Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.
Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.
Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.
Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.
Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.
Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 - Satya Nugroho
"Udah jarang sih. Paling sesekali ketemu Prabu pas ngumpul bareng anak-anak di cafe langganan kita," jawab Satya.
"Apa kamu tau kalau Prabu nikah lagi?"
"Hah, yang bener Kin?"
"Kamu kaget. Berarti kamu gak tau kalau Prabu nikah lagi?" cecar Kinan.
"Enggak," jawab Satya apa adanya. "Kamu tau dari mana Prabu nikah lagi?" sambungnya.
"Dari teman lamaku-Debora. Dia dapat info kalau beberapa waktu yang lalu, Bunda Citra pergi ke butik buat pesan gaun pernikahan." Ungkap Kinan.
"Aku beneran gak tau kalau Prabu nikah lagi. Prabu gak ngundang aku. Setahuku anak-anak juga gak ada obrolan kalau Prabu nikah lagi," ucap Satya.
"Bisa jadi Prabu nikah secara tertutup cuma keluarga atau kolega dekat aja yang tau," duga Kinan.
"Keluargamu kan lebih kaya daripada keluargaku atau keluarga Prabu, coba kamu minta tolong papamu atau anak buahnya buat cari tau pernikahan Prabu yang kedua ini sambil nanti aku coba cari info lain di anak-anak," saran Satya.
"Aku gak mau ngelibatin keluarga besarku cuma karena urusan beginian," tolak Kinan.
"Mereka udah marah besar gara-gara aku gugat cerai ke Prabu dua tahun lalu," imbuhnya. Kinan menghela nafas beratnya.
Orang tua Kinan terutama Papa Salim begitu dekat dengan Prabu dan keluarga Wicaksono. Alhasil Papa Salim sama sekali tak menyalahkan Prabu saat perceraian yang lalu, karena Kinan yang ngotot minta cerai. Keluarga besarnya tak tau masalah urusan ranjang yang terjadi antara Kinan dan Prabu.
"Nanti kalau aku dapat kabar, ku telepon balik kamu-Kin."
"Makasih Sat,"
"Hem,"
"Gimana proyek bisnismu di pelabuhan, lancar?" tanya Kinan sekadar basa-basi obrolan pertemanan yang lama tak bersua kabar.
"Ya namanya babat alas, Kin. Kadang untung tapi sering bun_tung nya. Haha..." tawa Satya terbahak-bahak.
"Lah kamu udah enak-enak jadi tentara kayak Prabu malah pilih resign," cibir Kinan.
"Bosen jadi tentara. Lebih enak jadi pengusaha saja seperti mendiang bokap," tukas Satya.
"Terpaksa Kin," lanjut Satya dalam hati.
Faktanya, Satya Nugroho awalnya adalah seorang tentara yang sama dengan Prabu cuma beda satuan. Akan tetapi, beberapa tahun yang lalu Satya keluar dari TNI AD (diberhentikan bukan mengundurkan diri).
Setelah menjadi warga sipil kembali, Satya meneruskan usaha milik almarhum sang ayah yang hampir bangkrut yakni Nugroho Logistic Cargo (NLC) di Tanjung Priok-Jakarta.
Kini Satya berstatus yatim piatu. Hingga detik ini Satya belum menikah.
"Apa kamu mau tanam modal ke perusahaan ku?" tawar Satya seraya tertawa kecil.
"Memangnya NLC lagi butuh asupan dana kah?"
"Bisnisku kan tidak besar seperti Salim Grup. Pasti kucu_ran dana masih sangat diperlukan untuk berkembang maupun melakukan invasi besar," ujar Satya.
"Memangnya kamu perlu berapa?"
"Aku cuma bercanda Kinan. Sekelas dirimu mana mungkin investasi dana ke perusahaan remahan seperti NLC punyaku. Hehe..." ucap Satya seraya terkekeh sendiri.
