NovelToon NovelToon
Istri Bayangan Tuan Adhitama

Istri Bayangan Tuan Adhitama

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Tidak ada perempuan yang bermimpi menikahi suami kakaknya sendiri.

Namun itulah takdir yang harus diterima Aisyah.

Demi mempertahankan garis keturunan keluarga Adhitama, ayahnya memaksa Aisyah menggantikan sang kakak, Salsa, yang divonis mandul untuk memberi penerus kepada keluarga Adhitama. Semua orang menganggap itu adalah jalan keluar terbaik.
Tidak ada yang pernah bertanya apakah Aisyah menginginkannya. Aisyah memasuki pernikahan dengan harapan sederhana. Meski menjadi istri kedua, ia percaya waktu akan melahirkan kasih sayang. Namun semua harapannya hancur pada malam pertama.

Di hadapan perempuan yang baru saja sah menjadi istrinya, Ammar Adhitama mengucapkan kalimat yang merobek harga dirinya.

"Aku menikahimu hanya untuk memenuhi keinginan keluargaku. Hatiku hanya milik Salsa. Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu apalagi menyentuhmu. Mulai malam ini, kau hanya akan menjadi istri di atas kertas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Beberapa detik kemudian, Ammar berhenti tepat di depannya dan membuat jarak mereka kini hanya tinggal selangkah. Aisyah masih menatap lantai dan tak berani sedikit pun mengangkat kepalanya. Ammar memandangi gadis itu cukup lama. Di dalam kepalanya sebenarnya telah tersusun banyak kalimat. Ia ingin memperjelas semuanya. Ia ingin mengatakan bahwa pernikahan ini tidak akan pernah mengubah cintanya kepada Salsa. Ia ingin menjelaskan posisi masing-masing agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.

Dengan perlahan tangannya terangkat. Dua jarinya menyentuh dagu Aisyah dengan pelan, membuat perempuan itu tanpa sadar sedikit mengangkat wajahnya dan membuat tatapan mereka akhirnya bertemu namun hanya sekejap karena Aisyah kembali menurunkan pandangannya. Sorot matanya dipenuhi ketakutan. Tak ada sedikit pun keberanian, perlawanan ataupun harapan. Yang terlihat hanyalah seorang perempuan muda yang sedang berusaha bertahan di tengah keadaan yang tidak pernah ia pilih.

Melihat wajah yang begitu pucat, melihat bibir Aisyah yang bergetar, melihat mata gadis itu yang sembab karena terlalu banyak menangis, Semua kalimat yang tadi ingin diucapkan Ammar mendadak hilang. Ia justru terdiam. Dadanya terasa sesak. Untuk pertama kalinya malam itu, Ammar menyadari satu hal. Bukan hanya Salsa yang terluka. Perempuan yang berdiri di hadapannya ini pun ternyata sama hancurnya, Namun rasa lelah dan kekacauan di dalam dirinya membuat Ammar belum sanggup mengungkapkan apa pun. Dengan gerakan yang sedikit lebih kasar daripada yang seharusnya, ia melepaskan dagu Aisyah hingga membuat kepala perempuan itu sampai menoleh ke samping.

Aisyah kembali menundukkan wajahnya tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun. Sementara Ammar menggenggam cadar yang masih berada di tangannya, menatap Aisyah sesaat, lalu menghembuskan napas panjang.

Keheningan kembali memenuhi kamar pengantin itu. Keheningan yang terasa jauh lebih menyakitkan daripada pertengkaran apa pun, karena di dalamnya berdiri dua orang yang sama-sama menjadi korban dari keputusan yang tidak pernah mereka inginkan.

Aisyah masih belum berani mengangkat wajahnya. Napasnya terasa pendek-pendek setelah Ammar melepaskan dagunya begitu saja. Kulit di bagian dagunya masih menyisakan sedikit rasa perih. Bukan karena genggaman itu terlalu kuat, melainkan karena ia sama sekali tidak menyangka laki-laki yang selama ini begitu dihormatinya akan memperlakukannya sedingin itu. Perlahan Aisyah merapatkan kedua tangannya di depan perut. Ia berusaha mengatur napasnya.

