NovelToon NovelToon
Hanya Untuk Tuan Mafia

Hanya Untuk Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:614
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Kirana, seorang gadis yatim-piatu yang berakhir di bekerja di tempat seorang Tuan Muda dunia bawah yang terkenal dingin dan kejam, Derandra Arseto. Namun begitu, sebuah obsesi di hati Kirana seakan terpancing oleh sebuah tantangan baru...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seleksi di Ambang Sangkar Emas

Proses perekrutan untuk menjadi pelayan di kediaman Arseto ternyata jauh lebih rumit daripada bayangan Kirana, menyerupai seleksi penerimaan agen rahasia daripada lowongan kerja domestik. Tahap pertama dimulai di sebuah gedung kantor cabang Arseto Group yang bernuansa minimalis namun dijaga ketat oleh sekuriti berbadan tegap.

Hari itu, Kirana datang dengan mengenakan pakaian terbaiknya—sebuah kemeja putih sederhana yang sudah disetrika rapi dan rok hitam selutut yang ia beli dari pasar baju bekas.

Meskipun pakaiannya murah, kecantikan alami Kirana tidak bisa disembunyikan. Kulitnya yang bersih, rambut hitamnya yang dikuncir kuda dengan rapi, dan aura enerjik yang terpancar dari gerak-geriknya membuat beberapa kandidat lain yang berpakaian lebih mewah tampak meredup.

Ada sekitar lima puluh wanita muda yang berkumpul di aula besar pada hari pertama. Mereka semua tampak tegang, saling pandang dengan tatapan penuh persaingan.

"Perhatian semuanya," suara tegas seorang wanita paruh baya berambut sanggul rapi memecah keheningan aula. Beliau memperkenalkan diri sebagai Kepala Pelayan Utama di kediaman Arseto, bernama Ibu Maya.

Tatapannya tajam meneliti setiap jengkal penampilan para peserta. "Keluarga Arseto tidak menerima pekerja yang lamban, bodoh, atau bermental lemah. Kalian akan menjalani tiga tahap ujian: ujian tertulis mengenai etika dan pengetahuan umum, ujian ketangkasan fisik, dan terakhir adalah wawancara latar belakang secara mendalam oleh tim psikolog kami. Hanya tiga orang terbaik yang akan diterima."

Mendengar penjelasan itu, beberapa gadis di samping Kirana mulai berbisik-bisik panik. Namun, Kirana justru tersenyum tipis. Ini adalah panggungnya.

Ujian pertama, tes tertulis, dimulai. Lembar soal yang dibagikan berisi pertanyaan-pertanyaan psikologi yang rumit, skenario pemecahan masalah dalam situasi darurat, hingga pengetahuan dasar tentang penanganan barang-barang mewah. Di sinilah kecerdasan Kirana bersinar.

Meskipun tidak mengecap bangku kuliah, ia adalah seorang pembaca yang rakus sejak kecil di panti asuhan. Dengan penalaran logisnya yang tajam, ia mengisi setiap jawaban dengan cepat dan tepat.

Tahap kedua yang dilaksanakan keesokan harinya adalah ujian ketangkasan dan ketahanan fisik. Para kandidat diminta untuk melakukan serangkaian tugas rumah tangga dalam waktu yang sangat terbatas, mengemas barang dengan presisi militer, hingga tes ketahanan berdiri selama berjam-jam tanpa mengubah postur tubuh.

Pengalaman Kirana yang pernah bekerja kasar sebagai buruh pasar dan sales keliling menjadi keuntungan besar. Tubuhnya yang tampak ramping ternyata menyimpan kekuatan dan stamina yang luar biasa. Saat gadis-gadis lain mulai menangis karena kelelahan atau kuku mereka patah, Kirana tetap melempar senyum riang, sesekali menyeka keringatnya dengan gerakan anggun yang alami.

Ibu Maya, yang mengawasi dari sudut ruangan dengan tablet digital di tangannya, beberapa kali memperhatikan Kirana. Di dalam catatannya, nomor peserta Kirana mulai mendapatkan tanda bintang merah—tanda penilaian tertinggi.

Minggu berikutnya, tahap yang paling mendebarkan tiba: wawancara latar belakang.

Kirana dipanggil ke dalam sebuah ruangan interogasi kecil yang kedap suara. Di dalam, duduk dua orang pria paruh baya berpakaian rapi yang ternyata adalah mantan detektif swasta yang disewa oleh keluarga Arseto untuk memeriksa latar belakang para calon pekerja demi keamanan.

"Kirana, usia dua puluh tahun. Yatim piatu sejak bayi, tumbuh di Panti Asuhan Kasih Ibu," salah satu pewawancara membaca dokumen di tangannya dengan nada monoton. "Catatan hidupmu sangat bersih dari kriminalitas, tapi riwayat pekerjaanmu dalam dua tahun terakhir sangat berantakan. Kamu berpindah-pindah pekerjaan hampir setiap bulan. Buruh cuci, sales, pengantar susu... Mengapa kami harus memercayai orang yang tidak stabil seperti ini untuk bekerja di kediaman paling penting di kota ini?"

Kirana menatap langsung mata sang pewawancara tanpa ada rasa gentar sedikit pun. Otaknya berputar cepat untuk memberikan jawaban yang tidak hanya jujur, tapi juga menunjukkan kekuatannya.

"Dengan segala hormat, Pak," jawab Kirana dengan suara yang tenang namun berbobot. "Berpindah-pindah pekerjaan bukan berarti saya tidak stabil. Itu adalah bukti bahwa saya adalah seorang penyintas yang adaptif. Saya tidak pernah dipecat karena kinerja yang buruk; tempat-tempat itu tutup atau saya mencari peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup."

"Saya bisa mencuci piring dengan cepat, saya bisa bernegosiasi seperti seorang sales, dan saya memiliki ketahanan fisik seorang buruh. Di kediaman besar seperti milik Keluarga Arseto, Anda tidak butuh pelayan yang hanya tahu satu hal. Anda butuh seseorang yang bisa melakukan apa saja dalam situasi apa pun, dan tetap menjaga mulutnya tetap tertutup."

Kedua pewawancara itu saling pandang. Mereka terkesan dengan ketegasan dan kecerdasan kata-kata gadis muda di hadapan mereka. Tidak ada kepanikan, tidak ada air mata kemiskinan yang sengaja diumbar untuk mencari simpati. Hanya ada realitas dan rasa percaya diri yang tinggi.

"Satu pertanyaan terakhir," pewawancara kedua menyipitkan matanya. "Jika kamu melihat atau mendengar sesuatu yang tidak biasa di dalam kediaman... sesuatu yang mungkin melibatkan rahasia bisnis atau hal-hal yang tidak dipahami orang awam, apa yang akan kamu lakukan?"

Kirana tersenyum kecil, kilatan nakal melintas sesaat di matanya sebelum kembali tenang. "Saya terlahir tanpa keluarga, Pak. Bagi saya, dunia luar tidak pernah peduli pada saya, jadi saya juga tidak punya alasan untuk peduli pada dunia luar. Tugas saya adalah melayani majikan saya. Apa yang terjadi di dalam rumah, tetap berada di dalam rumah, bahkan jika dunia di luar sana runtuh."

Jawaban itu adalah kunci mutlak yang mengunci posisi Kirana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!