NovelToon NovelToon
The Doctor’S Darkest Obsession

The Doctor’S Darkest Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Gangster / Dokter
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Satu malam tragis mengubah seluruh hidup Liana. Niat hati ingin menolong seorang pria yang tak berdaya tetapi lelaki itu menutup matanya dan mengambil kesucian liana sebagai satu-satunya jalan keluar. Trauma dan kalut, ia melarikan diri dan berharap takdir tidak akan pernah mempertemukan mereka lagi.
Namun, takdir punya rencana lain. Beberapa bulan kemudian, Liana melangkah ke rumah sakit dengan hati hancur untuk mengakhiri kehamilan yang tak diinginkannya. Di sana, Kenzo melihat wanita yang akan menolongnya malam itu.
Liana tidak tahu bahwa di balik jas putihnya, Kenzo adalah pemimpin geng motor yang disegani dan tak kenal ampun dan lelaki yang telah melakukannya dengannya. Mengetahui Liana mengandung darah dagingnya, Kenzo tidak akan membiarkan wanita itu pergi.
Perburuan pun dimulai—bukan hanya untuk mengklaim anaknya, tapi juga untuk memiliki Liana seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Mendengar protes ketakutan dari wanita di pelukannya, Kenzo justru terkekeh rendah.

Getaran dari dada bidangnya yang bersentuhan langsung dengan tubuh Liana membuat suasana semakin intim dan menegangkan.

Ia sengaja mempererat pelukannya, seolah sama sekali tidak terganggu dengan fakta bahwa dirinya masih polos.

"Pakai bajumu Kenzo, itu... bergerak-gerak!" cicit Liana dengan wajah yang memerah padam akibat kombinasi rasa malu, marah, dan takut yang luar biasa.

Ia mati-matian menekan wajahnya ke bantal agar tidak melihat apa pun.

Kenzo menundukkan kepalanya, membisikkan jawaban tepat di daun telinga Liana dengan nada suara yang sengaja dibuat serak dan menggoda.

"Kenapa? Kamu mau, hm?"

"Menjijikkan!" umpat Liana dengan nada ketus yang bergetar.

Mengabaikan kekehan geli yang kembali lolos dari bibir pria sosiopat itu, Liana langsung memejamkan matanya rapat-rapat.

Ia mengatupkan bibirnya kuat-kuat dan memaksa pikirannya untuk mengabaikan hawa panas dari tubuh kekar yang mengurungnya.

Dalam hati, Liana terus berdoa agar fajar segera tiba, sementara di sampingnya, Kenzo perlahan kembali memejamkan mata, menikmati detak jantung wanitanya yang berdegup kencang dalam dekapannya.

"Ahhh... Jangan, Kenzo... sakit..."

Liana tersentak hebat dari tidurnya. Napasnya terengah-engah, keringat dingin membanjiri pelipisnya.

Ia baru saja mengalami mimpi buruk yang terasa begitu nyata—mimpi di mana Kenzo menyiksanya dengan cara yang jauh lebih kejam.

"Ahhh Kenzo... Ini..." racau Liana lagi dalam sisa kesadarannya sebelum benar-benar terjaga.

Ia langsung membuka mata lebar-lebar dengan jantung yang berdegup liar.

Kenzo yang sudah terjaga, kini menopang dagunya dengan satu tangan, menatap Liana dengan tatapan yang sulit diartikan—antara penasaran dan geli.

"Ada apa, sayang?" tanya Kenzo dengan suara berat khas bangun tidur.

Ia mengusap rambut Liana dengan lembut. "Mimpi apa kamu sampai mengigau seperti itu? Apa mimpi itu... menyenangkan?"

Liana tidak menjawab. Ia segera menepis tangan Kenzo dan melirik jam dinding digital di atas nakas.

Tiba-tiba, gelombang mual yang luar biasa hebat menghantam ulu hatinya.

Perutnya bergejolak hebat, membuat kepalanya berputar pening.

Tanpa memedulikan tatapan Kenzo, Liana segera menyingkap selimut dan berlari terbirit-birit menuju kamar mandi tanpa pintu itu.