"Jangan menangis, Aisyah. Jangan menangis sekarang. Kalau kamu menangis, suasana akan semakin buruk." Batin Aisyah di dalam hatinya.

Padahal, Bukankah ia juga korban dari semua ini? Bukankah sejak awal ia sudah mengatakan kepada ayahnya bahwa ia tidak pernah menginginkan pernikahan ini? Lalu mengapa seolah-olah semua kesalahan ditimpakan padanya? Keheningan kembali memenuhi kamar. Ammar masih berdiri membelakangi Aisyah. Rahangnya mengeras.

Dadanya naik turun menahan emosi yang sejak tadi terus bergejolak. Beberapa saat kemudian, ia akhirnya membalikkan badan dan membuat tatapannya kembali jatuh kepada perempuan yang baru beberapa jam lalu sah menjadi istrinya. Namun tatapan itu sama sekali tidak terlihat hangat.

"Aisyah."

Suara Ammar terdengar datar dan membuat

Aisyah langsung mengangguk kecil.

"Iya, Mas."

"Ada satu hal yang harus kamu pahami mulai malam ini."

Aisyah tidak menjawab, Ia hanya mendengarkan.

"Aku menikahi mu bukan karena keinginanku."

Kalimat pertama itu langsung menghantam dada Aisyah. "Aku melakukan semua ini hanya untuk memenuhi keinginan keluarga terutama untuk Salsa." Ammar menarik napas panjang.

"Laki-laki yang berdiri di hadapanmu sekarang tetap orang yang sama." Tatapannya semakin tajam. "Hatiku tetap milik Salsa, Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu apalagi menyentuhmu. Mulai malam ini, kau hanya akan menjadi istri di atas kertas." Ruangan kembali sunyi. "Aku tidak ingin ada kesalahpahaman." Suara Ammar terdengar semakin berat. "Pernikahan ini tidak akan mengubah apa pun di dalam hatiku." Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Aku berharap kau tetap akan menghormati batas yang akan kita jalani." Tatapannya tidak bergeser sedikit pun. "Jangan pernah berusaha mengambil tempat yang selama ini menjadi milik Salsa."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Ammar mengira Aisyah akan menangis, membela diri atau bahkan memprotes semua perkataannya, Namun yang terjadi justru sebaliknya. Aisyah perlahan mengangkat wajah. Matanya memang sudah dipenuhi air mata, tetapi sorot matanya tetap tenang. Sangat tenang sampai-sampai Ammar sendiri sedikit terkejut.

"Mas tidak perlu khawatir." Suara Aisyah terdengar begitu pelan namun jelas. "Aku tidak pernah berniat mengambil apa pun dari Kak Salsa." Aisyah tersenyum tipis. Senyum yang lebih mirip usaha menyembunyikan luka.

"Termasuk tempat Kakak di hati Mas." Ammar terdiam. "Aku tahu siapa diriku." Aisyah menundukkan pandangannya sebentar. "Lagipula..." Ia menarik napas panjang. "Aku juga tidak pernah menginginkan pernikahan ini."

Kalimat itu membuat Ammar mengernyit sementara Aisyah kembali berbicara.

"Sama seperti Mas. Bedanya..." Air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya. "Kita sama-sama tidak punya pilihan. Mas kehilangan ketenangan hidup Mas sementara aku kehilangan kehidupan yang selama ini aku kenal." Aisyah tersenyum kecil. Senyum yang dipenuhi kepasrahan. "Takdir mempertemukan kita. Tapi bukan berarti aku ingin menggantikan posisi Kak Salsa."

Ammar masih diam. Setiap kata yang keluar dari bibir Aisyah terdengar begitu jujur. Tak ada tuntutan. Tak ada harapan. Tak ada kebencian, yang ada hanya kelelahan.

"Aku tahu." Suara Aisyah semakin lirih. "Sejak awal sampai kapan pun,"Tatapannya perlahan mengarah kepada Ammar. "Mas akan selalu memilih Kak Salsa." Aisyah mengangguk pelan. "Dan memang seharusnya begitu. Aku mengerti posisiku. Di rumah ini dan juga di hati Mas."

