NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Lari adalah Kunci

​Langkah kaki keriput pria tua berjubah abu-abu itu menyentuh permukaan tanah dengan sangat ringan. Namun getaran energi spiritual yang dihasilkannya membuat seluruh puing bata di sekitarnya langsung hancur menjadi debu putih.

​Lin Tian merasakan udara di sekelilingnya berubah menjadi padat laksana dinding besi yang menghimpit seluruh tubuhnya. Otot-otot lengannya yang memegang gagang Pedang Berat Hitam tanpa sadar menegang hingga urat nadinya menonjol keluar.

​'Bocah, ini adalah kultivator ranah Pembentukan Inti tahap awal,' suara Yue Chan menggema dengan nada malas di dalam benaknya. 'Satu jentikan jarinya sudah cukup untuk mengubah tubuh lemahmu itu menjadi genangan darah kotor.'

​Lin Tian menelan ludah kasarnya secara perlahan di balik cadar hitam yang menutupi separuh wajahnya. Otaknya yang selalu pragmatis langsung menghitung persentase kemenangan yang dengan cepat menunjukkan angka nol mutlak.

​Pria tua bermarga Gu itu menatap Lin Tian dengan sepasang mata cekung yang memancarkan dominasi absolut. Tangannya perlahan diangkat ke udara dengan gaya arogan layaknya seorang dewa yang sedang menatap seekor semut.

​"Serahkan cincin penyimpananmu dan bersujudlah seratus kali di bawah kakiku," ucap Gu Tua dengan nada datar yang menggema di telinga Lin Tian. "Jika tebusan dosamu memuaskanku, aku mungkin akan menyisakan mayat yang utuh untukmu malam ini."

​Wang Teng yang sebelumnya ketakutan setengah mati kini kembali membusungkan dadanya dengan senyum penuh kemenangan. Dia berjalan mendekati Gu Tua seolah baru saja mendapat perlindungan dari dewa perang tak terkalahkan.

​"Paman Gu, jangan bunuh dia terlalu cepat, aku ingin memotong lidah kotornya terlebih dahulu!" teriak Wang Teng dengan wajah memerah karena amarah. "Dia harus membayar mahal karena berani mempermainkan martabatku di Paviliun Harta tadi."

​Lin Tian mengukur jarak antara dirinya dengan tembok gang terdekat menggunakan sudut matanya secara diam-diam. Otot kakinya perlahan dialiri oleh sisa energi spiritual murni tanpa menimbulkan fluktuasi qi yang mencolok.

​'Tidak ada gunanya menjadi pahlawan yang mati konyol di tangan tua bangka ini,' batin Lin Tian dengan sangat rasional. 'Bertahan hidup lalu membalas dendam di kemudian hari adalah satu-satunya hukum mutlak di dunia kultivasi.'

​Lin Tian perlahan menurunkan Pedang Berat Hitam dari bahunya lalu menancapkannya ke atas tanah berdebu. Dia merendahkan postur tubuhnya seolah-olah beban tekanan spiritual Gu Tua telah menghancurkan seluruh tekad bertarungnya.

​"Senior sungguh memiliki kultivasi yang menembus langit, orang tua ini benar-benar tidak tahu diri," ucap Lin Tian dengan suara serak yang sengaja dibuat bergetar hebat.

​Dia membuat kedua lututnya sedikit menekuk untuk memberikan ilusi bahwa dia akan segera bersujud meminta ampun. Tangannya perlahan meraba cincin penyimpanan di jari tengahnya dengan gerakan yang sangat lambat dan pasrah.

​Gu Tua mendengus dingin melihat sikap penyerahan diri yang dilakukan oleh sosok berjubah hitam di depannya. Kesombongan alami dari seorang ahli Pembentukan Inti membuatnya menurunkan kewaspadaan terhadap kultivator tingkat rendah.

​"Setidaknya kamu cukup pintar untuk menyadari perbedaan dimensi kekuatan di antara kita berdua," kata Gu Tua sambil melipat kedua tangannya di dada. "Lemparkan cincin itu ke mari sekarang juga."

​Lin Tian menggenggam belasan benda bundar sebesar kepalan tangan di dalam ruang dimensi cincinnya. Senyum licik yang sangat khas langsung merekah lebar di balik penutup wajah kain hitamnya.

​Benda itu sama sekali bukan pil berharga atau pusaka sihir tingkat tinggi yang bernilai mahal. Itu adalah puluhan butir bom asap yang diracik khusus menggunakan kotoran iblis rawa beracun.

​"Baiklah Senior, terimalah seluruh harta milikku ini!" teriak Lin Tian dengan suara yang sengaja dikeraskan.

​Tangan kanannya bergerak dengan kecepatan kilat melemparkan belasan bola hitam pekat ke arah Wang Teng dan Gu Tua. Bola-bola kotoran itu melesat membelah udara dengan suara desingan yang sangat nyaring.

