Bagaimana jadinya jika persahabatan yang di jalin begitu lama, ternyata menimbulkan benih benih cinta ?
Ya, itulah yang di rasakan oleh Sasikirana, seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA.
Si gadis tomboy, dan selalu menjadi biang ribut di sekolah, siapa yang menyangka ternyata memiliki perasaan cinta pada sahabatnya sendiri.
Akankah Sasi jujur dengan perasaan nya ? ataukah dia akan mengubur dalam dalam perasaan itu ?
Ikuti terus kisah nya, Sasi si gadis tukang bikin rusuh.
Happy Reading 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran yang terungkap
deg!!
Tiba tiba jantung sasi berdetak lebih cepat saat wulan menyebut nama seseorang yang selalu di hindarinya,
"kayanya kamu udah terlalu lama ninggalin reza sendirian, ayo kita keluar," tanpa menjawab pertanyaan wulan lagi, sasi segera membantu wulan untuk berdiri dan setelah itu mereka meninggalkan kamar hotel tersebut,
wulan pun bertanya tanya dalam hatinya, kenapa sasi selalu menghindari sahabat baiknya itu, bahkan sampai sekarang wulan tidak tau alasan dibalik sikap sasi terhadap axel selama ini,
Setelah mengantarkan wulan kembali ke atas pelaminan sasi pun pamit, tapi saat dia berjalan ingin keluar dari ballroom itu, dia kembali bertemu dengan niken,
"sas, tunggu !" niken menghentikan langkah sasi
sasi yang terkejut pun langsung berhenti di tempat dan menolehkan kepalanya ke sumber suara itu,
"kenapa nik ?" tanya sasi to the point, dia memang tidak ingin berlama lama di tempat itu,
"gue cuma mau minta maaf sama lo," sasi mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti kenapa niken tiba tiba meminta maaf,
"Sebenarnya gue yang menghasut temen temen di sekolah kita dulu untuk benci sama lo sas, gue minta maaf karna gue lo jadi di bully sama temen temen satu sekolah," sambung niken menyesal
sasi pun tersenyum "it's okay nik, itu masa lalu, tapi makasih kamu udah mau mengakui semua itu," jawab sasi
Setelah itu mereka pun bersalaman dan saling memberi pelukan singkat, niken merasa lega akhirnya dia bisa meminta maaf pada sasi atas kesalahan di masa lalunya,
Sasi pun kembali melangkahkan kakinya setelah juga berpamitan pada niken,
Saat dia melajukan mobilnya keluar dari hotel tersebut, di saat itu pula Axel dan rombongannya baru tiba di hotel itu, dan segera masuk ke ballroom tempat resepsi di adakan,
**
"xel, tunggu !" panggil Wulan saat axel dan teman teman nya turun dari atas panggung,
Wulan meminta axel untuk naik lagi ke atas panggung pelaminannya,
"Ada apa ?" tanya Axel saat sudah berada tepat di depan kedua raja dan ratu sehari itu,
"Sasi tadi kesini," ucap wulan,
Deg!!
axel pun terkejut dan membulatkan kedua matanya, "kapan ?" tanya Axel cepat
"mungkin beberapa menit yang lalu," jawab wulan lagi,
setelah mendengar itu, axel pergi meninggalkan keduanya tanpa mengucapkan apapun lagi, dia setengah berlari di antara keramaian di ruangan itu,
"Axel !!" niken menahan tangan axel, sontak saja itu membuat kekasihnya melotot tidak suka,
"sorry," ucap niken pada axel dan melepaskan genggaman tangannya,
"niken ?" axel pura pura terkejut, padahal tadi saat masuk dia memang sudah melihat niken dan pacarnya,
"yank boleh nggak aku ngobrol sebentar sama axel ?" tanya niken meminta izin pada kekasihnya, itu, karna tidak mau membuat keributan akhirnya pacar niken mengizinkan axel dan niken untuk berbicara berdua tapi tidak terlalu jauh dari pandangan matanya,
Setelah mendapatkan cukup ruang untuk berbicara, niken pun mulai mengatakan sesuatu yang selama ini axel tidak tau,
"jadi sasi mendengar semuanya ?" tanya axel tidak percaya,
"iya, dia berlari sambil menangis setelah mendengar perkataan kamu itu, sorry aku baru bilang," ucap niken,
"gapapa nik, tapi thanks banget udah kasih tau ini, kalau gitu gue cabut ya !" tanpa pamit ke pacar niken axel pun semakin cepat melangkahkan kakinya, bahkan gara dan teman teman yang lainnya pun hanya bisa menatap punggung axel dengan bingung, karna di tinggalkan tanpa sepatah katapun oleh axel,
Setelah itu axel langsung masuk ke mobilnya dan dengan cepat menginjak pedal gas dan mulai meninggalkan tempat itu,
"Ha Ha Ha, mana mungkin gue pacaran sama dia ! Sasi tuh bukan tipe gue !! Gue kasih tau ya, tipe gue itu yang lembut, feminim, anggun, ya pokoknya nggak kaya dia lah !!"
