Hidupku yang sebelumnya biasa saja, hati ku yang memang sudah tersakiti oleh pengkhianatan sang tunangan, kini aku bertemu dengan pria yang seteleh nya ku ketahui adalah Bos ku di kantor.
Karena seorang bayi membuat kami menjadi dekat hingga aku menjadi kekasih pura-pura nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canggung
Setelah aksi ungkapan perasaan dari Davin, sakira memilih untuk menghindari Davin. Terlihat seperti sekarang ia sengaja menyibukkan diri, entah itu bermain dengan Viki, mencuci piring ataupun yang lainnya yang dapat menghindar dari Davin.
Sakira menahan perasaannya, ia tidak ingin merasakan sakit ketika Davin meninggalkan nya nanti. Bukan hanya itu, ia juga tak ingin membuat Yuli merasa terluka karena ke egois annya.
"Sakira!! " panggil Davin yang berjalan mendekat padanya, gadis itu spontan berjalan mundur hingga mentok ke dinding.
Sakira menunduk tak kuasa menatap wajah Davin.
"Kamu menghindari ku? " desak Davin yang kini berada tepat di hadapan Sakira. Gadis itu menggeleng lemah, sekuat hati ia berusaha untuk mengangkat kepala nya menatap wajah Davin.
Bukannya bicara gadis itu malah terdiam menatap wajah tampan Davin, rambut yang masih belum kering membuat wajah Davin terlihat begitu segar.
"Malah bengong" ujar Davin menyadarkan Sakira.
"Eh, itu yah emm.. " ucap Sakira gelagapan, Davin tersenyum miring, gadis ini benar-benar lucu di matanya.
"Apa kau terpesona melihat wajah ku? " goda Davin menunduk, sehingga air rambutnya menetes mengenai bahu Sakira.
"Apaan sih, ke Geeran!! " balas Sakira menatap Davin kesal.
"Awas deh minggir, aku mau ngasih makan Viki " sahut Sakira mendorong dada Davin, namun tak beranjak sedikit pun. Davin menahan tubuhnya agar tak bergeser. Sakira melemah pasrah, ia sudah menggunakan kekuatan ekstra nya untuk mendorong Davin, tetap saja tak bisa.
"Maunya apa sih.. " sungut Sakira mulai semakin kesal, Davin yang sedari tadi menatapnya tersenyum menyeringai.
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur"
"Apa? "
"jangan sampai dia menanyakan soal yang kemarin" gumam Sakira dalam hati, ia benar-benar gugup sekarang.
"Kamu menghindari ku kan? " tanya Davin membuat Sakira bernafas lega.
"Tidak tuan, saya tidak menghindari tuan. Puas??? " balas Sakira kesal.
"Lalu?? " tanya Davin lagi.
"Lalu, minggir lah dari hadapanku " lanjut Sakira mendorong tubuh Davin kemudian berjalan cepat menuju kamar.
"Ah sial!! " umpat Davin kesal, ia malah bengong dan melepaskan Sakira.
"Dasar pria gila, tentu saja aku menghindari nya. Mana mungkin aku bisa mengatakan jika aku tak menyukainya. " dumel Sakira memasuki kamar dengan membawa semangkuk bubur untuk Viki.
"Sayang,.... eh malah udah tidur" gumam Sakira meletakkan buburnya di atas nakas kemudian menyelimuti Viki. Bocah itu tertidur sebelum ia memakan buburnya. Ini semua karena Davin yang menahan ku di dapur, dumel Sakira dalam hati.
"Apa Viki tidur? " tanya Davin membuat Sakira terlonjak kaget.
"Kenapa harus ngagetin sih..! " gerutunya
"Ngagetin dari mana nya, aku ngomong pelan kok" sangkal Davin.
Sakira tak membalas ucapan Davin lagi, memang benar Davin berbicara pelan, mungkin karena dia fokus mengomeli Davin dalam hati makanya ia kaget.
Suasana menjadi hening, Davin yang duduk di sofa menyandar kan punggung nya dan menatap langit langit kamarnya.
Mereka tak ada yang mau membuka suara, Sakira pun enggan berbicara. Ia tak tahu harus berbicara apa, ia malah memilih duduk di pinggir ranjang berhadapan dengan Davin.
Sibuk dengan fikiran masing-masing, Davin akhirnya melirik ke arah Sakira.
"Ada apa? " tanya Sakira tanpa menoleh, ia tahu jika Davin tengah menatapnya.
"Tidak ada" balas Davin mengalihkan pandangnya cepat.
"Bagaimana ia bisa tahu" dengus Davin dalam hati.
"Aku.. "
"Aku.. " ucap Davin dan Sakira bersamaan.
"Kamu saja dulu" ucap Davin canggung.
