NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK

Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Follow Ig @ rii-ena

Cerita ini mengkisahkan tentang Firda, seorang mahasiswi tingkat satu yang dengan iseng menggagalkan pernikahan Bujang.
Pria dewasa yang dijuluki si bujang lapuk.

Tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Firda yang menyebabkan pernikahan dirinya yang gagal, Bujang membalas permainan yang Firda buat dengan menikahinya malam itu juga.

Bagaimana pernikahan yang mereka jalani selanjutnya? Apakah Firda akan menyerah dan bercerai dengan Bujang yang katanya sudah aki-aki atau justru malah Firda jadi jatuh cinta.

Lalu Bujang sendiri? Masihkah dendam pada Firda karena sudah mengacaukan pernikahannya atau justru bersyukur? ikuti terus cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Permintaan Mawar

Sepanjang sarapan, baik Abah maupun Umi terus menyembunyikan senyumnya, Bujang hanya bisa menunduk malu. Si pembuat masalah justru santai seperti di pantai, tidak ada merasa bersalah apalagi malu, jauh.

Apa Firda tidak tahu atau tidak merasa ada yang aneh gitu? Bujang yang memakai Hoodie di dalam rumah, Abah dan Umi yang terus tersenyum manis.

"Bah, Umi, please!" Bujang mengucapkan lewat bahasa isyarat agar kedua orang tuanya berhenti tersenyum, Abah dan Umi justru terkekeh.

"Butuh bantuan untuk menyamarkan warnanya? Biar Umi telepon Hana atau Faiza."

Bujang menggeleng, Firda masih dengan santainya menyuap nasi uduk plus ikan lele goreng. Sarapan hari ini benar-benar nikmat, Firda merasa hidupnya sungguh sangat beruntung.

"Bang, aku pergi dulu naik angkot bareng Gita dan Sisil ya? Kangen sama mereka, boleh?" tanya Firda memiringkan kepalanya menatap ke arah Bujang.

"Dimana ketemunya?"

"Tuh, mereka sudah di tepi jalan." tunjuk Firda yang melongokkan kepalanya arah ke keluar.

Tidak kelihatan sih kalau dari ruang makan. Tapi melihat ponsel Firda yang berkedip-kedip, menandakan kalau ada pesan masuk dari kedua temannya yang memang sudah menunggu.

Bujang mengangguk.

"Hati-hati!"

"Iya, Assalamualaikum...." pamitnya pada Abah, Umi dan Bujang sekalian.

"Waalaikumussalam...." jawab mereka serentak, Bujang menghembuskan napas kasar saat Firda sudah berlalu.

Dirasa kira-kira Firda sudah sampai di halaman, Abah dan Umi langsung tertawa membuat Bujang semakin bertambah malu.

"Mi, sepertinya menantu kita itu nakalnya luar dalam ya, lihat saja Hamish yang mati kutu di buat istri kecilnya." Abah semakin tergelak, untung saja isi mulutnya sudah di telan.

"Abaaah...." wajah Bujang sudah memerah seperti tomat masak.

"Tapi kan bagus, Mish, kamu tidak perlu susah payah untuk merayunya. Dia sudah dengan sendirinya...."

"Mi, sudah dong! Biar aku saja yang menghubungi Faiza, jadi bahan ledekan nanti di cafe kalau begini." Bujang langsung bangun dari duduknya karena dia juga sudah selesai sarapan.

"Yakin kamu sendiri yang mau menghubungi Faiza? Nanti di ledek lho sama mereka? Sudah biarkan saja, sekali-kali nakal lah, Mish! Firda istrimu sendiri, berarti bukan dia saja yang menggemaskan bagimu. Kamu juga begitu menggemaskan bagi Firda, gitu saja kok repot, Mish. Itu tandanya kalian pengantin baru yang normal, sudah jangan di besar-besarkan! Maafkan Abah dan Umi, kami cuma bahagia saja melihat kau dan Firda mesra. Abah nggak bohong, kamu percaya pada Abah kan?" papar Abah menyakinkan Bujang yang terlihat tidak percaya diri.

