NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:756
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

ig author: Salbiah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ospek

Seperti yang di katakan oleh Skyler, hari ini mereka menjalankan ospek karena mereka sudah di umumkan masuk di universitas trilogi bersama, walau berbeda jurusan.

Pagi itu Tivane sudah bersiap dengan perlengkapan ospeknya.

Ia keluar dari kamar dan duduk di meja makan.

" Udah siap Vane?" Tanya ayahnya muncul dari pintu depan di ikuti oleh Rigecherta.

" Udah. eh, kok udah datang?" Tanya Tivane menatap heran ke arah Rigecherta.

" Iya nih rajin banget jemputnya. Jadi papa ajakin sarapan sekalian." Ucap Aliandra sambil memakan kembali sarapan nya.

" Mau makan apa? Roti atau nasi?" Tanya Tivane menatap Rigecherta.

" Mau kamu" jawab Rigecherta asal.

" Serius!" Ucap Tivane melotot kecil.

" Bercanda, samain aja kayak punya kamu" jawab Rigecherta duduk di samping Aliandra.

Setelah selesai sarapan Rigecherta dan Tivane berpamitan untuk pergi ke kampus pada Aliandra.

Saat sampai di gerbang kampus, Veros dan lainnya sudah menunggu di atas kendaraan masing-masing.

" Nah, datang juga" ucap Skyler turun dari motornya. Yang lain juga mulai berdiri dan menghampiri mereka.

" Belum mulai kan ospeknya?" Tanya Tivane turun dari motor Rigecherta dan langsung menggandeng tangan Milenia.

" Bentar lagi kayak" jawab River berjalan di samping Ella.

Mereka duduk bersama Maba ( mahasiswa baru) lainnya namun di posisi paling belakang.

" Biar adem" kata River karena memang di naungi pohon besar.

Panitia ospek mulai memperkenalkan diri dan menjelaskan sedikit tentang peraturan di universitas itu. Setelah itu panitia ospek mulai membagikan kertas berisi nomor. Penentuan kelompok melalui nomor di kertas itu.

Rigecherta mendapatkan nomor 3 bersama Ella, Skyler dan Luci. Namun Tivane mendapatkan nomor 2 bersama Veros, River, dan Milenia.

" River tukeran" ucap Rigecherta memberikan kertasnya pada River.

" Okeh" River langsung menerima dengan semangat karena sekelompok dengan Ella.

Satu kelompok berisi 5 orang, mereka sedang menunggu salah satu Maba teman kelompok mereka.

" Rige, ini nomor dua kan?" Tanya Zea datang membuat Milenia memutar mata jengah.

" Aku juga kelompok dua" ucap Zea berseru semangat.

" Oh" hanya itu jawaban mereka. Sementara Tivane langsung menempel pada Rigecherta agar cewe itu tak ada celah untuk caper.

Kelompok dua dan kelompok tiga duduk berdampingan. Tambahan teman kelompok nomor tiga adalah Zein.

" Eh itu tambahan teman kelompok tiga siapa bjir? Lumayan genteng tau" ucap Milenia berbisik heboh pada Tivane,namun masih bisa di dengar oleh Rigecherta dan Veros.

" Itu Zein nggak sih? Yang katanya keponakan salah satu dosen di sini" jawab Tivane membuat Rigecherta langsung menoleh ke arah nya.

" Tau banget kayaknya" cibir Rigecherta menyindir.

" Bukan gitu, tapi tadi aku denger banyak banget yang bilang" jawab Tivane cepat karena tau Rigecherta sedang dalam mode cemburu.

" Udah-udah. Mending kita kerjain tugas dari panitia. Biar cepat kelar kita bagi dua kelompok" usul Veros mengambil buku tugas. Tugas mereka simpel tapi menyusahkan.

" Gue sama Rige aja yang ngambil tanda tangan presiden dan wakil presiden mahasiswa nya" usul Zea bermaksud ingin berduaan dengan Rigecherta.

" Nggak!" Jawab Rigecherta cepat.

" Ayolah, biar aku yang minta tanda tangan ketuanya kamu minta tanda tangan wakilnya pasti di kasih" ucap Zea masih kekeh ingin bersama dengan Rigecherta.

" Brisik. Sini biar gue yang ambil dua-duanya" ucap Tivane langsung mengambil buku tugas dan berjalan ke arah kedua kakak tingkat mereka itu. Rigecherta juga ikut di belakang. Risih bersama Zea.

" Permisi kak" izin Tivane sopan.

" Eh kenapa dek?" Tanya si wakil presiden mahasiswa.

Ketuanya adalah cowo dan wakilnya adalah cewe walaupun wajah si cewe judes dan cenderung galak, tapi ternyata ia sangat ramah.

" Gini kak, kita mau minta tanda tangan kakaknya. Boleh nggak kak?" Tanya Tivane sopan, biasanya agar mendapat tanda tangan harus di kasih tantangan dulu atau di suruh joget.

"Boleh. Sini pena sama bukunya" ucap si ketua datar. Tivane langsung menyodorkan buku itu dengan riang.

" Makasih kak. Kalian couple goals banget deh." Puji Tivane membuat keduanya saling lirik dan sama-sama melotot sinis satu sama lain.

Tivane dan Rigecherta kembali ke rombongan mereka.

