NovelToon NovelToon
SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Aryo Pradana adalah seorang pengusaha sukses, namun sayang berada di puncak pencapaian dengan bergelimang harta tak lantas membuatnya jadi suami bersyukur. Ia memilih mengkhianati Sekar—istri setianya yang berasal dari garis keturunan dukun terkuat di sebuah desa terpencil asal Banyuwangi.

Demi ambisi dan gairah, Aryo menikah siri dengan Maya, gadis kota, muda, namun ambisius. Alih-alih meratap dan menangisi nasibnya, Sekar yang mengetahui pengkhianatan ini justru memilih mundur dengan keheningan yang mematikan.

​Ketika Maya mulai mengandung anak Aryo dan menuntut posisi sebagai istri sah satu-satunya, teror gaib yang legendaris, Santet Pring Sedapur, mulai dikirimkan.

Di balik keputusasaan Aryo untuk menyelamatkan istri mudanya, ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa satu-satunya cara menghentikan teror ini adalah menyerahkan kembali jiwanya pada Sekar—atau mati bersama seluruh keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Jin Kiriman

​Meskipun Kyai Zainal telah terluka akibat hantaman energi balik Pring Sedapur, beliau menolak untuk membiarkan raga Maya pergi begitu saja tanpa usaha terakhir.

Di dalam surau tua yang pintunya telah jebol dihantam angin hitam, sang ulama sepuh kembali menegakkan punggungnya setelah menyeka sisa darah di bibir.

Waktu telah menunjukan pukul setengah tiga dini hari. Suasana menjelang subuh di Pesantren Al-Ikhlas kian mencekam; kabut gunung yang dingin mulai merayap masuk melalui ambang pintu, beradu dengan uap belerang panas yang menguar dari pori-pori kulit Maya.

​Danu menaruh obor bambu kuningnya di dekat mimbar, menciptakan batas perimeter cahaya minimal.

"Pak Kyai, entitas ini tidak bekerja dengan logika kerasukan biasa. Ini adalah rewand—jin perekat sumpah yang mengikatkan dirinya pada struktur molekul korban. Jika dipaksa keluar tanpa pembongkaran perjanjian, maka wadahnya yang akan hancur."

​Kyai Zainal mengangguk lemah namun sorot matanya kembali tajam. "Kita tidak akan mengusirnya secara paksa lagi, Nak Danu. Kita akan mengajaknya bicara secara syariat. Jin juga makhluk Allah, mereka punya beban pertanggungjawaban atas setiap kezaliman di dunia."

​Beliau kembali meletakkan jemarinya di atas kain mori yang membungkus kepala Maya. Kali ini, lantunan ayat yang keluar bukan lagi ayat-ayat pembakar, melainkan surah Al-Jinn dan ayat-ayat yang memanggil kesadaran makhluk gaib untuk berdialog. Suara Kyai Zainal mengalun rendah, berwibawa, dan sarat akan tekanan spiritual.

​Greeekkk ....

​Tubuh Maya yang semula melengkung kaku mendadak bergetar hebat. Sepasang matanya yang putih bersih perlahan berputar, menyisakan tatapan mata yang sangat tajam, dingin, dan benci—tatapan yang sama persis dengan sorot mata Sekar saat diceraikan Aryo di Jakarta.

Namun, getaran suaranya jauh lebih berat, bergaung tumpang-tindih dengan desisan ribuan ular di dalam tanah.

​"Ulama tua ... jangan ikut campur urusan tanah wetan," ucap raga Maya. Suara itu keluar tanpa pergerakan bibir yang normal, melainkan mendesis dari sela-sela robekan horizontal di pipinya.

​"Aku tidak ikut campur urusan tanahmu, wahai makhluk Allah," jawab Kyai Zainal dengan tenang, menatap lurus ke dalam mata gaib tersebut. "Tetapi raga perempuan ini adalah hamba Allah yang sah. Atas dasar apa kamu menyiksanya hingga mengeluarkan besi dan merusak akalnya?"

​Entitas di dalam tubuh Maya terkekeh—sebuah tawa kering yang terdengar seperti gesekan bambu mati yang ditiup angin kuburan.

"Hak? Kami punya hak mutlak atas daging dan darah di dalam raga ini! Lelaki di sudut ruangan itu yang menyerahkan lehernya sendiri belasan tahun lalu di bawah rumpun bambu Ki Demang!"

