Juara 🥉 Event Horor
Ayana Febriani Andriano adalah seorang indigo. Dia baru saja pindah sekolah di SMA Tunas Bangsa.
Tapi di sekolahannya yang baru, Ayana justru sering mengalami hal aneh. Sekolah itu mempunyai energi besar dan sangat mengerikan. Berulang kali dia melihat penampakan di sana.
Dia bahkan menemukan sebuah ruang rahasia yang membuatnya penasaran karena siapapun dilarang masuk kesana. Dia meminta bantuan teman nya yang bernama Riki untuk membantunya masuk kesana. Dan saat dia berhasil masuk keruangan tersebut, dia melihat bayangan mengerikan. Ada darah dan suara jeritan kesakitan.
Rahasia apa yang tersembunyi di ruang itu? Dan mampukah Ayana memecahkan misteri yang tersembunyi di sekolahan barunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Pembina OSIS
Keesokan harinya, Ayana kembali ke tendanya untuk mengikuti kegiatan outbound. Rina dan yang lainnya mulai menanyakan keadaannya saat melihat Ayana kembali dan meminta maaf karena tidak bisa menjenguknya.
Ayana tidak masalah. Justru dia juga meminta maaf pada kelompok mawar karena dirinya, formasi yang sudah sangat bagus harus di rombak karena dirinya yang tidak bisa ikut tampil dalam acara api unggun semalam.
Rina dan yang lain tidak marah karena yang terpenting adalah kesehatan Ayana.
"Loe yakin hari ini mau ikut outbound?" tanya Rina
"Iya. Gue udah gak papa. Jadi gue juga pengen ikut." sahut Ayana.
"Tapi Ay, maaf nih sebelumnya. Kalau boleh tahu, semalam itu loe kenapa sebenarnya?" tanya Amel. Kondisi Ayana semalam sangat aneh. Ayana terus mengeluh kedinginan sementara mereka tidak ada yang merasakan hal itu.
"Gue juga gak tahu. Gue merasa dingin banget. Sampai-sampai tubuh gue menggigil." sahut Ayana
Semua temen Ayana merasa aneh. "Jangan-jangan loe di ganggu makhluk halus lagi, Ay." seru Diva.
Mendengar hal itu seketika bulu kuduk mereka berdiri. Mereka melihat kesana kemari seolah memastikan tidak ada penampakan di sana.
"Udah-udah, jangan ngomong kayak gitu lagi!! Ntar malem kita mau jerit malam lho. Belum apa-apa udah merinding nih gue." protes Keisha
Mereka menghentikan obrolan menyeramkan itu dan memilih mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan outbound yang sebentar lagi akan di laksanakan.
"Perhatian semuanya!! 15 menit lagi di harapkan untuk semuanya berkumpul di lapangan dengan barisan kelompok outbound. Terimakasih." seru Chandra melalui pengeras suara
Semua siswa kelas XI mulai bergegas karena waktu mereka tidak banyak. Dan setelahnya, mereka mulai berbondong-bondong berkumpul di lapangan sesuai instruksi dari anggota OSIS.
"Selamat pagi semua!!" sama Andra
"Pagi kak." sahut mereka serempak
"Pagi ini kita akan melaksanakan outbound. Sudah siap semuanya?" teriak Andra
"SIAP KAK!!"
Andra tersenyum. Dia memberikan arahan sebelum menjalankan kegiatan outbound. Mereka akan melewati 4 posko untuk menyelesaikan tantangan outbound hari ini. Setiap kelompok harus bekerjasama untuk menyelesaikan tantangan yang sudah di siapkan oleh anggota OSIS di setiap posko. Tentu saja semua itu juga akan di nilai dan di umumkan saat acara terakhir kemah.
Setiap kelompok diberi satu peta sebagai petunjuk jalan dan di harapkan untuk tidak merusak tanda yang sudah di buat oleh panita. Jika ada yang ketahuan melakukan kecurangan, maka kelompok tersebut akan didiskualifikasi.
"Oke, tidak perlu menunggu lama. Dengan ini saya putuskan kegiatan outbound hari ini resmi di mulai." seru Andra lantang menggunakan pengeras suara.
Kegiatan itu di mulai dari urutan kelompok outbound yang sudah di tentukan sebelumnya. Dan kelompok Ayana berada di urutan nomor 5.
Sambil menunggu giliran, Riki mendekati Ayana dan menanyakan keadaan gadis itu. "Loe gak papa Ay?" tanya Riki
"Gue baik-baik aja kok." jawab Ayana
"Gue denger semalem loe sakit. Tapi karena kita gak boleh ninggalin acara, gue jadi gak bisa jenguk loe. Maaf ya."
Ayana hanya tersenyum dan mengangguk pelan sebagai jawaban. Dia menatap sekelilingnya dan tanpa sengaja pandangan bertemu dengan pembina OSIS.
Untuk beberapa detik, mereka saling pandang. Namun karena merasa tatapan pembina OSIS terasa aneh, Ayana segera memutuskan kontak mata mereka.
"Rik!!" panggil Ayana
"Apa?"
"Pembina OSIS kita, siapa namanya?" tanya Ayana
"Emangnya loe gak tahu? O iya, loe kan anak baru ya." kekeh Riki
Ayana hanya memanyunkan bibirnya. Dia belum lama menjadi murid di sekolah SMA Tunas Bangsa, jadi dia belum hafal siapa nama-nama guru di sana.
"Pembina OSIS kita namanya pak Doni." ucap Riki memperkenalkan
Ayana hanya ber O ria. Dia melirik menatap pak Doni yang ternyata juga melihat kearahnya. Entah mengapa dia merasa tidak nyaman dengan tatapan itu. Tatapan tajam yang seolah memberinya peringatan.
next judul berikutnya kk
kasian riki
tp gimana yah kelanjutan Andra dan aya