" Jago juga lo berdua" puji Milenia yang melihat di samping Veros.

Zea yang melihat itu langsung membuang wajah dengan ekspresi kesal karena merasa gagal. Gagal menempeli Rigecherta.

" Tivane gitu loh" ucap Tivane membuat mereka tertawa.

" Yok lah kita juga minta tanda tangan kating lang lain" ucap Veros membuat Milenia mengangguk dan mengikuti.

Sementara di kelompok tiga, Ella dan River meminta tanda tangan kating. Luci, Skyler dan Zein meminta tanda tangan dosen.

" Permisi pak" ucap Skyler ramah.

" Eh, ada apa ini?" Tanya pak Ronald.

" Ini pak, kamu mau minta tanda tangan bapak" jawab Luci sopan.

" Buat apa?" Tanya pak Ronald bingung.

" Tugas kelompok pak " jawab Zein ikut buka suara.

"Zein? Kamu jadi sekolah di sini?" Tanya pak Ronald.

" Jadi om eh, pak" jawab Zein.

" Yaudah sini buku sama pulpennya" ujar pak Ronald membuat Luci langsung menyodorkan pulpen dan buku nya.

" Makasih pak" ucap mereka lalu menunduk kecil sebelum pergi.

Di sudut lain River dan Ella malah tabok-tabokan karena debat mau kating mana dulu yang di mintai tanda tangan.

Para kating itu tertawa melihat mereka yang malah debat seperti anak kecil dan hampir jambak-jambakan.

" Yaudah-yaudah sini biar di tanda tangani bukunya. Nggak usah berantem gitu" ucap para kating itu membuat mereka langsung tersenyum lebar dan memberikan buku itu kepada para kumpulan kating itu.

Para kakak tingkat itu pun menanda tangani buku itu bergantian.

" Yey lengkap. Makasih kak.." ucap keduanya kompak dan ber tos ria dengan heboh seakan tadi mereka tak pernah berantem.

" Jadian aja sih, kalo kata gue" ucap Milenia bersama Veros yang kebetulan lewat.

" Brisik. Kalian aja yang jadian" balas Ella tak mau kalah.

Veros malah terkekeh dan merangkul Milenia dengan santai membuat Milenia tersentak.

" Lepas anj-" umpat Milenia kaget.

" Cie..." Goda River dan Ella. Rigecherta, Tivane, Skyler dan Zein yang melihat itu pun ikut menggoda. Sementara Luci hanya diam, antara sedang lelah atau mungkin cemburu.

Milenia yang menyadari tatapan Luci pun langsung melepaskan tangan Veros dari bahunya dan menabok kepala Veros memakai buku di tangannya denga keras.

" Bego" umpatnya sambil berjalan ke arah Tivane. Veros meringis kecil dan malah tersenyum-senyum sendiri.

Tak jauh dari mereka, Zea terlihat sedang marah-marah karena selalu gagal mendekati Rigecherta.

" Benci banget gue ngeliat si Vane, liat aja, Rige bakal terpikat sama dan jadi milik gue" ucapnya dengan mata berkilat penuh rencana.

" Yey.. selesai juga tugas hari ini" ucap Tivane dan Skyler sudah seperti bocah.

" Gue boleh join sama kalian nggak?" Tanya Zein karena masih belum menemukan teman, iyalah orang teman sekelompok ya saja masih mereka, dan dia tipe orang yang susah mencari teman.

" Boleh aja kok, sini aja join" ajak Skyler dengan wajah santai dan ramahnya.

" Nih, kenalin semuanya" ucap River merangkul Zein dengan santai dan menunjuk mereka satu persatu.

" Ini Rige, agak dingin anaknya tapi baik kok. Terus itu Vane pacarnya si Rige" ucap Skyler menunjuk Tivane dan Rigecherta.

" Ini Veros sepupunya si Rige, sebelas dua belas sama Rige, terus itu Milenia, hati-hati ketuanya cewe bermisi." Sambung River dan menunjuk dirinya sendiri.

" Dan gue River, ini Ella, calon cewe gue" ucap River dengan santai namun langsung di lempar pulpen oleh Ella.

" Jangan percaya. Gue nggak mau sama dia" sungut Ella dan Zein hanya tertawa pelan.

" Gue Skyler, pangeran tampan dan baik hati " ucap Skyler percaya diri.

" Gue Luci " sahut Luci memperkenalkan diri membuat Zein mengangguk.

" Yang satu lagi? Yang sama kelompok dua itu?" Tanya Zein.

" Nggak tau, nggak kenal" jawab mereka cuek.

" Tapi dia kayak care gitu sama Rige " ucap Zein

" Caper itu mah" sahut Skyler dengan nada malas.

" Iya tuh, cewe gatel." Sahut Milenia ikutan Gedeg.

" Oh.." Zein mengangguk paham.

" Nah itu si ulat bulu datang" ucap Ella melihat Zea mendekat.

" Hai.. kalian lagipada ngumpul ya?" Sapa Zea membuat mereka mengalihkan wajah malas.

" Kayaknya tadi kita di panggil dosen deh" ucap Veros mengalihkan perhatian.

" Oh iya, ayo-ayo " mereka semua pergi dan hanya Zein yang pergi dengan senyuman dan pamitan sopan. Zea menatap mereka dengan wajah kesal dan mencak-mencak nggak jelas.

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!