NovelToon NovelToon
SANG PEMBURU KEGELAPAN

SANG PEMBURU KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:813
Nilai: 5
Nama Author: AL

Mengerahkan segenap kekuatannya, Arya menyerang Alam Dewa!

Awalnya Arya ditugaskan para dewa untuk memburu Pangeran Kegelapan yang telah menciptakan berbagai teror di dunia. Namun, di balik tugas ini, ada konspirasi yang busuk!

Para dewa rupanya berusaha melenyapkan keabadian dan kekuatan sang ayah yang ada di dalam dirinya. Kelak Arya akan memimpin perang melawan para dewa. Di perang besar ini dia akan menunjukkan kehebatan dan kesaktiannya yang tiada tara!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPK 34

Mata Jalaksora berlarian kebingungan. Kini dia benar-benar dihadapkan pada situasi yang di luar jangkauan akal pikirannya. Keahliannya menjilat ternyata tidak bisa digunakan jika situasinya berbanding terbalik dengan harapannya.

Gandana yang diharapkan bisa membantunya, ternyata hanya diam dan tak bisa diandalkan sama sekali. Jabatan panglima perang yang didapatkan dari hasil menjilat kini malah menjadi bumerang untuknya.

Jalaksora menghela nafas panjang. Sebuah gulungan yang bergambar peta wilayah kerajaan Kanjuruhan diamatinya cukup lama. Terutama letak bukit tandus yang posisinya tinggal setengah hari perjalanan dari tempat mereka beristirahat.

"Kenapa kau diam saja, Senopati!? Buktikan jika aku tidak salah menganggapmu menjadi Senopati Agung menggantikan Dharmaseta." Raja Barawijaya mulai merasa geram dengan Jalaksora yang terlalu lambat dalam berpikir.

"Saat ini mereka sudah tahu kita tidak jauh dari bukit tandus, Paduka. Jika kita menyerang ke sana, kemungkinan kita menang masih terbuka. Posisi peluang kita sama dengan mereka sekarang. Bukit tandus terkenal memiliki suhu yang ekstrim dan tidak ada sumber air sama sekali. Jadi rencana hamba sekarang adalah menunggu perbekalan mereka habis, baru kita bergerak menyerang."

"Perbekalan kita juga akan semakin menipis jika terus menunggu, Senopati. Apa kau tidak berpikir tentang itu?"

"Hamba sudah berpikir tentang itu, Paduka. Posisi kita saat ini berada di dalam hutan, untuk sumber air masih bisa kita cari. Sedang untuk makanan, prajurit bisa berburu di dalam hutan ini sambil menunggu mereka turun dari bukit itu. Lambat laun perbekalan mereka akan habis juga, Paduka. Hamba yakin mereka tidak akan memperkirakan jika kita menunda serangan," papar Jalaksora menjelaskan.

Raja Barawijaya diam cukup lama. Dia menimbang-nimbang rencana yang sudah dibuat oleh Jalaksora. Menurutnya, rencana dadakan yang dibuat Senopati Agung itu masih masuk akal dan bisa digunakan.

"Baiklah ... Kita gunakan rencanamu. Aku juga merasa mereka akan turun dari bukit itu setelah perbekalan yang mereka bawa habis. Tapi jangan lupa membuat rencana cadangan yang lain."

"Hamba laksanakan titah Paduka." Jalaksora bisa bernafas lega. Untuk sesaat dia terlepas dari tekanan yang menderanya.

Malam itu, Wongsopati dan Joyorono, atau yang disebut sepasang pendekar Jari Iblis, berkeliling karena merasa penat dengan rencana penyerangan yang dimundurkan.

Tanpa terasa langkah mereka semakin menjauh dari tempat pasukan kerajaan Gandara mendirikan tenda. Entah ada firasat apa mereka malam itu, namun hati kecil mereka mengatakan harus keluar dari tempat tersebut.

Bagi seorang pendekar, bisikan hati atau insting biasanya adalah sebuah pertanda akan terjadinya sesuatu. Kepekaan yang mereka asah tentunya akan sangat berguna bagi ke depannya.

Semakin jauh kedua pendekar itu melangkah, semakin kuat insting yang mereka rasakan. Hingga tanpa terasa mereka berdua sudah mendekati bukit tandus.

Dari jarak jauh, kedua pendekar yang berjuluk Sepasang Jari Iblis itu menghentikan langkah setelah melihat dua sosok sedang berjalan melawan arah menuju tempat mereka berhenti. Wongsopati dan Joyorono melompat tinggi ke sebuah pohon besar yang baru saja mereka lewati.

Dari atas pohon, tatapan mata mereka tajam mengawasi dua sosok yang berjalan semakin mendekat.

Bukan hal sulit bagi pendekar seperti mereka untuk melihat dalam gelapnya malam. Mata mereka sudah terasah dan terbiasa, meski tidak ada sinar yang yang menerangi.

