NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*27

Setelah seharian mereka berduaan saja di rumah. Malamnya, pasangan pengantin baru itu tidur terpisah. Iya, Irza tidur di sofa yang ada di kamar mereka. Sedangkan Asha, ia tidur di ranjang. Ini kesepakatan yang Irza buat agar Asha merasa nyaman. Katanya, biar Asha gak canggung dan terganggu karena kehadirannya.

Awalnya Sha merasa tak enak hati. Tapi pada akhirnya, keputusan itu ia terima juga. Karena memang, kehadiran Irza masih belum sepenuhnya bisa ia terima. Dia masih butuh waktu untuk menerima kehadiran suami gemulainya ini.

Entah sejak kapan Sha terlelap tadi malam, saat membuka mata, tau-taunya saja hari sudah pagi. Jam digital yang ada di atas nakas samping ranjang malah sudah menunjukkan angkat enam empat puluh enam.

Dengan tubuh yang masih terasa malas karena nyawa belum sepenuhnya terkumpul, Sha membalikkan tubuh untuk melihat kearah yang berlawanan. Dan, saat itu, saat mata Asha melihat sofa yang ada di sudut kamar, Irza sudah tidak ada lagi di sana. Sofa itu kini sudah terlihat rapi. Yang menempatinya tadi malam sudah tidak lagi di sana. Bahkan, tanda-tanda akan keberadaannya juga tidak terlihat.

Asha beranjak bangun. "Ke mana dia?"

Matanya melihat pintu kamar mandi. Tidak, pria itu juga tidak di sana. Karena sekarang, pintu kamar mandi juga kosong. Tidak ada bunyi percikan air, dan pintu tidak tertutup.

Asha pun beranjak bangun dari tempat tidur. Entah kenapa, tidak menemukan Irza saat bangun membuat pikirannya terusik.

"Irza."

Satu panggilan namun tidak ada jawaban. Saat kaki Asha keluar dari kamar, baru juga ia ingin ke dapur, pintu dari apartemen mereka langsung terbuka.

"Sha .... " Suara lembut langsung menyapa Asha duluan. "Sudah bangun?"

"Hm. Kamu ... dari mana?"

"Belanja," ucapnya singkat sambil mengangkat kantong plastik yang ada di tangannya.

"Belanja?"

"Hm. Aku belanja kebutuhan kita pagi ini saja. Nanti, untuk kebutuhan bulanan, kita pergi berduaan entar siang kalo kamu gak keberatan, Sha."

"Ha?"

Irza yang sedang berjalan menuju dapur langsung menoleh. "Kenapa? Gak mau ya? Kalo gak mau, gak papa, Sha. Kamu tunggu di rumah saja. Biar aku yang pergi."

"Ah, bukan begitu. Maksud aku, kamu yakin mau belanja, Za?"

Irza mengangguk. "Mm. Tentu saja. Aku suka belanja, Sha. Biasanya, kalo hari libur, aku sering ikut si bibi belanja."

Penjelasan itu membuat Sha melonggo.

"Ha? Bisa gitu ya kamu?"

"Iya ... iya gitu deh. Asha kenapa? Aku aneh ya?"

"Eng-- enggak juga sih. Kamu sedikit unik. Aku aja nggak pernah ikut mama atau bibi belanja. Sekalipun gak pernah."

"Benarkah? Ayok! Coba ikut aku belanja nanti siang. Pasti rasanya menyenangkan, Sha. Karena dengan belanja kebutuhan rumah, kamu jadi bisa masak apapun yang kamu inginkan."

Sekali lagi Sha terkejut akan apa yang baru saja Irza ucap. Sungguh, suami gemulainya ini terlalu banyak kejutan ternyata.

"Masak?" Sha berucap dengan wajah bingung dan tak percaya. "Kamu ... bisa masak, Za?"

Irza mengangguk mantap. "Iya. Bisa sedikit. Kalo untuk biar gak kelaparan sih, aku bisa," ucapnya santai sambil tersenyum.

Lalu, tangan lentik itu mengambil celemek setelah meletakkan belanjaan yang dia bawa sebelumnya. Sha terus memperhatikan gerakan Irza yang tidak sedikitpun ada keraguan saat melakukan semua itu.

"Kamu ... mau masak apa sekarang, Za?"

