Cerita sedang Hiatus, tidak diperkenankan untuk dibaca.
Bagaimana jadinya ketika Anak baik-baik yang begitu tahu akan adab tiba-tiba berpindah ke tubuh gadis Antagonis?
Yup! Alvina memasuki tubuh seorang gadis yang terkenal dengan nama Bad Gueen, pembully yang sangat jahat di sekolah Antareksa. Begitu memasuki tubuh sang gadis antagonis, hidup Alvina berubah 100 derajat dari kehidupannya sebagai Alvina, gadis sopan dan tahu adab.
Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Alvina? Yuk saksikan kelanjutannya!
SELAGI LAGI CERITA INI HANYA UNTUK BERSENANG-SENANG UNTUK MELEPAS BOSAN AUTHOR, SEKIAN DARI ZEN. TERIMA KASIH 🥂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosalyn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAKAN MALAM
Shopia keluar dari dalam kamar mandi dengan kondisi yang masih memakai handuk kimononya. Dia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk putih kecil, baru kemudian menggunakan Hair Dryer.
Dengan tatapan kosong itu dia memandang pantulan dirinya di cermin "Besok aku harus ke rumah sakit buat ketemu sama dokter. Aku ingin sembuhin penyakit ini sendiri," gumamnya dengan ekspresi ditekuk.
Namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Shopia sehingga membuatnya sedikit terkejut.
Tok tok tok
Shopia terhentak dan menoleh ke belakang "S-siapa?" ucapnya mengelus dadanya.
"Ini saya, nona Shopia," jawab seorang wanita dengan sopan.
Shopia mengerutkan keningnya, "Oh iya, hari inikan semua ART yang di kasih cuti udah pada kerja lagi. Wah, pasti rumah bakalan rame deh," benak Shopia.
"Buka aja, pintunya gak dikunci," ucap Shopia, melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
Klak
Pintu terbuka, terlihatlah seorang wanita muda yang menggunakan pakaian hitam putih yang sedang menundukkan kepalanya dengan gugup.
"Non, ada pesan dari nyonya kalau makan malam udah mau dimulai," ucap wanita muda itu sedikit ragu-ragu sembari sesekali melirik Shopia.
"Iya, 30 menit lagi saya turun ke bawah," jawab Shopia yang masih sibuk dengan kegiatannya.
"Iya, Non. Kalau gitu saya permisi dulu," ucap sang ART dan kemudian pergi dari kamar Shopia.
Klak
Dia menutup pintu kembali seraya mengelus dadanya dengan perasaan lega.
"Fyuh.... Akhirnya aku keluar juga dari kamar non Shopia," gumamnya merasa sedikit lebih baik "Tapi, apa cuman perasaan ku aja ya, nona Shopia kok gak marahin aku? Biasanya dia bakal lempar barang," lanjutnya lagi masih berpikir dengan keras.
"Ngomongin apa itu?" tanya Kelvin yang secara tiba-tiba berada di belakang ART itu.
"T-tidak, tuan muda," jawab ART itu tambah gugup dengan tatapan mengarah ke bawah.
Kelvin hanya bisa menghela napas dan mencoba untuk sabar "Yasudah, lanjutkan pekerjaan kamu," ucap Kelvin.
"B-baik, tuan muda,"
ART itu pergi dengan seribu langkahnya, mencoba untuk menghindari Kelvin yang sedang terlihat kesal. Sementara Kelvin, dia masih berdiam di depan pintu kamar Shopia dengan tatapan lekatnya.
"Adek lagi ngapain, ya?" monolognya penasaran.
Namun dia lebih memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, karena takut jika dia akan menganggu jam istirahat Shopia.
"Mungkin dia lagi istirahat. Aku masuk ke kamar aja," gumamnya dan kemudian masuk.
...****************...
Shopia sudah bersiap, dia akan turun ke bawah karena sudah melewatian 5 menit jam makan malam. Dia turun dengan terburu-buru, dan pada akhirnya dia sampai di lantai lorong.
Dia berjalan menuju sebuah lorong lagi dan akhirnya masuk ke dalam dining room. Di sana sudah ada Mega, Austin, Erlan, Mila dan 3 orang ART wanita yang sedang menyajikan makan malam.
Seketika atensi semua orang tertuju pada Shopia. Shopia datang dengan perasaan canggung, saat tak sengaja bertemu pandang dengan Austin yang ikut melihatnya.
"Eh sayangnya Mama udah datang. Sini sayang, duduk di sebelah Mama," ucap Mega, mempersiapkan kursi di sebelahnya untuk Shopia.
