Seorang gadis terpaksa menikah dengan seorang pria yang kehilangan calon istri, calon istri pria tersebut meninggal karena kecelakaan yang melibatkan saudara kembar Clara.
Regan terpaksa menikah dengan Clara, karena calon istrinya meninggal saat kecelakaan.
Sampai satu hari, Clara memutuskan untuk meninggalkan Regan.
Tanpa diketahuinya, bahwa saat itu Clara sudah mengandung.
Sampai suatu saat Regan melihat Clara, dan Regan mengetahui bahwa dirinya mempunyai anak.
Apa yang dilakukan oleh Regan, saat mengetahui bahwa. Kecelakaan yang menyebabkan calon istrinya meninggal, bukanlah suatu kecelakaan.
Regan juga cukup terkejut, ketika mengetahui bahwa Amara ?
Apa yang membuat Regan terkejut, mengenai Amara?
Siapa dalang Kecelakaan tersebut ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Kesekolah
Jangan sesali apa yang terjadi 🥰
Happy reading guys ❤️
***
Mama dan papa Regan masih memandangi gambar Randhi dan Rhiana.
"Hari ini mereka ulang tahun ke 7," kata Regan.
"Suaranya sangat bagus, Seperti mama ," kata papa Regan kepada istrinya.
"Randhi mengikuti bakat mama yang bisa menyanyi." sambung Regan.
Air mata mengalir di bola mata mama Regan, dulu saat ia mengetahui Clara pergi meninggalkan Regan. Mamanya sangat marah kepada Regan, dan menolak Regan untuk bertemu mamanya.
Walaupun Regan berkata bahwa ia tahu, bahwa kakak kembarnya Clara ikut andil dalam kejadian yang merenggut nyawa calon istri Regan. Mama Clara makin marah kepada Regan.
🌟 Flashback🌟
Papa dan mama Regan bergegas menuju ke rumah Regan, setibanya di Indonesia.
Begitu mendapat laporan dari mbok Darmi, mama dan papa Regan kembali. Padahal rencananya untuk kembali ke Indonesia, setelah melawat sepupunya mama Regan yang meninggal.
"kenapa sepi ?" tanya mama Regan.
"Tuan, nyonya ." penjaga rumah menghampiri mama dan papa Regan.
"Kenapa sepi ?" tanya papa.
"Den Regan, pergi Tuan ," sahut petugas keamanan.
"Mbok Darmi ada ?" tanya mama Regan.
"Ada didalam ."
Mana dan papa Regan masuk kedalam, suasana didalam rumah sunyi senyap.
"Mbok !" panggil mama Regan.
Orang yang dipanggil, datang dari arah belakang.
"Dimana semua orang ?" tanya mama Regan.
"Den Regan pergi dari tadi malam Nyonya ," jawab mbok Darmi.
"Bagaimana ceritanya, kenapa Clara pergi dari rumah ?" tanya papa kepada pembantu senior dirumah Regan.
Mbok Darmi menceritakan semua, apa yang dilihat dan didengarnya.
"Saya juga nggak paham Nyah, keributan apa ? Den Regan tidak seperti biasanya, belakangan ini Den Regan selalu melarang Non Clara keluar. Dan Den Regan, sangat jarang pulang kerumah. Kalau pulang juga hanya sebentar, kemudian pergi lalu. Dan Nona Clara makin kurus dan matanya sembab jika Den Regan pulang ." cerita mbok Darmi.
"Sekarang kemana anak itu ?" tanya papa, terdengar emosi dalam suaranya.
"Pergi tadi malam, dan tidak kembali lagi ," jawab mbok Darmi.
Papa menghubungi telpon Regan, tidak ada jawaban.
"Coba hubungi asistennya paa !" kata mama Regan.
Papa menghubungi asisten Regan, dan asistennya mengatakan Regan berada di kantornya.
"Anak itu dikantor ," kata papa.
***
Begitu tiba di perusahaan, para karyawan lama yang mengenal keduanya menaruh rasa hormat dan menundukkan kepalanya. Saat bertemu dengan orang nomor satu di perusahaan.
"Kenapa boss besar datang ?" pertanyaan berseliweran di benak para karyawan.
Tanpa mengetuk, pintu ruang kerja Regan terbuka dari luar.
Regan kaget dan melihat siapa yang membukanya.
"Papa, mama !" Regan melihat ekspresi wajah Papanya yang merah menahan marah.
Regan bangkit dari duduknya dan menghampiri Papa dan mamanya.
Plakk..
Tamparan mendarat diwajahnya, membuat Regan kaget.
"Papa! apa salah Re ?"
"Apa salahmu kau tanya? kenapa Clara pergi ?" sergang papanya.
"Dia yang membuat Amara meninggal !" balas Regan dengan suara yang keras.
Deg..
Mama dan papanya keget.
"Dari mana Regan tahu ?" batin papa Regan.
"Regan tahu dari buku harian Clara, saudara kembarnya yang menyebabkan kematian Amara !" teriak Regan lagi.
"Hanya gara-gara perempuan itu kau mengusirnya ?" tanya mama Regan.