"Nasi goreng aja, Sha. Yang simpel untuk sarapan pagi."

Sha menaikkan sedikit alisnya.

"Nasi goreng simpel?"

"Iya. Nasi goreng lebih simpel dari bubur soalnya."

"Oo .... " Sha merasa sedikit takjub akan kejutan dari suami gemulainya. Cukup banyak kejutan yang pria itu punya.

"Sha duduk saja di meja makan. Tunggu aku selesai masak," ucap Irza sambil sibuk melakukan tahap demi tahap untuk memasak nasi goreng yang akan ia persembahkan pada istri tercinta untuk yang pertama kalinya.

Iya. Tidak sepenuhnya pertama kali sebenarnya. Karena sebelumnya, dia juga pernah memberikan nasi goreng pada Asha. Tapi saat itu, dia tidak yakin kalau apa yang ia berikan Asha makan. Atau lebih tepatnya, dia tidak bisa melihat ekspresi Sha saat menikmati masakan yang ia buat. Sekarang, dia akan memasak dengan sepenuh hati untuk ia persembahkan pada istri tercintanya ini.

"Ada yang bisa aku bantu, Za? Iya ... walaupun aku gak bisa masak. Tapi setidaknya, jika kamu beri petunjuk, aku bisa mengerjakan sesuai perintah."

Irza tersenyum sambil menoleh ke arah Asha.

"Enggak perlu, Sha .... Asha duduk saja di sana. Masakan untuk sarapan pagi, biar aku sendiri yang sediakan."

"Tapi-- "

"Aku ingin bikin yang murni dari sentuhan tangan ku untuk yang pertama kalinya, Sha. Aku ingin siapkan sesuatu yang memang aku sendiri yang membuatnya untukmu. Bolehkan, Ashanti?"

Sha tidak langsung menjawab. Ia terdiam sambil menatap wajah Irza selama beberapa saat. Manik mata hitam bercahaya yang penuh dengan harapan. Sungguh, semakin dilihat, Asha semakin merasa ada getaran aneh yang menyusup ke dalam hatinya. Entah salahnya di mana, tapi perasaan itu terlalu nyata.

"Ee ... Sha .... "

"Ah, iy-- iya. Iya, boleh. Aku tunggu hasil dari masakan mu ini, Za."

Irza kembali tersenyum lebar. "Aku gak akan kecewain kamu, Sha."

Benar saja, setelah menunggu selama beberapa menit, nasi goreng dengan telur mata sapi mateng selesai dihidangkan ke atas meja. Asapnya mengepul pelan. Aroma harum dari masakan tersebut tercium ke hidung, membuat selera makan langsung bangkit.

"Silahkan, Nona muda. Sarapannya sudah siap. Ayo di coba," ucap Irza dengan manik mata yang bahagia.

"Te-- terima kasih. Tampilannya cukup cantik," ucap Sha agak canggung untuk memuji.

Asha mengambil satu suapan untuk dia makan. Nasi goreng yang Irza buat langsung menyentuh lidah. Dan rasanya, wow, sangat lezat. Asha sangat suka dengan rasa dari nasi goreng tersebut, sampai ia lupa untuk memuji makanan yang sedang ia makan. Padahal ia yakin, manusia yang ada di depannya sedang menunggu pujian dari bibirnya atas apa yang telah manusia itu suguhkan untuk lidahnya barusan.

"Ee ... Sha. Gimana?"

"Ah, iya. Enak. Rasanya enak, Za."

"Beneran?"

"Hm. Iya. Beneran enak. Kamu beneran pintar masak ya."

Irza langsung tersipu malu. "Iya ... hanya sedikit. Aku bisa hanya sedikit saja."

"Ini bukan hanya sedikit, Za. Ini udah level beneran pintar. Kalah nih rasa nasi gorengnya si bibi yang aku bilang enak selama ini."

Irza semakin tersipu karena pujian yang Asha lontarkan. "Kamu bisa aja, Sha .... Jangan gitu mujinya. Aku jadi malu."

"Lho, enggak kok. Aku beneran ngasi review jujur ini tau gak sih? Masakan kamu beneran enak."

"Asha ... jangan muji lagi," ucapnya dengan nada manja. Nada khas pria gemulai yang sepertinya, Sha harus benar-benar terbiasa akan hal tersebut.

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!