Ia berlutut di depan kloset, memuntahkan isi perutnya dengan kasar. Namun, karena sejak kemarin ia tidak makan sama sekali, yang keluar hanyalah cairan lambung pahit yang membuat kerongkongannya terasa perih dan terbakar.

Liana terbatuk-batuk, tubuhnya bergetar hebat. Di belakangnya, Kenzo berdiri bersandar di ambang pintu kamar mandi, menatap Liana dengan pandangan yang tenang namun penuh kalkulasi.

Sebagai seorang dokter kandungan, Kenzo tahu persis apa yang sedang dialami Liana—morning sickness yang parah akibat stres ekstrem dan kondisi tubuh yang lemah.

Kenzo tidak merasa kasihan, melainkan merasa memiliki.

Ia berjalan mendekat dan berjongkok di samping Liana, lalu dengan telaten menarik rambut Liana agar tidak terkena muntahan.

"Tubuhmu tidak bisa berbohong, Liana," ucap Kenzo dingin namun penuh perhatian yang menyesakkan.

"Sebagai dokter kandungan, aku tahu persis apa yang harus dilakukan agar kamu dan anakku tetap bertahan hidup."

Kenzo berdiri, lalu memanggil dengan suara tegas ke arah pintu kamar, "Willy! Bawa bubur kacang hijau dan susu hamil ke sini sekarang juga! Jangan sampai suhunya salah!"

Liana hanya bisa terdiam lemas di lantai marmer yang dingin, merasa terjebak dalam perhatian seorang monster yang justru membuatnya semakin tak berdaya.

Kenzo tidak membiarkan Liana berlama-lama menyentuh lantai marmer yang dingin.

Dengan satu gerakan mudah, ia kembali membopong tubuh lemas Liana, membawanya kembali ke atas ranjang dan menyelimutinya dengan hati-hati.

Liana yang sudah kehilangan seluruh tenaganya hanya bisa menatap Kenzo dengan mata berkaca-kaca.

Rasa putus asa yang mendalam membuatnya menurunkan ego, mencoba memohon belas kasihan terakhir dari pria di hadapannya ini.

"Izinkan aku pulang, Kenzo... Tolong..." pinta Liana dengan suara parau yang bergetar.

"Kedua orang tuaku, mereka pasti sedang menungguku di rumah. Mereka pasti mencariku."

Mendengar penuturan Liana, gerakan Kenzo yang sedang merapikan selimut mendadak terhenti.

Sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyuman misterius yang sarat akan intrik.

Ia tidak tampak marah, melainkan seperti seorang pesulap yang bersiap menunjukkan trik terbaiknya.

Kenzo meraba saku celana training yang baru ia kenakan, mengambil ponsel pintarnya, lalu menekan beberapa tombol di layar.

"Tara!!" ucap Kenzo dengan nada riang yang dibuat-buat, persis seperti anak kecil yang sedang memamerkan mainan baru.

Ia memutar layar ponselnya, menyodorkannya tepat di depan wajah Liana yang masih basah oleh air mata.

"Ini kedua orang tuamu yang kamu maksud, hm?"

Napas Liana seketika tercekat. Bola matanya melebar sempurna menatap gambar yang tertera di layar ponsel Kenzo.

Itu bukan foto rumah, bukan pula foto orang tua yang sedang tersenyum.

Layar itu menampilkan foto dua buah batu nisan yang berdiri berdampingan di sebuah pemakaman yang sepi—makam kedua orang tua Liana yang telah tiada beberapa tahun lalu akibat kecelakaan.

Pria itu telah menyelidiki seluruh latar belakang hidupnya hingga akar-akarnya hanya dalam hitungan jam.

Kenyataan pahit itu menghantam Liana telak. Kenzo sengaja memanipulasi harapannya hanya untuk menjatuhkannya kembali ke dasar jurang keputusasaan.

"Dasar menyebalkan!! Kamu benar-benar iblis!!" jerit Liana, memukulkan bantal ke arah dada Kenzo dengan sisa kekesalannya.