​Gu Tua hanya tersenyum meremehkan sambil mengibaskan lengan jubah abu-abunya untuk menghalau benda terbang tersebut. Dia mengira itu hanyalah senjata rahasia rendahan yang tidak akan mampu menembus pelindung qi miliknya.

​BOOM!

​BOOM!

​BOOM!

​Ledakan beruntun terjadi tepat di depan wajah Gu Tua dan Tuan Muda Wang Teng. Namun ledakan tersebut sama sekali tidak menghasilkan api atau gelombang kejut perusak tulang.

​Sebagai gantinya, kabut asap berwarna hijau kecokelatan yang sangat pekat langsung menyembur keluar. Asap kotor itu dengan cepat menutupi seluruh area tanah kosong dalam radius puluhan meter.

​Aroma busuk yang sangat menyengat laksana ribuan bangkai membusuk seketika menusuk rongga hidung mereka berdua. Bau kotoran iblis rawa itu begitu pekat hingga mampu membuat sepasang mata menjadi perih dan berair deras.

​"Bocah kurang ajar! Benda najis apa ini!" raung Gu Tua dengan suara yang dipenuhi rasa jijik dan kemarahan luar biasa.

​Pelindung qi miliknya memang bisa menahan serangan fisik, tapi sama sekali tidak berguna menahan bau busuk yang menyusup lewat partikel udara. Gu Tua tanpa sadar menghirup asap tersebut dan langsung terbatuk hebat hingga wajah keriputnya membiru.

​Wang Teng yang berada di sebelahnya bernasib jauh lebih buruk dan menyedihkan. Tuan Muda Kota itu langsung muntah darah bercampur isi perutnya tepat di atas sepatu sutranya sendiri.

​"Uhuk, uhuk! Mataku perih sekali! Aku buta!" jerit Wang Teng sambil menggosok kedua matanya yang memerah dan membengkak.

​Asap kotoran iblis itu tidak hanya memblokir pandangan mata biasa dari kedua musuhnya. Partikel najis di dalamnya juga sangat efektif mengacaukan pelacakan indra spiritual tingkat rendah.

​Gu Tua sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan energi kehidupan Lin Tian di dalam kepungan asap hijau tersebut. Fokus pikirannya hancur berantakan karena harus menahan rasa mual yang terus bergejolak di dalam perutnya.

​Memanfaatkan momen kekacauan total itu, Lin Tian langsung memasukkan Pedang Beratnya kembali ke dalam cincin. Dia mengalirkan seluruh sisa kekuatan mutiara primordial langsung menuju ke telapak kakinya.

​KRAAAK!

​Tanah di bawah pijakannya langsung retak membentuk pola jaring laba-laba yang cukup dalam. Lin Tian melesat mundur ke arah tembok gang laksana anak panah yang lepas dari tali busurnya.

​Dalam sekejap mata, tubuhnya sudah melayang di udara melewati reruntuhan tembok bata kuno tersebut. Gerakannya begitu luwes dan efisien, tanpa sedikit pun keraguan bodoh untuk tinggal dan bertarung.

​Saat tubuhnya berada di titik tertinggi lompatan, Lin Tian menoleh ke belakang untuk menatap gumpalan asap hijau pekat itu. Dia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara terbuka.

​Satu jari tengahnya tegak lurus menantang langit, memberikan salam perpisahan yang sangat universal. Meskipun Gu Tua tidak bisa melihatnya dengan jelas, tindakan konyol itu memberi kepuasan batin tersendiri bagi Lin Tian.

​"Orang bodoh saja yang mau bertarung secara adil melawan musuh beda alam," gumam Lin Tian sambil terkekeh pelan di balik cadarnya.

​Kakinya mendarat di atap rumah penduduk dengan sangat ringan tanpa menimbulkan suara benturan sedikit pun. Dia langsung bergegas melompati puluhan atap rumah dengan kecepatan lari maksimal yang bisa dicapai oleh tubuh fisiknya.

​Lin Tian sangat memahami bahwa asap kotoran iblis itu hanya akan menunda waktu pengejaran selama beberapa puluh napas saja. Seorang ahli Pembentukan Inti memiliki banyak cara mistis untuk membersihkan racun udara tingkat rendah.

​WUSSHH!

​Benar saja, sebuah raungan badai yang mengguncang seluruh bangunan di sekitarnya terdengar dari arah belakang. Gelombang energi spiritual elemen angin menyapu bersih seluruh asap hijau kotor tersebut dalam sekejap mata.

​"Aku akan mencabik-cabik seluruh daging di tubuhmu menjadi ribuan keping, keparat kecil!" suara Gu Tua menggema membelah keheningan langit malam Kota Daun Merah.

​Niat membunuh yang sangat dingin langsung mengunci punggung Lin Tian dari jarak yang terlampau jauh. Gu Tua melesat terbang mengejar bayangan hitam Lin Tian dengan sepasang mata yang memerah ganas.

​Lin Tian menggertakkan giginya saat merasakan tekanan mematikan yang semakin mendekat dari arah punggungnya. Dia tahu bahwa kecepatan terbang kultivator Pembentukan Inti jauh melampaui kemampuan berlarinya di atas atap.

