NovelToon NovelToon
Sistem Informasi Mingguan

Sistem Informasi Mingguan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

Suatu malam, entah kenapa, muncul semacam notifikasi aneh di kepala Doni — seperti pesan sistem di game, tapi ini nyata. Sistem ini memberinya satu informasi akurat setiap minggu: bisa berupa saham yang akan melejit, barang langka yang harganya bakal meroket, atau peluang bisnis kecil yang menguntungkan. Masalahnya, modal Doni nyaris nol. Jadi cerita ini bukan tentang tiba-tiba kaya, tapi soal gimana Doni pelan-pelan memutar informasi terbatas jadi modal, sambil tetap kuliah, kerja part-time, ngurusin teman-teman kos yang berisik, dan menghindari kecurigaan orang-orang di sekitarnya kenapa dia tiba-tiba "beruntung" terus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Modal Cekak Info Kelas Kakap

Enam hari kemudian, dompet Doni udah jauh lebih tebal dari biasanya. Uang hasil jaket vintage itu dia pakai buat nyicil UKT semester ini lunas separuh, sisanya dia simpen rapi di rekening, nggak berani dihambur-hamburin.

Herman sempat curiga waktu ngeliat Doni jajan indomie double telur di warung deket kos, padahal biasanya Doni cuma pesen indomie kuah polos tanpa telur demi ngirit dua ribu perak.

"Lo abis dapet kiriman dari kampung ya?" tanya Herman, mulutnya penuh kerupuk.

"Iya," jawab Doni cepat, nggak mau jelasin lebih jauh.

"Bokap lo ternyata sultan diem-diem ya. Kirain petani biasa."

"Diem lo, makan aja." saut Doni

Malam ketujuh, pas jam yang sama jam tiga pagi, persis kayak minggu lalu kepala Doni kembali berdenging. Kali ini dia udah nggak kaget lagi, malah langsung merem sambil senyum-senyum sendiri, siap nunggu "notifikasi" datang kayak nunggu paket COD.

[SISTEM INFORMASI MINGGUAN AKTIF]

Info Minggu Ini: Saham PT Maju Bersama Tbk (kode: MJBR) akan mengalami kenaikan signifikan dalam 5 hari ke depan, dipicu pengumuman akuisisi yang belum dirilis ke publik. Perkiraan kenaikan: 40–55%.

Doni langsung melek, jantungnya deg-degan tapi kali ini beda rasanya bukan cuma excited, tapi juga panik. Jaket kemarin gampang modal receh, untung gede, resiko kecil.

Sekarang urusannya saham. Dia sama sekali buta soal dunia pasar modal, apalagi soal buka rekening sekuritas segala macam.

"Anjir," gumamnya di kegelapan kamar. "Ini mah bukan level jaket bekas lagi."

Paginya, Doni buru-buru cari info soal cara beli saham lewat HP, download aplikasi sekuritas yang katanya "buat pemula," lalu bingung sendiri pas diminta upload KTP, isi data NPWP, sampai pertanyaan soal "profil risiko investor" yang bikin dia mikir keras milih jawaban biar keliatan bukan investor abal-abal.

Masalah utamanya cuma satu yaitu modal. Sisa uang dari jaket vintage cuma sekitar delapan ratus ribu setelah dipotong buat UKT dan jajan sebulan.

Kalau semua modal itu dimasukin ke saham dan naik 40%, untungnya lumayan, tapi Doni ngerasa itu masih terlalu kecil buat mengubah nasib secara berarti. Dia butuh modal lebih besar, tapi dari mana?

"Lo kenapa sih akhir-akhir ini rajin banget buka aplikasi investasi?" Sinta nyeletuk waktu mereka lagi nunggu dosen di kelas Mikroekonomi yang telat setengah jam lebih.

"Biasanya lo paling anti sama hal-hal begituan, katanya 'duit kuliah aja belum lunas ngapain mikirin saham.'"

Doni buru-buru nutup layar HP-nya. "Nggak, iseng doang. Lagi belajar buat tugas."

"Tugas apaan pake buka rekening sekuritas segala? Gue liat tadi lo ngisi data KTP."

Doni menghela napas, mikir cepat. "Ini... proyek UAS. Dosen minta kita simulasi investasi."

