Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Skors.
BRAK!
"A-astaga!" Bu Etty memegangi dadanya, terkejut dengan pintu yang tiba-tiba di dobrak. Buku yang tadi dibacanya terlempar di atas lantai saking kagetnya.
"Kamu lagi... Apa kamu tidak punya sopan santun?!" Bu Etty sangat marah pada Camilla.
Bukannya takut pada si guru killer, Camilla dengan santainya duduk di atas kursi yang berhadapan dengan Bu Etty. Camilla menaruh tasnya di kursi sampingnya. Ia mengambil sebotol minuman kaleng dalam tasnya.
"Mau?" Tawarnya pada Bu Etty dengan tatapan datar. Bu Etty semakin geram dibuatnya, tangannya mengepal kuat. Karena tidak dijawab oleh Bu Etty, Camilla pun langsung meminum minumannya sampai habis.
Tatapan Bu Etty yang masih tajam itu kini mengarah ke Justin yang baru saja datang. Justin yang mengerti maksud tatapan itu pun berkata, "Terlambat dan naik pagar sekolah." Ya, itu kesalahan Camilla pagi ini, melanggar aturan.
Bu Etty kembali menatap Camilla, "Kamu diskors tiga hari! Mulai dari SEKARANG!"
Camilla yang mendengar itu pun matanya berbinar, bahagia sekali. Akhirnya bisa rebahan dengan tenang lagi. "Mantab, Bu!" Camilla langsung mengenakan tasnya dan mendekat ke Bu Etty.
"Ini hadiah buat ibu karena sudah memberi saya hukuman yang tepat!" Camilla meletakkan kaleng minumannya yang kosong di meja Bu Etty. Setelah itu ia langsung kabur.
"Berani sekali anak itu!!!!"
Bu Etty mencoba meredakan amarahnya, ia memijat pelipisnya, "Bocah somplak.."
Sementara Justin hanya menatap punggung Camilla yang kian menjauh itu dengan tatapan benci. "Niat sekolah nggak sih?!"
***
"Gilak sih Justin. Kalau marah nggak liat lawan dulu, ahahahah!" Camilla tertawa keras. Siapapun yang melihatnya, pasti akan menganggap Camilla gila.
"Apa tadi dia bilang? Cewek terjahat?.." Camilla tersenyum sinis, "Gue bisa lebih dari itu." Ia mempercepat jalannya ke parkiran.
"Na na na na na na~" Camilla sedang bersenandung ria di dalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya menuju markas Black Devil. Di saat lampu merah, Camilla mengambil ponsel miliknya dan menelepon Welly.
"Apaan, Queen? Kangen?" Tanya seseorang dari balik telepon, Welly. Seperti biasa, kepedean. Dasar asisten genit.
"Apasih! Gue cuma mau ngomong kalau gue mau ke markas!" Kata Camilla sambil mematikan radio di mobilnya.
"Gitu doang mah nggak usah ngasih tau!" Kalau dari suaranya Welly sedang mendengus kesal. Ups, ternyata Welly bisa kesal juga.
"Berani lo ngomong gitu ke gue!?!" Camilla berkata dengan nada tinggi, membuat siapapun pasti akan takut dengan itu. Tapi tidak dengan Welly, pengecualian.
"Ugh.. Queen yang paling cantik masa' ngomong gitu sih sama cogan!" Rayu Welly seperti biasanya.
"Nggak mempan rayuan lo sekarang!" Kata Camilla. Biasanya hanya Welly lah cowok yang bisa merayu Camilla. Meskipun begitu genit, tapi entahlah. Camilla sangat suka dengan rayuan Welly.
"Beneran, Yang?" Rayu Welly semakin menjadi-jadi. "Ck!" Camilla langsung mematikan sambungan teleponnya. Tepat sekali sudah lampu hijau.
***
"HAI EVERYONE!!! QUEEN KEMBALI!!!" Kata Camilla saat sudah berada di markas Black Devil. Camilla tidak memakai pakaian leader. Hanya seragam sekolah dan topeng di wajahnya.
"Bolos lo?" Tanya Welly saat Camilla berada di ruangannya.
"Gue nggak sebaik itu, gue diskors, hehe." Camilla duduk di samping Welly yang sedang berkutat pada komputernya. Camilla melepas topengnya, karena memang mereka berdua sudah kenal dekat.
"Sejak kapan orang bolos dibilang baik, kebiasaan lo!"
"Serahlah! Btw ngapain sih lo?" Tanya Camilla sambil mendekat ke komputer Welly.
"Ngurus perusahaan lah! Emangnya elo yang kerjaannya cuma rebahan!"
"Eh, kok lo tau sih? Lo mata-matain gue ya?!" Camilla menyipitkan matanya.
"Nggak usah mata-matain aja udah keliatan, hahah!"
Hening. Tidak ada pembicaraan lagi, Welly fokus mengurusi perusahaan di komputernya. Camilla sedang berkutat pada aplikasi Instagram di ponselnya. Karena bosan, Camilla pun meletakkan ponselnya.
"Fokus bener! Seru ya?" Tanya Camilla ngawur.
"Serah lo dah!" Ketus Welly kesal karena merasa diganggu sambil mengetikkan sesuatu di komputernya.
"Well, Wellyy! Gue pengen punya perusahaan juga nih.." Seketika permintaan Camilla menghentikan kegiatan Welly.
"What?! Lo kira bikin perusahaan kayak bikin akun ig. Berjuang lah dari titik nol kayak gue."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE 🤩
(¯`◕‿◕´¯)
edisicrazyup
---Rara Tania
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