​Dia segera melompat turun dari atas atap menuju ke sebuah gang sempit yang sangat gelap dan berliku panjang. Tangannya dengan cepat merobek jubah hitam longgar yang menutupi tubuhnya lalu membuangnya ke dalam tumpukan sampah kotor.

​Lin Tian berlari menyusup ke dalam kerumunan pasar malam pinggiran kota yang kebetulan masih ramai dikunjungi oleh warga biasa. Dia merendahkan postur tubuhnya dan mengubah pola sirkulasi pernapasan agar suhu tubuhnya menyatu dengan lingkungan sekitar.

​'Yue Chan, bantu aku menyembunyikan seluruh fluktuasi mutiara ini sekarang juga,' pinta Lin Tian sambil terus berjalan merunduk di balik deretan kios penjual daging panggang.

​'Kamu benar-benar tikus tanah yang sangat ahli dalam urusan melarikan diri,' cemooh Yue Chan sambil mengalirkan selembar tirai energi hitam tipis dari dalam mutiara.

​Energi iblis primordial itu langsung membungkus seluruh permukaan kulit tubuh Lin Tian dengan sangat rapat. Hawa keberadaannya seketika lenyap seolah-olah dia terhapus dari peta eksistensi dunia fana.

​Gu Tua yang melayang di atas langit pasar malam mendadak menghentikan laju terbangnya dengan ekspresi wajah yang sangat kebingungan. Indra spiritualnya yang sejak tadi mengunci target tiba-tiba kehilangan jejak secara total.

​Pria tua itu mengertakkan giginya sambil menatap tajam ke arah kerumunan ratusan manusia di bawah sana. Dia sangat ingin melepaskan serangan api area luas untuk membakar seluruh tempat ini menjadi abu.

​Namun Kota Daun Merah masih memiliki peraturan ketat yang ditegakkan oleh faksi militer kekaisaran. Membantai ratusan warga fana secara terbuka tanpa alasan hanya akan mengundang hukuman mati dari utusan penguasa wilayah.

​"Sialan! Ilmu sihir sesat macam apa yang digunakan tikus pengecut itu untuk menghapus jejak jiwanya," maki Gu Tua sambil mengepalkan urat nadi di tangannya kuat-kuat.

​Dia berputar di udara beberapa kali untuk terus mencari anomali energi spiritual di sekitar area pasar tersebut. Namun yang didapatkannya hanyalah kekosongan energi absolut, membuatnya terpaksa kembali ke tempat Wang Teng dengan menahan malu.

​Sementara itu, Lin Tian sudah berhasil keluar dari batas keramaian pasar melalui jalur bawah tanah saluran air kuno. Pakaian kasualnya sedikit kotor oleh lumpur hitam, namun sepasang matanya memancarkan ketenangan yang sangat menakutkan.

​Dia berjalan pelan menyusuri pinggiran sungai kota menuju ke arah wilayah pemukiman utama klan Lin. Otaknya terus bekerja keras menyusun ulang semua kepingan informasi intelijen yang baru saja didapatkannya malam ini.

​Tuan Muda Kota ternyata memiliki penjaga rahasia yang telah mencapai ranah Pembentukan Inti. Fakta ini membuktikan bahwa faksi Kota Praja memiliki dukungan besar dari sekte luar yang jauh lebih kuat dari klan lokal mana pun.

​Jika Wang Teng kembali dengan rasa dendam membara yang tidak terbalaskan, target pelampiasannya sudah pasti adalah orang terdekat Lin Tian. Identitas alkemis tuanya memang belum terbongkar, tapi konflik terbuka dengan klan Zhao pasti akan memancing faksi kota untuk ikut campur.

​"Mereka pasti akan segera menyelidiki asal-usul senjata pedang berat yang sering aku gunakan di arena turnamen," gumam Lin Tian dengan ekspresi wajah yang sangat dingin.

​Dia menghentikan langkah kakinya sejenak dan menatap bayangan bulan sabit yang terpantul di permukaan air sungai yang tenang. Sepasang matanya yang tajam menyiratkan sebuah keputusan besar yang sangat kejam sekaligus rasional untuk masa depan klannya.

​"Menunggu musuh datang menyerang kediaman adalah pilihan mutlak bagi orang bodoh, aku harus mengevakuasi Kakek dan Su'er malam ini juga," batin Lin Tian dengan sangat mantap.

​Langkah kakinya kembali dipercepat untuk menembus kegelapan malam yang semakin larut mencekam. Dia harus berpacu dengan batas waktu sebelum aliansi musuh menyadari celah kelemahannya dan mengepung wilayah klan Lin.

​Angin malam berhembus kencang membawa aroma niat membunuh samar dari arah kediaman klan Zhao di ujung barat kota. Malam panjang yang akan dipenuhi oleh lautan darah ini baru saja bersiap untuk membuka tirai kematiannya yang sesungguhnya.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!