​Raga Maya mendadak menunjuk ke arah Aryo menggunakan telunjuknya yang kaku dan mengeluarkan darah hitam. Aryo semakin merapat ke dinding, wajahnya pucat pasi bagai mayat.

"A-Aku ...," cicit Aryo. Suaranya nyaris tak keluar.

​"Laki-laki itu menukar kesetiaan dengan emas! Dia menukar darah murni Sekar dengan kemewahan kota! Perjanjian Alas Purwo telah mencatat: siapa saja yang memakan rezeki dari tanah sumpah, namun mencampakkan penjaganya, maka seluruh keturunan dan pasangannya adalah tumbal pengganti!" raung jin tersebut, membuat dinding-dinding kayu surau kembali bergetar pelan.

​Kyai Zainal menghela napas, melirik Aryo dengan pandangan sarat kekecewaan, lalu kembali menatap raga Maya.

"Jika lelaki itu bersalah, hukum dia secara hukum dunia. Kenapa kamu harus menghancurkan janin dan menyiksa wanita yang tidak tahu-menahu tentang sumpah masa lalu ini? Di mana keadilanmu sebagai makhluk?"

​"Kami tidak mengenal keadilan kota, Ulama Tua! Kami adalah hukum adat kuno!" desis jin tersebut kian bertenaga. "Tugasku adalah kepunahan total. Aku terikat sumpah 'Sumsum Ing Pring' yang diguyur darah cemani. Aku tidak akan pergi, aku tidak akan goyah oleh ayat-ayatmu, dan tidak akan runtuh oleh mantra apa pun, sebelum raga ini tertekuk kaku menjadi pelepah mati dan seluruh harta lelaki pengkhianat ini amblas menjadi abu!"

​Danu maju satu langkah ke depan, mengintervensi dengan nada taktisnya yang dingin.

"Jadi, meskipun kain mori hitam dan sepasang cincin di brankas Sudirman sudah hancur menjadi abu, kamu masih punya akses penuh karena kontraknya tertanam di dalam ingatan terdalam Aryo?"

​Jin di dalam tubuh Maya memalingkan wajah kaku itu ke arah Danu, matanya menyipit mendeteksi aroma belerang dan forensik gaib dari mantel cokelat sang detektif.

"Cih, penyelidik kota ... kamu cerdas. Tapi kamu terlambat. Jangkar di kota memang sudah hancur, tapi hulu energinya di pekarangan rumah di Kemiren sedang berkobar. Malam ini adalah puncak Suro! Selama sisa darah Aryo masih melekat di tanah wetan, tugasku legal hingga fajar berakhir!"

​Setelah mengucapkan kalimat final itu, raga Maya mendadak mengejang hebat. Dari sela-sela giginya, meluncur keluar belasan jarum jahit kuno yang berkarat, berdentang jatuh di atas ubin surau dengan bunyi klitik ... klitik ... klitik ....

​Maya kemudian memuntahkan gumpalan lendir hitam pekat yang sangat busuk, sebelum akhirnya tubuhnya kembali lemas dan jatuh pingsan sepenuhnya di atas tikar pandan.

Dialog gaib itu telah berakhir, meninggalkan kenyataan pahit yang tak terbantahkan: jin kiriman Sekar tidak akan bisa diusir dengan metode ruqyah konvensional karena ia memegang 'surat tugas' yang sah secara hukum supranatural akibat kecerobohan dan pengkhianatan Aryo sendiri.

​Kyai Zainal menyeka keringat di dahinya, lalu menatap Danu dan Aryo dengan sisa kekuatannya.

"Tidak ada jalan pintas, Nak Aryo. Makhluk itu memegang janji hatimu. Satu-satunya cara adalah membatalkan janji itu langsung di tempat asalnya, atau mencari sesepuh yang mengerti anyaman sumpah Ki Demang untuk memotong jalurnya dari luar."

"Tapi ... Pak Kyai ...."

"Pergilah. Bawa dia pergi ke tempat sumpah darah ini berasal. Sebentar lagi azan isa. Para santri akan segera datang."

"Coba sekali lagi, Pak Kyai ... sekali lagi." Aryo terus memohon. Air matanya luruh.

"Bawa dia kembali ke mobil sebelum seluruh santri di pesantren ini ikut terkena imbas fitnah sihirnya. Setengah jam lagi mereka biasanya sudah berdatangan ke surau."

Aryo bersujud, terus memohon sambil memegang kedua kaki Kyai Zainal.

"Saya sudah lelah, Pak Kyai. Tolong saya ... tolong selamatkan istri saya ...." Aryo memekik, menangis meraung-raung.

