NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan / Tamat
Popularitas:809.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Rahang Arkana mengeras, dia tidak bisa menerima itu. Sama sekali tidak.

"Aku tidak mau."

Kanaya mengernyit. "Apa?"

"Aku tidak mau." Suara Arkana terdengar tegas. Lebih tegas daripada sebelumnya. "Aku tidak akan mencari kebahagiaan dengan wanita lain."

"Arkana ...." Kanaya menatapnya tidak percaya.

"Aku juga tidak akan menikah dengan wanita manapun."

Namun, Arkana terus melanjutkan. "Karena sejak dulu sampai sekarang, satu-satunya perempuan yang aku cintai hanya kamu."

Air mata kembali jatuh dari mata pria itu.

"Aku tahu aku tidak pantas. Aku tahu aku sudah menghancurkan semuanya. Aku tahu mungkin kamu tidak akan pernah memaafkanku." Suara Arkana mulai bergetar.

Kanaya langsung membeku.

Arkana menatapnya lurus. "ku tidak akan menceraikanmu sampai kapan pun."

"Arkana ...." Suara Kanaya mencicit pelan.

"Aku serius." Pria itu menggeleng kuat.

"Sampai aku mati pun aku tidak akan pernah menceraikanmu."

Dada Arkana naik turun menahan tangis.

"Kalau kamu tidak mau menerimaku sekarang, aku akan menunggu," lanjut Arkana dengan nada menurun. "Satu tahun. Dua tahun. Lima tahun. Bahkan sampai sepuluh tahun."

"Aku sudah kehilangan lima tahun. Aku tidak peduli harus menunggu berapa lama lagi. Aku tidak sanggup kehilanganmu untuk kedua kalinya, Aya." Suara Arkana akhirnya pecah. Air mata terus mengalir dari wajahnya.

Pria itu mengakui sesuatu yang selama ini menghantuinya. Meninggalkan kesedihan yang begitu dalam.

Kanaya melihat seorang Arkana yang benar-benar hancur oleh penyesalannya sendiri.

Arkana masih berdiri di tempat yang sama. Kedua kakinya seolah menancap di tanah dan enggan bergerak. Angin berembus pelan, tetapi tidak mampu meredakan kegelisahan yang memenuhi dadanya. Seumur hidupnya, ia tidak pernah merasa sebingung ini.

Selama bertahun-tahun membangun perusahaan, Arkana selalu dikenal sebagai sosok yang tegas dan mampu mengambil keputusan dengan cepat. Ketika bisnisnya mengalami kerugian besar, ia tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkannya. Saat perusahaan menghadapi masalah, ia selalu bisa menemukan solusi yang tepat.

Namun kini, berdiri di hadapan Kanaya, semua kemampuan itu terasa tidak ada artinya. Selama lima tahun terakhir, ia hidup dengan satu tujuan yang sama, menemukan Kanaya.

Arkana membayangkan berulang kali bagaimana pertemuan mereka akan terjadi. Ia menyusun begitu banyak kalimat di dalam pikirannya.

Kalimat-kalimat permintaan maaf, penjelasan, bahkan harapan untuk memulai semuanya dari awal. Akan tetapi, ketika perempuan yang selama ini ia cari benar-benar berdiri di hadapannya, semua kata-kata itu seakan menghilang begitu saja.

"Aya ...." panggil Arkana pelan.

Suara itu terdengar lirih, seolah membawa semua kerinduan yang selama ini ia pendam seorang diri. "Aku tidak tahu bagaimana caranya membuatmu percaya lagi," lanjut Arkana.

Kanaya tetap diam. Hanya jemarinya yang bergerak memainkan ujung lengan baju yang dikenakannya. Kebiasaan kecil itu masih sama seperti dulu. Setiap kali sedang menahan emosi atau berusaha mengendalikan perasaannya, tanpa sadar ia selalu melakukan hal yang sama. Arkana menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.

"Aku juga tidak tahu bagaimana caranya menghapus lima tahun yang sudah lewat."

Kalimat itu keluar dengan susah payah. Tenggorokannya terasa kering. Ia tahu waktu yang hilang tidak mungkin kembali. Penyesalan sebesar apa pun tidak akan mampu mengubah apa yang telah terjadi.

"Tapi kalau aku diberi kesempatan untuk memilih," ucapnya pelan, "aku ingin kembali ke hari sebelum semuanya hancur."

Kali ini Kanaya akhirnya menoleh. Tatapannya jatuh tepat ke wajah Arkana. Tidak ada amarah yang meledak-ledak di sana. Tidak ada tangisan. Tidak ada kebencian yang terlihat jelas. Justru ketenangan itu terasa jauh lebih menyakitkan.