Kalimat terakhir itu membuat Ammar membisu. Entah mengapa, justru kalimat sederhana itu terasa jauh lebih berat daripada tangisan. Perlahan Aisyah melangkah mendekat. Bukan untuk mendekati Ammar, melainkan mengambil cadar yang masih berada di tangan laki-laki itu.

"Permisi, Mas." Ucapnya sopan yang membuat Ammar refleks mengendurkan genggamannya saat Aisyah mengambil kain cadar itu dengan kedua tangannya yang sedikit gemetar dan menundukkan kepalanya sebagai bentuk hormat.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia membalikkan badan. Langkahnya pelan namun mantap. Ia menuju pintu kamar mandi. Sebelum masuk, ia sempat berhenti sejenak, Menarik napas panjang untuk menahan air matanya yang terus menggenang kemudian membuka pintu perlahan.

Ceklek.

Pintu kamar mandi tertutup yang kemudian disusul dengan suara gemericik air yang mulai terdengar dari balik pintu. Sementara itu Ammar masih berdiri di tempat yang sama.

Tatapannya kosong mengarah ke pintu kamar mandi yang baru saja tertutup. Untuk pertama kalinya sejak pernikahan itu berlangsung, ia mulai menyadari bahwa perempuan yang baru saja dinikahinya bukanlah seseorang yang datang untuk merebut kebahagiaannya. Ia juga hanya seorang manusia yang sedang berusaha bertahan di tengah takdir yang tidak pernah ia pilih.

1
Marini Suhendar
Melihat Aisyah bikin nangis😭😭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama kak/Sob/
total 1 replies
Marini Suhendar
Itu konsekwensinya..coba bukan adik kmu yg jd madunya .sakitnya g terlalu kan
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: padahal Ammar udah terima salsa apa adanya, tapi salsanya yang repot sendiri /Slight/
total 1 replies
Lembang Azam
klw kamu takut Aisyah mencuri perhatian mertua dan suamimu, harusnya dr awal kamu tuh sadar salsa jgn memaksa suamimu untk menikah lagi, disini kamu yg egois, menyakiti hati suami dan adikmu sndiri,, amar ja GPP kamu enggak punya anak, knpa kamu justru yg repot sih,,sebellll tau enggak sih thor😭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sabar kak sabar, jangan emosi 🙏🤭
total 1 replies
Nda
novelmu luar biasa thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak🙏😍
total 1 replies
Marini Suhendar
d mata amar & salsa pasti salah. d kira cari perhatian
Ical Habib
boleh ta dlm hukum Islam 2 saudara sekaligus...yg boleh t KL DA meninggal satu trs pindah k adiknya.othor in ad2 aj
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hmmmm 🙄, sudahlah yah jejak di sini.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Pret ah
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ngaran Weh Wira tapi kalakuan TeusaWira 😤
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hemmm iya gitulah ya 🤷
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh tua juga kelakuan kayak gitu bukannya nikmati masa tua aja Ama bini malah ngurusin rumah tangga anak Lo 🙄🫤
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
nggak tahu ah
Lembang Azam
ini neh yg plg bikin sebelll dan bingung,,,klw smw pemeran utamanya baik😭 knpa enggak pak wira ja sih yg punya anak thor🤣🤣
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: udah tua kak pak Wira nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Marini Suhendar
kamu dengar kan amar doa yg d panjatkan Aisyah...Sabar aisyah 🥰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
dasar kampret semua 😩 sudahlah pusing, jejak aja dulu yeh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Lo memang bodoh, kelak kmu salsa dgn suamimu akan lebih parah menyakiti Aisyah. kalian pasti jadi villain berakhlak binatang berbentuk manusia.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh gw pusing.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya Aisyah tidak akan menyakitimu sal, tapi kamu sendiri yg akan menyakitinya kelak bahkan setelah mendapatkan anak kau akan merebutnya. bahkan bisa saja amar pun akan sama sepertimu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya siapa lagi si mar, kok di tanya 🙄
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ini bininya sumpah demi apa oon nggak tahu di untung suaminya di pihak Lo.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!