hingga semua isinya tumpah ke lantai.
*BRAKK!*
Buku-buku pelajaran berserakan, dan benar saja... sebuah dompet kulit berwarna hitam mewah ikut terjatuh dan tergeletak di atas lantai kelas.
"Lihat! Aku tidak salah menebak! Fang Yuan benar-benar mencuri dompet Kak Gao Yang!" seru Liu Peng dengan wajah penuh kemenangan.
Gao Yang melipat dadanya, menatap Fang Yuan dengan pandangan superior. "Fang Yuan, bukti sudah ada di depan mata. Berlutut dan minta maaflah padaku sekarang juga, atau aku akan memastikan kamu dikeluarkan dari sekolah ini dan ibumu yang penyakitan itu tahu kalau anaknya adalah seorang kriminal!"
Mendengar Gao Yang berani membawa-bawa nama ibunya, kilatan cahaya keemasan yang sangat dingin melintas di mata kiri Fang Yuan. Iblis dalam hatinya di masa lalu bergejolak, namun kali ini, dia memiliki kekuatan absolut untuk membalasnya.
"Manusia biasa... benar-benar selalu mencari jalan pintas menuju kematian," desis Fang Yuan pelan.
"Apa kamu bilang?!" Gao Yang membentak, merasa otoritasnya ditantang.
Sebelum ada yang bisa menyadari apa yang terjadi, Fang Yuan bergerak. Gerakannya begitu cepat hingga hanya menyisakan bayangan samar di mata manusia biasa.
*PLAKKK!!!*
Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi kanan Gao Yang. Kekuatan fisik Fang Yuan yang telah diperkuat oleh *Qi* Tahap Pengumpulan Tingkat Satu membuat tamparan itu menghasilkan suara dentuman yang memekakkan telinga.
"AAAGHH!"
Tubuh Gao Yang terpental dua meter ke samping, menabrak meja dan kursi hingga hancur berantakan, sebelum akhirnya ambruk di lantai. Mulutnya robek, dan tiga gigi depannya copot seketika, mengucurkan darah segar ke lantai putih kelas.
Suasana kelas seketika berubah menjadi sunyi senyap seolah-olah waktu telah dihentikan. Semua murid melongo dengan mata melotot hampir keluar dari kelopaknya.
Fang Yuan... si pecundang yang selalu diam saat ditindas, baru saja menerbangkan anak seorang konglomerat properti hanya dengan satu tamparan?!
"Kak Gao Yang!" Liu Peng berteriak panik. Dia menoleh ke arah Fang Yuan dengan wajah memerah karena marah. "Berengsek! Kamu berani memukul—"
*BUMMM!*
Belum sempat Liu Peng menyelesaikan kalimatnya, Fang Yuan mengangkat kaki kanannya dan menendang dada Liu Peng. Tubuh gempal seberat 90 kilogram itu melayang seperti bola kertas dan menghantam papan tulis di depan kelas hingga retak, sebelum akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
Fang Yuan berjalan perlahan, melangkahi buku-bukunya yang berserakan di lantai. Langkah kakinya yang santai entah mengapa terdengar seperti ketukan lonceng kematian di telinga murid-murid lainnya.
Dia berdiri tepat di depan Gao Yang yang sedang meringkuk kesakitan sambil memegangi pipinya yang bengkak meniru bentuk sebuah sandal. Fang Yuan menginjak dada Gao Yang dengan sepatu sekolahnya, memberikan tekanan yang membuat Gao Yang merasa dadanya seperti dihimpit oleh sebongkah batu besar seberat satu ton.
"Uhuk... k-kamu... berani menyentuhku... Ayahku tidak akan melepaskanmu..." ancam Gao Yang dengan suara gemetar, matanya kini dipenuhi oleh ketakutan yang mendalam. Aura dingin yang memancar dari tubuh Fang Yuan membuat instingnya berteriak bahwa pemuda di depannya ini bisa membunuhnya kapan saja.
Fang Yuan membungkuk sedikit, senyum nakalnya kembali muncul, namun matanya sedingin es di pemakaman kuno.
"Ayahmu? Di mataku, seluruh keluargamu tak lebih dari sekadar koloni semut. Jika kalian berani mengusik ketenanganku lagi... aku tidak keberatan untuk menginjak sarang semut itu hingga rata dengan tanah."