"Dosen mana yang segitu niatnya nyuruh anak-anak buka rekening beneran? Biasanya kan cukup pake aplikasi simulasi doang."

"Dosen gue emang aneh, Sin. Udahlah." jawab Doni berusah memutus pembicaraan

Sinta cuma mengangkat bahu, nggak sepenuhnya percaya tapi juga males ngurusin lebih jauh. Doni diam-diam menghela napas lega. Untung Sinta gampang teralihkan kalau udah keinget deadline tugas sendiri.

Selama tiga hari berikutnya, Doni sibuk muter otak nyari modal tambahan. Dia coba nawarin jasa joki tugas ke adik kelas, dapat lumayan tapi nggak seberapa.

Dia juga nekat jual sepatu kets kesayangannya yang jarang dipakai hingga Herman sampai protes keras.

"Lo jual sepatu ori itu? Gila lo, itu kan hadiah waktu menang lomba futsal antar fakultas!"

"Butuh duit, Man. Nanti gue beliin yang baru kalau udah ada rezeki."

"Rezeki dari mana? Lo kerjaannya cuma joki tugas sama beli barang thrift doang belakangan ini."

Doni cuma senyum-senyum nggak jelas, nggak mau jawab lebih jauh. Herman makin curiga tapi keburu sibuk sendiri ngurusin laporan praktikum yang deadline-nya besok pagi.

Akhirnya, dengan gabungan sisa uang jaket, hasil jual sepatu, dan tabungan darurat yang sebenarnya dia simpen buat jaga-jaga kalau sakit, Doni berhasil ngumpulin modal sekitar satu juta lima ratus ribu. Nggak besar-besar amat, tapi cukup buat nyoba peruntungan pertama di dunia saham.

Malam sebelum hari "H", Doni duduk di depan laptop pinjeman Herman, jari gemetar di atas tombol beli. Dia baca ulang info dari sistem berkali-kali, mikir jangan-jangan ini cuma kebetulan, atau lebih parah lagi, jebakan buat bikin dia bangkrut total.

"Bismillah aja deh," gumamnya, sambil mengetuk tombol beli saham MJBR sebanyak yang modalnya cukup beli.

Empat hari kemudian, layar aplikasi menunjukkan angka hijau yang bikin Doni hampir jatuh dari kasur saking kagetnya.

Saham MJBR naik 47% persis kayak yang diprediksi sistem, dipicu berita akuisisi besar yang baru dirilis paginya dan langsung jadi trending di berita ekonomi.

Doni langsung jual semua sahamnya sebelum harganya turun lagi, dan begitu dana cair ke rekening, dia cuma bisa melongo ngeliat angka yang jauh lebih besar dari yang pernah dia pegang seumur hidup.

"Woy, Man," panggilnya ke Herman yang lagi rebahan main HP. "Gue mau traktir lo makan sate kambing."

Herman langsung bangun, curiga tapi lapar. "Lo kesambet setan duit kayaknya. Kemarin jual sepatu demi hemat, sekarang tiba-tiba traktir sate kambing?"

"Rezeki nomplok, Man. Udah, jangan tanya-tanya, ayo makan."

Sambil jalan ke warung sate langganan, Doni diam-diam mikir 'kalau minggu depan info dari sistem makin gede lagi, dia harus mulai mikirin cara nyimpen rahasia ini lebih rapi soalnya kalau ketauan tetangga kos yang doyan gosip, bisa runyam urusannya'.

Dari balik kepalanya, seolah menjawab pikiran itu, muncul lagi teks yang udah dia hafal formatnya.

[Info berikutnya akan tersedia dalam 6 hari 23 jam 12 menit]

Doni cuma bisa senyum-senyum sendiri sambil ngelirik langit malam yang cerah, sama sekali nggak nyangka minggu depan bakal ada masalah baru yang jauh lebih runyam dari sekadar nyari modal.

1
Aisyah Suyuti
good
Wk Annuar
😍😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
🥰
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
RR: terimakasih banyak untuk supportnya, izinn namanya nanti saya masukan sebagai salah satu karakter di beberapa bab kedepan 😁🙏
total 1 replies
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!