Di sepanjang perjalanan, axel terus terngiang ngiang dengan ucapannya 4tahun lalu, ternyata ini yang membuat sasi meninggalkan nya selama ini,
"maafin aku sas," gumam axel,
Axel terus memacu kendaraannya dengan cepat, menyusuri jalan yang cukup ramai itu,
Setelah hampir 20 menit, dia pun tiba di rumah sasi,
"den axel ?" tanya security yang berjaga di rumah sasi,
"sasi ada di dalam pak ?" tanya axel,
"nggak ada, non sasi belum pulang den, tadi berangkat bawa mobil,"
mendengar jawaban itu, axel mengerutkan keningnya,
"sejak kapan sasi bisa bawa mobil ?" gumam axel dalam hatinya, karna setau dia sejak dulu sasi selalu menolak untuk dibelikan mobil, dia bahkan memilih untuk dibelikan motor untuk menemaninya kemanapun dia pergi,
"di dalem cuma ada bi sumi," sambung security itu lagi,
axel pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah sasi, dia kini baru sadar ternyata bi sumi selama ini juga bersama dengan sasi, pantas dia tidak melihat bi sumi lagi sejak kepergian sasi,
"Bi sumi," axel langsung masuk ke rumah itu setelah mengetuk pintu,
"eh den axel," jawab bi sumi dengan tersenyum lebar melihat axel menuju ke arah dapur dimana dia berada, "den axel apa kabar ?" tanya bi sumi menghampiri axel
axel pun mencium tangan bi sumi tanpa sungkan, "baik bi, bibi kemana aja ?" tanya axel
bi sumi tidak bisa menjawab pertanyaan axel, dia memang sudah di wanti wanti oleh sasi untuk tidak memberitahukan pada siapapun termasuk axel jika ditanya selama 4tahun ini kemana,
"den axel udah makan belum ? Bibi baru selesai masak, ayo makan dulu," ucap bi sumi mengalihkan pembicaraan nya,
Axel pun semakin yakin jika bi sumi memang ikut kemana sasi pergi,
"bi, sasi dimana ?" tanya axel lagi dengan wajah yang serius membuat bi sumi kikuk, bingung untuk menjawab pertanyaan itu,
"bi, please, kasih tau aku dimana sasi sekarang ? Bibi nggak kasian sama axel ? Aku udah nyari sasi kemana mana bi, tapi sampai sekarang aku belum juga ketemu sama dia,"
bi sumi terdiam sejenak, dia menatap intens mata axel yang mulai berkaca kaca menyorotkan kesedihannya "tadi sebelum pergi non sasi bilang mau ke undangan temannya terus setelah itu mau ke kantor mas bian," karna kasihan pada axel, bi sumi pun akhirnya memberitahukan kemana sasi pergi,
"makasih bi, makasih banyak, axel langsung pergi ya," ucap axel seraya mencium kembali punggung tangan bi sumi dan dia pun pergi meninggalkan rumah sasi menuju kantor ka bian,
"sas, please, tunggu aku!!!"
...****************...
🍁
Jangan lupa like dan komentarnya ya 🥰
kirim bunga dan kopinya kalau berkenan 🙏
Happy reading bestie 💜
**