Dari belakang, Danu mulai bergerak. Ia mengancingkan kembali mantel cokelatnya, menyandang tas kulit buayanya dengan ekspresi mengeras.

"Waktu kita kian menipis, Pak Aryo. Ayo! Kita harus segera naik ke lereng selatan Gunung Salak sebelum fajar subuh ini tiba. Petapa tua di sana adalah kartu as terakhir kita untuk memutus legalitas jin ini."

Danu menepuk pundak Aryo, menariknya untuk bangkit.

​Aryo terpaksa berdiri, melangkah mundur dengan wajah yang hancur oleh keputusasaan yang mutlak. Upaya perlindungan berbasis agama yang ia harapkan menjadi jalan pintas justru berujung pada hancurnya pertahanan surau tua tersebut.

Dengan waktu yang kian mencekam menuju titik kehancuran raga Maya, Danu hendak kembali menyeret tubuh kaku wanita itu ke mobil.

Namun, baru saja ia hendak menyentuhnya, raga Maya mendadak tersentak.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Sebelum paham soal Pring sedapur ini sempat berpikir, kenapa Sekar tidak langsung membalas sakit hatinya ke Aryo?

Yaa.... karena Pring sedapur ini memang tujuannya menghabiskan keturunan Aryo.

Jadi .... ibaratnya Aryo adalah target pamungkas dari pembalasan sakit hati Sekar.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Danu menyuruh Sekar membalas Aryo secara langsung di tanah wetan. Apa Danu lupa kalau santett Pring Sedapur ini berlaku untuk seluruh keturunan Aryo? menghabisi keturunan Aryo sampai akar akarnya.
Jadi ... Maya tidak mungkin dilepaskan oleh Sekar kan?

Bahkan siapapun yang terlibat dalam penghianatan Aryo sudah menuai akibatnya.
Cha Libra
mampus kau Aryo ..jngan kira perempuan klo udh sakit hati bkal diem inget perempuan klo udh sakit hati bkal lbih mengerikan
kinoy
ngeri BNR..angel temen ni santet. Yo Aryo. .km sih ah biang kerok
Cha Libra
syukurin ..emang 3nak makanya jngan suka selingkuh d ksih Istri yg baik mlah nyeleweng nikmatin ja buah dri penghianatan mu yo yo
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Siapa sebenarnya yang di gunung salak ini?
Seseorang yang bisa memutus santett Pring sedapur Ki demangkah ??
shafira 🥰
bagus banged... ceritanya sungguh menarik.seruuuuu.. karna aq juga tinggal di banyuwangi....
Buna: woah, ada tetangganya Sekar. 😄
terima kasih penilainnya, yaaaa. ❤
total 1 replies
shafira 🥰
lanjuttttttt.... thorrrr
shafira 🥰
lanjutttttt thorrrrrr.... seruuuuuu.... l
Buna: siap, kak. hari ini sudah 3 bab. insyaallah besok lanjut lagi. terima kasih sudah mampir, ya. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Aryo terlalu egois !!
Dia tidak mau "menjatuhkan" dirinya di hadapan Sekar.
tapi ....
pada akhirnya azab yang akan memaksa dia untuk "jatuh" ..... sejatuh jatuhnya
Shusand MaiTtimu
habis kan saja Thor,, si Aryo nya juga
dasar laki laki tidak tau diri
kinoy
ttp y mnt tanggungjwb Aryo sbg pelaku utama y
kinoy
Bnr2 DAh..keren ni crt
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Emang kemana tujuanmu sekarang, Aryo??

Rumah Sekar? atau
alas Purwo?
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻: Ngadi Ngadi authornya 😄
total 2 replies
kinoy
egois si Aryo..BKN y sadar
Mifta Afandi
orang kayak Aryo ma Maya moga GK ada yq nolongin
kinoy
ngeri y..adakah yg BS nolongin Aryo..ato EMG kudu metong
Inna Mirna AR
suka sama karyamu thor, serasa lagi nonton film horror
Buna: terima kasih, kak. selamat membaca. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ibaratnya ....
Aryo yang berbuat
tapi Maya yang menanggung siksa jiwa dan raga atas ulah Aryo.

Aryo menderita dan hampir gila dengan menyaksikan semua penderitaan Maya yang terkena santett Pring Sedapurr
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Meski jangkar sudah diputus oleh Danu, tapi tetap saja tidak bisa menolong Maya .
Maya sudah hampir menjadi Pring/bambu yang kering dan mati .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!