"Kamu kira aku bercanda. Beneran aku serius, Sat. Toh kamu juga temanku,"
"Lain kali saja kita bicara hal itu kalau kamu pulang ke Indo. Bicara bisnis seperti ini tak enak jika lewat udara,"
"Aku hanya tersisa beberapa jadwal promo beberapa produk dan show BA di sini. Secepatnya aku akan pulang ke Indo,"
"Oke, aku tunggu."
"Hem,"
Panggilan mereka pun berakhir.
☘️☘️
Pukul empat pagi, Alea sudah terbangun dan membantu Bik Sari untuk memasak di dapur.
"Wah, Neng Alea pintar memasak juga ya. Beda banget sama mantan istri majikan," celetuk Bik Sari memberikan pujian pada Alea.
Jari-jemari Alea yang tengah mengaduk sayur sop seketika terhenti. Bik Sari segera tersadar dan sempat merutuki bibirnya yang kebablasan membicarakan mantan istri Prabu di depan Alea.
"Ups, sorry Neng. Keceplosan..." ucap Bik Sari.
"Ehm, Mbak Kinan dulu apa pernah masakin Mas Prabu?" tanya Alea penuh kehati-hatian.
"Boro-boro masakin, Neng. Masuk dapur saja enggak pernah. Bibik suka kasihan sama komandan. Kok ada suami sesabar itu yang ngadepin istri kayak kunti_lanak!" keluh Bik Sari.
"Aduh, maaf Neng. Bibik jadi buka masa lalu komandan sama Bu Kinan di depan Neng Alea. Bibik gak ada maksud apapun cuma gemes banget sama Bu Kinan!" sambungnya.
Sembari melanjutkan masak-memasak, Alea banyak bertanya pada Bik Sari tentang makanan kesukaan Prabu maupun beberapa kebiasaan yang diketahui. Bik Sari dengan senang hati berbagi informasi tersebut pada Alea.
Kebetulan Bik Sari adalah pembantu yang telah lama ikut di keluarga Wicaksono. Namun sejak Prabu menikah dengan Kinan, ia bertugas menjadi pembantu di kediaman dinas Prabu.
Makanan telah tersaji dengan rapi di meja makan. Pagi ini ada menu sayur sop, perkedel jagung, ayam kecap dan sambal terasi. Tak lupa su_su putih hangat kesukaan Prabu menurut informasi dari Bik Sari di dapur tadi.
Keluar dari kamar mandi, Prabu cukup terkejut menyaksikan sebuah pemandangan di atas ranjang yakni seragamnya telah siap.
Prabu sangat yakin hal itu dilakukan oleh Alea hingga part celana da_lam juga. Senyum tipis muncul di wajah Prabu menyaksikan perhatian Alea. Hal yang tak pernah ia dapatkan di pernikahan sebelumnya bersama Kinan.
Walaupun di masa lalu, Prabu tak pernah protes perkara tersebut karena ia terbiasa mandiri menyiapkan segala keperluannya sendiri mulai ujung rambut hingga ujung kaki.
Setelah salat Subuh, keduanya duduk di meja makan.
"Kamu yang masak ini?"
"Bukan, Bik Sari. Aku bantu potong sayurnya saja," jawab Alea sengaja berkilah dan merendah.
"Neng Alea bohong, Ndan. Yang masak semua itu ya istri Komandan Prabu," sahut Bik Sari dari area dapur setengah berteriak. "Bibik cuma jadi penonton saja di dapur sama bagian doa," imbuhnya.
Bik Sari sampai terkikik geli sendiri dengan ucapannya yang terlontar dari bibirnya barusan sembari mencuri pandang tingkah kedua pasangan pengantin baru tersebut di meja makan.
"Pengantin baru masih malu-malu meong. Hehe..." batin Bik Sari.
"Maaf kalau mungkin masakan ini ada yang kurang pas di lidah Mas Prabu," ucap Alea.
Prabu menatap Alea dalam-dalam.
"Nanti siang ada pertemuan Persit. Kalau kamu masih capek, tidak wajib hadir."
"Agendanya apa?" tanya Alea.
Bersambung...
🍁🍁🍁
*Persit (Persatuan Istri Tentara) Kartika Chandra Kirana adalah organisasi resmi yang beranggotakan istri-istri prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD).