NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Di Antara Dua Kakakku.

Terjebak Cinta Di Antara Dua Kakakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:210
Nilai: 5
Nama Author: Andinirhein

Aku hanya ingin memiliki keluarga. Namun, takdir justru menyeretku ke dalam cinta yang mustahil. Terjebak di antara pria yang kucintai dan kakak angkat yang diam-diam menginginkanku, aku dipaksa menghadapi rahasia kelam yang selama bertahun-tahun disembunyikan. Saat kebenaran terungkap, bukan hanya hatiku yang hancur, tetapi seluruh hidupku ikut berubah. Akankah cinta menjadi penyelamat... atau justru awal dari kehancuranku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andinirhein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Di Hangang.

"Oh? Bukankah itu wanita yang kutabrak semalam?" gumam Eun Dam dalam hati.

Ia segera menghampiriku.

"Benar ternyata kamu."

Aku tersenyum kecil.

"Bagaimana lukamu? Aku benar-benar minta maaf atas kejadian semalam."

"Aku baik-baik saja. Hanya lecet sedikit, kok. Sudah diobati juga."

"Oh ya, aku Eun Dam."

Ia menyodorkan tangan.

"A-aku Seolhwa."

Aku membalas jabat tangannya dengan sedikit gugup.

Maklum.

Pria itu benar-benar tipe idealku.

Kami mengobrol cukup lama.

Baru saat itulah aku sadar mengapa wajahnya terasa begitu familiar.

Eun Dam adalah atlet taekwondo nasional yang cukup terkenal di Korea.

Tak heran beberapa pelanggan diam-diam melirik ke arah kami.

Di sela percakapan, Eun Dam tiba-tiba bertanya,

"Pria yang bersamamu semalam... pacarmu?"

Aku tertawa kecil.

"Bukan. Dia oppa kandungku."

"Oh..."

Eun Dam menghela napas lega tanpa sadar.

"Aku kira pacarmu. Jujur saja, semalam aku sudah pasrah kalau akan dipukul."

"Tenang. Satu atau dua pukulan tidak akan terasa untuk atlet hebat sepertimu."

Kami sama-sama tertawa.

Sebelum pulang, kami saling bertukar nomor ponsel.

"Aku masih berutang permintaan maaf," katanya.

"Kalau suatu hari nanti kamu punya waktu, izinkan aku mentraktirmu makan."

Aku mengangguk pelan.

"Kita lihat nanti."

Malam harinya, ponselku bergetar.

Halo, Seolhwa. Semoga lukamu sudah tidak terlalu sakit.

Aku tanpa sadar tersenyum.

Sudah jauh lebih baik. Terima kasih.

Tak lama kemudian balasan lain masuk.

Syukurlah. Berarti rasa bersalahku sedikit berkurang.

Aku terkekeh pelan membaca pesannya.

Sejak malam itu, obrolan kami mulai berlanjut.

Tidak setiap saat.

Kadang hanya beberapa pesan di pagi hari.

Kadang saling mengucapkan semangat bekerja.

Kadang Eun Dam mengirim foto latihan taekwondonya.

Sebagai balasan, aku mengirim foto roti yang baru keluar dari oven.

Hari demi hari berlalu.

Entah sejak kapan, aku mulai menunggu notifikasi darinya.

Kalau beberapa jam ia tidak mengirim pesan, aku malah menjadi penasaran.

"Aneh..."

Aku menatap layar ponselku.

"Kenapa aku jadi menunggu pesannya?"

Seminggu kemudian.

Pukul lima sore.

Sebuah pesan kembali masuk.

Seolhwa, besok kamu sibuk?

Aku membalas.

Bakery tutup lebih cepat besok.

Tak lama kemudian.

Kalau begitu... bolehkah aku mentraktirmu makan? Anggap saja sebagai permintaan maaf resmi karena sudah membuatmu terluka.

Aku tersenyum sendiri.

Beberapa detik kemudian aku mengetik balasan.

"Baiklah"

Di balik layar ponsel lain, Eun Dam tanpa sadar ikut tersenyum lebar.

Ia bahkan mendapat tatapan heran dari teman-teman latihannya.

"Sedang jatuh cinta ya?" goda salah seorang rekannya.

Eun Dam hanya menggeleng sambil tersenyum.

"Mungkin."

Keesokan harinya.

Entah mengapa aku terbangun lebih pagi dari biasanya.

Aku bahkan sudah berdiri di depan lemari pakaian selama hampir lima belas menit.

"Yang ini terlalu formal..."

Aku mengambil dress berwarna krem, lalu menggeleng.

"Yang ini terlalu mencolok."

Aku mengembalikannya lagi.

Aish... Seolhwa.

Ini hanya makan malam, bukan lamaran.

Kenapa aku jadi gugup begini?

Akhirnya aku memilih blouse putih sederhana yang dipadukan dengan rok cokelat muda selutut. Tidak berlebihan, tetapi cukup rapi untuk dikenakan keluar.

Seperti biasa, Hwi Sol Oppa mengantarku ke bakery.

