NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 16

Aku terbangun dari tidur lelapku saat merasakan sensasi basah dan hisapan yang teramat kuat pada kedua buah dadaku.

​"Emm..." Perlahan aku membuka mata, mengerjapkan pandangan yang masih samar untuk mencerna apa yang sedang terjadi.

​Begitu kesadaranku terkumpul, aku mendapati kepala Juragan Tama sudah berada di atas dadaku, tengah asyik menyesap permukaan dua gundukan kenyal milikku dengan begitu intim.

​"J-Juragan...!" panggilku lirih dengan suara serak khas bangun tidur.

​Tama sama sekali tidak menghiraukan panggilanku. Pria itu tetap sibuk dengan aktivitasnya, hingga tiba-tiba dengan gemas dia menggigit cukup kuat putik dadaku.

​"Aw...! Aduh, Juragan gimana sih?! Kok digigit... Sakit tau!" ringisku spontan sembari berusaha mendorong kepala besarnya.

​Tama akhirnya mendongak, menatap lurus ke arahku. Dia memajukan wajah tampannya hingga jarak di antara kami mengikis drastis. "Dasar bocah malas. Ini sudah jam berapa dan kamu masih bangun kesiangan," ucapnya dengan nada datar tanpa dosa.

​Aku mengerutkan dahi, rasa jengkel langsung membakar dadaku. "Apa? Juragan bilang saya malas?! Yang membuat saya lemas dan bangun kesiangan begini siapa kalau bukan Juragan?!" balasku meradang, tidak terima disalahkan.

​"Kalau malam tadi kamu tidak menyosor saya duluan di dapur, saya tidak akan kelepasan sampai subuh. Kamu ngerti?" ucapnya acuh tak acuh.

​Tanpa memedulikan wajahku yang sudah cemberut maksimal, pria itu bangkit berdiri dari ranjang. Tanpa selembar pakaian pun yang menutupi tubuh masifnya, dia berjalan santai dengan langkah tegap menuju kamar mandi.

​"Dasar Gergasi jahat!" umpatku jengkel.

​Namun, tepat sebelum sosoknya menghilang di balik pintu kamar mandi, mataku tak sengaja menangkap sesuatu pada punggung tegap milik Tama. Di sana, terdapat beberapa guratan luka cakaran yang masih memerah.

​'Oh my God... Apa itu perbuatanku semalam?' ucapku dalam hati, mendadak merasa bersalah sekaligus malu. 'Aduh, pasti rasanya perih dan sakit banget itu.'

​Aku mencoba bangkit dari kasur secara perlahan. Namun baru saja tubuhku bergerak, rasa perih yang teramat sangat langsung menjalar hebat di area pangkal pahaku. Aku meringis, mendesis jengkel.

​"Sshhh... Aduh, perih banget! Emang bener-bener Gergasi, barangnya gede banget sih...!" gerutuku pelan.

​Dengan sisa sekuat tenaga yang kumiliki, aku memaksakan diri turun dari ranjang. Sambil melilitkan selimut tebal ke tubuh polosku untuk menutupi dada hingga kaki, aku berjalan tertatih-tatih menyusul Tama ke kamar mandi.

​Tok! Tok! Tok!

​"Juragan! Buka pintunya!" seruku sambil mengetuk pintu kayu itu dengan tidak sabar.

​Sama sekali tidak ada jawaban dari dalam.

​"Juragan, buka! Saya sudah kebelet ingin pipis nih! Nanti kalau keluar di sini dan baunya ke mana-mana, emang Juragan mau membersihkannya?!" ancamku terburu-buru karena kantung kemihku benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi.

​Klek.

​Pintu kamar mandi akhirnya terbuka. Tama berdiri di ambang pintu dengan tubuh yang sudah dipenuhi oleh busa sabun putih.

​"Masuk. Merepotkan saja," ketusnya kesal.

​Aku tidak berniat merespons ucapannya. Begitu berhasil menyelinap masuk ke dalam kamar mandi yang luas itu, aku segera melepas lilitan selimut tebal yang kubawa, lalu melemparnya asal ke sudut kering agar tidak basah. Tanpa memedulikan keberadaan Tama yang sedang mandi, aku langsung menuntaskan cairan yang sedari tadi kutahan di atas toilet.

​Setelah merasa tuntas dan lega, aku melangkah mendekati area shower. Kunyalakan air hangat dari dalam pancuran, lalu membiarkan guyurannya menyiram perlahan tubuh polosku. Rasanya teramat nikmat, perlahan merilekskan otot-otot tubuhku yang tegang akibat pergulatan semalam.

​Sembari memejamkan mata, aku menggosok pelan setiap jengkal kulit tubuhku di bawah kucuran air, sampai-sampai aku seolah melupakan keberadaan Tama yang rupanya masih berdiri mematung di dalam ruangan yang sama.

​Tiba-tiba, sepasang lengan kekar yang basah menyusup dari arah belakang, memeluk pinggangku dengan erat. Aku terjingkat kaget setengah mati, mataku langsung terbuka sempurna.

​"Apa kamu berniat menggodaku lagi, hah?" bisik Tama dengan suara baritonnya yang rendah dan serak, tepat di ceruk leherku. Napas panasnya berembus pekat, membuat bulu kudukku otomatis meremang.

​Aku menelan ludah dengan susah payah. Apalagi saat pinggang belakangku merasakan gesekan jelas dari benda keras yang kembali menegang sempurna tepat di bagian pinggang belakangku.

​"J-Juragan... mau apa lagi?" tanyaku gugup, jantungku kembali berdisko liar.

​"Aku mau kamu," bisik Tama pelan namun penuh penekanan yang mutlak.

​Sebelum aku sempat memprotes, Tama menyentak pelan tubuhku, membalikkan ragaku dalam satu gerakan cepat agar kami kini berdiri saling berhadapan di bawah guyuran air shower. Pria itu menunduk, lalu dengan panas kembali mengunci bibirku yang sebenarnya sudah agak memerah dan bengkak akibat kejadian semalam. Lumatan kasarnya yang menuntut seketika meruntuhkan sisa pertahanan yang kumiliki pagi ini.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!