Tidak jauh dari tempat Joyorono dan Wongsopati mengawasi, Arya dan Mahesa berhenti tepat di perbatasan bukit tandus dan hutan tempat pasukan kerajaan Gandara berdiam.

Arya melompat ke atas sebuah batu yang cukup besar, dia mengarahkan pandangannya mengamati setiap tempat yang dirasanya mencurigakan. Ketika dia melihat ke bawah, tak dilihatnya sosok Mahesa berdiri di tempatnya.

Tanpa diduga Arya, Mahesa yang jauh lebih unggul dalam pengalaman, merasakan adanya sosok yang mengawasi mereka berdua. Ketua Kuil Keabadian itu melesat cepat, lalu melompat ke atas pohon tempat Wongsopati dan Joyorono mengintai.

"Kalian kira aku tidak tahu jika sedang kalian awasi?" ucap Mahesa pelan.

Wongsopati dan Joyorono mendongak ke atas begitu mendengar suara dari atas.

"Bagaimana dia sudah di atas kita tanpa kita ketahui?" bisik Joyorono pelan.

Wongsopati tidak menjawab. Dia pun tak kalah terkejutnya dengan kemunculan Mahesa yang tak disadarinya.

"Siapa kau!?" bentak Joyorono keras, sampai terdengar di telinga Arya.

Pemuda tersebut mengarahkan pandangannya ke atas pohon sumber suara yang didengarnya berasal.

"Seharusnya aku yang bertanya pada kalian, kenapa kalian berada di sini dan mengawasi kami? Atau jangan-jangan kalian bagian dari kerajaan Gandara yang hendak menyerang kerajaan Kanjuruhan?"

"Banyak bicara kau!" Joyorono mencabut pedangnya, dan seketika melesatkan serangan energi jarak jauh menyerang Mahesa.

Sebuah dahan besar tempat Mahesa berpijak terpotong mulus terkena serangan tersebut. Namun Mahesa berhasil menghindar tepat sebelum serangan itu mengenai tubuhnya.

Suara bergemuruh dahan besar yang meluncur ke bawah membuat Arya bangkit dari duduknya. Pemuda berambut merah tersebut belum bisa melihat apapun saking rimbunya daun yang menutupi pandangannya.

"Apa kau ingin bertarung di atas pohon ini?" ejek Mahesa. Lelaki tampan itu berdiri dengan begitu ringan di atas sebuah ranting kecil, yang secara akal tidak mungkin digunakan untuk menahan beban tubuhnya.

Joyorono menggeram kesal. Kembali dia melesatkan serangan yang meluncur deras menuju Mahesa.

Dengan senyuman tersungging di bibirnya, Mahesa melompat turun menghindari serangan tersebut.

Wongsopati tidak berdiam diri, tubuhnya melesat turun ke bawah dan langsung menyerang Mahesa. Pedang di tangannya mengeluarkan aura kemerahan bergerak cepat menyusur ke arah leher ketua Kuil Keabadian tersebut.

Secara cepat, Mahesa mencabut pedang Giok Iblis dan melakukan tangkisan kuat hingga menimbulkan suara ledakan lumayan keras.

Wongsopati terdorong mundur beberapa langkah, padahal dia yang dalam posisi menyerang. Sedetik berikutnya, Joyorono sudah berdiri di sampingnya.

"Berhati-hatilah! Dia bukan pendekar sembarangan." Wongsopati mengingatkan.

Dari benturan yang baru saja dialaminya, Wongsopati bisa menilai jika tenaga dalam Mahesa beberapa tingkat di atasnya.

Belum sempat mereka menyerang Mahesa, Arya sudah berdiri di samping lelaki tampan itu. Pandangannya tak kalah tajam menatap dua sosok yang sudah menyerang Mahesa.

"Siapa mereka, Paman?"

"Aku tidak tahu, Arya. Tapi dari energi yang mereka miliki, aku menduga mereka dari golongan hitam," jawab Mahesa.

"Kebetulan sekali, Paman. Orang-orang seperti mereka sudah sepantasnya dimusnahkan!" sahut Arya. Seringaiannya lebar mencibir dua sosok di depannya.

"Jaga bicaramu, Bedebah!" Hardik Joyorono. Raut mukanya memerah terbakar emosi.

"Majulah kalau kalian tidak terima!" Arya mencabut pedang langit, setelah menantang Wongsopati dan Joyorono.

Pedang langit memancarkan sinar kebiruan terang memancar tinggi ke angkasa. Energi yang keluar dari bilah pedang pusaka tersebut menyeruak menyebar, dan memberikan tekanan yang kuat kepada sepasang pendekar Jari Iblis.

1
anggita
like👍, 2x☝☝iklan. untuk dukung novel laga nusantara
anggita
bocah kuckuk🤔🤭😅
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
🚬🗿☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!