"Bapak saja dulu" tolak Sakira.
Mereka benar-benar terlihat begitu menggemaskan dengan saling tolak menolak untuk berbicara lebih dulu.
"Yah sudah saya dulu" ucap Davin.
"Kenapa kamu lari ketika aku mengungkapkan isi hati ku" ucap Davin lirih, ia sudah tak tahan lagi dengan hatinya.
"Maaf Pak" sahut Sakira lirih, gadis itu menunduk.
"Kenapa? "
"Karena saya tidak mau membuat pertunangan bapak dan Yuli gagal gara-gara saya" jelas Sakira.
"Itu tidak benar!! " sangkal Davin berdiri dari duduknya kemudian berjalan mendekati Sakira, gadis itu mendongak kaget.
"Apanya? " tanya Sakira.
"Aku dan Yuli tidak saling suka, mama ku saja yang menjodohkan kami" tolak Davin. Sakira menelan Salifanya susah payah.
"Tapi tetap saja, pilihan orang tua lebih baik" balas Sakira.
"Tidak, aku dan Yuli tidak sepaham" balas Davin seolah olah meyakinkan Sakira.
"Benarkah? "
"Yah" jawab Davin cepat.
"Huhh tetap saja, kamu tidak boleh punya perasaan terhadapku. Yuli sangat menyukai mu" balas Sakira menghembuskan nafasnya gusar.
"Apa kau menyukai ku? " tanya Davin memegangi bahu Sakira dan menatap nya lekat.
"Ahh ituuu, " jawab Sakira ragu.
"Katakan Yes or No" Desak Davin.
"Huh,,, aku tidak tahu" balas Sakira bernafas berat, membuat Davin mendesah kesal.
"Jawaban macam apa itu" dengus Davin kesal dan melepaskan cengkraman nya pada bahu Sakira.
"Kenapa bapak malah kesal" sungut Sakira.Seharusnya dia yang kesal bukan Davin.
"Karena aku sudah menyukai mu, sangat" balas Davin kembali menatap Sakira. Mereka saling menatap, terlihat pancaran cinta di mata keduanya.
"hmm,, maafkan aku, aku tidak tahu dengan perasaan ku sendiri. Aku sangat takut, namun di sisi lain aku merasa nyaman bersama mu, dan juga merasa takut" jelas Sakira menunduk, ia benar-benar bingung dengan hatinya sendiri.
"Hei, apa kamu mau mencobanya? " tanya Davin menarik dagu Sakira sehingga membuat Sakira mendongak menatapnya.
"Apa? "
"Mencoba untuk membuka hati mu untuk ku, mencoba mengulang dari awal" ucap Davin lembut.
"Hmm apa bisa? " tanya Sakira meragu.
"Pelan pelan, aku akan menjaga mu dan mencintai mu segenap hati" tutur Davin menatap mata Sakira lekat. Wanita itu mengangguk dan tersenyum, sedikit demi sedikit hatinya mulai percaya.
Trauma akan di khianati oleh Radit masih membekas di hatinya. Itu lah yang membuat gadis itu takut untuk memulai dengan pria lain.
Cup~~
Sakira mengerjap ngerjapkan matanya, secepat kilat Davin mengecup dahinya. Kemudian pria itu berlalu keluar dari kamar takut di amuk Sakira.
"Davin!!!!!!!!! " teriak Sakira keras, saking kerasnya teriakan Sakira membangunkan Viki dari mimpi indahnya.
"Oekk mammaa, mammaa" tangis Viki memanggil Sakira.
"Iya sayang, mama di sini" bujuk nya mendekat dan turut berbaring di samping putranya kemudian memeluknya.
"Awas saja kau nanti" gerutu Sakira kesal sembari pok pok in Viki yang kembali tertidur.
Sementara Davin tertawa di ruang TV, ia sangat bahagia, perasaannya sangat lega ketika sudah mengungkapkan pada Sakira.
Pertama ia hanya meragu dengan perasaannya terhadap Sakira, di tambah lagi ketika melihat wajah Sakira yang cemburu pada Yuli.
Ahh Davin jadi tertawa geli mengingat ketika ia merasakan perasaan ini terhadapnya. Jika pada pria lain, mereka akan menyadari perasaan mereka ketika melihat si wanita dekat dengan pria lain. Namun berbeda dengan Davin, ia terlalu peka dengan dirinya sendiri, hatinya menginginkan Sakira tetap berada di disisinya makan ia akan melakukan apapun untuk menaklukkan hati sang pujaan.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
idola:sakira,Davin,Viki,Kevin
Daftar!
untung bagus ceritanya..
kenapa Sheila nga terus terang aje
nga faham banget dgn cerita mu ini Thor