"Kamu kelihatan lebih semangat pagi ini," katanya sambil tersenyum.

"Masa sih?" Aku pura-pura tidak tahu.

"Iya. Bahkan sejak tadi kamu terus tersenyum sendiri."

Aku buru-buru memalingkan wajah ke jendela.

Semoga saja Oppa tidak menyadarinya.

Seharian ini aku merasa waktu berjalan sangat lambat. Aku selalu melihat jam setiap beberapa menit. Rasanya aku ingin cepat-cepat malam.

Apa karena aku sudah tidak sabar bertemu dengan Eun Dam?

Malam pun tiba. Eun Dam menjemputku.

Sungguh, dia sangat gagah dan tampan saat mengendarai motor Harley-nya itu. Kaos hitam dan jaket oversized yang ia kenakan, ditambah topi hitam yang dipakainya malam ini, mampu membuatku terpanah untuk kesekian kalinya.

Tapi tahu apa yang lebih membuat tubuhku membeku?

Dia melepas jaketnya dan memakaikannya kepadaku.

"Pakai ini, supaya tidak masuk angin," katanya sambil tersenyum manis.

Dinginnya malam dengan angin yang berembus cukup kencang menjadi saksi bahwa saat ini aku merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Ya, mungkin terdengar aneh.

Selama dua puluh tiga tahun hidupku, aku memang tidak pernah jalan berdua dengan pria lain kecuali Hwi Sol oppa. Aku juga tidak pernah menyukai siapa pun sebelum bertemu Eun Dam.

Aku juga tidak mengerti kenapa.

Tapi aku rasa mungkin karena sejak kecil aku sudah mendapatkan begitu banyak cinta dari orang tuaku. Terlebih lagi, aku mempunyai oppa yang sangat menyayangiku.

Jadi aku rasa, dulu aku belum terlalu membutuhkan pasangan.

Namun berbeda ketika aku bertemu Eun Dam.

Bahkan sejak pertemuan pertama, aku sudah merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam diriku.

Entahlah.

Aku menyukainya karena ia tampan dan merupakan tipe idealku, atau memang ini pertanda bahwa sudah waktunya aku memiliki pasangan?

Sekitar lima belas menit aku bergelut dengan lamunanku di atas motor.

Sampai akhirnya kami tiba di tujuan.

Ya! Sungai Hangang.

Dinginnya udara malam ini sedikit terhangatkan oleh semangkuk ramyeon kuah pedas dan segelas matcha latte hangat.

"E-Eun Dam.. kenapa kamu mengajakku kesini?" tanyaku malu-malu.

Mendengar pertanyaanku, pria berahang tegas itu tersenyum tipis ke arahku.

"Karena aku ingin mengenalmu lebih dekat" jawabnya.

Lidahku kelu.

Biasanya aku selalu bawel, tetapi saat itu aku benar-benar tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Otakku seakan membeku seperti es.

Beberapa jam bersama Eun Dam membuatku semakin menyadari bahwa memang benar, aku sedang jatuh cinta.

Tapi bagaimana jika oppa tahu kalau aku jatuh cinta pada pria yang pernah menabrak adik kesayangannya ini?

Aku memilih pulang dengan taksi sambil menjelaskan alasanku kepada Eun Dam tentang kekhawatiranku terhadap oppa.

Eun Dam bisa menerima itu, meskipun sebenarnya ia lebih suka mengantarku pulang dan bertemu langsung dengan Hwi Sol Oppa.

Namun aku mengatakan bahwa aku butuh waktu untuk itu.

Aku ingin aku sendiri yang memberi tahu oppa bahwa aku sedang dekat dengan Eun Dam.

Baru saja membuka pintu rumah, aku sudah disambut tatapan kurang menyenangkan dari Hwi Sol Oppa.

Ya, aku tahu.

Memang aku pulang cukup malam.

"Seolhwa, kamu dari mana saja? Kenapa telepon oppa tidak kamu angkat? Kenapa senang sekali membuat oppamu ini khawatir?" ucapnya.

"Oppaku sayang. Maafin adikmu yang cantik ini yaa. HP Seolhwa baterainya habis, hehe. Lagi pula aku sudah pulang dengan selamat, kan?" balasku manja sambil mencubit pelan kedua pipinya.

"Aku mau bersih-bersih dan langsung tidur ya. Selamat malam, Oppaku yang paling tampan..." sahutku sambil tersenyum, lalu bergegas menuju kamarku.

Hwi Sol memandangi pintu kamar Seolhwa yang telah tertutup rapat.

Ia mengembuskan napas panjang, lalu berjalan menuju ruang kerjanya.

Di atas meja, sebuah buku harian hitam masih terbuka.

Jemarinya berhenti pada satu kalimat yang telah ia tulis bertahun-tahun lalu.

"Maafkan Oppa... tapi suatu hari nanti, kau pasti akan membenciku."

Hwi Sol memejamkan mata.

Ia tak pernah menyangka...

Hari itu ternyata sudah sangat dekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!