"Iya, nggak apa-apa, banyak kok pasangan yang baru menikah cuek bebek aja banyak tanda merah di leher mereka." Umi ikut meyakinkan.

Bujang juga tahu itu, tapi biasanya yang memiliki banyak tanda kissmark itu dileher perempuan. Nah ini kebalikannya, Firda ada juga sih di buat satu di bawah rahang olehnya tapi cuma satu. Nah dilehernya ada beberapa, mana bentuknya berantakan lagi. Kelihatan sekali kalau Firda itu sangat amatiran.

Bujang tidak punya pilihan lain selain pura-pura acuh seakan tidak terjadi apa-apa.

...******...

Bujang memasuki cafe miliknya dengan langkah tenang seperti biasa, dia sedikit lupa dengan tanda kissmark yang si buat oleh Firda di lehernya karena salah satu karyawannya menelponnya tadi jika ada seseorang yang sudah menunggunya dari tadi.

Biasanya memang Bujang datang ke cafe jam sembilan pagi, walaupun operasional cafe di mulai jam sepuluh tetapi Bujang datang lebih awal untuk ikut membantu menyiapkan semuanya sekalian mengantar Firda ke kampus.

Terkadang ada saja pelanggan yang datang lebih cepat sembari menunggu seseorang yang telah membuat janji pada mereka, sekalian juga bisa menggunakan Wi-Fi secara gratis. Tentu saja kalau mereka juga sudah memesan minuman sambil menyodorkan ponsel agar bisa tersambung di jaringan Wi-Fi cafe.

"Siapa yang mencari saya?" tanya Bujang pada salah satu karyawannya yang bernama Andi.

"Mbak Mawar, Bang?" jawabnya tidak lepas dari melihat penampilan Bujang yang sedikit berbeda dari biasanya.

Jika hari biasa Bujang sering mengenakan celana jeans dengan baju kemeja yang di lipat sebatas siku, hari ini memaki jaket Hoodie. Padahal cuaca biasa saja, tidak ada dingin, mendung atau hujan.

Eh, tunggu dulu! Banyak yang menyembul tanda merah dari kerah Hoodie yang di kenakannya. Walaupun kulit Bujang kecoklatan, tetap saja kelihatan.

Andi yang melihatnya jadi tersenyum malu.

Lho, kok Andi yang malu, pengen juga ya?

Bujang tersentak kaget mendengar nama yang baru disebut oleh Andi, sampai dia tidak bisa melihat reaksi dari Andi ketika melihat lehernya.

"Mbak Mawar? Ngapain? Dengan siapa? Suaminya?" tanya Bujang beruntun, Andi menggeleng.

"Mbak Mawar menunggu di dalam." tunjuk Andi keruangan VIP yang ada di cafe D'Nongkrongs.

Ruangan itu sedikit private, jadi tidak terganggu dengan pengunjung lainnya. Hanya saja Bujang memang sengaja membuat dindingnya semua dari material berbahan kaca, untuk menghindari hal-hal yang akan mengotori usaha miliknya.

"Bilang padanya, saya sudah datang dan kalau ingin berbicara saya ada di sini. Saya tidak mau berada di ruangan tertutup hanya berdua dengan dirinya, kuatir menimbulkan Fitnah karena kami masing-masing sudah memiliki pasangan."

"Baik, Bang!" Andi segera memberitahukan Mawar yang menunggu di ruangan VIP.

Mawar keluar dan berjalan menuju tempat Bujang duduk di meja di sudut cafe, hidungnya merah dengan mata yang sudah membengkak. Sepertinya kebanyakan menangis, Bujang mengernyitkan dahinya.

"Ada yang bisa aku bantu, Mawar? Mana suamimu?" Bujang melihat Kedua mata Mawar yang masih terlihat berkaca-kaca.

"Bang, dia, dia..." Mawar menangis dengan menutup mukanya dengan telapak tangan, Bujang hanya diam.