Shopia tersenyum dan duduk di sana, masih dengan tatapan canggungnya.
"Maaf, Shopia terlambat," ucap Shopia tersenyum simpul.
Mega tersenyum "Gak apa-apa kok, Nak" ucap Mega yang sedang mempersiapkan semuanya.
Shopia ikut tersenyum, dia mengarahkan tatapannya pada semua menu yang disajikan, namun tanpa sengaja tatapan itu tertuju pada Mila yang sedang melihatnya dengan tajam dan penuh kebencian.
Namun beberapa detik kemudian, Mila mengubah pandangan benci itu dan tersenyum pada Shopia seolah tidak terjadi apapun. Tentu saja Shopia yang sudah menyadari itu merasa terkejut dan pada akhirnya ikut tersenyum walaupun saat ini perasaannya sedang tidak enak.
"Tatapan Mila barusan kayak mau makan aku aja. Gajelas banget jadi manusia," benak Shopia masa bodoh pada tatapan yang diberikan oleh Mila barusan.
Tidak lama kemudian, Kelvin datang dan langsung menghampiri Shopia dan duduk di samping Shopia.
"Kok gak manggil gue sih" protesnya pada Shopia.
"Aku gak tahu kalau kakak belum turun, maaf ya" ucap Shopia tersenyum melihat tingkah Kelvin.
"Udah ah, jangan digangguin adeknya." sahut Mega menepis tangan Kelvin yang selalu saja mengelus rambut Shopia.
"Iya iya iya," kata Kelvin pasrah.
Kelvin melihat semua menu yang disajikan malam itu, dan tanpa sengaja juga dia melihat tatapan Mila yang sedang tertuju pada Shopia. Sebuah tatapan tajam yang dicampuri dengan sebuah kebencian itu tertuju pada Shopia.
"Liatnya jangan kayak gitu juga kalik," sindir Kelvin dan berprilaku seolah-olah dia sedang sibuk sendiri.
Semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah Kelvin. Termasuk Mila, dia melihat ke arah Kelvin dan mencoba untuk bersikap santai dengan senyuman manisnya.
"Maksud kakak siapa?" tanya Shopia kebingungan, di ikuti oleh yang lainnya yang ikut kebingungan.
"Oh enggak, itu ada parasit dibawah kolong meja lagi liatin lo dengan tajam. Kayaknya dia punya dendam deh sama lo, jadi lebih hati-hati aja," jawab Kelvin cengengesan.
Namun dibalik jawaban cengengesan yang diberikan Kelvin, Shopia, Mega dan bahkan Erlan menyadari siapa yang sebenarnya dimaksud oleh Kelvin. Namun sayangnya Austin sama sekali tidak mengerti dan menganggap jika Kelvin hanya melemparkan lelucon.
Sementara itu, yang sedang dirasakan oleh Mila saat ini adalah sebuah perasaan malu, kesal dan dendam yang bercampur menjadi 1. Namun dia berusaha untuk menyembunyikan perasaannya dan masih tersenyum dan melanjutkan makannya.
"Kelvin, berhenti ngomongnya. Makan saja makanan kamu," tegur Austin.
"Iya, Pah..." jawab Kelvin pasrah dan pada akhirnya dia disibukan dengan makanannya.
Berbeda dengan Mega dan Shopia. Mereka berdua saling tatap seolah mereka memiliki pikiran sama tentang apa yang dikatakan oleh Kelvin, namun lagi-lagi mereka memilih untuk melupakannya dan melanjutkan menyantap hidangan malam itu.
"Sialan! Kenapa lagi-lagi kak Kelvin selalu aja belain Shopia?! Apa sih kurangnya aku sebagai Adik? Semenjak Shopia hilang ingatan, dia jadi berubah kayak gini. Gak bisa dibiarin, aku mau Shopia ingat semua ingatannya dan dia kembali dibenci kayak dulu!" benak Mila, menggenggam erat jari-jemarinya.
Dia melihat Shopia dengan ujung matanya tanpa melewatkan sebuah makian dihatinya untuk Shopia. Namun tanpa dia sadari, semua pergerakannya bahkan telah diamati oleh Austin secara diam-diam.
Austin yang masih belum mengerti itupun memilih untuk diam dan mengamati Mila lebih lanjut.
"Apakah didikan yang aku berikan ke Mila itu udah salah? Selama ini aku berharap agar semua Anak-Anakku bisa saling mengerti dan akur meski mereka bukan saudara kandung. Tapi, aku sekarang sadar jika semua berjalan tidak sesuai yang aku harapkan," benak Austin dengan rasa penyesalan.
^^^TBC…^^^