"Perempuan itu, calon menantu mama. Dia orang yang ku cintai !" seru Regan kepada mamanya.
"Dia sudah mati !" balas mama tidak mau kalah.
"Karena saudara kembar perempuan itu !" ucap Regan dengan suara yang mengandung emosi.
Papa duduk di sofa dan disusul oleh mama Regan, sedangkan Regan hanya berdiri dan menumpukan tangannya keatas meja kerjanya.
"Sampai kapanpun aku akan membencinya !" seru Regan.
"Mama juga sampai kapanpun tidak suka dengan Amara, walaupun ia sudah tiada!" balas mama Regan.
"Maa !" Papa Regan menepuk-nepuk lengan istrinya, agar istrinya menahan diri.
"Re tahu, bahwa mama dan papa tidak menyukai Amara dulu ," kata Regan.
"Iya, karena kau yang terlalu mencintainya. Maka kami mengalah !" seru mama Regan.
"**Kalau kau tahu, Seperti apa perempuan itu. Kau pasti membencinya ." batin mama.
"Kecelakaan itu, kenapa aku bahagia ." batin papa Regan**.
"Kau harus mencari Clara, kami tidak ingin tahu !" selesai berkata mama dan papa Regan keluar dari dalam kantor Regan.
Sepeninggal Papa dan mamanya, Regan ngamuk dan meluluh-lantakkan apa yang ada diatas meja kerjanya.
"Aaaarghhh...!" barang berserakan di lantai.
"Kenapa kalian membenci Amara, ia gadis yang manis dan penurut !" seru Regan, sambil melampiaskan emosi kepada benda yang ada didalam ruangan kerjanya.
Saat bertemu dengan Amara, mama dan papa Regan sangat menyukai Amara. Sampai satu ketika mereka pergi berlibur dan bertemu dengan orang tua Amara, sejak hari itu mama dan papanya selalu tidak ramah jika bertemu dengan Amara.
Begitu juga sebaliknya, Amara tidak ada niat untuk memperbaiki hubungan dengan calon mertua.
Dalam perjalanan menuju rumah, mama dan papa Regan membahas mengenai Clara.
"Kasihan Clara, apa kita salah meminta Clara untuk menikah dengan Regan waktu itu Pa ? jika kita tidak mengancamnya. Mungkin saja hal ini tidak terjadi ?" kata mama Clara.
"Maa, kita juga ingin menantu yang baik. Terlepas Clara suka balapan liar diluaran sana, dasarnya. Anak itu anak yang baik ," kata papa Regan.
"Waktu pertama Clara datang kerumah, dan mengakui semua perbuatannya bersama dengan kakak kembarnya. Papa sudah langsung suka, sebenarnya perusahaan kita tidak akan kolaps jika Regan tidak jadi menikah," kata Papa Regan.
"Kita harus ketempat besan kita, mungkin Clara pulang kesana ," kata Papa Regan.
Sampai dirumah keluarga Clara, kekecewaan yang diterima Papa dan mama Regan. Saat mendengar Clara telah di usir oleh kedua orang tua nya.
🌟 Flashback end🌟
Pagi-pagi sekali Regan dan Manuel sudah berangkat menuju ke sekolah Randhi.
Setelah melalui drama yang panjang, yaitu keinginan kedua orangtuanya yang ingin ikut serta. Tetapi setelah diberikan pengertian, akhirnya sang mama yang ngotot ingin ikut batal. Setelah diberikan pengertian.
"Kenapa lama sekali, apa masih jauh daerahnya ?" tanya Regan sembari menguap, karena dirinya tidak dapat memejamkan matanya sedetikpun.
"Sekitar satu jam setengah lagi boss ," jawab Manuel.
"Kenapa jauh sekali, pantas kita tidak menemukannya. Ternyata dia bersembunyi didunia antah berantah." gumam Regan.
Diperjalanan, Regan melihat sepanjang jalan di tumbuhi pepohonan yang tinggi dan rindang.
"Dari siapa Clara mengetahui tempat pelosok begini, GPS saja mungkin tidak mengetahui tempat ini ." batin Regan.
Akhirnya, Regan dan Manuel sampai didepan sekolah. Dan sekolah dalam keadaan sepi.
Regan turun dan diikuti oleh Manuel.
"Kenapa masih sepi ," kata Regan.
Regan melihat pintu kecil disamping gerbang terbuka, Regan dan Manuel masuk kedalam.
"Boss, sepertinya itu penjaga sekolah ."
Regan melihat pria yang sedang menyapu halaman sekolah.
"Coba tanyakan, jam berapa sekolah buka ." titah Regan kepada Manuel.
Manuel pergi dan tak lama kemudian kembali, dengan ekspresi wajah yang sulit untuk ditebak.
"Ada apa ?" tanya Regan.
"Boss, hari ini sekolah tidak buka ," kata Manuel.
"Kenapa ?" tanya Regan dengan tatapan mata yang tajam menatap Manuel.
"Maaf boss, hari ini hari Minggu ."
"Shit..!"
*
*
*
*
Bersambung 😘