Karena Arkana tidak bisa membaca apa yang sebenarnya tersisa di hati perempuan itu. "Aku tidak mau kembali ke masa itu."

Jawaban Kanaya terdengar tenang, tetapi cukup untuk membuat Arkana terdiam. Tidak ada keraguan dalam suaranya. Tidak ada jeda yang menunjukkan bahwa ia sedang mempertimbangkan kemungkinan lain.

Kanaya benar-benar tidak ingin kembali. Perlahan perempuan itu mengalihkan pandangannya ke arah rumah. Dari tempat mereka berdiri, jendela besar ruang keluarga terlihat jelas. Di balik kaca itu, Abinaya dan Anaya sedang sibuk melakukan sesuatu bersama Shaka. Sesekali terdengar tawa mereka yang pecah memenuhi ruangan.

Senyum tipis muncul di bibir Kanaya ketika melihat kedua anaknya. "Kamu mungkin ingin kembali ke masa lalu," ucapnya pelan tanpa mengalihkan pandangan dari jendela, "karena di sana kamu merasa kehilangan sesuatu."

Arkana menatap wajah Kanaya yang diterpa cahaya sore.

"Tapi aku tidak." Jawaban itu membuat dadanya semakin terasa berat.

Kanaya mengembuskan napas perlahan. "Karena justru setelah semuanya hancur, aku menemukan alasan untuk tetap bertahan."

Pandangannya masih tertuju pada Abinaya dan Anaya yang sedang tertawa bersama di dalam rumah. Wajahnya tampak lebih lembut ketika melihat kedua anak itu.

Tidak ada nada menyalahkan dalam ucapannya. Tidak ada sindiran dan tidak ada usaha untuk melukai Arkana.

Pria itu semakin sulit menahan gejolak di dadanya. Jika Kanaya marah, mungkin ia masih bisa menerima. Jika Kanaya membencinya, mungkin ia masih bisa berharap suatu hari kebencian itu akan memudar. Namun, yang ia lihat sekarang berbeda.

Kanaya telah membangun kehidupannya sendiri. Ia telah menemukan kebahagiaannya sendiri. Ia telah memiliki dunia yang tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Sementara Arkana baru menyadari bahwa selama lima tahun terakhir, bukan hanya Kanaya yang hilang dari hidupnya. Ia juga kehilangan kesempatan menyaksikan tumbuh kembang kedua anaknya. Tawa yang terdengar dari dalam rumah membuat tenggorokannya terasa semakin sesak. Karena di balik suara tawa itu, ada begitu banyak kenangan yang seharusnya menjadi miliknya, tetapi kini hanya bisa ia lihat dari kejauhan.

1
Elin Erliana
/Drool/
Ruwi Yah
luar biasa
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
🌸 Sunshine 🌸: sama-sama, Kak. Terima kasih sudah baca karya aku ini ❤️
total 1 replies
Mi Sebelas
cerita nya bagus
Julidarwati
salh komen slah arti TPI walaupun gitu kata ceraikan blm terucap dari arka
Dewa Nara
jadi Bu Winda gak tau bahwa Kanaya adalah mantunya
Dewa Nara
jadi Arkana kembar juga
Fatmawaty Hasan
😊🩷
Nani Te'ne
suka
Cici Sri Yunita
bsgus
v_cupid
👍
Miranti 09
karna kanaya sda menemukan laki" lain maka nya dy nda mau balikan
niktut ugis
bunda atau mama nech
echa purin
👍👍
PNC
kyk film india
Farida Dalle
Terimakasih thor, ceritanya sangat menarik dn menyentuh...aq sprti tdk membaca tp sedang menonton,suasananya sngt hangat,kekeluargaannya dapat banged,sekali lg terimakasih yah thor,semoga ttp diberi kesehatan dan ilham yg bnyk biar karya2nya lbh bgs dn berbobot,ttp semangat 💪💪💪


💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
🌸 Sunshine 🌸: Terima kasih sudah baca karya aku ini, Kak ❤️
total 1 replies
PNC
apa nikah siri ga pake orangtua ya
orangtua perempuan
apa Kanaya yatimpiatu
PNC
nikah siri
Farida Dalle
Nah kan😂klu mereka bahagia, prmbaca jg ikut bahagia, pokoknya thor jngn ada lg drama2 pisah antara Aya dan Arka, buat merreka bahagia, kasihan 5 thn terpisah🥰
Farida Dalle
tetaplh berjuang Arka, semoga hati Kanayah bisa luluh, klu bukan hari ini, siapa tahu besok atau lusa, hati orng tdk ada yg tahu, Allah Maha membolak balikkan hati manusia, jd jngn patah semangat yah... 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!