Melihat reaksi frustrasi dan wajah merah padam wanitanya, Kenzo justru mendongakkan kepala dan tertawa terbahak-bahak.

Suara tawa baritonnya menggema renyah di dalam kamar mewah itu, terdengar sangat puas karena berhasil memainkan emosi Liana sesuka hatinya.

Bagi Kenzo, melihat Liana marah jauh lebih menyenangkan daripada melihatnya diam membisu.

Tok... tok... tok...

Suara ketukan di pintu kamar memotong tawa renyah Kenzo.

Pria itu segera menghentikan tawanya, menyisakan senyum miring yang tertinggal di sudut bibir.

Mendengar kode ketukan yang familier, Kenzo bergerak cepat menyambar celana pendek hitam yang tergeletak di kursi dan memakainya dengan kilat, memastikan dirinya sudah berpenampilan pantas sebelum mengizinkan anak buahnya melihat area pribadinya.

Kenzo melangkah lebar, lalu membuka pintu kamar besar itu.

Di ambang pintu, William dan Bunga berdiri dengan sikap tegap, membawa senampan sarapan berisi bubur kacang hijau hangat dan segelas susu khusus ibu hamil yang mengepulkan uap tipis.

Kenzo menerima nampan tersebut dengan satu tangan kekarnya, sementara tangan satunya meraba saku celananya.

Ia mengeluarkan dua gepok uang tunai pecahan seratus ribu yang cukup tebal, lalu melemparkannya tepat ke dada William dan Bunga.

"Terima kasih. Dan ini untuk kalian berdua," ucap Kenzo dengan suara baritonnya yang datar namun penuh otoritas.

"Silakan pulang dan istirahat sekarang. Lanjutkan pekerjaan kalian di kantor atau arena, lalu nanti malam datang ke sini lagi untuk berjaga."

William menangkap gepokan uang itu dengan mata berbinar, sementara Bunga tersenyum puas sambil mengantongi bagiannya ke dalam jaket kulit.

Tugas menjaga semalaman suntuk terbayar sangat kontan dengan loyalitas bos mereka yang royal.

"Siap, Bos! Terima kasih banyak bonusnya," jawab William dengan nada tegas penuh hormat.

Bunga ikut mengangguk patuh. "Kami permisi dulu, Bos. Jagalah Sang Ratu dengan baik."

Setelah kedua anak buah kepercayaannya itu berbalik dan melangkah menuruni tangga, Kenzo kembali menutup pintu kamar rapat-rapat.

Ia menguncinya secara digital dari dalam sebelum berbalik mendekati ranjang, membawa nampan makanan itu seolah siap menyuapi tawanan berharganya yang masih menatapnya dengan pandangan penuh dendam.

1
Bunga Andthea
triple hp dungs kak
Bunga Andthea
yok yok bisa up lagi
seru ni
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Alex
sweet bgts
Bunga Andthea
seru
up lgi kkak
Bunga Andthea
double up dungs kak
my name is pho: ok kak
total 1 replies
Muft Smoker
jgn terpengaruh dg omongan ulat bulu tu liana ,, org yg terpojok biasa ny akan melakukan berbagai macam cara tuk menang ,, meski dg cara licik sekali pun 😒😒😒😒
Muft Smoker
aaaaaa meleleh adek bang ,,
Alex
oh sweet bgtsss
Muft Smoker
nah kan di marahin ma mak ,, makany jgn punya fikiran mcm2
Muft Smoker
jgn mcm2 kania ,, liana mungkin org biasa ,, tp anggora black cobra semua melindungi serta menghargai dirinya ,,
Muft Smoker
lanjuuut kaak ,,
Muft Smoker
lanjuut kaak ,, makiin seruuuu
Muft Smoker
ngeri juga yx ,, jd incaran ketua gangster ,, 😲😲😲😲😲
Muft Smoker
lanjuuut kak
Bunga Andthea
ayok kak up lagi
Bunga Andthea
up lgi yuk kak
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
baru Kali ini dapet cerita ketua geng motor profesi ny dokter kandungan ,,
biasa ny kn CEO perusahaan ,,

tp aq suka ma cerita ny kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!