Dia sudah terbiasa melihat Mawar menangis, dulu, air mata Mawar yang membuat Bujang iba. Lewat air mata itu juga timbul rasa di hati Bujang untuk melindungi Mawar dari pria yang akan membuat dirinya terluka.

Luka yang sudah beberapa kali di torehkan oleh Doni, mantan suaminya. Tapi itu sebelum ada drama yang di buat oleh Firda di kantor urusan agama, sekarang melihat Mawar menangis Bujang biasa saja.

"Jangan menangis! Orang akan mengira aku menganiaya dirimu. Kamu pasti sudah banyak menangis, jadi untuk apa menangis lagi? Bukankah kamu dengan bahagia sekarang? Bahkan tenda pelaminan mungkin belum di bongkar oleh pemilik pelaminan dari depan rumahmu." sarkas Bujang

Jika mengingat berapa banyak uang yang sudah Bujang keluarkan dari tabungannya sendiri, dompet Bujang akan terdengar jeritan memilukan. Tapi semua sudah terjadi, Bujang tidak lagi menyesalinya.

Belum sampai seminggu bersama istri dadakannya, Bujang merasa hidupnya penuh warna. Dan Bujang tidak mau menukar Firda dengan siapapun, termasuk Mawar yang pernah menjadi calon istrinya.

Pemilik mimpi indah sebelum Bujang menikah dengan Firda, sekarang....Bujang tidak perlu bermimpi, ada Firda yang membuat hidupnya bagai di dunia mimpi.

"Maafkan aku, Bang! Andai saja aku tidak gampang percaya dengan bualan gadis remaja itu, dan kita tetap melanjutkan pernikahan kita. Pasti aku tidak harus sakit hati hingga berdarah-darah seperti ini."

"Semua sudah terjadi, Mawar, tidak perlu di sesali. Hanya saja kamu tidak mengenal aku dengan baik. Jangankan untuk melakukan perbuatan dosa besar itu, selama ini aku hanya berani memegang tanganmu saja kan? Tapi sudahlah! Kamu sudah rujuk dengan suamimu dan aku juga sudah menikahi gadis itu, tidak ada yang disakiti atau menyakiti bukan? Terus kenapa kamu menangis?"

"Bang, bisakah Abang menceraikan gadis itu? Setelah masa iddah aku selesai, kita bisa menikah seperti niat kita kemarin. Abang mau kan?"

Bujang tersentak kaget mendengar permintaan Mawar.

...****************...

Cieeee ... Yang nunggu MP bang Hamish dengan Firda....Nggak sabar ya? Sama, hahaha....

1
Amy Ibrahim
nyesel tak dari dlu soan ke sini. critanya bagus bagus mlah. ka riie. anak bang bujang. namanya ali.seorang dokter. trus jadi menantu asllan. di crita turun rajang. iyakan ka riie.
Amy Ibrahim
lucu juga critanya.
aku baru
padahal udah pernah baca tp masih suka,,,🤭
Syam
suka kak rie novelnya tapi gimana yah
Syam
emang ada kak riie 🤣🤣🤣
Syam
ceritanya nyambung menyambung yah kak riie 😍
Selly Rahma
ceritanya lucu,ngga ngebosenin ,walaupun sudah berulang kali di baca,
Mini Amora
abang bagas... i love you😍
Mini Amora
stelah bbrp tahun... baca lagi novel ini... seruuuuuu sihhh pastinya😍
Yani Hendrayani
, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Hendrayani
🤣🤣🤣🤣🤣😘
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Yani Hendrayani
🤣🤣🤣🤣🤣
Bintang Jawa
koq gak dilanjut lagi kak kisahnya ini
Rosyah
demi mr will terpaksa download aplikasi nya biar bs baca. uda baca smpe selesai cerita nya bagus banget thor
Rosyah
uda 2x baca
zhalwaaa93
apakah ini hamish mertuanya aisah anak karmila?
zhalwaaa93
sangat menarik
zhalwaaa93
aku baru baca ini, pada hal karyanya author yg di seblah udah ku libas semua
Etris Tresnawati
suka dengan ceritanya
Noreda 99
moga Firda hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!