"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."
Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.
Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 Jejak Dokter Medis
Mendengarkan perintah Thomas, Saeko Busujima tidak langsung berbalik untuk menyiapkan kendaraan. Ia mendejat perlahan ke arah Thomas melangkah satu tapak demi tapak, lalu berlutut kembali dengan kepala tertunduk penuh hormat.
"Tuan... mengenai hal persiapan untuk ekspansi ke arah perbatasan utara, ada satu aset biologis dari dunia lama yang sengaja hamba pisahkan dan amankan sebelum kelompok Takashi membobol terowongan air di malam hari itu," ujar Saeko dengan suara halus dan teratur.
Thomas memiringkan kepalanya sedikit, menatap Saeko dari ketinggian. "Seseorang yang kau amankan?"
"Benar, Tuan. Itu adalah Guru UKS dan juga seorang dokter yaitu Shizuka Marikawa," jawab Saeko dengan tenang.
POV Flashback: Strategi Dingin Saeko
Beberapa jam sebelum kelompok SMA Fujimi yang dipimpin oleh protagonis yang merasa paling keren paling hebat paling gacor nekat merayap masuk ke terowongan pembuangan air benteng, Saeko telah membaca ketololan rencana Shido Koichi. Ia tahu Takashi dan yang lainnya hanya sedang berjalan menuju pembantaian di tangan Thomas.
Namun, dokter sekolah mereka—Shizuka Marikawa—memiliki nilai SDM(Sumbe daya manusia) yang berbeda.
Meskipun Shizuka Marikawa terkenal polos, sedikit ceroboh, dan kekanak-kanakan, wanita berambut pirang itu adalah seorang dokter medis berlisensi dengan pengetahuan mendalam tentang farmakologi, anastesi, dan struktur anatomi manusia. Di dunia baru yang dipenuhi luka dan infeksi dimana-mana dan bisa terjadi kapan saja, seorang dokter ahli seperti Shizuka adalah komoditas yang sangat langka.
Malam itu, sebelum Takashi memimpin rombongan masuk ke terowongan basah, Saeko memisahkan Shizuka secara diam-diam. Dengan memanfaat ketakutan Shizuka pada tempat sempit dan gelap, Saeko menyuntikkan obat penenang dosis ringan yang ia ambil dari tas medis Shizuka ke lehernya, lalu menyembunyikannya di dalam kabin kendaraan komando milik paman Shizuka yang terparkir di sebuah garasi vila terpencil di kaki bukit.
"Dia terlalu lemah dan penakut untuk ikut merayap di terowongan air," lanjut Saeko di dalam ruang kontrol penthouse. "Hamba menyembunyikannya dalam keadaan tertidur lelap agar tidak mengganggu rencana Tuan, sekaligus menyimpannya sebagai alat medis yang mungkin akan Tuan butuhkan di masa depan."
Kembali ke Penthouse Menara Fujimi
Thomas menyesap sisa tehnya, matanya menyipit sambil memutar otak menimbang laporan Saeko.
Sebuah keputusan yang sangat efisien dari Saeko. Memiliki pelayan tempur mematikan seperti Saeko yang memiliki kemampuan beracun memang luar biasa, tetapi memiliki seorang dokter medis yang bisa mengurus laboratorium farmasi, memformulasi penawar racun eksternal, atau merawat fasilitas medis benteng akan melengkapi dominasi bentengnya secara sempurna.
"Di mana dia sekarang?" tanya Thomas datar.
"Dia masih terlelap tidur di vila kaki bukit di bawah pengawasan sistem jebakan sederhana yang hamba pasang, Tuan," jawab Saeko. "Jika Tuan berkenan, hamba akan membawanya ke sini sebelum kita bergerak menuju garis perbatasan militer di utara."
Thomas tersenyum tipis, sebuah senyuman dingin yang penuh perhitungan.
"Baiklah, aku sudah memutuskannya. Bawa dia kemari, Busujima," perintah Thomas. "Seorang dokter yang penakut dan mudah dikendalikan adalah tambahan yang bagus untuk fasilitas benteng kita. Jika dia menolak atau histeris... kau tahu apa yang harus kau lakukan pada organ dalamnya."
Saeko menyunggingkan senyum patuh yang memikat namun mematikan.
"Laksanakan, Tuan. Hamba pastikan Dokter Shizuka Marikawa bersujud dan memahami siapa penguasa barunya sebelum matahari mencapai puncak."